
Kiara berhasil Aldi angkat ke atas dek resort.
Aldi membaringkan Kiara dalam posisi terlentang. Tapi dadanya tidak bergerak naik turun sebagai tanda bahwa Kiara masih bernapas. Kemudian Aldi mengecek pernapasannya dengan mendekatkan telinganya ke mulut dan hidung Kiara untuk merasakan adanya embusan udara, tapi tidak ada napas yang berhembus dari kedua lubang hidung dan mulutnya walau itu pelan. Bersamaan dengan saat berusaha merasakan hembusan napas Kiara itu, Aldi juga mengecek nadi di lehernya dengan menempelkan ujung jari-jarinya. Tapi tidak ada denyut nadi yang bisa Aldi rasakan.
Kiara mengalami gagal napas dan gagal jantung. Menyadari hal ini, kedua mata Aldi sudah semerah darah. Tapi gerak langkahnya sejak naik ke dek resort dalam menolong Kiara sudah terkontrol sesuai dengan runtutan pertolongan pertama pada korban tenggelam.
Tidak, Kiara. Jangan membuat aku takut, Kiara.
Dalam hati, Aldi semakin cemas dengan Kondisi Kiara. Aldi tidak bisa langsung memberikan napas buatan dalam kondisi tidak ada hembusan napas maupun denyut nadi sama sekali begini. Kiara harus langsung mendapatkan Resusitasi jantung paru yang dalam kedokteran disingkat dengan RJP. Tapi umumnya orang awam mengenal istilah CPR yang berarti Cardiopulmonary Resuscitation dalam bahasa inggris.
Teori pemberian Resusitasi Jantung Paru atau RJP ini pernah Aldi baca sekilas di salah satu buku kesehatan. Tapi Aldi tidak pernah belajar mempraktekkan pemberian RJP sebelumnya. Hanya sekedar tahu teorinya saja bagi Aldi tidak cukup. Tapi di tempat ini sekarang tidak ada yang bisa memberikan Kiara Resusitasi Jantung Paru selain dirinya. Aldi harus melakukan RJP saat ini juga dengan sesegera mungkin kepada Kiara.
Aldi mulai mempraktekkan teori yang pernah dia baca dengan meletakkan tangan Kiri di atas dada bagian tengah Kiara yang menjadi titik kompresi. Kemudian meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri. Lalu jari-jari tangan kanan ditautkan ke seluruh jari tangan kiri yang berada tepat di atas dada bagian tengah yang menjadi titik kompresi. Aldi harus melakukan kompresi dengan sudut siku-siku sebesar 90 derajat, yakni tegak lurus antara kedua tangannya yang bertaut dengan dada Kiara yang menjadi titik kompresi. Kompresi Aldi lakukan dengan tangannya dalam hitungan cepat 30 kali dengan kecepatan 100 kali per 60 detik.
Dengan kedalaman sekitar 5 cm, Aldi melakukan kompresi pertama sebanyak hitungan 30 kali. Aldi menekan dada Kiara dengan hitungan 1 sampai 10 dengan diulangi sebanyak 3 kali tanpa henti. Setelah melakukan kompresi sebanyak 30 kali, Aldi harus mengecek apakah Kiara sudah berhasil bernapas kembali.
__ADS_1
Setelah melakukan kompresi pertama kalinya, Kiara belum juga kembali bernafas. Jadi Aldi harus meniupkan nafas buatan. Aldi meniupkan nafas melalui mulut Kiara hingga dada Kiara mengembang. Tapi sebelum meniupkan nafas buatan, Aldi harus membuka jalan pernapasan Kiara dengan mendongakkan kepala Kiara dan mengangkat dagunya dengan hati-hati.
Usai melakukan kompresi pertama dan nafas buatan pertama, ternyata belum berhasil. Kiara belum juga bernafas. Aldi mulai dibuat frustasi. Kedua matanya sudah hampir tidak mampu menahan air mata yang sudah menghangat di kedua ujung matanya. Tapi Aldi harus terus memberikan Resusitasi Jantung Paru (RJP) hingga maksimal tiga kali berturut-turut dengan diselingi dua kali napas buatan di antara tiga kali kompresi tersebut.
Aldi tidak mau kehilangan harapan. Aldi masih punya kesempatan menyelamatkan Kiara. Aldi harus yakin bisa membawa kembali Kiara.
Aldi akan melakukan kompresi untuk kedua kalinya. Aldi mulai melakukan kompresi kedua kalinya dengan menekan titik kompresi pada tengah dada Kiara kembali. Melakukan kompresi dengan menekan kedua tangannya dengan tegak lurus antara tangan dan dada Kiara hingga terbentuk sudut siku-siku. Melakukan kompresi dengan menekan tengah dadanya hingga kedalaman 5 sentimeter. Aldi menekan dada Kiara kembali sebanyak 1 sampai 10 hingga tiga kali. Total ada 30 kali pompaan ke dada Kiara kembali.
Usai kompresi kedua ini, Aldi kembali memberikan nafas buatan dengan mengangkat dagu Kiara dengan hati-hati hingga bisa mendongakkan kepala Kiara. Baru setelah Kiara dalam posisi itu, Aldi kembali meniupkan nafas ke paru-paru Kiara.
Kali ini pun Kiara masih saja bergeming. Tidak ada reaksi.
Tanpa berpikir panjang lagi melihat Kiara yang tidak bereaksi, Aldi langsung melakukan kompresi ketiga. Ini kompresi terakhir dari rangkaian RJP yang bisa Aldi lakukan. Jantung Kiara harus berhasil berdetak kembali. Kiara harus kembali bernafas. Aldi harus melakukannya dengan keyakinan penuh agar berhasil. Kiara harus selamat! Kiara harus kembali membuka mata!
Aldi meletakkan kedua tangannya yang saling menautkan jemari seperti dua kali kompresi sebelumnya. Menatap wajah Kiara yang tampak pucat membiru.
__ADS_1
"Kamu tidak biasanya diam Kiara! Diam kamu kali ini sudah terlalu lama, Kiara! Kembalilah Kiara! Berbicaralah sebanyak mungkin sesuka kamu Kiara!" Aldi berteriak kepada Kiara sambil menghitung dalam hati dari satu sampai 10. Kemudian menghitung 1 sampai 10 yang kedua.
Kemudian berlanjut dengan kompresi pada hitungan 1 sampai 10 yang paling akhir, Aldi berteriak kembali, "Bangunlah Kiara! Ayo kembali Kiara!"
Di hitungan sembilan menuju ke sepuluh, Kiara tersentak sambil menghirup nafas dengan keras. Kiara terbatuk-batuk meski dalam kondisi mata masih terpejam.
Aldi yang kaget dan sedikit merasa lega melihat Kiara bernafas langsung terduduk lemas sambil terus memperhatikan gadisnya kembali hidup. Kiara masih sedikit terbatuk-batuk dan mengeluarkan air yang masuk ke dalam paru-parunya meski dalam kondisi mata yang masih terpejam.
Setelah sejenak melihat Kiara telah kembali bernafas dan jantungnya juga pasti sudah kembali berdetak, Aldi mengambil jas miliknya yang tadi dia lemparkan dengan asal. Aldi menyelimuti Kiara dengan jaketnya agar tidak semakin kedinginan.
Dengan kondisi yang masih setengah sadar, tubuh Kiara digendong oleh Aldi dengan kedua tangannya. Kiara yang masih setengah sadar dibawa oleh Aldi ke kamar resort mereka.
Aldi masih belum bisa bernafas dengan lega melihat Kiara yang pucat dan masih memejamkan mata dalam dekapannya. Bisa saja terjadi komplikasi karena sempat lama tidak sadarkan diri. Seharusnya Kiara sudah harus ditangani paramedis begitu berhasil kembali bernafas. Minimal Kiara butuh bantuan oksigen yang buatan untuk bernafas. Tapi mereka berada di kepulauan seribu yang hanya sebuah pulau kecil. Aldi tidak tahu apakah bisa menemukan bantuan medis di pulau ini selarut ini.
\===
__ADS_1
Author sudah begadang loh demi mempelajari Tugas pemberian CPR yang benar untuk satu chapter ini. Semoga para pembaca kesayangan juga ikut sport jantung seperti halnya Author ketika menuliskan chapter ini ya.
DInda^^