
"Aku ingin kamu percaya sama aku. Aku nggak ingin kamu mempercayai begitu saja perkataan Ferdi tadi." Kiara mengucapkan hal itu. Aldi sudah ingin mengatakan sesuatu, tetapi suara alat-alat yang mulai bisa berfungsi kembali memotong pembicaraan Kiara dan Aldi
"Trek..." Sebuah suara terdengar. Disusul dengan cahaya lampu kamar dan sedikit kebisingan yang serentak. Rupanya Daniel berhasil mematikan alat yang menjadikan rumah ini gelap tanpa listrik dan mematikan segala macam alat elektronik di sekitarnya.
Kiara mengerjap-ngerjapkan matanya cukup lama. Dia tidak terbiasa dengan cahaya yang begitu menyilaukan ini. Dunianya yang seminggu ini gelap seolah kembali terang.
Sejak berada di kamar ini, Kiara hanya bisa melihat cahaya di siang hari itupun tidak seterang ini. Jendela kamarnya lumayan artistik. cahaya yang bisa masuk tidak banyak. Kaca jendelanya juga tertutup gorden otomatis yang tidak bisa berfungsi tanpa mekanika kelistrikan. Hanya sebagian kecil cahaya yang bisa menerangi kamarnya di siang hari. Sementara di malam hari pun hanya ada sebuah lilin saja.
Aldi menatap Kiara sejenak sebelum mengucapkan hal yang sejak tadi Kiara tunggu. "Aku akan percaya sama kamu jika kamu bilang bahwa Ferdi tidak benar. Aku akan percaya apapun yang kamu ucapkan, Ra."
"Jangan membual Al. Aku serius."
"Aku juga serius, Ra. Aku akan percaya apapun yang kamu ucapkan. Jika kamu bilang Ferdi berbohong, aku pasti percaya, Ra. Tapi aku tidak ingin mengorek luka yang kamu derita di rumah ini. Aku ingin membawa kamu pergi dari sini dan menyembuhkan seluruh trauma yang Ferdi berikan. Kamu bisa bercerita pelan-pelan nantinya jika kamu mau. Aku juga tidak mengharapkan kamu menceritakan seluruh luka kamu, Ra. Aku tidak ingin kamu tersakiti ketika mengingat hal itu."
"Al. Aku tidak bersalah. Aku tidak ternoda. Ferdi berbohong. Jangan percaya sama dia, Al. Jangan biarkan dia mendekatiku lagi, Al." Kiara yang sejak tadi berwajah keras dan tanpa ekspresi, kini menunjukkan emosinya.
Aldi tidak tahan untuk membiarkan cintanya terpukul dan terbawa emosi. Aldi kembali merengkuh Kiara ke dalam pelukannya dan membelai punggungnya. Aldi menenangkan emosi Kiara yang tiba-tiba naik itu. Berharap bisa menghapus segala derita yang Kiara alami di sini.
Ya, Aldi harus membawa Kiara pulang. Berlama-lama di sini tidak akan baik bagi emosi Kiara. Hal yang terjadi di sini bisa diurus oleh Daniel dan anak buahnya.
"Kita pulang, ya sayang."
Aldi melihat Kiara mengenakan gaun tipis berwarna putih dengan lengan yang cukup pendek. Aldi melepas jas warna abu-abu yang sejak tadi dia kenakan. Aldi menyelimuti pundak Kiara dengan jasnya. Berharap Kiara lebih merasa hangat. Juga untuk menghindari pandangan setiap pria terhadap tubuh Kiara yang dengan mudah terekspos karena warna putih gaunnya ini sedikit transparan.
__ADS_1
Kiara menatap Aldi usai jasnya bertengger di bahu Kiara. Ada rasa hangat yang menyelimuti hati Kiara hanya karena perhatian kecil Aldi. Sepertinya sudah lama Kiara tidak merasakan rasa hangat yang mengaliri hatinya begini. Perasaan ini sudah lama sekali tidak Kiara rasakan. Aldi ada di sini. Aldi akhirnya menyelamatkan dirinya. Aldi juga percaya bahwa dirinya tidak berhasil disentuh oleh Ferdi.
🌸🌸🌸🌸
Semua orang berkumpul di lantai satu menanti Aldi dan Kiara. Ferdi dengan tangan terikat dan dikelilingi anak buah Aldi yang mengamankannya duduk bersimpuh di lantai.
Sementara wanita yang menjadi korban Ferdi selama ini sedang dirawat di salah satu kamar di lantai satu. Kondisinya cukup memprihatinkan. Dia histeris dan ketakutan. Daniel yang membawa peralatan medis, obat-obatan sekaligus dokternya, menangani korban Ferdi itu dengan baik.
Bima dengan beberapa anak buahnya yang tersisa juga ada di sana. Duduk di sofa yang nyaman dengan menatap ke arah tangga.
Di hadapan Bima ada Bella yang duduk diam dengan sesekali menatap tangga, lalu sesekali mencuri pandang ke arah Bima. Bella kemudian juga terlihat sesekali menatap Ferdi sekilas. Bella baru tahu bahwa penculik Kiara selama ini adalah pria bernama Ferdi yang tatapannya membuat hatinya bergidik ngeri ini. Dia tidak bisa menahan diri untuk tidak mengamati pria itu meski sesekali.
Bima yang telah melihat kondisi korban Ferdi itu bersikeras ingin melihat Kiara sebelum pergi. Bella telah mengajaknya pulang untuk menghindari amarah Aldi. Tapi Bima tidak bersedia. Melihat betapa parah korban Ferdi itu, membuat Bima ingin memastikan sendiri Kiara baik-baik saja dan tidak diperlakukan seperti wanita yang dirawat di kamar itu.
"Bima, tolong dengarkan permintaanku kali ini saja. Perasaanku sejak pagi ini nggak enak. Ayo kita pergi dari sini sebelum terjadi sesuatu." Bella berusaha untuk terakhir kalinya membujuk sang suami. Berharap ada sedikit rasionalitas dalam benaknya.
"Kiara telah aman bersama Aldi. Pasti Aldi bisa menjaganya."
"Tahu apa kamu? Aku saja bisa menculik Kiara di ketika sedang bersama Aldi. Mana mungkin Kiara bisa aman? Bajingan gila ini saja masih belum diamankan. Dengan bodohnya Aldi tidak mau menyingkirkan pria ini!" Bima semakin emosi melihat Ferdi dan korbannya.
Bima juga teringat betapa bodohnya dirinya mengira wanita malang itu adalah Kiara. Betapa bodoh dia menangis seperti tadi untuk wanita asing.
Belum lagi pengawalnya yang sudah dilumpuhkan oleh anak buah Aldi dengan mudah. Hal itu menambah daftar amarahnya. Paling tidak Bima harus melihat kondisi Kiara sebelum pergi. Bima merindukan gadisnya. Bima tidak bisa pergi hanya karena permohonan Bella semata. Tidak bisa.
__ADS_1
Sementara Bima dan Bella berbicara, Ferdi yang masih sadar mendengarkan semua itu. Ferdi menyeringai dan mulai mengamati sekelilingnya. Ferdi kini tahu dirinya masih punya kesempatan membalikkan keadaan. Ferdi masih bisa membawa Adelianya dan menyembunyikan Adelia di tempat lain lagi. Ferdi menertawakan rencana yang sudah tersusun di benaknya. Ferdi akan merebut dan membawa Adelia kembali.
🌸🌸🌸🌸
Di sisi lain, Kiara sedang berjalan bersama Aldi. mereka menggenggam tangan satu sama lain.
Kiara berjalan dengan perlahan. Aldi juga menyamakan kecepatan berjalannya seperti Kiara. Tidak ingin membuat Kiara terburu-buru atau merasa kurang nyaman.
"Ceritakan lah bagaimana caranya kamu bisa menemukan aku." Kiara mulai membuka obrolan di antara mereka.
Aldi sadar bahwa Kiara ingin membahas hal lain yang lebih menyenangkan. Maka Aldi mulai menceritakan bagaimana cara dia bisa mendapatkan alamat rumah ini dari Tante Adelia.
Usai mendengar penuturan Aldi, ada hal lain yang ingin Kiara tanyakan. Aldi dari tadi tampak mendengar laporan dari earphone yang terhubung ke anak buahnya. "Al, apa ada yang kamu sembunyikan?"
"Kamu akan tahu begitu tiba di lantai satu." Aldi berusaha tidak banyak bercerita.
"Ada apa?" Kiara ingin Aldi cerita lebih banyak.
"Bima dan Bella menanti kita."
🌸🌸🌸🌸
Hai Readers!
__ADS_1
Akan ada apa ya di lantai satu? ðŸ¤
_Dinda^^