Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Tertembak


__ADS_3

"Al, apa ada yang kamu sembunyikan?"


"Kamu akan tahu begitu tiba di lantai satu." Aldi berusaha tidak banyak bercerita.


"Ada apa?" Kiara ingin Aldi cerita lebih banyak.


"Bima dan Bella menanti kita."


"Beritahu aku lebih banyak lagi." Kiara berhenti berjalan. Mereka sudah di lantai dua. Tapi Kiara memilih duduk dan menanti cerita Aldi.


"Bima lah yang mengeluarkan Ferdi dari penjara."


Kiara menatap Aldi dengan terkejut. Ada tatapan tak percaya yang bisa Aldi lihat dari sorot mata Kiara.


"Bima ingin membawa kamu pergi dari sisiku. Bima sepertinya memang ingin mengambil jalan kekerasan untuk merebut kamu dari aku. Tapi sayangnya Bima malah harus menghadapi ulah Ferdi yang membawa kamu pergi untuk dirinya sendiri." Aldi paham tatapan terkejut Kiara yang meminta penjelasan lebih.


"Bima sanggup melakukan hal sejauh ini. Aku sulit mempercayainya, Al." Kiara menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Masih saja sulit untuk percaya.


"Lalu, Bagaimana bisa Bima juga ke sini menemukan aku?" Kiara dengan cepat fokus saja kepada keingintahuannya dan lebih memilih mendalami perkara Bima dari pada mengingat apa yang sudah terjadi padanya di rumah penyekapan ini.


"Aku belum tahu bagaimana. Tapi dia bisa menemukan tempat ini lebih dulu dari pada aku. Ketika aku masuk ke rumah ini, Bima juga sudah di sini terlebih dulu. Dia telah menjelajah dan menggeledah rumah ini cukup lama sebelum aku datang."


"Kita lihat apa yang Bima dan Bella inginkan." Ajak Kiara bergegas ke lantai satu.


🌸🌸🌸🌸


Apa yang Bima nanti sejak tadi akhirnya tiba. Bima melihat Kiara. Melihat wanita yang tak pernah bisa Bima lupakan. Bima terus saja menatap dan mengamati Kiara dari ujung rambut hingga ujung kaki.


Bima berdiri dan mendekat kepada Kiara. "Syukurlah kamu baik-baik saja, Kiara."


Bima semakin mendekat dan ingin menyentuh Kiara, Tapi tangan Bima yang terulur ditampar oleh Aldi. Aldi tidak mengucapkan apapun, hanya tatapan dingin kepada Bima yang ia berikan. Tapi Bima tidak menyadarinya.


"Aku baik. Ijinkan aku segera pergi dari tempat ini." Kiara mundur ke belakang. Secara spontan Kiara berusaha menghindari sentuhan Bima.

__ADS_1


"Tunggu sebentar, Ra. Aku ingin bicara sebentar."


Semua orang di sana menatap Bima yang berusaha mendekati Kiara. Termasuk Bella yang dari tadi menatap mereka dengan intens.


"Hahaha... Hahaha...ha.. ha.. ha.." Sebuah tawa yang keras tiba-tiba terdengar.


"Diam!" Sahut anak buah Aldi dengan menodongkan senjata ke arah pria yang tiba-tiba tertawa itu. Ferdi lah yang mengalihkan fokus semua orang.


"Adeliaku sungguh cantik dan memikat. Tidak hanya aku yang berhasil terpikat. Bahkan pewaris Atmaja dan pewaris Wiji Sasongko pun masuk dalam pesona Adelia."


Kali ini tatapan Aldi semakin dingin.


"Aku telah berhasil memilikimu di sini setiap malam, baby. Kamu seharusnya senang dengan pelayananku selama seminggu ini. Jangan pergi bersama mereka. Tinggallah di rumah ini bersamaku, Baby." Ferdi menatap Kiara dengan penuh cinta. Tapi Kiara merasa jijik dan bergetar.


Aldi bisa menangkap perubahan Kiara. Aldi menggenggam kedua pundak Kiara dan berbisik. ke telinga Kiara, " Kita pergi sekarang."


"Suami kamu dan mantan kamu tidak akan bisa memuaskan kamu, baby. Hanya aku yang mampu memberikan kepuasan untuk kamu, baby. Ingatlah kembali saat kedekatan kita. Bagaimana aku menyentuh kamu."


"Diam! Aku bukan Adelia! Aku Kiara! Lihatlah baik-baik!" Untuk pertama kalinya semua orang dikejutkan oleh teriakan Kiara. Wanita yang selalu lembut itu tidak pernah bersuara kasar, apa lagi berteriak begini.


Aldi merasa sakit melihat Kiara seperti ini, Penyiksaan seperti apa yang sudah dialami Kiaranya?


"Tidak. Kamu Adelia! Adeliaku!" Ferdi masih tidak terima.


"Aku Kiara! Adelia kamu sudah rusak! Dia rusak karena kamu sendiri. " Kiara mendekat kepada Ferdi dan menjauh dari jangkauan Aldi.


"Tidak, baby. Aku tidak merusak kamu. Malam pertama kamu di sini, aku tahu telah membuat kamu pingsan. Maafkan aku baby. Aku sudah menebusnya dengan memperlakukan kamu dengan lembut setelah itu. Bahkan hingga hari ini, aku sudah bersikap lembut, baby."


"Plak!" Kiara menampar Ferdi.


Kiara masih bergetar. Kemudian berbalik dari Ferdi. Kiara harus keluar dari rumah ini.


"Kamu tidak boleh pergi dari rumah ini!" Ferdi menumbangkan anak buah Aldi yang menjaga di sekelilingnya dengan belati yang ada di sarung belati mereka sendiri.

__ADS_1


Lalu Ferdi tiba-tiba sudah menodongkan pistol ke arah Kiara yang berjalan ke arah pintu menuju keluar. Pistol itu telah Ferdi sembunyikan sejak tadi. Pistol kecil miliknya yang bersembunyi dengan baik sejak tadi. Dari pada tidak bisa mengalahkan semua orang ini, Ferdi memilih membuat semua orang tidak bisa memiliki wanita yang juga tidak bisa menjadi miliknya ini.


"Aku telah berkompromi dengan baik seminggu ini, baby. Tidak untuk hari ini." Kiara masih berjalan ke arah pintu luar tanpa berbalik atau mempedulikan apapun di belakangnya. Kiara bahkan tidak menunggu keluar berdua bersama Aldi atau melihat ke arah dimana Aldi berada.


"Dorr!"Sebuah tembakan dilepaskan. Pistol itu masih mengarah kepada Kiara yang memunggungi semua orang. Tapi Bima menghadangnya. Bima memilih menjadikan dirinya tameng bagi wanita yang masih sangat dia sayangi itu.


Mendengar suara tembakan, Kiara pun berbalik. Kiara tidak menyangka Ferdi menembakkan senjata api. Tapi lebih tidak Kiara sangka lagi, Bella sepertinya kena tembakan Ferdi. Bella tampak sudah terjatuh dan tak sadarkan diri. Darah yang menggenang di sekitarnya sangat banyak.


"Nyonya Bella!" Sebuah teriakan dari pengawal Bima menyadarkan Bima yang masih menatap Kiara. Bima mengira dirinya menerima tembakan untuk Kiara. Bima mengira Kiara berbalik dan terkejut menatap dirinya yang rela untuk berkorban demi dia. Tapi kenapa nama Bella yang diteriakkan?


Bima berbalik dan melihat Bella. Tidak! Kenapa Bella yang tertembak. Bella sedang hamil. Darah ini terlalu banyak untuk sebuah tembakan.


"Bella!" Bima akhirnya sadar dari keterkejutannya dan mendekati Bella yang sudah tak sadarkan diri. Bella tertembak di bagian perut. Bima yakin akan hal itu.


"Sadarlah Bel! Maafkan aku Bel!" Bima menangis dan meratap. "Pengawal! Kita ke rumah sakit! Bella harus selamat!"


Bima berteriak sambil mengangkat tubuh Bella. Bima bahkan melewati Kiara yang masih terpaku menatap mereka. Bima tidak peduli kepada Kiara yang tampak ingin berbicara kepadanya.


Bima menghilang bersama pengawalnya untuk melarikan Bella ke rumah sakit.


Sementara situasi di rumah itu dikendalikan oleh Aldi. Ketika tembakan itu terjadi, Aldi yang tahu tidak bisa menjangkau Kiara memilih menjangkau Ferdi dan melumpuhkannya.


Meski terlambat mencegah temabakan pertama, Ferdi tidak berhasil menembak untuk kedua kalinya karena aksi Aldi.


"Al, Bella Al" Kiara menangis di pelukan Aldi. Kiara bisa membayangkan apa yang terjadi ketika dia memutuskan berbalik keluar dari rumah ini seorang diri. Kiara merasa sangat bersalah dan menangis sejadi-jadinya di pelukan Aldi.


🌸🌸🌸🌸


Hai Readers!


Bella dan anaknya selamat nggak ya? Bagaimana dengan trauma Kiara dengan Ferdi dan kejadian ini kira-kira?


_Dinda^^

__ADS_1


__ADS_2