Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Aldi sadar


__ADS_3

Kiara, Mike dan Daniel masih di ruang kerja Aldi. Mereka masih membahas mengenai Ferdi dan Hasan.


"Mungkin saya bisa membantu pak Mike dan nyonya Kiara dalam mengambil kesimpulan. Saya memiliki hasil penyelidikan latar belakang Direktur Ferdi dan DIrektur Hasan."


"Kenapa tidak memberitahu sejak tadi!" Sahut Kiara dengan marah. Kiara masih selalu ingin emosi kepada Daniel yang tidak mengijinkannya ke rumah sakit bersama Aldi yang kecelakaan.


"Maafkan saya, nyonya." Daniel menjawab dengan sopan. Kemudian memberikan dua map yang berisi data milik Ferdi dan Hasan.


"Di dalam map itu berisi data latar belakang sekaligus data aset keduanya. Direktur Ferdi ada pada map yang dipegang nyonya Kiara. Sementara pak Mike memegang data milik Direktur Hasan." Daniel menjelaskan.


Kiara dan Mike fokus membaca isi map di tangan mereka masing-masing. Kemudian setelah menyelesaikan membaca map di tangan mereka masing-masing, mereka saling bertukar.


"Aku yakin kamu sudah hafal isi dari kedua map ini. Kamu bisa jelaskan kepada kami berdua perbedaan yang mendasar dari latar belakang keduanya maupun aset mereka." Kiara berbicara menatap Daniel dengan dingin.


Daniel sendiri paham bahwa nyonya muda di hadapannya masih kesal karena tidak bisa bertemu dengan tuannya karena larangan dirinya.


"Baik, nyonya. Direktur Ferdi dan Direktur Hasan memiliki banyak perbedaan. Saya akan mulai dari direktur Ferdi." Daniel berbicara tanpa sekalipun melihat map data yang masih di tangan Kiara dan Mike.


"Direktur Ferdi baru lulus sarjana ketika tiga tahun lalu memasuki perusahaan. Direktur Ferdi awalnya masuk di bagian tim IT di bawah naungan ibu Verlita. Tapi karena Bu Verlita merekomendasikan kenaikan pangkat, dalam 2 tahun sudah bisa menjadi Direktur. Prestasinya di perusahaan sangat banyak. Kinerjanya sangat baik. Padahal banyak yang tahu bahwa Direktur Ferdi suka mengerjakan pekerjaan Bu Verlita." Daniel menjelaskan dengan tenang.


"Direktur Ferdi berasal dari keluarga yang tidak begitu berada. Bekerja di BLUE CORP ini yang menjadikan beliau memiliki sejumlah aset yang saya data dalam map tersebut. Itu pun hanya sebatas 2 rumah dan 1 mobil. Selebihnya berupa tabungan pribadi." Daniel berhenti karena Kiara tampak ingin berkomentar.


"Pemuda yang cukup berpotensi. Sayangnya dia terlibat dengan orang yang salah. Verlita. Dan kemungkinan besar juga terlibat dengan Adelia." Kiara masih menatap Daniel dengan dingin.


"Direktur Ferdi awalnya menjadi direktur di bagian pengembangan SDM. Sebab Direktur IT sudah diduduki Bu Verlita. Baru ketika ada pembersihan pegawai kemarin saja Direktur Ferdi dipindah di bagian pemasaran Mall. Di bidang yang berhubungan dengan pak Mike sebelumnya."


"Ya. Saya sangat puas dengan kinerja Direktur Ferdi. Menjabat dalam waktu singkat saja bisa membuat laporan dengan baik di hadapan saya ketika baru menjabat sebagai CEO." Sahut Mike.

__ADS_1


"Semakin pintar dan cekatan, aku semakin curiga." Sahut Kiara.


"Selanjutnya direktur Hasan." Daniel beralih kepada kandidat kedua.


"Direktur Hasan cukup muda meski tidak lebih muda dari direktur Ferdi. Beliau masuk ke BLUE CORP karena rekomendasi dari kenalan pak Damien. Direktur Ferdi adalah anak dari pemilik perusahaan farmasi. Tapi dia bukan pewaris. Sebab beliau memiliki 4 orang saudara. Direktur Hasan adalah yang termuda. Jadi Direktur Hasan memang sudah kaya sejak lahir." Daniel memaparkan penjelasannya.


"Bagaimana dengan kinerjanya?" Kiara menyela.


"Kinerjanya cukup baik. Beliau masuk di divisi formulasi Jamu tradisional. Sesuai dengan ijazah sarjananya yang berada di bidang farmasi. Produk yang diformulasikan oleh direktur Hasan laris manis di pasaran. Sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang menginginkan khasiat yang cepat. Tapi direktur Hasan menjadi direktur setelah 10 tahun. Jauh sekali bedanya dengan direktur Ferdi."


Daniel menjelaskan dengan baik apa yang Kiara tanyakan. Tapi Kiara tetap menampakkan rasa tidak sukanya kepada Daniel. Jika bukan karena Daniel, Kiara bisa bersama dengan Aldi di rumah sakit saat ini.


"Mike, bagaimana karakteristik maupun kriteria para kekasih tante Adelia yang dibersihkan dari BLUE CORP maupun yang dijebloskan Aldi ke penjara?Kesamaan dari mereka semua apa? Apakah tante Adelia mengincar pria kaya atau tampan?"


"Aku rasa asisten Daniel lebih paham akan hal ini. Dia yang membantu Aldi menjebloskan mereka ke penjara. Aku hanya menjadi penonton saat itu."


"Baiklah pak Mike. Saya akan menjelaskan informasi mengenai para kekasih Bu Adelia yang sudah ditangkap." Daniel berusaha sopan. Kiara bersikap seolah tidak peduli.


"Para kekasih Bu Adelia rata-rata berawal dari pegawai biasa. Karena bisa menyenangkan Bu Adelia dengan informasi yang diinginkan atau dengan pelayanannya di ranjang, Bu Adelia memberikan kenaikan jabatan di BLUE CORP sekaligus uang."


"Jadi Ferdi lebih mungkin menjadi salah satu prianya Adelia dari pada Hasan." Kiara menyimpulkan. Tapi ada tatapan tidak yakin di wajah Kiara.


"Apa ada pria kaya yang juga menjadi kekasihnya?" Kiara melanjutkan.


"Ada, nyonya. Ada 3 orang Direktur yang tertangkap videonya sedang di ranjang bersama Bu Adelia. Para pria itu berhubungan dengan Bu Adelia meski sudah memiliki kekayaan yang berlebih."


"Apa Direktur BLUE CORP selalu kaya raya?" Kiara bertanya dengan wajah polosnya.

__ADS_1


"Tentu saja, nyonya. Gaji dan tunjangan seorang direktur setiap bulannya bisa mencapai 100 juta. Belum bonus tahunannya yang tergantung pada capaian tahunan. Jika capaian tahunannya tinggi, bisa mendapat bonus hingga 1 Milyar setahun." Daniel memaparkan dengan santai. Tapi Kiara shock berat mendengar angka-angka yang Daniel sebutkan.


"Jadi kenapa para direktur yang sudah kaya itu bersedia menjadi salah satu kekasih tante Adelia?"


"Mungkin karena Bu Adelia yang tampilannya tampak menggoda. Membuat pria-pria itu menginginkannya. Meski sudah berusia 40 an, tapi Bu Adelia tampak baru berusia awal 30, nyonya."


"Kamu para lelaki berpikir seperti itu?" Kiara menodongkan pertanyaan telak kepada Daniel.


"I, iya." Daniel agak salah tingkah.


"Apanya yang tampak muda. Dia tetaplah wanita jahat yang mengerikan." Mike agak marah mendengar perbincangan Kiara dan Daniel mengenai Adelia.


"Jadi kesimpulan kamu siapa, Kiara?"


"Aku lebih condong kepada Ferdi. Dia terlalu cerdas. Dan berawal dari tidak memiliki apapun. Jika pria bermasker ini tidak masuk penjara seperti kekasih tante Adelia yang lain, maka pria ini memiliki kecerdasan yang sangat tinggi. Dia juga orang yang sangat berhati-hati." Kiara seolah hanya berbicara kepada Mike. Masih menganggap Daniel seolah tidak ada.


"Tapi alibi direktur Ferdi hari ini bersama Bu Verlita."


"Aku semakin penasaran bagaimana pintarnya dia hingga mampu membuat alibi palsu." Kiara menjawab.


"Baiklah, saya akan mengerahkan pengawal lebih banyak untuk mengawasi direktur Ferdi dengan lebih sering dan dalam jumlah personel lebih banyak. Untuk direktur Hasan hanya diawasi oleh satu tim pengawal Saja." Daniel merasa senang ada hasil dari diskusi yang cukup intens bersama nyonya Bos.


Ketika mereka sudah selesai menentukan langkah berikutnya menghadapi pria bermasker, Daniel mendapat telepon dari rumah sakit. Aldi akhirnya sadarkan diri. Dokter juga menyatakan bahwa Aldi sudah keluar dari masa kritis.


Tapi Kiara masih dilarang Daniel ke rumah sakit. Daniel akan melaporkan hal ini kepada Aldi terlebih dahulu apakah Kiara diijinkan menjenguknya.


Dan tentu saja kekesalan Kiara kepada Daniel semakin memuncak.

__ADS_1


__ADS_2