Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Betapa tampan pria yang bisa bersikap dingin dari awal hingga akhir


__ADS_3

Kiara telah mendapatkan perawatan pijat dan hair mask. Kini Kiara berada di ruang spa yang berada di lantai dua. Seluruh lantai dua dikhususkan untuk ruang Spa laki-laki dan perempuan.


Kiara berusaha melemaskan otot-ototnya yang lelah selama satu minggu ini. Terutama kelelahan akibat acara pernikahannya hari ini.


Kiara kini adalah seorang istri dari pria tampan bernama Aldi. Tapi mereka berdua hanya dua sosok asing yang tak saling mengenal. Malam pengantin yang dinanti banyak pasangan kekasih malah mereka berdua habiskan dengan mandi uap, pijat dan sebentar lagi berendam.


Lucunya, Aldi menyebut hal ini mandi bersama. Ingin ketawa rasanya mengetahui mandi bersama yang dimaksud Aldi adalah mandi terpisah bersamaan seperti ini.


Durasi Spa selama setengah jam Kiara habiskan untuk memikirkan Aldi dan sikap dinginnya. Tak lupa juga memikirkan betapa tampan suaminya itu. Meski sikapnya yang dingin itu sungguh menganggu. Tapi pria tampan yang bersikap dingin itu juga tidak mengurangi kadar ketampanannya.


Ketika Kiara akan keluar dari ruangan Spa untuk menuju salah satu kamar mandi dengan bath up untuk berendam, Kiara mendengar suara obrolan para pegawai klinik kecantikan itu sedang membicarakan seorang pria tampan yang beberapa saat yang lalu selesai Spa dan hendak mandi shower di salah satu kamar mandi.


"Aduh kak... Mimpi apa aku semalam. Bisa dapat rejeki liat pria setampan itu hanya mengenakan bathrobe. Ketampanannya berubah berkali-kali lipat dengan aura seksinya. Apalagi ada tetesan keringat di dahinya sehabis Spa."


Karena mereka membicarakan pria dengan kadar ketampanan tingkat dewa, tentu yang ada di bayangan Kiara adalah Aldi yang tadi usai mandi. Si seksi Aldi yang hanya melilitkan handuk ke pinggangnya. Tapi kenapa juga Kiara malah membayangkan Aldi. Kini Kiara jadi penasaran dengan pria tampan yang sedang dibicarakan para pegawai perempuan itu.


Tanpa mendengarkan lanjutan obrolan mereka, Kiara keluar melewati mereka dengan diikuti salah satu pegawai yang menceritakan sosok pria tampan tadi. Sejak awal memang Kiara dilayani oleh pegawai ini.


Tanpa memikirkan lagi obrolan pegawai ini, Kiara melanjutkan berendam dengan milk bath dan wewangian dari bunga segar selama setengah jam. Kiara ditinggalkan sendiri di ruangan yang seperti kamar mandi mewah dengan bath up itu.


Kini kiara mulai mengantuk. Otot-otot nya yang sudah lemas kena mandi uap tadi semakin rileks. Sudah tidak ada yang ingin Kiara pikirkan lagi selain pergi tidur usai mandi Spa yang memakan waktu dua jam ini. Acara shopping baju-baju sepertinya harus Kiara tunda. Kiara sungguh lelah dan ingin tidur.


Tidak terasa Kiara benar-benar tertidur di bath up. Pegawai yang tadi melayaninya membangunkan Kiara karena waktu berendam telah usai.

__ADS_1


Merasa tubuhnya segar dengan acara mandi yang istimewa malam ini, Kiara kembali kecewa. Sehabis mandi Kiara tidak suka ganti dengan baju yang sama dengan yang sebelumnya Kiara pakai. Kiara tidak bawa baju ganti. Bahkan Kiara tidak memiliki satu pun baju ganti untuk malam ini.


Kiara yang berjalan keluar hendak mengambil baju ganti dari lokernya bertemu dengan Aldi yang mengenakan baju yang sama tapi dengan ketampanan yang berlipat-lipat dari sebelum Aldi mandi Spa bersamanya. Aroma maskulin shower gel pria itu juga sangat pekat hingga tercium meski jarak mereka terpaut 1 meter lebih.


Aldi mendekati Kiara. Membuat pegawai yang berada di sampingnya tadi menahan nafas kagum. Mengira Aldi akan mendekati sang pegawai. Tapi Aldi hanya mendekat beberapa langkah lalu memberikan paper bag kepada Kiara. "Baju ganti kamu."


Usai memberikan paper bag berisi baju ganti itu, Aldi berbalik dan turun ke lantai 1. Tempat admin dan resepsionis klinik kecantikan berada. Juga tempat dengan ruang tunggu terluas.


Pegawai di sampingnya melototi Kiara tidak percaya. Pria tampan yang menghipnotis sang pegawai ternyata datang bersama Kiara, wanita cantik yang dilayani oleh sang pegawai sejak datang.


Kiara pun berganti pakaian dengan apa yang Aldi berikan. Ada Blus dengan aksen oita yang manis di bagian bahu kanan dan aksen kerutan di tangannya. Warnanya juga sesuai dengan warna kulit Kiara yang putih. Selain itu juga ada rok selutut yang bawahnya lebar dengan aksen pita yang sama di bagian pinggang kiri. Warna roknya lebih gelap dari warna blus. Bahannya juga nyaman dipakai. Seperti baju-baju Kiara yang ditinggal di apartemen.


Aldi melihat Kiara keluar dengan baju yang tadi dia berikan. Rambut Kiara dibiarkan tergerai begitu saja. Tapi tidak terkesan berantakan. Wajahnya terlihat segar. Tidak seperti siang tadi usai acara resepsi.


"Terima kasih" Ucap Kiara secara singkat kepada Aldi.


"Oke."


"Makan malam dulu?"


"Nggak usah. Aku nggak lapar."


Mendengar jawaban Kiara, Aldi hanya diam dan berjalan keluar langsung memasuki mobil.

__ADS_1


Kiara mengira Aldi setuju untuk tidak makan malam dulu. Tapi ternyata Aldi berhenti begitu saja di salah satu restoran.


"Saya mau makan malam. Tunggu di sini kalo nggak lapar." Sebelum turun, Aldi mengucapkannya dengan dingin.


Merasa diperlakukan lebih dingin dari sebelumnya, Kiara tidak enak hati. Sebelum Aldi turun. Kiara menyahut. "Aku ikut. Jangan tinggalin di sini."


"Ngapain ikut kalau nggak mau makan."


"Tentu saja aku juga mau makan." Dalam hati Kiara berkata, 'makan dalam jumlah yang sedikit kan juga masih tetap disebut makan.'


Aldi memicingkan matanya seolah sedang membaca apa yang dipikirkan Kiara yang sedang salah tingkah. Tanpa berbicara lagi, Aldi turun dan memasuki restoran. Seperti biasa Aldi mencari tempat di tepi jendela dengan pemandangan luar restoran.


"Suka sekali ya duduk di tepi jendela." Kiara yang duduk di hadapannya mencoba mengajak Aldi bicara lagi.


Ya. Kiara berusaha berkomunikasi sebaik mungkin dengan pria di hadapannya. Kalau dalam satu bulan harus sekamar dengan pria tampan ini, Kiara harus mengenal prianya. Banyak sekali PR Kiara untuk hubungannya dengan Aldi. Semua itu tentu harus diawali dengan komunikasi. Meski Aldi tipe yang enggan berbicara banyak. Kiara akan berusaha memahami keengganannya dan mencari tahu apa yang bisa membuat pria dingin ini lebih banyak berbicara kepadanya.


Usai makan malam, Kiara dan Aldi langsung pulang. Tidak ada acara beli baju seperti rencana awal mereka ketika akan keluar.


"Besok pagi saya antar beli baju. Saya mau istirahat." Berpisah di depan kamar tidur masing-masing, Aldi mengucapkan kalimat itu sebelum menutup pintu kamarnya tanpa menunggu jawaban Kiara atau menoleh lagi ke arahnya.


Melihat hal itu Kiara malah mengagumi betapa tampan pria yang bisa bersikap dingin dari awal hingga akhir seperti Aldi.


\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Ini chapter receh banget ya. Semoga suka dengan sedikit kekonyolannya. Hanya ingin menunaikan janji saya untuk update 1 chapter lagi di kegelapan pagi.


Dinda^^


__ADS_2