Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Kamu mau cerita masalah kamu?


__ADS_3

~Aku masih butuh waktu menjauh, Al. Aku sudah meninggalkan hotel untuk mencari tempat yang bisa menenangkan hatiku. Nanti aku akan mengabari kamu jika sudah siap untuk bicara baik-baik mengenai kita~


Aldi membaca pesan dari ponselnya. Kiara mengirimkan pesan itu kepada Aldi ketika lokasi Kiara menunjukkan sedang berada di kediaman Bella dan Bima.


Usai membaca pesan itu, ada rasa lega di hati Aldi. Kiara ternyata masih mau menghubunginya. Kiara masih mau meninggalkan pesan untuknya. Kiara masih mau menyalakan ponselnya meski dia tahu bahwa Aldi akan melacak keberadaannya.


Aldi pun kini sudah menghentikan tangisnya. Aldi merasa tenang Kiara tidak berencana menghilang dari hidup Aldi selamanya. Tapi hal ini tidak bisa dibiarkan begini terus-terusan. Jika sampai ada yang mempengaruhi pikiran Kiara untuk meninggalkan Aldi, maka Kiara akan pergi selamanya. Aldi tidak bisa membiarkan hal itu. Aldi tentu harus melakukan sesuatu.


Aldi berhenti meratapi kebodohannya dan mulai bangkit. Aldi berencana kembali ke mobilnya yang masih diparkir di pintu lobby hotel.


Supir Aldi tidak berani membantah perintah Aldi, sekalipun perintah itu menyalahi aturan yang berlaku. Menyalahi aturan yang ada lebih baik dari pada menyalahi perintah bos Aldi, itulah prinsip sang supir. Seperti halnya kebanyakan pegawai Aldi yang lain. Mereka juga sangat mematuhi perintah atasan mereka. Perintah Aldi berada di atas segala aturan yang berlaku.


"Kita ke alamat ini." Aldi memberikan lokasi rumah Bella dan Bima kepada supirnya.


"Baik, pak." Sahut sang supir.


Aldi kemudian membuka jendela mobilnya. Aldi memanggil penjaga hotel yang ada di lobby dan memberikan beberapa lembar uang ratusan ribu kepadanya.


Si supir mengamati semua itu dari kaca spionnya tanpa berkomentar sama sekali. Begitulah cara bosnya menyelesaikan aturan kecil yang dilarang.


Mobil pun melaju ke rumah Bima dan Bella. Aldi kembali berkutat dengan layar tablet ditangannya.


Setelah hampir satu jam berkendara, Aldi tiba di kediaman Bima dan Bella. Tapi Aldi tidak ada tanda-tanda ingin turun dari mobilnya. Aldi hanya duduk manis di kursi jok mobil dengan tablet di tangannya.

__ADS_1


Aldi sedang memperhatikan sebuah CCTV yang sejak lama sudah terpasang di ruang tamu kediaman Bima dan Bella yang baru. Ntah kenapa dulu Aldi membuat pengaturan untuk memantau Bima dengan kamera CCTV tersembunyi. Aldi memasang dua kamera tersembunyi. Satu di rumah dan satunya lagi di ruang kantor Bima.


Dulu Aldi berpikiran untuk mencari tahu siapa saja yang Bima temui atau ajak bicara. Aldi tetap harus punya beberapa senjata dan rencana ketika mendapati Bima berubah pikiran lagi. Bagi Aldi, Bima merupakan pria yang bisa dengan mudah berubah-ubah perasaannya. Bima tidak melakukan hal itu sekali dua kali.


Ketika dulu bersama Kiara, Bima sempat berkomitmen akan bertanggung jawab kepada Bella. Lalu ketika Bella kedapatan berbuat curang untuk bisa menikah dengan Bima, hati Bima berubah menjadi tidak mau melepaskan Kiara. Bima yang sebelumnya melepaskan Kiara untuk bisa bersama dengan Aldi malah berusaha keras untuk mendapatkan Kiara kembali dengan segala cara.


Kini ketika Bima mengetahui betapa besar cinta Bella untuk dirinya, Bima kembali memilih Bella. Pengorbanan Bella yang begitu besar untuk Bima kali ini tampaknya membuat Bima merubah perasaannya. Bella yang begitu mencintai calon anak yang ada dalam kandungannya sampai kehilangan anak mereka demi menerima peluru yang akan melukai Bima.


Bagi orang lain, perubahan perasaan Bima ini mungkin masuk akal. Tapi Aldi masih tidak semudah itu mempercayai Bima. Jika semudah itu perasaan Bima bisa berubah, maka masih sangat mungkin perasaan Bima akan berubah lagi. Apalagi Kiaranya sangat begitu mudah dicintai. Tidak ada pria yang bisa dengan mudah menolak pesona wanitanya.


'oh, Kiara.' Bisik Aldi dalam hati. Pesona Kiara tidak hanya berasal dari paras wajah dan fisiknya yang menarik, tapi hatinya yang baik itu juga merupakan daya pikat tersendiri bagi para pria. Tidak akan ada pria yang sanggup menolak pesona wanita dengan wajah dan hati malaikat seperti Kiara, istrinya.


Kiara tiba di rumah Bella dan Bima tanpa memberi kabar sebelumnya. Kiara mengira rumah tangga Bella dan Bima sudah membaik sejak Bella terbukti sangat menyayangi Bima. Bella telah rela menerima peluru yang akan melukai Bima.


Aldi mengutak-atik CCTV yang memantau Bima hari ini di kantor untuk melhat keberadaan Bima. Melihat Bima ada di kantor membuat Aldi bernafas lega. Dengan begini Aldi tidak harus melihat Kiara berada di rumah itu bersama Bima. Aldi hanya berharap Kiara tidak akan memilih untuk berlama-lama di rumah itu, apalagi sampai menginap. Aldi tidak akan tahan memikirkan bahwa Kiara dan Bima kini berada dalam satu atap.


Aldi tersenyum melihat wajah Kiara di layar tabletnya.


🌸🌸🌸🌸


"Ra, aku nggak nyangka kamu tiba-tiba maen ke sini." Ucap Bella.


"Kakak seneng nggak kalo aku main ginie? Jangan-jangan kehadiranku nggak diharapkan."

__ADS_1


"Tentu saja senang, Kiara. Kakak jadi ada teman ngobrol. Bosan cuma duduk-duduk di rumah dimana sudah ada para asisten rumah tangga yang menangani semua pekerjaan rumah, kan?"


"Yup, kakak bener banget."


"Dulu aku terbiasa ngerjain beberapa pekerjaan rumah. Mommy Diandra memasrahkan urusan pelayanan suami sama aku. Dari nyuci baju sampek nyetrika hingga rapi baju-baju mas Bima menjadi tanggung jawabku. Trus juga kadang-kadang aku juga kebagian bantuin tugas nyiapin meja makan kalo ada teman-teman Mommy Diandra yang datang berkunjung. Emang sih, aku nggak kebagian masak, tapi aku yang dikasih tanggung jawab buat memastikan segalanya siap tepat waktu sesuai selera makan teman-temannya." Bella tiba-tiba ingin berbagi cerita dengan Kiara.


"Seru dong kak, bisa ngurus suami dan menangani acara penting mertua." Sahut Kiara.


"Kamu pikir itu seru?" Bella tampak heran.


"Iya, seru. Aku akan senang melakukannya. Dengan begitu aku jadi merasa berguna. Kalo cuma diem di rumah dan semua hal dikerjakan oleh asisten rumah tangga, lalu aku bagian ngapain? Rumah udah diurus mereka. Kebutuhan suamiku dari makan sampai pakaian juga sudah diurus sama mereka. Lalu aku nggak kebagian tugas ngapa-ngapain kan?"


Bella berhenti sejenak memikirkan perkataan Kiara.


"Aku nggak pernah berpikir begitu ketika dulu sama mertua. Aku kira Mommy Diandra sengaja memperlakukan aku dengan buruk seperti pembantu."


"Kalo kakak diperlakukan seperti pembantu, kakak akan mengerjakan semua pekerjaan mereka. Tapi kan kakak dulu hanya diminta mengerjakan sesuatu yang berkaitan dengan kebutuhan suami kakak sendiri."


"Ya, kamu benar. Aku baru menyadari hal itu, Ra. Sepertinya aku telah salah menilai ibu mertuaku."


Aldi mendengarkan percakapan ringan Kiara dan Bella melalui earphone tanpa kabel yang terhubung dengan tabletnya. Tidak mungkin Aldi memperbolehkan supir di depannya mendengarkan percakapan Kiara.


"Ra, sekarang kamu mau cerita masalah kamu?"Tiba-tiba Bella menodong Kiara dengan pertanyaan yang tidak Kiara duga.

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸


_Dinda^^


__ADS_2