Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Akhir Bulan Madu Kedua


__ADS_3

Aldi dan Kiara sedang berada dalam pesawat menuju Jakarta. Sejak siang, mereka berdua sudah berkemas untuk kembali ke Indonesia, mengakhiri bulan madu mereka. Ini bukan bulan madu pertama mereka. Bulan madu kali ini juga tidak terlalu singkat. Tidak sampai 3 hari mereka sudah kembali dari acara bulan madu ini.


Meski sudah berada dalam pesawat yang membawa mereka menuju Jakarta, Kiara masih saja sedikit diam. Ada yang mengganggu pikirannya.


Aldi sebenarnya tahu apa yang menjadi beban pikirannya. Tapi Aldi bingung bagaimana meyakinkan Kiara bahwa itu semua sekedar ada dalam pikirannya. Untuk menghapus semua itu, Aldi hanya bisa melakukan bukti yang nyata. Aldi kini punya misi untuk menunjukkan bahwa hanya Kiara yang berada dalam hatinya.


Kiara membutuhkan bukti, tidak cukup hanya dengan perkataan semata. Sebagaimana yang Aldi tadi malam ucapkan kepada Kiara. Aldi mengingat percakapannya dengan Kiara tadi malam.


"Ini malam kedua kita berbulan madu, Ra. Kamu belum lupa kan?"


"Tentu saja tidak."


"Apa aku masih boleh berdekatan sama kamu?"


"Jangan melucu deh Al. Apa dari tadi kita nggak berdekatan?"


"Nggak. Kamu menjauh sejak kita selesai makan malam di kereta gantung."


Kiara terdiam memikirkan ucapan Aldi. Ya, dia emosi tadi. Bahkan sampai barusan, Kiara masih emosi.

__ADS_1


"Apa perkataanku ketika makan malam tadi ada yang membuat kamu emosi?"


Kiara diam tak bergeming. Tidak ada keinginan di hatinya untuk menjawab pertanyaan Aldi. Tapi kemudian nama itu muncul lagi di antara mereka.


"Apa aku salah menyebut Verlita di hadapan kamu?" Aldi menyebutkan nama wanita itu lagi.


'Aldi selalu mengingat wanita itu. Masih saja nama itu muncul dalam pembicaraan aku sama dia. Frekuensi nama itu disebut sama Aldi sudah terlalu banyak' Batin Kiara memikirkan pergolakan emosinya.


"Kamu masih nanya!?" Kiara akhirnya menjawab pertanyaan Aldi dengan disertai emosi. Ya, mendengar nama wanita itu di antara dirinya dan Aldi selalu sukses membuatnya emosi.


.


Meski Kiara tidak semakin emosi mendengar hal ini, tapi Kiara tidak ingin membahas hal ini lebih lanjut. Kiara hendak beranjak pergi dari hadapan Aldi, tapi Kiara gagal. Aldi berhasil meraih tangan Kiara dan menariknya.


"Kasih tahu aku apa yang kamu inginkan supaya tidak lagi emosi. Apapun yang kamu inginkan, pasti akan aku kabulkan. Aku mohon, Ra. Hentikan emosi seperti ini. Besok kita kembali ke Jakarta. Aku sangat ingin kita mengakhiri acara bulan madu kita dengan rasa senang. Aku ingin kamu kembali senang, sayang."


Kiara diam sejenak memikirkan keinginan yang akan disampaikan kepada Aldi. Kemudian meminta satu hal yang sempat melintas dalam benaknya ketika menghadiri acara pesta perayaan tahunan Blue Corp.


"Aku ingin bekerja di Blue Corp sama kamu. Aku ingin bekerja di sisi kamu seperti ketika kita ada di WS Tech."

__ADS_1


Aldi diam menatap manik-manik mata Kiara untuk meyakinkan bahwa Kiara memang sungguh-sungguh dengan apa yang dia inginkan, kemudian menjawab keinginan Kiara sambil menatap manatanya.


"Aku akan sangat senang bisa melihat kamu di kantor maupun di rumah, sayang. Kita akan berangkat sekaligus pulang bersama ya mulai besok lusa. Kita mulai masuk ke kantor baru kita di Kantor pusat Blue Corp Jakarta."


Ada senyuman di sudut Aldi ketika menyampaikannya. Aldi tidak menyangka hanya hal sederhana ini saja yang Kiara inginkan untuk mengakhiri emosinya.


Tapi apa yang Aldi perkirakan tidak terjadi. Kiara memang tidak emosi, tapi Kiara tidak banyak bicara kepadanya dan masih terasa bersikap dingin kepada Aldi.


Malam kedua bulan madu mereka hari itu diakhiri dengan keduanya yg tidur seranjang tanpa melakukan aktivitas apapun selain tidur.


🌸🌸🌸🌸


Hai, readers


Bisakah Kiara menyelesaikan rasa cemburunya kepada Verlita?


Like, Komen, Vote dan Gift-nya ya biar aku tambah semangat nulis...


Big Love to You All.

__ADS_1


__ADS_2