
Bima tidak bisa tidur mengkhawatirkan Kiara. Aldi tidak melaporkan apapun mengenai keadaan Kiara. Telfon Bima tidak direspon. Pesan pun tidak kunjung dibaca, apalagi dibalas.
Bima pada akhirnya memutuskan menyibukkan diri dengan pekerjaan hari ini yang ditinggalkan. Atmaja grup memiliki puluhan hotel se-Indonesia. Tapi Bima memilih berkantor di Marriot karena ada Kiara di sana.
Kini Bima akan berpindah ke kantor pusat Atmaja Grup. Bima akan membuat sedikit jarak dengan Kiara supaya gadis itu bisa mengobati lukanya. Kiara bisa tetap menjadi General Manager hotel Marriot. Posisi GM itu Kiara raih dengan susah payah. Hanya Bima yang tahu bagaimana situasi kerja yang Kiara hadapi untuk bisa menjadi GM tanpa campur tangan Bima.
Berbagai berkas mengenai hotel lain juga perlu Bima lihat dan berikan persetujuan sekaligus tanda tangan. Mengerjakan ini semua bisa memakan waktu semalaman. Cukup untuk membuat pikirannya lelah dan bisa tertidur menjelang pagi.
Keesokan paginya Kiara bangun pagi dengan kondisi fisik yang segar dan merasa lebih sehat dari kemarin. Begitu bangun, Kiara mandi dan mengenakan pakaian kerjanya. Siap berangkat ke hotel Marriot.
Kiara lupa jika semalam Aldi berada di apartemennya dan tidak menyangka jika pria itu masih berada di sini. Kiara lebih heran lagi melihat Aldi sudah berganti baju dan terlihat berpenampilan segar di meja makan. Aldi sepertinya sudah mandi di kamar mandi kamar Bella. Dan makanan yang sedang Aldi santap di meja makan terlihat seperti menu sarapan yang masih hangat. Bukan sisa makan malam yang Aldi bawa.
__ADS_1
Kiara memperhatikan Aldi yang tidak terusik dengan sarapannya meski melihat Kiara dan sedang diamati oleh Kiara. Tidak satupun kata terucap dari bibir Aldi. Baik itu sekedar sapaan atau permintaan maaf karena sudah menginap di tempatnya tanpa izin. Aldi terlihat makan dengan anggun. Meski dia sedang menikmati sebuah sup yang terlihat masih mengepul uap hangatnya, tidak ada sedikitpun sisa sup yang menempel di sekitar bibirnya, apalagi tetesan sup yang jatuh dari sendoknya. Bima juga terbiasa makan dengan anggun seperti itu. Kiara mulai penasaran dengan Aldi, keanggunan cara makannya sudah seperti orang kaya pada umumnya.
Aldi selesai memakan sup yang menjadi sarapan paginya dan kini menoleh ke aah Kiara yang sejak tadi memperhatikan dirinya. "Silahkan menikmati sarapanmu. Makanan ini dipesan dari salah satu hotel bintang lima yang makanannya terkenal lumayan enak."
Kiara mendekati meja makan untuk menyantap sarapannya. Masih penasaran dengan makhluk aneh di hadapannya. Pembawaan pria ini terkesan dingin dengan nada bicara yang hampir selalu terdengar cuek. Sangat berbeda dengan Bima. Bagaimana mungkin pria ini cukup dekat dengan Bima hingga diutus oleh Bima kemari. Kedatangannya seolah mewakili sosok Bima yang cenderung protektif terhadap dirinya selama ini.
Kiara yakin Bima tahu kemarin Kiara ijin sakit. Dan karena hal itulah ada makhluk asing ini di hadapannya. Pria ini ada di sini untuk memastikan keadaannya baik-baik saja. Juga untuk menemani Kiara agar tidak sendirian ketika Bella yang selama ini tinggal bersama dirinya sedang bersama Bima entah dimana.
Kiara memakan sarapannya dengan diam. Aldi yang masih duduk tenang di hadapannya juga tidak mengajak Kiara membicarakan apapun, atau berniat menjelaskan kehadirannya sejak semalam. Aldi sibuk dengan handphone di tangannya seolah tidak merasa ada orang lain sedang makan di hadapannya saat ini. Suasana dingin ini sungguh tidak biasa Kiara rasakan di apartemennya meski dia sedang sendirian di sini. Siapa sebenarnya pria di hadapannya ini? Auranya seolah menciptakan jarak dengan siapapun yang berada dekat dengan dirinya.
Karena tidak ingin berlama-lama bersama pria dengan aura yang tidak Kiara senangi ini, Kiara meminum obat itu tanpa bertanya atau berinisiatif mengajak pria di hadapannya untuk berbicara. Kiara bukan anak mama papa yang cengeng dan tidak bisa mengurus dirinya sendiri. Meminum dua buah obat berupa tablket dan kapsul seperti ini sangat mudah baginya. Cukup dengan segelas air minum sudah cukup baginya.
__ADS_1
Aldi yang sedari tadi seolah tidak peduli dengan Kiara, mengamati setiap gerak Kiara. Usai Kiara menghabiskan sarapan dan meminum suplemen kesehatan yang Aldi berikan, saatnya Aldi membicarakan hal yang lebih serius.
Aldi sengaja memastikan Kiara sudah makan dan meminum obatnya sebelum mengajaknya bicara. Aldi juga sengaja menampakkan ketidak peduliaanya akan apa pun yang dilakukan Kiara supaya Aldi tidak perlu banyak berargumen dengannya dan segera dipatuhi keinginannya oleh Kiara.
Aldi paham sejak kedatangannya menerobos apartemen gadis ini semalam, Kiara cenderung tidak ingin banyak berinteraksi ataupun berbicara dengan drinya karena Aldi menyatakan alasan keberadaannya di sini adalah karena Bima yang menginginkannya. Hati gadis ini hancur berkeping-keping mendapat perhatian Bima tapi lewat tangan pria asing. Hal yang tidak akan pernah Bima lakukan kepada kekasihnya. Kiara sadar bahwa secara tidak langsung Bima telah melepaskan tangan Kiara.
"Saya belum memperjelas siapa saya ketika beberapa hari lalu saya memperkenalkan diri." Kiara terkejut pria yang terlihat cuek di hadapannya memulai permbicaraan dengannya usai meminum obat yang diberikan dengan patuh.
"Saya sebelumnya adalah calon suami Bella, mungkin kamu sudah pernah mendengar nama calon suami kakakmu. Tapi bella belum pernah memperkenalkan saya secara resmi sebagai calon suaminya sama kamu." Aldi melanjutkan penjelasan mengenai dirinya. Tapi Kiara terlihat semakin bingung.
"Yang menyuruh kamu datang tadi malam itu Bima apa kakakku?" Bella kini bersuara
__ADS_1
"Bima. Dia yang telah memasrahkan dirimu sama aku. Karena mulai tadi malam Bima memutuskan akan menikah dengan Bella. Sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Sayangnya Bella tidak bisa menikah dengan Bima begitu saja tanpa ada kompensasi untukku." Mendengar hal ini, Kiara mulai menyadari benang merah hubungan Aldi, Bella, Bima dan dirinya. Kenapa Kiara lupa jika Bella sendiri menolak menikahi Bima karena lelaki bernama Aldi yang berada di hadapannya ini?
Aldi yang memperhatikan ekspresi Kiara kini yakin bahwa Kiara kini paham topik yang akan Aldi bicarakan ini mengenai apa. jadi tidak banyak yang perlu Aldi jelaskan lagi. Aldi cukup memberitahu Kiara untuk bersiap hidup bersama Aldi sebagai istrinya dalam satu minggu ini.