Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Sarapan pagi dalam diam


__ADS_3

Kiara masih menatap Aldi. Mencari kebenaran di mata Aldi.


"Mulai malam ini, kita tidur sekamar, ya Kiara. Tadi malam ketika aku membawa kamu ke rumah ini, kamar tidur utama belum selesai dirapikan. Semalam barang-barang aku di kamar ini belum semua dibereskan. Itulah sebabnya pelayan menidurkan kamu di kamar kosong lain yang sudah bersih dan rapi."


"Oh. Jadi begitu. Aku kira kamu masih ingin kita tidur terpisah."


Seketika Aldi menyentil dahi Kiara dengan pelan.


"Mana mungkin. Kamu tadi tidak tidur di sini karena hal itu?"


"Tentu saja. Ketika kamu mengusirku dari ruang kerja kamu, kamu nggak bilang dengan jelas aku nunggu di kamar mana." Kiara membela diri.


"Al, maukah kamu menceritakan rencana kamu terhadap Tante Adelia dan pria bermasker itu? Kamu membahas apa dengan Daniel?"


Ketika Kiara menyebut dua orang itu, wajah Aldi langsung berubah suram dan amarahnya kembali tersulut.


"Kamu benar ingin tahu?" Aldi berbicara dengan dingin.


"Iya. Jika kamu bersedia menceritakannya."


"Aku akan membalas setiap perbuatan mereka sama kamu. Tapi si wanita bersembunyi dengan rapi berkat bantuan si pria. Sementara si pria masih dalam proses penyelidikan. Identitasnya belum bisa Ki temukan. Tapi aku sudah punya beberapa petunjuk berikut cara menemukannya."


"Itu artinya aku masih belum boleh kemana-mana sendirian?"


"Tentu saja. Apa itu perlu ditanyakan!" Aldi heran dengan pertanyaan yang sudah pasti ini. Tapi kenapa Kiara masih saja bertanya.


"Kamu ingin kemana, Kiara?" Aldi menambahkan.


"Aku hanya tidak terbiasa di rumah menganggur. Di rumah ini pelayannya begitu banyak. Tidak ada hal yang bisa ku lakukan."


"Tentu saja ada. Kamu di sini untuk menikmati waktu luang kamu sambil memupuk rasa cinta kamu sama aku. Suami kamu." Ide yg brilian. Pikir Aldi.


Kiara terlihat heran dengan candaan Aldi. "Aku serius, Al. Mau memasak, sudah ada chef dengan keahlian yang hebat bersama para asistennya. Mau bersih-bersih atau merapikan sesuatu juga ada pelayan di setiap sudut sedang melakukan pembersihan dan merapikan seisi rumah. Aku bingung mau ngapain di rumah."

__ADS_1


"Kamu ingin masak buat aku seperti sebelumnya?" Aldi akan berkompromi.


"Apa boleh?"


"Tentu jika kamu suka seperti itu. Tapi jangan sampai kamu kecapekan. Kamu bisa meminta bantuan chef atau asistennya untuk menemani dan membantu kamu masak."


"Beneran, Al? Aku masih bisa memasak buat kamu?"


"Bener. Asal kamu senang, Ra."


"Baiklah. Besok aku akan masak sarapan dan makan malam buat kamu, ya Al."


"Iya. Kamu harus ingat. Ini rumah kamu. Kamulah nyonya di rumah ini. Kamu bebas mengatur rumah ini sesuai keinginan kamu. Kamu juga bebas menyuruh semua pelayan, pengawal, maupun para tukang masak sesuai keinginan dan kebutuhan kamu."


"Nyonya rumah?" Kiara masih tidak percaya Aldi mengatakan semua ini.


"Iya. Kamu adalah nyonya Aldi Wiji Sasongko. Nyonya muda keluarga ini."


Aldi membelai pipi Kiara kemudian kembali membawa istrinya ke dalam pelukannya.


Kiara merasa hangat. Kiara merasa nyaman berada dalam rengkuhan Aldi. Kiara tidur dengan senyuman. Tidur nyenyak sepanjang malam.


Keesokan paginya Kiara bangun pagi-pagi untuk menyiapkan sarapan untuk Aldi. Begitu Kiara membuka mata, Kiara baru sadar sudah tidur dengan nyenyak dalam pelukan suaminya sepanjang malam. Wajahnya memerah hanya dengan membayangkan hal itu saja.


Dengan perlahan Kiara menarik diri dari pelukan Aldi dan ke kamar mandi. Usai mandi, Kiara hendak berganti baju. Dia mencoba membuka beberapa lemari baju yang ada. Sesuai dugaannya, Aldi telah menyiapkan baju-bajunya. Tapi kebanyakan adalah baju baru.


'Suka sekali sih nie cowok hambur-hamburkan uang untuk beli pakaian baru untuknya' Gerutu Kiara dalam hati.


Dengan terpaksa Kiara memakai salah satu gaun rumahan yang masih baru. Kiara memilih gaun lengan pendek dengan panjang selutut. Warna gaunnya tampak pas dengan warna kulit Kiara.


Puas dengan penampilannya di cermin, Kiara bergegas ke dapur. Tapi Kiara baru sadar bahwa dia tidak tahu dapur ada di sebelah mana.


Untungnya Irma sudah berada di ruang makan. Sedang membersihkan meja makan. Kiara pun diantar oleh Irma menuju ke dapur.

__ADS_1


Di dapur Kiara telah ditunggu oleh chef dan para asistennya.


"Selamat pagi, nona muda. Kami akan membantu nona menyiapkan makanan untuk sarapan dan makan malam." Chef di hadapannya menyapa dengan sopan.


Tampaknya Aldi telah mengatur agar chef dan tukang masak ini membantu Kiara seperti yang Kiara perbincangkan dengan Aldi semalam.


'Kapan Aldi melakukannya? Bukankah semalam mereka berdua langsung terlelap bersamaan setelah berpelukan?' Kiara heran dengan efisiensi Aldi dalam melakukan banyak hal.


"Oke. Mohon bantuannya, chef." Kiara menjawab dengan menundukkan kepala tanda hormat kepada chef senior yang pasti sangat berpengalaman ini.


"Jangan sungkan, nona. Oiya, nona ingin masak apa untuk pagi ini?"


"Apa kalian memiliki salmon yang masih segar?"


"Kami punya yang sudah dibumbui dan siap diolah dengan bahan lain, nona. Nona ingin membuat apa?"


"Aku ingin membuat hidangan dengan bahan utama salmon. Aku menerima apapun saran chef."


Kiara pun mulai sibuk memasak dengan arahan dari sang chef dan bantuan dari para tukang masak. Dengan bantuan sebanyak itu, dalam setengah jam makanan telah siap dihidangkan.


Kiara hendak membangunkan Aldi, tapi ternyata Aldi sudah siap dengan setelan jasnya. Aldi sedang berbicara dengan Mike di ruang keluarga yang bersebelahan dengan ruang makan.


"Aku akan memantau Ferdi dan Hasan. Kamu eksekusi saja langkah kamu untuk wanita itu. Aku akan memperketat pengawasan kepada dua pria yang paling mencurigakan." Suara Mike terdengar semakin jelas ketika Kiara hendak mendekati Aldi dan Mike.


"Baik. Kita akan melakukan seperti itu saja untuk hari ini." Terdengar Aldi menjawab Mike.


"Hai Kiara." Sapa Mike begitu melihat kedatangan Kiara dari kejauhan. Membuat Aldi pun menoleh. Seketika Aldi dan Mike menghentikan apapun yang mereka bicarakan.


"Ayo kita sarapan pagi bersama-sama. Aku membuat hidangan cukup banyak." Kiara berbicara dengan sopan seolah menyambut kedatangan Mike di meja makan mereka.


Usai melakukan basa basi dan sapaan singkat, Aldi dan Kiara melakukan genjatan senjata. Mereka makan pagi dengan damai tanpa perdebatan kembali.


Mereka duduk dengan saling menghormati satu sama lain. Mereka bertiga makan pagi dalam diam.

__ADS_1


Kiara sedang tidak ingin membicarakan apapun yang dia dengar secara tidak sengaja tadi. Sementara Aldi sedang sibuk menyusun rencana penangkapan Adelia di dalam benaknya. Sama sekali tidak ingin terlibat pembicaraan apapun dengan dua makhluk lainnya yang di hadapannya.


__ADS_2