
Aldi dan Kiara menghabiskan waktu dengan bercanda satu sama lain selama acara berlangsung. Sudah tidak ada yang menatap Kiara terus-menerus hingga menciptakan rasa tidak nyaman bagi Kiara. Sehingga Kiara kini bebas berbicara dengan Aldi tanpa khawatir pandangan aneh orang lain.
Kemudian MC memanggil Aldi untuk memberikan sambutan sekaligus beberapa pengumuman terkait perusahaan. Kiara tidak melepaskan pandangannya terhadap Aldi sejak berdiri dari tempat duduknya hingga berjalan di atas panggung sampai tiba di atas podium.
'Pria tampan di atas podium yang menyihir banyak orang dengan penampilannya itu adalah suaminya, miliknya.' batin Kiara.
"Selamat malam. Saya baru mendapat kepercayaan untuk memimpin BLUE CORP. Tidak ada yang bisa saya janjikan kepada kalian para investor, rekan bisnis, maupun para dewan direksi yang hadir di sini. Yang bisa saya beri tahukan adalah saya menjadi pemimpin perusahaan ini karena saya menjadi pewaris sah keluarga. Jadi percayalah, sebagai pemilik BLUE CORP, saya pasti menginginkan kemajuan dan perkembangan perusahaan saya ke arah yang lebih baik."
Tepuk tangan para undangan bergemuruh ke seluruh penjuru ruangan. Kiara termasuk yang paling bersemangat ketika bertepuk tangan.
"Karena banyak kesalahpahaman di masa lalu, keluarga Wiji Sasongko terpecah belah. Tapi kini saya dan Mike, sepupu saya, akan bekerja sama dengan baik. Kami generasi muda keluarga akan menjalankan perusahaan ini hingga kemakmuran menjadi milik semua yang bekerja di perusahaan."
Lagi-lagi suara tepuk tangan terdengar.
"Selanjutnya, saya ingin bercerita kepada kalian semua mengenai orang yang paling berjasa hingga saya berada di atas sini saat ini. Dia adalah sosok yang menunjukkan kepada saya bahwa dunia yang kejam tidak harus dibalas dengan kekejaman. Hatinya yang suka menunjukkan kebaikan mencairkan dinginnya hati saya. Saya masih berhutang satu hal kepadanya. Untuk itu, saya ingin melunasinya malam ini juga."
Aldi diam sejenak menatap ke arah meja dimana Kiara berada. Semua orang diam. Keheningan itu menanti apa yang akan diucapkan oleh Aldi selanjutnya. Sepersekian detik kemudian, lampu di seluruh Hall padam. Tapi detik berikutnya ada lampu sorot yang menyoroti satu orang.
Kiara tiba-tiba disorot usai kegelapan yang memenuhi Hall. Membuat wajahnya nampak kebingungan. Detik berikutnya, ada lampu yang menyala di lantai di hadapan Kiara. Lampu itu membentuk jalan yang di ujungnya ada Aldi yang sedang berdiri dengan memegang buket bunga mawar di hadapannya.
Kiara yang melihat hal itu ingin sekali berlari ke lelaki yang tampak sedang berdiri menantinya. Kiara berdiri dari tempat duduknya dan berjalan perlahan melewati jalan yang berlampu. Kiara dengan mantap menuju ke arah Aldi berada. Kiara terus menatap pria yang manantinya dengan tatapan penuh cinta.
Aldi memberikan buket bunga di tangannya. Bunga mawar merah yang sangat banyak dan cantik itu diterima oleh Kiara. Dengan tersenyum lebar, Kiara memeluk buket yang diberikan oleh Aldi kepadanya.
__ADS_1
"Terima kasih telah hadir dalam hidupku." Aldi mengatakannya sambil berlutut di hadapan Kiara. Suara Aldi terdengar ke seluruh penjuru Hall. Aldi mengenakan Mikrofon kecil yang membuat suaranya masuk ke pengeras suara Hall.
"Terima kasih sudah menjadikan aku pria yang berada di hati kamu. Terima kasih telah menunjukkan aku bagaimana kamu mencintai seseorang dengan tulus. Ketulusan yang aku lihat pada diri kamu membuatku sadar akan kesalahan masa laluku ketika berhubungan dengan seorang wanita."
Aldi kemudian meraih tangan kanan Kiara. Dia mengecup punggung tangan kanan Kiara dengan perlahan dan menghirup aroma di kulitnya sambil tetap berlutut di hadapannya.
"Aku, Rivaldi Ahmad Wiji Sasongko, pewaris dari keluarga Wiji Sasongko, membuat janji di hadapan ratusan orang yang saat ini hadir. Aku berjanji akan menjadi suami yang membahagiakan istriku, Kiara Permatasari. Aku berjanji akan memberikan duniaku beserta isinya kepadanya hingga dia tak akan pernah kekurangan apapun di dunia."
Kiara yang menatap Aldi tanpa berkedip sekalipun menyimak kata demi kata yang Aldi ucapkan dengan hati bergemuruh dengan debaran jantungnya.
"Kiara, istriku, aku mencintaimu. Saat ini hanya kamu yang memenuhi hatiku. Sampai nanti aku berjanji hanya tetap ada kamu seorang yang menempati seluruh hatiku. Hingga detak jantungku yang terakhir, hanya kamu yang aku cinta."
Seluruh undangan yang menyaksikannya merasa terharu dengan ungkapan cinta Aldi untuk istrinya. Semua orang merasa beruntung bisa hadir menyaksikan pernyataan cinta seorang pemuda yang menjadi pewaris yang kaya raya itu.
"Semua hal manis telah kamu ucapkan. Aku sudah kehabisan kosa kata yang lebih manis dari kamu, Al."
"Kamu bisa mengungkapkan rasa cinta kamu buat suami kamu ini. Juga menceritakan sejak kapan kamu telah jatuh cinta." Aldi tersenyum lebar dengan sarannya.
"Sayangnya tadi aku sudah mengungkapkan perasaan ku, Al. Stok pernyataan cinta untuk hari ini sudah habis." Kiara tertawa cekikan dengan singkat.
"Jadi dosis pernyataan cinta kamu hanya sekali sehari, sayang?"
"Bisa dibilang begitu." Kiara nyengir lebar.
__ADS_1
"Okey. Aku terima itu. Asalkan setiap hari aku mendapatkannya. Aku akan berusaha keras supaya dosis pernyataan cinta kamu ditambah."
"Kita lihat deh sejauh mana usaha kamu." Kiara tersenyum manis.
"Lalu sejak kapan kamu mencintai ku?" Aldi masih saja mengejar apa yang dia ingin dengar dari Kiara.
Sementara itu Kiara terdiam menatap Aldi.
"Aku mulai merasa cemburu sejak mendapat foto kamu yang makan berdua dengan seorang mantan. Karena rasa cemburu itulah kamu membuatku sadar telah suka sama kamu. Tapi aku menekan perasaan itu. Aku takut mencintai orang yang lagi-lagi tidak menjadi takdir hidupku."
"Kini sudah percaya dengan cintaku ke kamu?"
"Aku percaya. Sangat percaya. Aku percaya kamu sangat mencintaiku dan kini aku pun tidak bisa mencegah perasaan ki. Aku juga sangat mencintai kamu, Al."
Aldi yang sejak tadi berlutut, kini bangun seketika. Kemudian Aldi merengkuh Kiara ke dalam pelukannya di hadapan mata semua tamu undangan yang hadir.
Seluruh Hall ramai dengan gemuruh suara tepuk tangan sekali lagi. Mereka rata-rata adalah kaum bisnis yang kaya raya. Atau juga seseorang dengan jabatan tinggi di perusahaan. Mereka jarang melihat pernyataan cinta orang kaya lainnya yang seromantis ini. Di hadapan banyak orang seperti ini pula. Mereka yang bertepuk tangan benar-benar berdoa agar pasangan yang masih berpelukan dalam sorotan lampu itu berbahagia dengan cinta dalam hidup mereka.
🌸🌸🌸🌸
Verlita, Bima dan Bella menyaksikan pernyataan cinta Aldi kepada Kiara. Ketiganya tidak hadir di acara itu. Bima tidak mendapatkan undangan. Sementara Verlita yang diundang karena jabatannya di BLUE CORP pun tidak hadir. Bella dan Bima menyaksikan semua yang diucapkan Aldi dan Kiara melalui ponsel mereka masing-masing. Sementara Verlita masih melihat dari layar Televisi meski layarnya telah retak akibat ulahnya sendiri.
Ketiganya hanya tertegun menatap apa yang mereka lihat dari tayangan siaran langsung itu. Hanya rasa penyesalan yang menguasai hati mereka. Penyesalan terbesar dalam hidup mereka.
__ADS_1