
"Ting.. Tong.." Bella teralihkan dari apa yang akan Kiara sampaikan karena suara bel pintu rumah yang tiba-tiba.
Bella bergegas membukakan pintu, sebab pada jam 9 malam begini para asisten rumah tangga di rumahnya kebanyakan sudah berada di kamar istirahatnya masing-masing.
Akhir-akhir ini memang Bima sering banyak pekerjaan hingga pulang larut malam. Bella pun terbiasa menanti kepulangan Bima sebelum bisa memejamkan mata. Oleh karena itu, Bella memerintahkan para asisten rumah tangga di rumah ini untuk segera beristirahat saja. Sebab Bella lah yang akan menanti kepulangan sang suami dan membukakan pintu rumah untuknya ketika datang.
Ketika Bella membuka pintu rumah, senyum pun mengembang di wajah Bella, Bima yang dinantikan kedatangannya telah berada di hadapannya.
Akan tetapi, senyum Bella tidak bertahan lama karena melihat sosok Aldi yang berada di sebelah Bima. Perasaan kesal ketika berbincang dengan Kiara kini muncul kembali.
Bima menangkap perubahan ekspresi istrinya yang berubah dari senang menjadi tidak senang. Bima pun melihat ke arah Aldi yang ditatap Bella dengan tidak senang. Hal ini membuat tanda tanya muncul di benak Bima.
"Hai sayang." Bima menyapa Bella dengan lembut untuk mengalihkan perhatian Bella kepada dirinya.
"Hai, mas. Selamat datang di rumah. Kita masuk, yuk." jawab Bella dengan wajah senyum kepada Bima.
"Oh, sudah punya sapaan mesra juga." Aldi tiba-tiba bersuara dengan wajah tanpa ekspresi.
"Apa kamu ada masalah jika aku sama Bella menjadi lebih mesra, Al?" Bima menjadi semakin jengkel kepada Aldi.
Ketika Bima tiba di rumah, Aldi dengan tiba-tiba muncul di hadapannya. Dengan gaya Aldi yang Bima anggap terlalu sombong ini, tentu saja membuat mood Bima menjadi semakin buruk.
"Aku hanya akan menjadikannya masalah jika kamu kembali mendekati Kiara." Aldi masih saja bersikap dingin. Hatinya masih berdebar karena mencemaskan reaksi Kiara ketika Aldi tiba-tiba menemuinya dan muncul di hadapannya begini.
"Aku sama sekali tidak memikirkan hal itu. Tapi kamu yang malah memberikan aku ide untuk melakukannya." Perkataan Bima ini sukses mengalihkan Aldi dari rasa cemasnya sendiri. Aldi kini tidak bisa menyembunyikan emosi dan kemarahannya kepada Bima.
"Jangan coba-coba memikirkan hal itu!" Ancaman Aldi tampak serius. Bahkan Bella menjadi ketakutan melihat ekspresi Aldi. Tapi melihat Aldi yang tampak masih sangat peduli kepada Kiara begini membuat Bella menjadi semakin bingung dengan masalah apa yang sedang Kiara hadapi saat ini. Aldi terlihat masih peduli dan mencintai Kiara. Lalu bagaimana dengan hubungan Aldi dengan Rara, asistennya.
__ADS_1
Bima memperhatikan Bella yang nampak ketakutan sekaligus termenung memikirkan banyak hal, "Kita masuk, Bella. Biarkan manusia dingin dan pemarah ini di sini jika dia suka."
Bima bersama Bella masuk bersama. Tapi Bima terkejut ketika melihat Kiara sedang duduk tenang di sofa ruang tamu. Kini Bima menjadi paham akan alasan kedatangan Aldi barusan.
"Sudah lama di sini, Kiara?" Sapa Bima.
"Lumayan lama. Udah sejam kayaknya kita berbincang-bincang tadi, ya kak." Kiara malah berbalik meminta persetujuan jawaban kepada Bella.
"Oh, udah lumayan lama. Pantesan suami kamu udah nggak tahan buat jemput kamu." Bima menoleh ke arah dimana Aldi perlahan masuk ke ruang tamu.
Aldi dan Kiara saling menatap. Aldi berusaha membaca ekspresi yang ditunjukkan Kiara. Sementara Kiara menatap wajah tampan Aldi cukup lama untuk mencari tahu bagaimana perasaan Aldi untuknya. Benarkah yang dikatakan Bella bahwa tatapan Aldi untuknya tampak penuh cinta dan perhatian?
"Ra, aku tinggal ke kamar bareng mas Bima dulu ya. Jangan langsung balik pulang dulu sebelum aku selesai menemani mas Bima ganti baju ya." Ucap Bella sambil menggandeng lengan Bima ke arah kamar mereka.
🌸🌸🌸🌸
Bima dan Bella memasuki kamar mereka dan meninggalkan Kiara dan Aldi di ruang tamu.
"Kiara tadi tiba-tiba datang. Katanya hanya ingin mengunjungiku dan mengobrol saja. Tapi aku tidak percaya sama sekali, mas."
Bima masih saja senang mendengar panggilan barunya dari Bella. Padahal Bella sudah memanggilnya 'mas' sejak satu bulan yang lalu.
"Lalu kalian mengobrolkan apa? Dia bercerita tentang masalah yang dia hadapi?" Bima mulai mencium aroma shampoo Bella yang kini menjadi candu bagi Bima.
"Hanya ngobrolin hal nggak penting. Kiara sama sekali nggak mau cerita ada masalah apa. Bahkan aku sudah menanyakan mengenai berita viral mengenai Kiara dan Aldi, tapi Kiara bilang mereka berdua baik-baik saja."
"Lalu?" Bima kini sudah mulai mencium tengkuk Bella.
__ADS_1
"Jangan, mas. Geli. Kalau diterusin nanti keburu Kiara dan Aldi balik lo. Ayuk buruan ganti baju."
"Mas menunggu kamu yang gantikan baju mas, sayang." Bima membisikkan kalimat demi kalimat di telinga Bella dengan intens.
"Iya, aku bantuin ganti baju. Tapi jangan terlalu dekat begini. Nanti aku juga ikutan nggak tahan, mas."
"Biarkan saja, sayang. Jangan ditahan."
"Hush, mas. Masih ada tamu yang nunggu kita."
"Biarkan saja mereka menunggu." Bima masih tidak ingin melepaskan Bella dari jeratannya. Ntah kenapa sejak siang ini keinginannya untuk melakukan olah raga rutinnya bersama Bella begitu tinggi. Bima bahkan tidak bisa berkonsentrasi ketika malam sudah tiba. Bima meninggalkan pekerjaannya malam ini untuk bisa segera bertemu dengan istrinya dan menuntaskan keinginannya.
"Jika memang mereka sedang ada masalah, kita telah berbuat baik dengan memberikan mereka ruang untuk membicarakan masalah mereka. Jika mereka tidak sedang ada masalah, biarkan saja mereka pergi. Kita akan meminta maaf besok karena tidak bisa menemani tamu dengan baik."
Bima telah menyelesaikan persoalan yang menjadi masalah bagi Bella untuk melanjutkan kegiatan malam mereka. Kini saatnya Bima mendapatkan hadiahnya dari Bella.
"Mas kok tumben jadi nggak tahan begini." Bella berbunga-bunga setiap kali Bima menginginkan dirinya begini. Tapi malam ini keinginan Bima terasa berbeda. Pagi tadi sebelum Bima berangkat kerja pun Bella telah memenuhi keinginan Bima. Tapi kini Bima masih menginginkan hal ini kembali.
"Mungkin karena rok pendek yang kamu kenakan ketika aku tiba di rumah, sayang." Bima kembali menjawab dengan bisikan yang membuat Bella pun terbawa oleh suasana panas yang Bima ciptakan.
Bella menduga bahwa Bima hanya asal memberikan alasan saja. Tapi sebagai istri yang baik, mana mungkin Bella menolak keinginan suaminya yang sudah tak tertahankan ini. Sehingga Bella pun membalikkan badannya dan menghadap ke arah Bima.
"Mas mau memulai dari mana kali ini?" Dengan senyum yang merekah, Bella menantang Bima.
"Tentu dari yang paling manis untuk dicecap." Bima pun menyentuh Bibir Bella dengan ibu jari kanannya usai mendapat lampu hijau dari istrinya.
🌸🌸🌸🌸
__ADS_1
Like dan komen kalian adalah penyemangat saya untuk rutin update, geys...
_Dinda^^