Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Pengaruh Kiara


__ADS_3

"Ada masalah, Al"


Aldi menatap Mike dengan dingin. Dengan tatapan Aldi yang seperti itu, Mike paham bahwa Aldi menginginkan Mike segera memaparkan permasalahan selengkapnya.


"Ada rumor yang menyebar di kantor mengenai Kiara."


"Lanjutkan" Tatapan Aldi masih saja dingin.


"Kiara dikabarkan berselingkuh dari kamu. Hubungan kalian sedang buruk. Kamu juga dirumorkan dekat dengan wanita lain karena perselingkuhan Kiara, Al" Mike menatap Aldi dengan serius dan mengamati perubahan ekspresinya.


Aldi mengingat ketidak harmonisan dirinya bersama Kiara pagi ini. Ada rasa amarah di dadanya. Kiara menjauhinya sejak bangun tidur pagi ini.


"Hanya sebuah rumor tak berarti seperti ini membuat kamu mengusik pagiku yang tenang bersama Kiara?" Amarah masih menguasai diri Aldi. Mike menjadi sasaran pertama amarah ini.


"Kamu lama nggak terlihat keluar berdua dengan Kiara baik di kantor maupun di even publik. Kiara juga sudah lama tidak suka posting mengenai kesehariannya di media sosial. Lalu kedekatan kamu dengan Rara di kantor membuat rumor ini tampak meyakinkan dan menjadi besar dalam waktu semalam." Tambah Mike.


"Tidak akan ada asap tanpa api. Dari mana asalnya rumor ini berawal?" Aldi berusaha menguasai diri dan tidak sampai meledak oleh amarahnya.


"Aku belum menyelidiki hingga sejauh itu. Rumor ini masih ramai di grup karyawan Blue Corp saja. Bisa saja sih ini hanya perbuatan para gadis yang ingin menciptakan kehebohan. Mereka lama tidak melihat keromantisan hubungan kamu sama istri kamu. Mereka ingin menyebarkan hal buruk tentang hubungan kalian. Tapi akan jadi masalah jika mereka tahu penculikan Kiara oleh Ferdi." Mike merasa hawa di sekitarnya semakin dingin.


"Kamu merasa kita perlu berhati-hati karena kemunculan Fahad yang sedang mencari Ferdi? Kamu khawatir rumor ini berkaitan dengan mereka?" Sahut Aldi


"Ya, aku khawatir ini hanya permulaannya saja. Hal yang lebih besar sedang disiapkan oleh pihak musuh."


"Ya, aku juga merasa hidup kita terlalu tenang setelah kemunculan pria itu. Ada sesuatu yang sedang mereka siapkan untuk kita." Aldi mengatakannya dengan tenang tapi menatap lurus ke satu arah.


"Kamu mencurigai Fahad?"

__ADS_1


"Tidak, aku mencurigai semua orang."


"Setelah penculikan Kiara yang terakhir, aku mencurigai semua orang yang ada di sekitar kami, terutama pegawai atau pelayan yang namanya saja tidak pernah aku pedulikan." Tambah Aldi


"Kamu mencurigai pelayan di rumah ini?"


"Tentu saja. Kamu pikir aku bekerja lembur tiap malam ketika sudah di rumah ini untuk apa? Dua kali pelayan di rumah ini mengkhinatiku. Angka itu sudah cukup. Aku tidak menginginkan pengkhianatan yang ketiga kalinya." Aldi menatap Mike dengan mengejek.


Mike sendiri tidak menduga Aldi memang melakukan sesuatu untuk berjaga-jaga terhadap musuh. Mike masih mengira Aldi menangani urusan pekerjaan.


"Blue Corp sudah cukup besar di Indonesia. Sudah menguasai pasar asia pula. Tidak membutuhkan kinerja ekstra dari kita untuk menjadikannya lebih besar lagi. Blue Corp bisa berkembang dan lebih besar dengan sendirinya dengan sistem yang sudah kita buat. Karyawan yang berdedikasi di setiap cabang sudah cukup."


"Bagaimana kabar pelayan yang dianiaya oleh Ferdi?" Aldi selama ini menahan diri dan berusaha tidak peduli, Mike sadar akan hal ini. Oleh sebab itu Mike menangani seorang diri urusan pelayan mereka yang dianiaya dengan sedemikian parah oleh Ferdi.


"Seperti apa yang kita duga, dia tidak hanya terluka secara psikologis. Tapi juga secara fisik. Psikiater yang menanganinya yakin bahwa Nana dianiaya oleh Ferdi di siang hari. Aldi memperkosa gadis itu sepanjang siang. Karena itulah Nana takut dengan sinar matahari dan suka bersembunyi dalam kegelapan. Sebab ketika hari sudah gelap, Ferdi melepaskannya."


Aldi tidak berkomentar sedikit pun. Aldi diam menanti Mike melanjutkan ceritanya. Aldi sendiri baru tahu nama pelayan itu adalah Nana.


Mike mendengar bahwa Bella juga mengalami trauma yang cukup dalam hingga ditangani oleh beberapa orang psikiater yang dibentuk oleh Bima dalam satu tim.


"Bagaimana penyelidikan kamu mengenai Verlita dan Fahad?" Kini Mike yang ingin mengorek informasi dari Aldi. Mike tahu bahwa Aldi telah memasang pelacak dan alat sadap dalam ponsel Verlita maupun Fahad.


🌸🌸🌸🌸


Selama Aldi dan Mike disibukkan dengan obrolannya, Kiara dengan tenang berdandan sebagai Rara. Ada beberapa pelayan yang sedang memasang make up ala Rara ke wajah Kiara. Para pelayan ini memang memiliki keahlian dalam perawatan diri, perawatan wajah, dan juga memiliki keahlian dalam make up. Mereka sudah diajari oleh MUA yang pertama kali merubah penampilan Kiara mengenai style penampilan Rara dari segi pakaian maupun make up wajah dan hair do rambut Rara.


Kiara sendiri mulai penasaran akan keperluan Mike kemari. Tampaknya ada hal penting yang harus Mike beritahukan kepada Aldi. Setiap Mike tiba-tiba datang, maka selalu ada keperluan mendesak atau penting yang perlu penanganan.

__ADS_1


Karena memikirkan kemungkinan topik apa yang dibahas di bawah oleh Mike bersama Aldi, Kiara sampai tidak fokus memperhatikan make up yang diselesaikan oleh pelayannya. Kiara merasa tiba-tiba acara make up nya selesai begitu saja. Padahal biasanya Kiara merasa tersiksa menanti selesai make up.


Usai berdandan Kiara segera ke ruang makan. Sesuai dugaannya, Aldi dan Mike belum mulai makan sarapan mereka. Keduanya menunggu Kiara untuk sarapan bersama. Selain itu mereka masih asyik dengan obrolannya.


"Verlita tahu terlalu banyak." Ketika Kiara mendekati mereka, Kiara mendengar Aldi mengucapkannya.


"Dia bersedia melakukan apapun untuk mendapat sedikit porsi informasi mengenai kejadian itu." Mike berhati-hati dengan apa yang dia ucapkan karena melihat Kiara sudah mendekati mereka. Mike tidak menyebutkan bahwa kejadian yang ingin Verlita dan Fahad ketahui adalah kejadian penculikan Kiara.


"Ya, termasuk mendekati Fahad." Sahut Aldi.


Kiara merasa mual mendengar dua nama itu, Verlita dan Fahad. Nafsu makan Kiara seketika sirna.


"Hai, Ra. Sudah selesai berdandan. Ayo kita mulai sarapan. Kami menunggu kamu cukup lama lo. Aku sampai kelaparan." Mike menyapa Kiara dengan ceria.


Aldi menoleh ke arah Kiara dengan tatapan yang tak bisa Kiara artikan. Mereka pun memulai sarapan. Mereka bertiga makan dalam diam. Ketiganya sibuk dengan pemikirannya masing-masing.


Aldi sang perencana sudah mulai menyusun beberapa rencana dalam benaknya, sementara Kiara yang tidak nafsu makan hanya memikirkan Verlita dan Fahad tanpa keinginan memakan sarapannya. Kiara hanya mengaduk-aduk apa yang ada dalam piringnya.


Aldi melihat apa yang Kiara lakukan dan menghentikan makannya.


"Ra, menu sarapannya tidak sesuai dengan selera kamu?"


Kiara kaget Aldi memperhatikannya. Karena kekagetannya, Kiara tidak sempat menjawab pertanyaan Aldi.


"Kita cari sarapan di luar ya. Kamu pengen mampir makan dimana?" Aldi menatap Kiara dengan penuh perhatian. Amarah dan rasa dingin sudah tidak bisa lagi Mike rasakan.


'Inilah pengaruh Kiara bagi Aldi, pria ini tidak akan bisa marah ataupun bersikap dingin ketika sudah ada Kiara di dekatnya. Aldi hanya akan fokus kepada wanita ini.' Pikir Mike.

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸


_Dinda^^


__ADS_2