
"Bel, apa hanya aku saja yang merasa bahwa Aldi dan Rara terlalu dekat?" Bima dan Bella dalam perjalanan pulang ke rumah mereka.
"Aku juga merasakan hal yang sama, Bim." Bella masih mengingat bagaimana perhatian dan tatapan Aldi yang tidak biasanya seperti itu kepada wanita.
"Aku pernah hampir menikah dengan Aldi. Aku yang berusaha dengan berbagai cara untuk mendapat sedikit saja perhatiannya, sama sekali gagal. Jangankan perhatian, melirikku aja nggak sama sekali." Tatapan Bella tampak kosong.
Bella masih ingat bagaimana dirinya sampai berusaha memberikan dirinya kepada Aldi. Usai makan malam untuk pertama dan terakhir kalinya ketika menjadi tunangan Aldi, Bella telah berusaha menarik perhatiannya. Bella telah mengenakan pakaian yang sedikit terbuka, Bella juga bertingkah laku seperti seorang wanita penggoda. Malam itu Bella telah siap memberikan dirinya kepada Aldi. Tapi Aldi sama sekali tidak tertarik.
Melihat Aldi tertarik dengan Rara yang begitu manis dan Kiara yang begitu baik hati membuat Bella tertegun mengenai kekurangannya. Bella memiliki banyak sekali kekurangan. Bella bukan anak yang diinginkan. Bukan tunangan yang diharapkan, dan kini bukan istri sekaligus menantu yang sesuai harapan suami maupun ibu mertuanya.
"Mikirin apa, Bel?" Terjadi kesunyian yang cukup lama di antara Bella dan Bima. Bima ingin membuat Bella berhenti berpikir macam-macam. Terkadang wanita ini memikirkan sesuatu dengan cara yang berbeda dari kebanyakan wanita pada umumnya.
"Rara tadi cantik banget ya, Bima." Jawab Bella.
"Kamu juga cantik." sahut Bima.
"Antara Kiara dengan Rara, siapa yang menurut kamu lebih cantik?" Bella tiba-tiba ingin tahu apakah Rara yang imut itu masuk ke tipe wanita yang menarik bagi Bima.
"Kamu lagi terobsesi pengen lebih cantik ya? Lagi pengen perawatan ke dokter atau beli skincare seharga jutaan seperti yang suka kamu liat di media sosial?"
"Apaan sih kamu. Aku tuh tahu diri. Di bandingkan dengan Kiara, aku nggak secantik itu. Walaupun kami Saudara kandung se-ayah dan se-ibu. Dan ini muncul lagi satu makhluk cantik yang juga nyuri perhatian suaminya Kiara. Tentu aja aku pengen tau pandangan lelaki lain apa emang Rara lebih cantik dari pada Kiara?" Bella tidak terima dikira cemburu dengan kecantikan mereka berdua. Apalagi dibilang ingin perawatan mahal hanya agar lebih cantik seperti mereka.
__ADS_1
"Aku nggak terlalu memperhatikan wanita tadi. Aku terlalu marah melihat Aldi memperhatikan wanita lain selain istrinya."
Bella tertegun mendengar hal ini. Bella malah memahami bahwa Bima akan kembali kepada Kiara jika sampai Kiara dicampakkan oleh Aldi karena Rara. Hati Bella kembali sakit hanya karena sekedar memikirkan nya saja.
Bella tidak lagi ingin membahas hal ini. Bella tidak ingin lagi berbicara kepada Bima ataupun menanggapi topik yang Bima ingin bahas. Bella diam dan memejamkan mata seolah tidur. Bella melakukannya hingga mereka tiba di rumah.
Bima sendiri tidak menyadari perubahan Bella. Bima kira Bella terlalu lelah atau kekenyangan setelah makan siang. Bahkan ketika sudah tiba di rumah, Bella tidak kunjung bangun. Bima pun hendak menggendong Bella masuk ke rumah dan membaringkannya di ranjang mereka.
Bella yang memang sempat terlelap pun terbangun ketika Bima mengangkat tubuhnya dari kursi penumpang mobil. Tapi Bella tidak membuka matanya. Bella berdebar-debar digendong seperti ini oleh Bima. Lama sekali mereka tidak melakukan kontak fisik sama sekali sejak Bella keguguran.
Wajah Bella juga mulai terasa hangat karena berada dalam gendongan Bima. Bella bisa menghirup aroma segar parfum yang biasa Bima kenakan.
Bima meletakkan Bella dengan pelan dan hati-hati. lalu menyelimuti Bella. Bima harus buru-buru kembali ke kantor sehingga tidak terlalu memperhatikan kepura-puraan Bella tidur. Dengan kecupan di kening Bella, Bima pun beranjak pergi.
🌸🌸🌸🌸
Bima siang ini mendapat beberapa masalah dengan umpan balik yang buruk terhadap hotel di beberapa aplikasi Travelling. Rating hotelnya menurun drastis seolah ada yang sengaja membuat masalah. Tim perusahaan Bima sudah mengecek isi ulasan mereka dan mengkroscek hotel yang mendapat penilaian buruk.
Menjelang sore Bima mendapat laporan bahwa kesemua ulasan buruk di aplikasi itu tak ada dasarnya. Semua layanan hotel sudah sesuai dan tidak ada fasilitas hotel yang memburuk.
Kesimpulannya, umpan balik yang rendah ini adalah serangan di dunia digital. Maka solusinya tentu dari platform digital. Orang yang Bima tahu bisa menangani hal ini dengan singkat hanya satu, Aldi.
__ADS_1
Bima berusaha menghubungi Aldi secara langsung, tapi Aldi tidak mempedulikannya. Bima juga sudah menghubungi kantor dan sekertaris Aldi, tapi tidak ada hasil. Padahal Bima butuh penanganan cepat.
Jadi Bima hanya memiliki satu pilihan terakhir yang tersisa, yaitu menghubungi Aldi melalui Kiara. Hanya Kiara yang bisa membantu Bima membujuk Aldi untuk membantu Bima.
Krisis siang itu pun selesai hampir tengah malam. Kiara yang paling berjasa membujuk Aldi. Bima sangat berterimakasih. Bima tidak jadi mengungkit hal mengenai Rara kepada Kiara. Bima anggap hal ini sebagai bentuk terima kasih kepada Aldi yang membantunya dalam waktu singkat menangani krisis perusahaannya. Umpan balik rendah ini membuat omzet hotel mereka menurun di bawah 50% hari ini. Angka kerugian yang cukup besar bagi Bima.
🌸🌸🌸🌸
Bella telah menyiapkan makan malam untuk dirinya dan Bima. Bella juga telah memakai gaun tidur yang Bima sukai. Sebuah gaun malam yang hanya berupa kain tipis yang hampir transparan. Tapi Bella menutupinya dengan baju luaran berbentuk kimono dengan bahan satin yang halus.
Pembantu di dalam rumah Bella kesemuanya perempuan, jadi Bella tidak risih atau malu mengenakannya di rumah. Tapi persiapan Bella semua sia-sia. Bima tidak kunjung pulang. Bahkan memberi kabar pun tidak. Bella mulai merasa sedih ketika jam menunjukkan pukul 10 malam. Bella pun tidak selera makan. Bella memilih kembali ke kamar tidurnya dan berusaha tidur tanpa memikirkan Bima dan apa yang sedang dia lakukan saat ini.
Kecewa sepertinya sudah menjadi teman setia Bella. Selalu ada kekecewaan yang terjadi kepada Bella setiap harinya. Bella ingin menangis, tapi tidak ada air mata yang bisa keluar.
'Bima, kamu paling hebat dalam membawaku ke atas awan untuk kemudian menjatuhkan aku dari ketinggian yang paling tinggi.' Bella mengatakannya sebelum memejamkan mata.
🌸🌸🌸🌸
Tetap semangat menanti lanjutannya Kiara kan? Yang masih, like, koment, gift n vote ya,,,
Makasih
__ADS_1
_Dinda^^