Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Verlita Amelia


__ADS_3

Verlita menerima pesan aneh pagi ini.


\~\~Kita seharusnya bekerja sama agar kamu bisa mendapatkan kembali Aldi\, sementara saya kembali mendapatkan cinta dari wanita yang saat ini menjadi istri sahnya. Aku menanti kesanggupan kamu menjalankan rencana memisahkan mereka.\~\~


Ketika Verlita masih memikirkan isi pesannya, sang pengirim pesan menelfonnya.


"Aku adalah mantan kekasih Kiara. Wanita yang saat ini menjadi istri Aldi, mantan kekasih kamu."


"Bagaimana aku bisa mempercayai perkataan kamu?"


"Cek telfon kamu. Barusan aku mengirimkan foto ketika kami masih berpacaran sekaligus foto pernikahan Aldi dan Kiara."


Verlita membuka kembali pesan dari penelepon misterius itu. Verlita mengenali wajah kedua pria di kedua foto itu.


Dalam foto pernikahan yang dia terima, ada foto Aldi dengan wanita yang disebut bernama Kiara. Sedangkan dalam foto yang satu lagi, Kiara sedang bersama pria yang verlita tahu bernama Bima Atmaja. Pewaris kerajaan perhotelan Atmaja grup.


Verlita seketika merasakan iri yang sangat besar kepada wanita di foto itu. Kiara disukai oleh dua pria hebat sekaligus.


'Apa kelebihan kamu, Kiara?' Tanya Verlita dalam hati.


"Saya rasa kamu kini paham sedang berbicara dengan siapa." Suara Bima di telefon menyadarkan Verlita dari lamunannya.


"Bima Atmaja."


"Gadis pintar."


"Jika aku tidak pintar, mana mungkin bisa masuk ke Blue Corp,"


"Ya, saya salut dengan wanita muda pintar seperti kamu." Verlita senang mendengar pujian seorang Bima Atmaja.


Andai saja Bima masih bujangan, pasti Verlita akan dengan senang hati memilih menggaet pria ini dari pada kembali kepada Aldi. Tapi pria ini juga sudah beristri. Kursi nyonya muda Bima Atmaja telah ditempati.

__ADS_1


Kerja sama dengan Bima pasti menguntungkan. Jikalau pun Aldi tidak berhasil dia dapatkan kembali, Verlita bisa dekat dan mengenal Bima Atmaja.


"Terima kasih pujian anda, Pak Bima Atmaja yang terhormat."


"Cukup untuk basa-basinya. Aku akan sampaikan detail rencananya. Dengarkan baik-baik."


"Baiklah." Verlita mendengarkan semua yang disampaikan Bima. Kekaguman Verlita terhadap Bima Atmaja pun semakin besar. 'Pria yang amat tegas dan cerdas', pikirnya.


"Verlita, jalankan seperti rencana kita. Harus sudah mulai kamu eksekusi hari ini." Terdengar Bima menutup panggilan telepon mereka dengan kalimat terakhirnya.


Di saat inilah Bella mendengar apa yang Bima ucapkan. Di sisi lain, Verlita yang usai berbicara dengan Bima malah semakin ingin mendekati Bima. Bukannya membantu Bima mendapatkan Kiara dari sisi Aldi.


Verlita mulai memikirkan rencana yang Bima berikan barusan. Dia mempertimbangkan untuk melakukannya persis sesuai rencana ataukah menambahkan sedikit bumbu dalam rencana itu. Tentu saja demi keuntungan pribadinya dalam karirnya di Blue Corp sekaligus misinya mendekati Bima.


"Halo." terdengar Verlita sedang menghubungi  seseorang.


"Aku ingin informasi selengkapnya mengenai Bima Atmaja sore ini juga," Verlita sedang menelefon salah satu kontaknya yang berprofesi detektif.


Usai mengakhiri panggilan telefon ini, Verlita kembali memikirkan apa yang harus dia lakukan selanjutnya.


Verlita saat ini sedang berada di kantor Blue Corp. Jabatannya yang saat ini cukup tinggi membuatnya tidak harus mengerjakan banyak hal seorang diri.


Verlita bisa dengan mudah mendistribusikan pekerjaan yang memakan banyak waktu kepada para bawahannya. Bahkan Verlita hampir tidak menyentuh pekerjaan yang membutuhkan banyak waktu untuk berpikir.


Keahlian koding program Verlita yang dulu hampir setara dengan Aldi kini menurun drastis. Verlita sudah tidak lagi menyukai koding program sejak bisa merampas hasil kerja keras Aldi.


Verlita terbiasa memanfaatkan kecantikannya sekaligus kecerdasannya dalam memanfaatkan orang lain demi karir dan pekerjaannya. Verlita tertawa sendiri mengingat bagaimana dulu dia belajar dengan keras menyaingi kemampuan Aldi agar sejajar dengannya dan dilirik kemampuannya oleh Aldi.


Verlita merasa begitu bodoh harus bersusah payah mendekati dan mendapatkan perhatian Aldi dengan perjuangan yang begitu keras. Koding program bukanlah hal yang dia senangi. Tapi demi mendapatkan pria tampan nan cerdas yang sepertinya memiliki masa depan cerah, Verlita melakukannya.


Begitu dia menyadari bahwa Aldi tidak memiliki ambisi untuk berkarir hingga jenjang tertinggi di Blue Corp ketika proyeknya nanti sukses, Verlita merasa frustasi. Dia tidak ingin selamanya menjadi staf atau bawahan rendahan.

__ADS_1


Untuk mendapatkan keinginannya itu, Verlita harus mengambil karya Aldi dan menggunakannya untuk karirnya sendiri yang lebih cerah di Blue Corp International. Tidak ada keuntungan apapun berlama-lama dekat dengan Aldi. Bermesraan saja mereka hampir tidak pernah. Padahal Verlita juga ingin merasakan romansa dan malam-malam panas dengan kekasihnya seperti halnya teman-temannya.


Usai Verlita merampas buah karya Aldi untuk memasuki Blue Corp, Verlita hanya bisa memanfaatkan kecantikan dan tubuhnya untuk naik ke jenjang karir yang lebih tinggi dengan cepat.


Verlita memulai dari atasan langsungnya di Singapura. Memanfaatkan jasa detektif yang terpercaya untuk mengetahui tentang informasi mengenai beberapa atasannya merupakan hal pertama yang harus Verlita lakukan. Dengan begitu Verlita bisa menentukan target dan merencanakan serangan terhadap mereka.


Dengan cara seperti itu, dalam satu tahun Verlita telah berada di Indonesia dengan menduduki jabatan yang cukup tinggi. Posisinya saaat ini sudah merupakan seorang kepala divisi. Verlita berada satu tingkat di bawah Pimpinan Blue Corp Indonesia, Damien Wijisasongko.


Verlita sempat ingin menggaet Damien Wijisasongko. Tapi setelah mengetahui bahwa istrinya adalah wanita muda yang hampir sama dengannya, Verlita mundur.


Adelia yang merupakan istri kedua dari Damien bukan wanita yang bisa Verlita saingi. Kekejamannya dalam banyak hal membuat Verlita ngeri. Meski Verlita suka memanfaatkan hubungannya dengan para lelaki atasannya dulu, tapi Verlita masih takut membuat rencana yang menyakiti orang lain.


Tapi Adelia bisa melakukan tindak kekerasan bahkan rencana pembunuhan terhadap orang lain. Verlita tidak ingin membuat nyawanya menjadi taruhan. Verlita terlalu menyayangi dirinya.


Demi meraih posisinya di Blue Corp, Verlita telah rela melayani beberapa pria hidung belang yang pernah menjadi atasannya. Ketika masih di Singapura, Verlita bahkan memberikan mahkotanya yang berharga kepada atasan langsungnya yang ternyata seorang hidung belang. Dalam satu bulan bersama dengan pria itu, Verlita harus memenuhi seluruh fantasi pria itu dalam berhubungan badan.


Tapi semua itu sebanding dengan karir yang Verlita dapatkan.


Untuk itu, Verlita tidak ingin kehilangan apa yang dia miliki saat ini demi seorang pria manapun. Pria harus ada untuk Verlita manfaatkan, bukan malah untuk memanfaatkan dirinya. Untuk itulah Verlita verhati-hati dengan orang yang berkuasa seperti Bima Atmaja.


Putra mahkota kerajaan Atmaja pasti bukan pria biasa. Verlita harus tahu latar belakang pria itu sebelum bergerak.


Ketika siang menjelang, Verlita menerima email berisi informasi mengenai Bima Atmaja.


Bima ternyata seorang playboy. Tapi pacar yang cukup lama menjalin hubungan dengannya adalah Kiara. Sedangkan istrinya saat ini tiba-tiba muncul ketika Bima merencanakan pernikahannya dengan Kiara.


Bella pada awalnya akan menikah dengan Aldi. Sementara Bima dengan Kiara. Tapi ketika hari pernikahan, mereka bertukar pengantin. Aldi malah menikahi Kiara. Sedangkan Bima menikahi Bella.


Verlita terkejut membaca informasi ini. Dia yakin yang menjadi alasan mereka bertukar pengantin bukanlah hal yang mudah Verlita cari tahu.


Tapi kini Verlita sedang berpikir ulang untuk terlibat dalam hubungan keempat orang ini. Verlita butuh waktu lebih banyak untuk memutuskan memihak kepada siapa.

__ADS_1


__ADS_2