Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Maaf tidak bisa menemani hari ini


__ADS_3

Pagi-pagi Aldi menerima pesan dari daniel yang menyatakan bahwa Aldi dibutuhkan di kantor hari ini.


Rencana ke taman bermain bersama Kiara dan adik-adik di panti asuhan harus Aldi tinggalkan.


"Aku telah memastikan adanya benih cinta buatku, Kiara. Selanjutnya aku akan berusaha membuat kamu jatuh cinta." Aldi yang bangun dengan perasaan senang masih mendekap istrinya. Membelai lembut punggungnya.


"Selamat pagi," Kiara terbangun dengan sentuhan Aldi di punggungnya. Kiara awalnya bangun dengan kaget. Tapi setelah menatap Aldi yang sedang memanjakannya di dalam pelukannya, Kiara menyapa Aldi dengan tersenyum manis.


"Selamat pagi, Ra," Aldi gelagapan dengan sapaan Kiara seusai dia mengucapkan pernyataannya tuk membuat Kiara jatuh cinta.


"Sudah bangun dari tadi, Al?"


"Barusan aja."


"Kiraen dari tadi ngelus-ngelus punggung aku, berusaha bangunin aku yang ngga kunjung bangun"


"Nggak kok. Maaf ya kepagian bangunin."


"Memangnya ini jam berapa?"


"Masih gelap. belum juga jam 5."


"Ada apa, Al?" Kiara seolah paham ada hal yang ingin Aldi bicarakan.


Tetap dalam posisi masih dalam dekapan satu sama lain, mereka melanjutkan obrolan pagi mereka.


"Aku harus kembali ke Jakarta hari ini."


"Lalu?" Kiara sudah bisa menebak kelanjutan hal yang akan disampaikan Aldi. Tapi Kiara memilih mendengar apa yang ingin Aldi sampaikan.


"Aku nggak bisa menemani kamu dan adek-adek panti asuhan ke taman bermain. Maaf," Aldi lagi-lagi mengusap dengan lembut punggung Kiara.


"Iya, Al. Nggak apa-apa. Kerjaan kamu lebih penting kok."


"Kamu juga penting, Ra." Kiara tidak menyangka akan mendengar hal ini.


"Ketika di Jakarta nanti, kita ke dufan atau taman bermain lain yang terkenal ya. Sebagai ganti hari ini."


"Tentu saja. Kita masih punya banyak waktu." Kiara tersenyum manis mendengar keinginan Aldi menyenangkan Kiara.


"Terima kasih ya, Al. Sudah antar aku ke panti asuhan hingga mengorbankan kerjaan kamu."


"Demi istri cantikku, tentu aku harus lakuin itu." Kiara hanya bersemu merah mendengar kalimat hang diucapkan Aldi untuknya.


"Biarkan aku memeluk kamu sedikit lebih lama. Hari ini akan jadi hari yang melelahkan buatku, Ra." Aldi mempererat pelukannya.

__ADS_1


"Apa ngasih pelukan gini bisa mengurangi lelah yang akan kamu hadapi Al?"


"Ya. Keberadaan kamu sangat penting Ra. Jangan tiba-tiba menghilang dari pandanganku, ya"


"Aku nggak punya alasan untuk itu."


"Jika suatu saat ada alasan yang bikin kamu ingin menghilang dari hidupku, jangan lakuin itu, Ra," Aldi yang masih memeluk Kiara, mulai menggosok-gosokkan wajahnya ke bahu Kiara. Ada rasa berat di hatinya untuk pergi meninggalkan Kiara di panti asuhan.


Kiara hanya terdiam mendengar apa yang Aldi ucapkan. Kiara merasa banyak yang Aldi sembunyikan darinya.


"Kiara, berjanjilah" Aldi memaksa Kiara menjawab keinginannya.


"Bagaimana aku bisa menjanjikan itu, Al?"


"Tentu bisa. Kamulah masa kini dan masa depanku."


Kiara berdebar.


"Berjanjilah untuk tidak menghilang dari hidupku, Ra. Apapun yang terjadi." Aldi kini menatap mata Kiara. Melepas pelukannya kepada Kiara untuk bisa memperhatikan ekspresi istrinya.


"Baiklah, aku berjanji."


"Terima kasih, Kiara." Aldi kembali memeluk erat istrinya.


Akan ada banyak masalah. Kiara juga akan terseret ke dalam masalah keluarganya. Aldi harus membuat Kiara menjanjikan hal ini sebelum Aldi kembali mengurus peralihan kekuasaan Blue Corp.


Kiara serius memperhatikan Aldi. Sepertinya ini bukan hal sepele.


"Aku ingin kamu aman dari segala masalah keluargaku. Karena kamu sudah di sini yang jauh dari Jakarta, aku rasa tempat ini lebih aman."


Kiara mulai merasa Aldi akan menyampaikan hal yamg tidak akan Kiara sukai


"Tinggallah di sini selama satu minggu. Dan jangan kembali sebelum aku jemput kamu,"


"Berita apapun yang akan kamu saksikan di media massa maupun online tentang aku, aku harap kamu tidak mudah percaya dan menunggu aku datang jelaskan ke kamu." Aldi memegang kedua pundak Kiara.


"Al, kenapa kamu nggak jelaskan lebih awal kepadaku sekarang? Dengan begitu aku nggak akan salah paham jika tau kabar dari media tentang kamu."


"Aku juga sangat ingin bisa berbagi hal ini sama kamu, Ra. Tapi aku tidak ingin kamu terlibat dalam hal yang membuat kamu menderita ataupun sakit."


"Jadi kamu menghadapi penderitaan dan rasa sakit ini sendiri? Nggak mau melibatkan aku?"


"Tentu saja, Kiara. Aku saja yang menghadapi hal itu. Aku mau kamu hidup dengan nyaman tanpa ada rasa sakit atau pun penderitaan sama sekali."


Kiara hanya diam menatap Aldi. Perasaannya kesal tidak diberi tahu mengenai permasalahan Aldi. Tapi juga terharu dengan kalimat terakhirnya.

__ADS_1


Pagi itu berlalu dengan rasa penasaran Kiara dengan Aldi. Tapi Kiara juga senang dengan setiap kalimat manis yang menyenangkan.


Kiara menghabiskan waktu dengan bersenang-senang bersama adik-adik panti asuhan sementara Aldi kembali ke Jakarta menghadapi permasalahan besar dari Bima dan Adelia.


Adelia sedang menanti kedatangan Aldi di WS TECH. Mereka telah membuat janji temu sore ini.


Adelia memang datang lebih awal dari jam yang Aldi dan Adelia sepakati. Adelia ingin melihat sejauh mana pekerjaan keponakan tirinya ini.


"Selamat sore tante" Sapa Aldi begitu tiba di kantornya dengan pemandangan Adelia yang menunggu di kursi tamu ruangannya.


"Selamat sore, keponakan." Jawab Adelia dingin.


"Tante datang terlalu jauh lebih awal. Sangat disiplin sekali." Aldi sedang berbasa-basi sambil berusaha membaca ekspresi Adelia.


"Tante perlu mengajarkan kedisiplinan kepada keponakan tante.


"Terima kasih ajarannya. Bisa kita langsung ke alasan dari keinginan tante untuk bertemu dengan saya?"Aldi sudah tidak terlalu sabar.


"Baiklah." Adelia mengeluarkan kotak bingkisan yang lumayan besar, "Pertama, tante ingin memberi kado pernikahan kamu"


"Tante sangat perhatian. Saya sudah mau satu bulan menikah tapi Tante baru saja memberikan kami kado."


"Ya. Kamu tahu tante sibuk dengan banyak acara sosial berkaitan dengan perusahaan."


"Tentu saya tahu."


Usai memberikan kadonya, Adelia mengeluarkan sebuah surat gugatan cerai yang dikirimkan oleh suaminya melalui pengadilan.


"Bisa kamu jelaskan kenapa om tiri kamu bisa melayangkan gugatan cerai ini?"


"Astaga. Om Damien mau menceraikan Tante Adelia?Kok bisa, Tante?" Aldi terlihat mengejek Adelia.


Hati Adelia semakin panas.


"Diam, kamu!"


Adelia adalah istri sah Damien Wiji Sasongko. Ibu tiri dari Mike.


"Tante kenapa mencari saya untuk urusan rumah tangga tante ini. Mau pamer karena abis ini berstatus lajang meskipun janda? apa mengira saya ini punya firma hukum untuk mengurus kasus perceraian Tante?"


"Saya tahu data yang diberikan kepada Damien bersumber dari kamu. Kamu yang menciptakan bukti supaya Damien bisa menceraikan aku."


"Wah. Tante yakin nih?"


"Aldi. Ini peringatan pertama dan terakhir saya. Jika saya sampai bercerai, maka jangan harap kamu tidak mengalami hal yang sama dengan istri kamu!"

__ADS_1


Adelia berjalan pergi dengan amarah. Menuju firma hukum terkenal yang direkomendasikan oleh teman sosialitanya.


__ADS_2