Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Daniel Curiga


__ADS_3

Kiara berusaha dengan sangat keras agar menjaga pikirannya untuk menutup perasaan buruk dan dugaan yang buruk mengenai Aldi.


Hubungan mereka hanya bisa berjalan jika didasari dengan kepercayaan. Kiara memutuskan untuk mempercayai suaminya saat ini. Meskipun hatinya masih saja merasa berat dengan beberapa hal yang tidak diceritakan oleh Aldi.


"Ini sudah mendekati jam pulang kerja. Kita pulang lebih awal, ya sayang. Aku ingin ngajak kamu keluar makan malam."


"Oke, kalau pulang cepat, aku bisa ganti baju dulu dan menghapus riasan ini."


"Nggak perlu, aku ingin mengajak sekertaris baru ku yang kecantikannya dibilang seperti boneka hidup ini keluar makan malam."


"Kamu tega ya. Meninggalkan istri di rumah dan mengajak sekertaris makan malam di luar!"


"Ehmm!" Tiba-tiba ada deheman dari Daniel yang masuk ke ruang kerja Aldi begitu saja.


Selama ini Daniel memang tidak pernah mengetuk pintu ruangan Aldi. Bukannya Daniel tidak sopan. Tapi hal itu atas perintah Aldi sendiri sejak lama.


"Siapa yang menyuruh kamu masuk begitu saja ke ruanganku dan memotong pembicaraanku begini?" Aldi menatap marah ke arah Daniel.


Daniel selalu melaksanakan tugasnya dengan baik. Dia jarang sekali kena marah oleh bosnya seperti ini.


"Maaf, bos." Adu argumen dengan Aldi hanya akan menambah kemarahannya sekaligus menambah hukumannya. Kata maaf adalah pilihan yang paling pas bagi Daniel saat ini, meskipun dirinya masih saja merasa tidak bersalah.


"Mulai saat ini, kamu harus mulai mengetuk pintu ke ruanganku." Aldi masih ingat dengan jelas kenapa Daniel masuk begitu saja ke ruangannya. Jadi perintah langsung masuk ke ruangannya ini perlu dicabut.


"Baik, bos." Sahut Daniel dengan cepat. Ternyata si bos memang tahu bahwa dirinya tidak salah ketika masuk begitu saja ke ruangannya. Tapi kenapa marah? Daniel berusaha memikirkan apa yang telah Daniel ganggu ketika masuk ke ruangan ini dan ingatan akan apa yang bos Aldi ucapkan kepada sekretarisnya muncul ke permukaan.


'Bos Aldi tadi menyebutkan bahwa dia ingin mengajak sekertaris baru yang kecantikannya seperti boneka hidup itu keluar untuk makan malam. Bos Aldi dengan tega ingin meninggalkan nona Kiara di rumah dan makan malam di luar dengan sekertarisnya.' Kesimpulan yang Daniel tarik dalam hatinya ini membuat Daniel emosi. Bagaimana mungkin bos Aldi mengkhianati istrinya. Ini agak tidak masuk akal.

__ADS_1


"Ada apa kamu mencari saya?" Aldi membuat Daniel kembali ke dua nyata. Dia tadinya berpikir keras dan bergelut dengan hati dan pikirannya.


"Iya, bos. Ini saya sudah mendapatkan persetujuan reservasi makan malam yang bos inginkan. Meski mereka hanya menerima costumer yang booking sejak lama, tapi mereka bersedia kita reservasi untuk malam ini." Daniel dengan lancar menyampaikan tujuannya mengganggu si Bos. Ada rasa


"Bagus, kamu selalu bisa aku andalkan dalam hal seperti ini." Aldi tersenyum lebar sambil menepuk pundak Daniel.


Daniel ingin membantah dan ingin mengingatkan si bos akan istrinya. Tapi Daniel juga tidak enak mengingatkan si bos di hadapan sekretarisnya. Daniel merasa sang sekertaris pun enggan pergi makan malam dengan bos Aldi yang sudah punya istri. Sekertaris Rara tadi sudah mengingatkan bos Aldi akan istri yang menunggu di rumah.


"Kamu bisa keluar dari ruangan ini. Kami mau bersiap-siap pulang dulu." Aldi mengusir Daniel dengan halus. Kemarahan yang tadi muncul karena Daniel juga hilang karena informasi yang Daniel berikan.


"Bos menyetir sendiri? Tidak pulang dengan diantar oleh saya? Atau saya antar ke tempat makan malam?"


"Tentu saja tidak. Aku tidak mau kamu mengganggu kencan romantisku." Tolak Aldi kepada Daniel.


Daniel mengerti untuk undur diri dari hadapan si bos. Tapi hatinya masih dipenuhi kegelisahan akan interaksi si bos dengan sekertaris barunya. Daniel tidak bisa terima jika majikannya sampai selingkuh dari istrinya.


🌸🌸🌸🌸


Daniel memang handal dalam melakukan hal-hal yang tadinya kebanyakan orang mengira tidak akan mungkin menjadi mungkin.


Karena hal ini juga lah Aldi dan Kiara tidak bisa pulang demi ganti baju atau penampilan. Akan makan banyak waktu untuk berputar-putar. Mereka harus tiba di tempat reservasi makan malam itu dalam satu jam. Maka dari itu Aldi memutuskan untuk berhenti di butik yang searah menuju tempat makan malam mereka.


"Al, kenapa berhenti di sini?" Kiara mengira mereka sedang terburu-buru.


"Aku sudah pesan gaun. Kamu pasti gerah kan dengan pakaian yang sama seharian?"


Kiara heran dengan alasannya untuk membuat Kiara ganti dengan gaun malam. Bukan gaun malamnya yang membuat heran. Tapi caranya yang masih saja suka menghambur-hamburkan uang.

__ADS_1


Kiara masih memiliki banyak gaun malam di lemarinya. Sebagian besar juga masih baru dan belum sekalipun pernah Kiara pakai. Ini Aldi malah membelikannya 1 gaun lagi.


Ingin rasanya Kiara membatalkan pembelian gaun ini dan menolak berganti pakaian. Tapi Kiara tahu Aldi susah berkompromi untuk hal seperti ini. Uang bukan apa-apa baginya. Bertengkar dengan Aldi untuk uang yang sangat kecil nilainya bagi mereka sangat sia-sia.


Dengan menahan kesabaran, Kiara memasuki butik dengan diikuti Aldi di belakangnya.


"Selamat datang tuan Aldi. Jas yang anda pesan sudah selesai. Begitu pula dengan gaunnya. " Seorang pelayan butik yang masih muda tersenyum manis kepada Aldi.


"Oke. Segera bawa kemari. Kami mau langsung memakainya."


"Baik. Sebelah sini tuan. Kami antar sekalian ke ruang ganti. " Pelayan yang sama kembali tersenyum dengan manis menatap Aldi.


Kiara masih saja heran melihat bagaimana banyak gadis berusaha mencari perhatian Aldi meski jelas-jelas melihat bahwa Aldi ditemani oleh wanita ketika datang. Tidak hanya kali ini Kiara mengalami hal seperti ini.


Sering kali Kiara menertawakan para gadis muda yang begitu terpesona dengan ketampanan suaminya. Tapi tidak jarang juga Kiara merasa terganggu dengan sikap mereka yang ingin menarik perhatian Aldi.


"Ra, kamu ganti terlebih dahulu. Aku tunggu kamu di depan pintu ruang ganti." Aldi masih saja perhatian.


"Aku nggak mau ada yang intip kamu ketika sedang ganti pakaian." Bisik Aldi ke telinga Kiara langsung.


"Okey. " Kiara melirik wanita mulus dengan rok cukup pendek yang sejak tadi berjaga melayani keduanya di sekitar Aldi dan Kiara. Ada senyum senang di wajahnya mengetahui Aldi akan sendirian di luar pintu ganti untuk menanti Kiara .


'Resiko punya pasangan keren dan ganteng ya kek ginie. Sangat beresiko punya tekanan darah tinggi setiap ada mawar-mawar yang menginginkan terbang di sisi kumbang jantan.' Pikir Kiara.


🌸🌸🌸🌸


Hai Readers

__ADS_1


Ini sudah chapter kedua untuk hari ini ya.. Besok bisa nulis dua atau 3 chapter nggak ya?? Semangatin Author dunksss


_Dinda^^


__ADS_2