Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Status Amarah Aldi


__ADS_3

Aldi yang tak menemukan Kiara di danau kembali ke panti asuhan dan mengunci diri di kamar tempat dirinya dan Kiara menghabiskan malam ketika di panti asuhan.


Aldi menjernihkan pikirannya dan berusaha mengatur strategi berikutnya.


"Daniel, semua bermula dari Bima dan Verlita. Kumpulkan semua kelemahan Bima dan Verlita. Segala keburukan mereka berdua, kirimkan infonya malam ini juga." Aldi hanya ingin menyampaikan perintah. Tanpa butuh tanggapan asistennya.


Aldi kemudian membaca info yang dikirim Daniel mengenai apa yang Aldi minta sebelum ke danau mencari Kiara. Dengan membaca dari tabletnya yang super cepat, Aldi membaca dengan cepat semua yang dia harus ketahui.


Daniel kembali menelepon.


"Pak Aldi. Tim kita baru tiba di kota bapak. Siap menanti perintah." Suara Daniel tampak senang kali ini. Para bodyguard dan tim IT khusus yang dipilih Aldi telah tiba di kota itu.


"Pilot helikopter Bima adalah prioritas." Aldi menyampaikannya sambil tetap membaca informasi dari tabletnya dengan cepat.


"Berikan dia sejumlah uang supaya berhenti dari pekerjaannya saat ini juga. Bawa dia pergi hingga mendapat pekerjaan sebagai pilot di tempat lain." Lanjut Aldi memberikan perintah


"Baik." Daniel sudah menduga hal ini. Sejak dia mengirim informasi mengenai Bima yang memiliki aset helikopter pribadi yang berasal dari pendanaan pribadi, Bima sudah paham bahwa Aldi akan mulai bergerak dari sang pilot helikopter.


"Bawa set komputer dan peralatan yang aku butuhkan ke panti asuhan sekarang juga. Lalu bersiaga di depan panti untuk setiap saat berangkat menemaniku menjemput Kiara."


"Siap, pak Aldi."


Aldi akan bekerja meretas beberapa tempat. Tapi yang harus Aldi lakukan pertama kali adalah meretas ponsel Bima untuk menemukan lokasi Bima. Aldi butuh memastikan apakah Kiara sedang bersama Bima saat ini.


Peralatan segera dipasang dan laptopnya pun dinyalakan.


Butuh beberapa menit untuk Aldi mengetikkan kode program hingga bisa mengetahui lokasi Bima. Ternyata Bima sedang di rumah sakit yang memiliki lokasi lumayan dekat dengan danau.


Aldi punya firasat terjadi sesuatu kepada Kiara.


Dengan cepat Aldi meretas CCTV rumah sakit atau yang terdekat. Butuh waktu satu jam bagi Aldi untuk bisa meretas dan mengecek isi video CCTV untuk menemukan kemunculan Kiara.


Tapi Aldi menyerah dengan CCTV. Kiara tidak kunjung bisa Aldi temukan. Tidak ada yang membantunya mengecek seluruh isi video. Kondisi mental Aldi yang cemas dengan Kiara juga menjadi alasan kenapa selama satu jam ini Aldi tak menemukan Kiara dalam video CCTV yang berhasil diretas.

__ADS_1


Aldi menenangkan diri. Berdiam sejenak untuk memikirkan cara lain menemukan Kiara.


"Setiap pasien pasti memiliki berkas medis dan riwayat administrasi pembayaran biaya rumah sakit." Gumam Aldi kepada dirinya sendiri


"Aku akan meretas sistem administrasi rumah sakit. Lalu mencari nama Kiara dalam daftar pasien yang malam ini masuk ke rumah sakit." Aldi bergumam sambil tangannya mengetikkan kode program ke layar laptopnya.


Aldi menemukan nama Istrinya. Kiara berada di rumah sakit itu.


"Aku menemukanmu, Kiara," Ingin rasanya Aldi langsung berlari dan menemui Kiara.


Tapi Aldi harus menangani Bima dan mempersiapkan beberapa hal untuk membuktikan Aldi sedang dijebak oleh Bima dan Verlita.


Aldi melanjutkan membaca rekam medis Kiara yang bisa dia akses. Kiara mengalami luka di lututnya. Kiara hanya memar dan luka gores. Tapi Kiara pingsan saat dibawa ke rumah sakit.


Diagnosa dokternya Kiara depresi dan terlambat makan seharian ini.


Mata Aldi memerah usai membacanya. Aldi merasa marah kepada Bima dan Verlita.


Selanjutnya Aldi mengekstrak file video yang dikirimkan Daniel ke penyimpanan Cloud online yang bisa Aldi akses kapan saja dan dari mana saja.


Aldi dikuasai oleh amarah yang lebih besar usai mendengarkan isi video itu. Aldi menyimpan salinannya yang sudah diedit. Lalu salinan video itu disimpan di ponsel sekaligus tabletnya.


Aldi mengemas semua peralatannya dan juga mengemas semua pakaian dan barang-barang Kiara.


"Bunda, mohon maafkan saya karena tidak bisa mengajak Kiara berpamitan. Kiara tidak bisa tinggal di sini hingga akhir pekan ini bunda. Saya ingin mewakilinya untuk berpamitan lebih cepat." Aldi dengan sopan menemui Bunda panti asuhan yang sama-sama tidak bisa tidur menanti kabar Kiara.


"Kiara bagaimana nak?"


"Tenang saja bunda. Kiara baik. Kami berdua juga baik, bunda. Berkat doa bunda dan adik-adik di sini. Sekali ada jalan bagi setiap permasalahan kami."


Aldi menyalami bunda dan memberikan amplop coklat berisi uang yang Aldi siapkan. Mengatakan bahwa itu semua dari Kiara. Untuk keperluan adik-adiknya di sini.


Usai berpamitan, Aldi bergegas ke rumah sakit tetap dengan mobil sportnya. Sementara Anak buahnya yang membawa barang Kiara dan Aldi berada di mobil lain.

__ADS_1


Sepanjang malam Kiara tak kunjung sadar. Dokter memindahkannya ke ruang rawat inap untuk mengamati dan memantau perkembangannya.


Bima berada di kamar Kiara menungguinya. Bima dalam posisi tidak siap ketika tiba-tiba Aldi masuk dengan melayangkan tinjunya ke wajah Bima.


"Bughh" Bima terjatuh dari kursi tempatnya duduk di samping ranjang Kiara.


"Apa-apaan ini Al!" Bima masih bertahan menjadi pihak yang tidak bersalah.


"Kamu lebih tahu alasan untuk pukulan ini. Pergi sekarang juga sebelum aku lebih emosi dan tidak bisa menahan diri untuk pukulan-pukulan selanjutnya."


"Aku ingin menunggu Kiara hingga sadar. Kamu tidak berhak di sini usai menyakiti hatinya."


"Kita berdua lebih tahu siapa yang menyebabkan Kiara sakit hati. Kamu masih mau berakting lebih jauh lagi, Bima?"


Bima terdiam. Kemudian memutuskan mengalah.


"Ijinkan aku di sini hingga Kiara sadar. Aku akan menunggu di luar. Ku mohon, Al."


Tiba-tiba sekelompok bodyguard Aldi memasuki kamar.


"Maaf kami terlambat tiba dan berada jauh di belakang pak Aldi." Ucap salah seorang yang berpakaian serba hitam.


"Bawa pria ini keluar. Pastikan aku tidak bisa melihatnya di area rumah sakit. Jika dia melawan, kalian boleh menggunakan kekerasan." Aldi mengucapkannya dengan santai.


Bima yang mendengar perintah Aldi merasa telah kalah. Dia tidak bisa berada di sisi Kiara lagi. Bagaimanapun juga, Aldi adalah suami Kiara. Aldi lebih berhak atas Kiara.


Dua orang Bodyguard mendekati Bima dan membangunkannya dari lantai tempatnya terjatuh.


"Aku bisa jalan sendiri." Bima menolak diperlakukan seperti tahanan oleh bodyguard Aldi. Lebih memilih melangkah pergi dari rumah sakit sendiri.


Usai kepergian Bima, Aldi bisa menatap Kiara yang berbaring diam.


"Sayang..." Aldi mengusap dahinya hingga ke atas rambutnya.

__ADS_1


"Aku merindukanmu, Kiara. Tidakkah kamu ingin melihatku setelah beberapa hari kita jauh?" Bisik Aldi ke telinga Kiara.


__ADS_2