Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Apa kamu mampu membeli tiga set perhiasan sekaligus!


__ADS_3

"Apa kamu mampu membeli tiga set perhiasan sekaligus!" Bella kembali mencemooh Aldi dan Kiara-yang ada di hadapannya.


"Aku tahu kartu kredit kamu punya limit yang rendah. Membeli satu set saja belum tentu kamu bisa." Tambah Bella


Mendengar perkataan Bella yang bagi manajer Diki lebih terpercaya ini membuat sang manajer tidak ingin bersopan-santun kepada Aldi seperti sebelumnya. Pria yang hanya bisa membohongi istrinya dengan sok kaya ini tidak cocok mendapat rasa hormat dan pelayanan dari semua pegawai toko perhiasan ini.


"Maaf tuan, nyonya muda ini lebih dahulu memutuskan bahwa dia akan membeli satu set perhiasan ini lebih dulu dari pada anda. Mohon sudi kiranya tuan membeli dua set yang lainnya saja." Manajer Diki jelas memihak Bella dan menunjukkan bahwa dia mempercayai perkataan Bella.


"Kamu yakin tidak memberikan ketiga set ini kepadaku semuanya?" Aldi mulai menggertak sambil memiringkan sedikit wajahnya menatap manajer Diki dengan senyum liciknya. Jika itu dilontarkan kepada Kiara, pasti kiara langsung merasa sangat ketakutan. Wajar jika wajah manajer toko mulai memucat.


"Ma.. maafkan kami tuan. saya ambilkan satu set yang lain ya tuan. Jadinya tuan bisa membeli keseluruhan tiga set perhiasan.


"Kamu bisa ambilkan itu dan berikan kepada nyonya muda kesukaanmu ini. Tiga set untuk istriku tetap tidak boleh kurang atau diganti."


"Tapi... tuan.." Manajer Diki masih ingin membantah dan menawar. Tapi Aldi sudah tidak mau mendengar. Aldi mengeluarkan ponselnya dan menelfon seseorang.


"Mike, aku di Mall. Datang ke Queen of Art jewelry sekarang juga!" Hanya itu kalimat yang diucapkan Aldi di telefon. Perkataannya singkat, padat dan bernada memerintah.


Manajer Diki bingung dan semakin cemas dengan siapa yang sedang ditelfon oleh Aldi. Sementara Bella sudah tidak sabar mengambil perhiasan yang diinginkan.


"Manajer Diki, beginikah pelayanan kalian? Aku sudah bilang mau membeli satu set perhiasan ini. Tapi tidak kunjung diproses!" Bella mengomel. Membuat dahi manajer Diki berkeringat.


'Lebih baik tidak menyinggung nyonya muda Atmaja dari pada meladeni pasangan muda di sebelahnya.' Pikir Manajer Diki.


"Baik, nyonya muda. Saya proses pembayarannya ya nyonya." ucapan Manajer Diki membuat Bella senang.


"Kamu berani memberikan perhiasan yang aku pilih kepada wanita ini?" Lagi-lagi Aldi mengintimidasi.

__ADS_1


"Tentu saja berani" Bella yang menyahut dengan angkuhnya.


Bella yang selama ini selalu merasa terintimidasi di sekitar Aldi dan tak pernah berani membantah satu pun perkataan Aldi kini berubah. Tapi Aldi semakin suka melihat penampakan Bella saat ini. Kiara harus melihat bagaimana tingkah laku kakaknya yang sebenarnya.


"Lakukan saja kalau kamu masih saja memiliki keberanian merebut apa yang diinginkan oleh Kiara. Coba saja lanjutkan jika kamu berani merebutnya di hadapanku!"


Dari tadi Aldi sama sekali tidak meneriaki Bella dan manajer Diki. Justru nada bicaranya tenang. Nada bicaranya rendah tapi terasa penuh amarah.


Kiara yang berada di samping Aldi dari tadi pasti akan takut mendengar nada bicara Aldi. Tapi karena sejak tadi tangan Kiara masih saja digenggam Aldi dengan hangatnya, Kiara merasa Aldi tetap hangat kepadanya meski bicara dengan dingin kepada yang lain.


Sementara itu, Mike sudah berada di ambang pintu toko perhiasan. Begitu mendapat telfon Aldi, Mike yang berada satu lantai di atas mereka langsung buru-buru ke toko ini. Aldi tak akan menelfon dengan nada marah seperti tadi jika bukan karena hal penting.


Bisa Mike lihat sumber masalah di toko ini pasti wanita yang sedang mencoba perhiasan di samping manajer toko. Aura Aldi begitu kelam ketika menatap wanita itu. Sang manajer juga berjarak lebih dekat kepada wanita itu. Pasti manajer toko memihak ke wanita itu.


Mike memasuki toko dan para penjaga toko yang mengenalinya langsung menunduk memberi salam dan menyapa, "Pak Michael, selamat datang."


Mike sendiri juga baru sadar kalau wanita di samping manajer Diki itu adalah Bella. Pantas saja Aldi sangat marah.


"Hai, Al." Michael mengabaikan sapaan penjaga toko dan menghampiri Aldi secara langsung. Mike menyapa Aldi dengan hangat.


"Manajer Diki, apa terjadi masalah?" Mike beralih kepada manajer toko dengan sapaan dingin dan tak acuhnya.


Sapaan Mike ini membuat Manajer Diki semakin berkeringat dingin.


"Aku mau membeli satu set perhiasan ini tapi dihalangi oleh pasangan di hadapanku ini. Seolah-olah mereka punya uang saja mau membeli ketiga set perhiasan ini semua." Bella menyahut dengan berani. Merasa risih dengan tampang ketakutan sang manajer toko.


"Oh, kamu cuma mau beli satu set saja Bel? Itu pun berebut sama Aldi?" Ada nada meremehkan yang dilontarkan oleh Mike.

__ADS_1


Bella memang mengenal Mike. Aldi pernah memperkenalkannya sebagai keluarganya dan bercerita bahwa Mike kerja di salah satu Mall di Jakarta. Tidak disangka Aldi hanya memanggil Mike si pekerja Mall.


"Aku tidak berebut. Aku lebih dulu mau membayar satu set perhiasan yang ini. Aldi sendiri yang tiba-tiba dan tidak terima mau membeli semua tiga set, termasuk yang aku inginkan."


"Manajer Diki, beginikah caramu melayani pengunjung  Mall? Kamu membedakan pengunjung yang terlihat kaya dari tampilannya."


"Maaf pak Michael. Kami salah, pak Michael. Tolong beri kami kesempatan." Manajer Diki memohon dengan membungkuk berkali-kali.


"Kamu minta maaf sendiri kepada mereka. Bukan kepada saya."


"Kepada mereka?" Manajer Diki masih saja tidak menyadari kesalahannya.


"Kenapa? Kamu tidak sudi minta maaf kepada mereka? Masih belum paham juga kesalahan kamu?" Mike mulai geram.


"Saya .. saya .." Manajer Diki menoleh ke arah Mike dengan wajah penuh amarah dan ke arah Aldi yang bertampang dingin.


"Pertama, kamu tidak mendahulukan pelanggan yang datang dan memilih terlebih dahulu. Kedua, kamu meremehkan pelanggan. Mengira dia tidak mampu membeli perhiasan mahal kalian. Dan yang ketiga..."


Mike berhenti. Melakukan kontak mata dengan Aldi sebelum melanjutkan.


"Yang ketiga, kamu meremehkan Revaldi Wiji Sasongko. Pria yang ada di hadapan kamu ini."


Mendengar nama lengkap Aldi. Manajer Diki langsung paham maksudnya. Ya. Aldi adalah keluarga pak Michael Wiji Sasongko. Anak sang pemilik Mall.


Manajer Diki merasa salah besar. Sudah berpihak kepada orang yang salah. Dia telah berbuat kesalahan besar dengan mengira keluarga pak Michael tidak mampu membayar sekedar perhiasan beberapa set. Jika mau, pria di hadapannya bisa membeli seluruh perhiasan di toko mereka berikut isinya.


Menyadari ini, Manajer Diki tentu mendekat ke arah Aldi dan langsung ingin meminta maaf kepada Aldi dan Kiara. Tapi bagaimana caranya menebus kesalahannya? Manajer Diki tidak mau dipecat. Pak Michael tidak mungkin hanya sekedar memintanya meminta maaf lalu selesai.

__ADS_1


__ADS_2