
Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Kiara sedang berada di Kafe hotel Marriot yang mulai sepi. Pengunjung kafe yang ingin makan malam telah banyak yang usai dan kembali ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat. Hanya terlihat beberapa tamu hotel yang berusia remaja saja yang masih asyik nongkrong sambil berkutat dengan Handphone atau laptopĀ mereka.
Seharusnya Kiara bertemu dengan Bella sejam yang lalu di cafe hotel Marriot. Tapi Bella tak kunjung tiba. Pesan yang Kiara kirimkan kepada Bella juga hanya berstatus terkirim. Bella tak kunjung membaca pesan-pesan yang Kiara kirimkan.
Saat Kiara asyik memikirkan kemana gerangan Bella, kakaknya, tiba-tiba seorang wanita cantik duduk di hadapan Kiara. Bella mengenal wanita di hadapannya ini.
Dia mantan sekretaris Bima. Sekretaris wanita terakhir yang Bima miliki. Setelah wanita dihadapannya berhenti dari pekerjaannya, Bima tidak pernah lagi mengangkat sekretaris baru.
Bima pernah bercerita bahwa sekretaris perempuan hanya akan membuat Kiara cemburu. Juga mengundang masalah baru. Sebab kebanyakan sekretarisnya selalu ingin menggoda Bima untuk mau naik ke ranjang hangat mereka.
Sebenarnya Kiara tidak pernah mempermasalahkan jika Bima ingin punya sekretaris. Toh Kiara bisa membuat sekretaris nya itu dipecat jika bertindak macam-macam dengan menginginkan kekasihnya.
"Senang bertemu kamu, Kiara." Cindy mengawali perbincangannya. Kiara hanya diam menanti Cindy mengutarakan apa yang diinginkan mantan sekretaris Bima tersebut.
"Aku kecewa tidak menerima undangan pernikahanmu dengan pak Bima." Kiara semakin penasaran dengan apa yang diinginkan Cindy.
"Aku hanya ingin memberikan kado pernikahan untukmu." Cindy menyerahkan sebuah amplop.
"Aku sudah pernah menceritakan siapa Bima Atmaja sebelum bertemu denganmu. Aku juga masih mengawasi gelagat Bima selama ini. Jangan salah sangka. Aku bukannya membenci kalian. Aku hanya tidak percaya dia berubah."
"Aku sadar telah menyerahkan mahkota paling berhargaku kepada Bima dengan sukarela. Aku juga tidak berharap dia akan menikahi ku saat itu. Seorang pewaris tunggal Atmaja Grup sepertinya tidak akan menjadikan aku istri. Tapi pernyataan Bima bahwa dirinya sudah berubah karena mencintaimu saat menyuruhku mengundurkan diri dan melupakannya, itu sebuah tamparan besar bagiku."
__ADS_1
"Aku heran apa yang membuatmu berbeda dariku. Aku juga menunggu apa benar Bima bisa setia hanya padamu."
"Setelah membuka isi amplop ini, kamu akan melihat hasil pengawasanku terhadap kalian."
"Detektif yang ku sewa lumayan menghabiskan gaji bulanan ku. Tapi aku puas dengan apa yang dia dapatkan. Bukalah, kamu tak akan kecewa karena percaya kepadaku, bukan kekasihmu itu." Cindy tertawa. Pergi meninggalkan Kiara tanpa menanti respon Kiara.
Di dalam amplop itu ada tiga foto. Di dalamnya nampak Bima sedang makan bersama dengan Bella. Dari baju dan tempatnya. Ini di tiga tempat yang berbeda. Di foto ketiga, mereka nampak bahagia. Sinar mata yang hangat terpancar dari mata keduanya saat keduanya sama-sama tertawa. Ada tanggal dan jam yang tercetak.
Tangan Kiara gemetar. Bayangan tawa Bima dengan kakaknya memenuhi benaknya.
Usai anak buah Kiara kembali dari mengantar Bella, anak buahnya menceritakan semuanya. Termasuk bagaimana akhirnya Bella malah akan menemui Bima di suite room.
Awalnya Kiara tidak menduga sama sekali Bima akan berselingkuh seperti ini. Kiara masih mempercayai Bima dan kakaknya. Lalu memutuskan menunggu kakaknya di waktu dan tempat janjian mereka saja. Berharap kakaknya segera datang dan menghapus rasa khawatir di hatinya.
Kiara memutuskan pergi ke ruang CCTV untuk memastikan keberadaan Bella. Kiara berharap tidak ada rekaman Bella memasuki suite room Bima.
Sementara itu, Bella sedang berusaha bangun dari ranjang. Banyak tanda merah di dirinya. Bahkan banyak yang tak bisa dia tutupi di bagian leher meski Bella mengenakan bajunya. Bella harus bergegas keluar karena Cindy telah menemui Kiara.
Cindy menyajikan appetizer yang Bella persiapkan. Cindy memberikan foto-foto Bima dan Bella ketika makan malam.
Bella bertemu Cindy, teman kuliahnya, sejak bekerja bersama di WS TECH. Mereka berdua memang sejak dulu akrab sejak kuliah. Cindy seringkali menceritakan mantan bosnya, Bima Atmaja. Mengenai betapa Cindy tergila-gila. Mengenai sejauh mana tahap hubungan mereka dulunya hingga alasan Cindy terpaksa mengakhiri affair dengan sang bos.
__ADS_1
Cindy juga meyakinkan Bella akan membantu memisahkan Bima dengan Kiara. Hanya itu tujuan Cindy. Jika Bella bisa bersama Bima, Cindy akan turut bahagia.
Usai mengenakan seluruh pakaiannya, Bella hendak keluar meninggalkan Bima yang masih terlelap di ranjang. Melihat wajah tidur Bima yang tenang itu membuat sesuatu yang aneh berdesir dalam dada Bella.
Bella mencium kening Bima. Kemudian berlanjut ke dua pipinya. Ingin rasanya Bella merasakan bibir lembut Bima kembali. Tapi khawatir Bima terbangun ketika Bella masih di kamar ini bersama dirinya.
Bella melihat ke arah bercak merah di seprai itu. Banyak rasa bercampur aduk dalam hati Bella. Ada keraguan akan rencananya bisa berhasil. Ada kekhawatiran pengorbanannya melepas mahkotanya yang berharga akan sia-sia.
Tapi Bella harus melanjutkan rencananya. Bella tidak bisa berhenti di tahap ini.
Meski dengan berjalan tertatih-tatih, Bella perlahan keluar dari kamar Bima. Di luar kamar hotel itu, Bella bersandar ke dinding depan kamar sambil menanti kedatangan Kiara sambil mengistirahatkan tubuhnya yang lelah. Tak lupa Bella menampakkan wajah sedih dan air mata. Bella tau ada CCTV yang merekamnya.
Di waktu yang sama, Kiara sudah dalam perjalanan ke suite room tempat Bima berada. Kiara telah memastikan Bella memasuki suite room tempat Bima berada melalui CCTV hotel yang beberapa saat sebelumnya Kiara cek sendiri. Bima juga memasuki kamar yang sama sebelumnya. Mereka bersama sejak Kiara terakhir melihat mereka berdua.
Kiara sudah mempunyai dugaan kuat apa yang sedang terjadi antara keduanya. Tapi Kiara tidak akan mempercayai sebuah CCTV yang hanya menayangkan ada dua orang dewasa yang memasuki kamar hotel yang sama dalam waktu hampir bersamaan.
Bisa saja keduanya memang memiliki urusan yang kebetulan juga mereka menyelesaikannya di kamar hotel.
Bisa saja Bima sedang di kamar itu ketika Bella ada urusan mengenai WS TECH atau mengenai adiknya, Kiara.
Kiara terus memikirkan berbagai kemungkinan lain selain hal paling buruk mengenai Bella dan Bima.
__ADS_1
Kiara terus mengulang-ngulang dalam hatinya bahwa Bima mencintainya. Berusaha mengingat kenangan manis dan janji manis Bima untuk tidak akan mempermainkan wanita seperti sebelumnya. Tak mungkin Bima akan selingkuh lagi dari Kiara.
Dengan hati berdebar dan berbagai macam pikiran yang berkecamuk, Kiara melanjutkan langkahnya menuju suite room yang terletak di lantai paling atas hotel Marriot.