Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Bertukar pengantin


__ADS_3

Kiara merasa apa yang telah dia makan tadi ingin keluar dari perutnya. Tapi karena hanya sup jagung kental dengan potongan ayam yang halus, sepertinya makanan itu telah hampir tercerna semua. Tidak ada sisa makanan yang bersedia dimuntahkan dari perutnya.


"Dalam satu minggu ini, kamu akan menjadi istri saya. Menggantikan posisi Bella. Segala persiapan pernikahan telah hampir selesai. Saya dan Bima sepakat tidak akan merubah banyak hal mengenai acara pernikahan nanti. Kita berdua hanya cukup bertukar pengantin."


Mendengar dua kata terakhir Aldi membuat Kiara seperti di sambar petir di pagi hari yang cerah. Gemuruh di dadanya sungguh menyesakkan.


Kiara kembali ke awal semua ini bermula. Semua hal ini bermula dari malam pengkhiatan Bima bersama Bella. Kiara hanya korban. Tapi kenapa Kiara juga harus mengorbankan sisa hidupnya untuk bersama Aldi? Kiara telah rela melepaskan Bima. Tapi untuk itu Kiara juga harus bersedia menerima Aldi sebagai pengganti Bima. Hal ini membuat Kiara ingin menghilang dari dunia ini begitu saja.


Kiara berada dimana dirinya tidak lagi bisa memilih jalan hidupnya sendiri. Hal ini sungguh memuakkan. Kiara seperti sedang mengulang sejarah hidupnya begitu dilahirkan ke dunia. Ditinggalkan oleh orang tuanya di panti asuhan. Tidak diinginkan dan dibuang oleh ibu yang melahirkannya. Dibuang kepada orang yang tidak Kiara kenal.


Aldi telah selesai menyampaikan hal penting yang harus Kiara tahu. Aldi pergi meninggalkan Kiara yang masih tampak diam mencerna semua perkataan Aldi. Sebaiknya Aldi memberikan waktu gadis di hadapannya ini untuk menerima kenyataan yang dipaksakan untuk Kiara pahami.


Sementara itu, Bima juga sedang sarapan bersama keluarganya di meja makan rumah Bima yang berisi empat penghuni rumah. Bima sengaja berlama-lama menyelesaikan sarapannya supaya bisa berbicara berdua saja dengan Bella usai kedua orang tuanya pergi ke kantor.


Usai Mommy dan Daddy pergi dan mereka tinggal hanya berdua, Bella sebenarnya sudah selesai makan dan akan beranjak pergi. Bella berniat kembali bekerja hari ini. Tapi Bima menahan kepergiannya dari meja makan.


"Ada hal yang perlu saya sampaikan" Bima memulai pembicaraannya.


Bella menggaris bawahi kata saya yang diucapkan oleh Bima.


"Saya dan Aldi telah membuat keputusan untuk bertukar pengantin." Bima mencoba melihat reaksi Bella.

__ADS_1


"Aldi setuju?" Bella memasang wajah terkejutnya. Bella memang agak terkejut. Bukan karena keputusan keduanya untuk bertukar pengantin. Tapi terkejut karena Bella tidak melakukan apapun untuk membuat mereka berdua memutuskan hal besar ini. Bahkan Bella sudah bersiap untuk menerima pernikahannya dengan Aldi. Dan mengembalikan Bima kepada Kiara, sang adik. Bella merasa belum tentu bisa bahagia mendapatkan cinta Bima seperti yang diperoleh Kiara ketika bersama Bima.


Bella haus kasih sayang. Awalnya Bella mengira bisa mendapatkan kasih sayang itu jika menjadi istri Bima. Bella sudah siap kembali kepada Aldi. Menerima sikap dingin Aldi seumur hidupnya tanpa menumbuhkan cinta untuk Aldi. Dengan Bella tidak memiliki perasaan terhadap suaminya kelak, seperti apapun perlakuan suaminya nanti, Bella tidak akan merasa sakit.


Bella belajar itu sejak mendekati Bima. Penolakan Bima yang sangat Bella harapkan kasih sayangnya lebih sakit dari pada sikap acuh Aldi terhadapnya. Sebab Bella sudah lama berhenti berharap terhadap hubungannya dengan Aldi.


"Kami berdua setuju untuk melakukannya." BIma menjawab singkat


"Apa yang akan terjadi dengan pernikahan kita? Berakhir setelah satu tahun seperti kemauan awal anda?" Bella kini menggunakan panggilan formal seperti halnya Bima.


"Saya akan berusaha menjadi suami yang baik. Yang bertanggung jawab terhadap segala kebutuhan istrinya." BIma memberikan jawaban yang tidak memuaskan hati Bella. Bima masih tidak menyinggung rentang waktu pernikahan mereka seperti sebelumnya.


Bima terkejut dengan pandangan Bella yang menerawang jauh kehidupan pernikahan mereka nantinya berakhir di mana. Bima hanya bisa memberikan jawaban yang diplomatis sebagaimana Bima selama ini belajar dalam menangani bisnis keluarganya. "Kami tidak pernah membicarakan hal itu."


Bella masih tidak percaya dengan kalimat yang Bima ucapkan.


"Saya memang belum pernah berpikir jauh ke situ. Haruskah saya menanyakannya kepada Aldi?"


Bella merasa marah kali ini. Tapi Bella berusaha mempertahankan rasionalitasnya untuk beradu mulut dengan pria berpengalaman di hadapannya. Negosiasi adalah pekerjaan Bima sehari-hari, tapi Bella tidak akan kalah kali ini. Bella akan mendapatkan komitmen Bima jika memang Bima sudah memutuskan untuk bersedia bertukar pengantin.


"Tidak ada batas waktu pernikahan seperti kemauan anda sebelumnya?"

__ADS_1


Bima berusaha membaca ekspresi Bella. Dengan tenang Bima menjawab, "Tidak ada"


Bella kembali meminta kepastian, "Jika suatu saat Kiara kembali sendiri, apakah anda akan menjadikannya istri?"


Bima tidak langsung menjawab pertanyaan Bella. Bima berusaha mengingat-ingat apa yang akan diucapkan kepada Bella nanti. Bima berusaha berkomitmen dengan apa yang akan dia ucapkan. Bima meyakinkan dirinya untuk menyatakan ini kepada Bella.


"Selama kamu masih menjadi istri sah saya, saya tidak akan meninggalkan kamu karena Kiara yang tidak memiliki pasangan."


Mendapat jawaban ini, hati Bella terasa lega. Komitmen Bima ini sangat penting artinya bagi Bella. Meski Bima belum memiliki rasa sayang untuknya, Bella akan berusaha menumbuhkan rasa itu. Bella akan menunjukkan ketulusan perasaannya kepada Bima hingga Bima nanti luluh hatinya.


Bima masih menanti Bella merespon pernyataannya barusan. Masih menatap setiap ekspresi lega maupun senang di wajah Bella.


"Baik, saya akan menikah dengan anda." Bella akhirnya mengiyakan pernikahan mereka.


Satu tugas telah Bima selesaikan. Kini Bima akan pergi bekerja. Bekerja adalah cara paling ampuh menahan perasaannya untuk mendekati Kiara. Bima hanya bisa menatap Kiara dari jauh. Seperti halnya pagi ini.


Usai berangkat dari rumah bersama Bella dan mengantarkan Bella ke kantornya, Bima mampir ke hotal Marriot. Tapi tidak untuk masuk ke kantor lamanya. Segala berkas dan barangnya di kantor yang ada di hotel itu telah dipindahkan ke kantor pusat Atmaja Grup. Hanya ada ruangan kosong di situ.


Bima menanti kedatangan Kiara. Sesuai dugaan Bima, Kiara tidak memakai mobil. Kiara berjalan kaki dari apartemennya yang hanya beberapa blok saja dari hotel.


Bima memandang dengan seksama wajah Kiara yang berjalan dengan menunduk. Bima hanya bisa meminta maaf dalam hati. Bima menjadi orang yang paling besar perannya dalam menyakiti hati Kiara kali ini. Bima akan melanjutkan mengawasi Kiara dari jauh seperti ini. Tanpa Kiara sadari keberadaannya. Tanpa membuat hati Bella terluka.

__ADS_1


__ADS_2