
Kiara belum pernah perawatan dari ujung rambut hingga ujung kaki sebelumnya. Merasakan massage, scrub, spa hingga berendam. Belum lagi hair mask hingga pijatan kaki. Ditambah dengan perawatan wajah ditangani oleh dokter kecantikannya langsung.
Selesai melakukan seluruh rangkaian perawatan hari ini, Kiara merasa wangi tubuhnya tercium dari arah mana saja. Kiara kembali teringat Bima. Bima yang hobinya mengatur barang-barang mahal untuk Kiara. Juga memberikan segala hal terbaik untuk Kiara.
Kiara sedang menanti kedatangan Bima di ruang tunggu salon. Tapi Kiara enggan mengabarkan bahwa dirinya telah usai perawatan. Apapun kesibukan Bima, pasti itu berkaitan dengan pekerjaannya. Bima tidak akan tega membuat Kiara menunggu jika tidak karena urusan penting. Kiara juga tidak enak jika Bima harus terburu-buru dengan urusan pekerjaannya karena Kiara. Sudah cukup Kiara merepotkan Bima untuk segala hal selama ini.
Setelah dua jam Kiara menunggu, Bima akhirnya datang. Bima terpukau dengan hasil perawatan Kiara hari ini. Bima rasa perkataan mommy benar sekali. Wanita butuh dirawat. Sekalipun sudah cantik, jika dirawat akan semakin cantik lagi. Jadi Bima sudah memutuskan akan merutinkan perawatan Kiara di salon ini setiap bulan. Bima akan menghubungi salon ini secara pribadi untuk mendaftarkan Kiara menjadi anggota platinum dengan sejumlah deposit yang tinggal Kiara gunakan setiap kali ke sini.
"Kamu tampak memukau hari ini, sayang." Seperti biasa, Bima mencium kening Kiara. "Juga wangi."
Kiara hanya diam tersipu. Dengan pipi yang semakin merona karena malu dengan pujian Bima.
"Kapan kamu berhenti bersikap manis, Bima." Kiara ingin mengelak
"Tidak mungkin aku bisa berhenti memperlakukanmu dengan manis. Kamu layak mendapatkannya, sayang." Bima merangkul lengan Kiara. " Kita makan dulu ya. Pasti kamu sudah lapar."
Kiara hanya menatap Bima. Dalam hati Kiara bertanya-tanya. "Kenapa Bima selalu tau yang Kiara inginkan. Tanpa Kiara bilang pun, Bima tau kalau Kiara sudah kelaparan saat menanti Bima."
"Jangan menatapku seperti itu, sayang. Aku tau kamu berpikir dari mana aku tau kamu sudah dua jam nungguin aku."
Kiara semakin terpukau. Kenapa Bima juga tau hal ini.
"Tagihan perawatan kamu langsung diambil dari deposit yang aku masukin ke akun keanggotaan kamu di sini. Dua jam berlalu sejak aku terima notifikasinya. Maka dari itu aku tau kamu dah lama selesai." Bima menjelaskan
__ADS_1
"Maaf ya. Aku gak bisa segera jemput." Kiara kembali mendapat kecupan. "Kenapa kamu gak pernah mau gangguin kerjaan aku sih sayang. Aku akan dengan senang hati nerima kemanjaan kamu. Jangan terlalu mandiri dalam segala hal, sayang. Libatkan aku juga. Aku akan senang, Kiara."
"Iya, Bim. Sepertinya aku gak akan bisa sembunyikan apapun darimu."
"Kamu baru sadar, sayang?" Bima terkekeh
Usai makan Malam di luar, Bima dan Kiara langsung ke butik untuk pengepasan baju pengantin mereka berdua. Bima memesankan Kiara gaun pengantin warna putih dengan style sesederhana mungkin. Sesuai keinginan Kiara. Tapi tentunya Bima memesan yang paling mewah. Sederhana boleh saja. Tapi bagi Bima kesan mewah harus ada bagi pengantin seorang Atmaja.
Bima juga mencoba baju pengantinnya. Yang Bima kenakan hanya setelan jas putih yang sederhana. Tapi ketika Bima mengenakannya, kesan mewah langsung terpancar. Ada aksen bercahaya pada kerah jasnya. Yang disamakan dengan payet pada rok milik Kiara.
Bima menanti lumayan lama Kiara mencoba gaun pengantinnya. Sambil duduk menanti, ada notifikasi pesan masuk di Hp nya. Itu adalah nomor Bella yang mengucapkan salam kenal dan memberikan alamat email untuk Bima mengirimkan revisi kontrak.
Bima hanya membaca pesan itu tanpa keinginan untuk membalas. Hatinya masih berdebar menanti Kiara keluar mengenakan gaun pengantinnya.
Keduanya sama-sama terpukau dengan tampilan satu sama lain. Kata cantik dan tampan tak bisa keluar dari bibir mereka karena mereka berdua tampak lebih dari sekedar cantik dan tampan.
"Kita berfoto yuk, sayank" Kalimat yang keluar dari mulut Bima sejak bermenit-menit mereka berdua saling berpandangan.
Butik tempat mereka berada memang tergolong kawasan elit. Di sana hanya khusus melayani baju-baju pengantin baik pria maupun wanita. Tersedia juga layanan foto di tempat ketika fitting. Maupun foto untuk prewedding. Ada juga jasa make up jika menghendaki foto prewedding. Tapi Kiara dan Bima menolak. make up akan membutuhkan waktu lama.
Siapa sangka tanpa make up pun Bima terpukau dengan tampilan Kiara yang hanya mengenakan gaun.
"Apa aku terlihat cantik?" Kiara masih saja tidak percaya diri.
__ADS_1
"Lebih dari itu sayang. Makanya aku ajakin kita foto."
"Aku gak percaya diri untuk foto. Aku kan ga pake make up pengantin."
"Sangat cantik, Kiara. Kita foto ya." Bima mengakhiri perdebatan Kiara.
Mereka berfoto dengan beberapa macam gaya. Sang fotografer pun ikut terpukau dengan chemistry mereka berdua. Tanpa arahan fotografernya pun mereka berpose dengan baik. Membuat iri semua pengunjung butik yang berada di sana menyaksikan mereka berfoto.
Foto Kiara dan Bima tampak mesra. Kiara tidak bisa berpose dengan baik. Tapi Bima mengarahkannya dengan penuh cinta.
Bima memegang kedua pinggang Kiara dan memandangnya dengan hangat. Kiara terbuai dengan cinta di mata Bima. Jadilah satu pose romantis yang sederhana.
Kemudian Bima meminta tangan Kiara seperti hendak berdansa. Kiara memberikan tangannya. Melihat ke arah tangannya. Foto yang candid tertangkap lensa sang fotografer.
Bima seolah mengajak Kiara berdansa tanpa ada musik yang mengalun. Tapi hati Bima mengalunkan nada lagu dansa yang membuat tangan dan kakinya bergerak bersama Kiara dengan berirama.
Gerakan dansa keduanya tentu saja tak lepas dari tangkapan layar kamera sang fotografer. Fotografernya juga sangat senang memotret pasangan ini. Keduanya tampak jatuh cinta dan berbahagia.
Selanjutnya kini Kiara dan Bima berfoto menghadap sang fotografer. Menunjukkan detail mewah gaun pengantin wanita. Juga betapa pas setelan jas Bima melekat di tubuhnya yang atletis dan tinggi.
Sore itu keduanya seperti sedang merasakan sendiri khidmatnya acara pernikahan mereka. Ketika acara pernikahan berlangsung nanti, akan banyak keluarga dan teman yang membutuhkan perhatian mereka. Keduanya tak akan bisa merasa perasaan senyaman ini. Juga rasa sayang dari pasangan sebanyak ini.
Saat ini lebih berharga dan indah bagi keduanya. Meski tidak banyak obrolan di antara keduanya saat berfoto, gerak dan sikap tubuh mereka menunjukkan pemahaman terhadap satu sama lain.
__ADS_1
Sore yang indah. Bisik Bima dan Kiara dalam hati keduanya secara bersamaan.