Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
The Controller Mom


__ADS_3

Bima bisa bernafas dengan lega melihat perkembangan kondisi Bella. Bima dengan sabar mengantarkan Bella periksa selama dua hari berturut-turut ini hingga mengabaikan urusan di kantor.


Bima tidak sadar akan badai yang akan dia hadapi karena lalai akan pekerjaannya kali ini.


"Bel, tadi aku ketemu Kiara sama Aldi. Tampaknya mereka habis periksa kan Kiara."


"Kiara kenapa?" Sahut Bella.


"Tadi gak sempat ngomong banyak. Mereka buru-buru balik." Bella usai menjalani pemeriksaan dengan tim dokternya. Sejauh ini hasil hipnoterapi kemarin berjalan cukup baik. Tidak ada komplikasi apapun.


Tapi dokter berpesan kepada Bima untuk berhati-hati dengan emosi Bella.


'Saat ini nyonya Bella sangat mempercayai anda, pak. Anda bagaikan sumber cahaya dalam hidupnya yang gelap. Pertimbangkan perasaan nyonya Bella setiap kali bapak melakukan sesuatu yang sekiranya akan dapat menyakitinya. Keadaan Nyonya Bella bisa saja kembali memburuk jika sampai terkena shock yang hebat lagi. Paling tidak tunggu hingga nyonya Bella bisa menerima kenyataan mengenai anak kalian yang sudah pergi.'


Bima benar-benar akan mengingat pesan dokter hari ini. Bima tidak akan menyakiti Bella kembali. Bima berjanji kepada dirinya sendiri.


"Bel, kamu kok bisa suka sama aku kenapa sih bel?" Bima dan Bella sedang dalam perjalanan pulang dari rumah sakit. Bima menyetir sendiri. Sejak dulu Bima jarang suka diantar supir ketika pergi berdua dengan kekasihnya. Kebiasaan itu berlanjut hingga saat ini bepergian dengan istrinya. Bima tetap tidak suka diantar oleh supir.


"Kamu nanya apa ngasih pernyataan kalo aku suka sama kamu?" Bella tersenyum ke arah Bima yang fokus menyetir.


"Aku serius tanya, Bella."

__ADS_1


"Apa sebegitu terlihat ya kalo aku suka sama kamu?"


"Iya, keliatan banget kalo kamu cinta mati sama aku." Bima tertawa.


Bella tertegun menatap tawa Bima. Bella sendiri tidak mau menjawabnya dengan jujur. Bella ingin mencari alasan yang lebih tepat dari pada mengatakan alasan sebenarnya Bella suka dengan pria ini.


"Iya. Aku tidak seharusnya menyukai kamu melibihi suka sama hal lain. Itu adalah kesalahan terbesarku dulu. Dan aku menyesalinya." Bella tertunduk.


"Jadi kamu menyesal dengan hubungan kita yang sekarang membaik?" Sahut Bima tidak terima.


"Aku bersyukur kita sekarang bisa baik-baik saja seperti ini. tapi jika aku bisa mengulang waktu, aku tidak akan mengulangi kebodohanku yang dulu. Hal-hal bodoh yang berulang kali aku lakukan karena kamu, Bim." Bella mengatakannya dengan sadar. Tapi Bella tidak sadar bahwa Bima telah mencengkeram erat setir mobil yang mereka kendarai saat ini. Bima tidak suka mendengar penyesalan Bella akan perjuangannya untuk mendapatkan Bima di sisinya.


Bima tahu bahwa perbuatan Bella dulu memang salah dan tidak seharusnya, tapi Bima tidak bisa menghentikan amarah menguasai hatinya. Penyesalan Bella tidak bisa Bima terima.


"Hahaha." Bima merasa aneh dengan tawa Bella. Ternyata Bella mengira Bima bercanda. Hal ini membuat Bima mencengkeram setir mobil semakin erat. Bisa-bisanya wanita ini tidak menganggap serius ucapan Bima ini.


"Kamu beneran udah terjerat sama cinta aku, Bim? Kok aku nggak percaya. Hahaha." lagi-lagi Bella menertawakannya.


Bima rasa tanggapan Bella ini cukup masuk akal. Bima belum membuktikan apapun selain hanya bersikap baik kepada Bella layaknya suami yang bertanggung jawab. Mana mungkin Bella bisa percaya begitu saja kalau tiba-tiba Bima bilang menyukainya.


Ketika sibuk dengan pemikiran masing-masing, handphone Bima berdering. Mommy DIandra mencarinya. Bima hendak mengabaikannya, tapi Bella memaksanya untuk berbicara dengan mommy-nya.

__ADS_1


"Halo, mom." Sapa Bima


"Mama tunggu kamu di rumah sekarang." Diandra mengabaikan sapaan Bima. Dia terdengar marah dan menahan emosinya.


"Aku masih di jalan Mom. Abis dari rumah sakit antar Bella periksa kesehatannya."


"Mommy tahu. Segera antar dia pulang ke rumah kalian dan ke rumah mommy segera. Kamu akan menyesal jika mommy kehilangan kesabaran, Bim." Suara Diandra masih saja tertahan. Diandra masih berusaha mengendalikan emosi terhadap anak semata wayangnya ini. Diandra harus fokus dengan solusi dari permasalahan ini. Marah kepada Bima hanya akan menjadikan masalah semakin besar.


"Baik, Mom. Aku ke situ setelah antar Bella pulang." Jawab Bima. Diandra senang Bima masih menuruti perkataannya. Sekarang Diandra tinggal menyiapkan pilihan yang bisa Bima pilih nantinya. Diandra harus fokus kepada solusi menghadapi masalah ini. Diandra sadar tidak bisa memarahi Bima. Diandra yakin bisa membuat Bima menyadari posisinya sebagai pewaris Atmaja satu-satunya.


Bima dan Diandra pun mengakhi panggilan telepon mereka. Bima menghela nafas berat. Bella memegang tangan Bima untuk menyalurkan semangat kepadanya. Melihat hal itu membuat Bima membawa tangan Bella ke dekat wajahnya dan menciumnya.


Perlakuan lembut dan penyayang Bima tak pernah Bella bayangkan akan seindah ini. Bella hanya bisa semakin bersyukur dalam hati. Bella tak pernah membayangkan Bima akan bersikap sebaik ini kepadanya. Apalagi sejak Bima mulai suka melakukan kekerasan kepadanya. Bella merasa Bima yang kini begitu manis. Seperti saat pertama kali Bella bertemu Bima yang berbelanja bersama Kiara dulu. Hubungan mereka dulu begitu manis hingga Bella menginginkannya.


🌸🌸🌸🌸


Di saat yang sama, Diandra masih tidak menyangka Bima akan memilih jalan yang saat ini dia tempuh. Bima bukan tipe orang yang akan masuk ke dalam situasi yang tidak menguntungkan baginya. Bima juga memiliki kecenderungan membuang sesuatu yang cacat dan rusak. Itu terjadi kepada para gadis yang selama ini sudah menjadi mantan pacarnya. Setiap mereka melakukan sedikit saja kesalahan yang tidak menyenangkan bagi Bima, maka Bima akan membuang mereka. Sekali Bima tidak tertarik kepada mereka, maka Bima tidak akan menjalin hubungan dengan mereka lagi. Jangankan menjalin hubungan, menoleh ke arah mereka pun tidak. Itulah Bima yang Diandra kenal.


Tapi hati Bima berubah menjadi lembut selama setahun berpacaran dengan Kiara. Bima mendapat banyak pelajaran hidup dari sikap baik Kiara. Selama itu Diandra tetap hanya jadi penonton. Diandra tidak pernah ikut campur hubungan Bima dengan wanita mana pun. Diandra cukup memastikan putra satu-satunya bahagia atas pilihannya dan tidak terganggu oleh para mantan pacarnya yang masih saja ingin hubungan mereka kembali berjalan. Diandra juga memastikan setiap mantan pacar Bima tidak diam-diam menyembunyikan keturunan Atmaja. Diandra sangat berhati-hati akan hal itu. Dan Bima tidak pernah mengetahui apa yang telah mommy Diandra lakukan demi kebahagiaan Bima sekaligus demi nama baik dan keberlangsungan keluarga Atmaja.


Kini Diandra merasa telah lalai menjalankan tugasnya sebagai ibu Bima. Anaknya yang hebat memilih bersama Bella yang memiliki kekurangan adalah sesuatu yang tidak bisa Diandra terima. Diandra harus memperbaiki ini. Bima tidak bisa hidup bersama wanita yang tidak akan bisa memberikan keluarga Atmaja keturunan!

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸


_Dinda^^


__ADS_2