
Kiara terbang dengan pesawat jet pribadi milik keluarga Wiji Sasongko menuju Singapura. Semua itu merupakan kejutan untuk Kiara. Sebab Aldi sendiri memang baru merencanakan kepergian ke Singapura usai Kiara menyampaikan keinginannya untuk bertemu dengan mama Aldi.
Daniel langsung mendapatkan perintah untuk mengurus keberangkatan keduanya ke Singapura malam ini juga. Sebab kali ini Aldi ingin sekalian berbulan madu.
Malam ini adalah malam pertama bulan madu mereka. Aldi mengajak Kiara ke hotel paling mahal dan mewah di kota itu. Aldi sejak awal memang berencana mengajak Kiara menginap di hotel, tidak langsung menuju rumah sang mama. Selain jam ketibaan mereka yang sudah lewat tengah malam, Aldi juga tidak ingin malam ini mendapat gangguan dari apapun. Malam ini khusus untuk berdua dengan Kiara. Malam bulan madu mereka yang sudah lama tertunda.
Sebelum tiba di Singapura, Aldi sudah ingin menerkam Kiara ketika masih di atas awan. Mungkin akan seru melakukan hubungan sakral dengan istrinya untuk pertama kalinya ketika mereka masih di pesawat yang lepas landas. Tapi Kiara tampak lelah. Selama di dalam pesawat Kiara terus saja tertidur. Membuat Aldi pun mengurungkan niatnya.
Begitu tiba di hotel, Kiara tiada henti mengagumi kemewahan sekaligus kemewahan hotel itu.
"Al, kamu beneran Daniel memesankan kita hotel ini secara mendadak beberapa jam yang lalu?" Kiara memutar tubuhnya sambil melihat ruangan kamar hotelnya.
"Apa aku tadi menceritakannya sambil bercanda?" Aldi hanya menatap binar kebahagiaan di mata wanita cantik di hadapannya. Aldi seperti habis memberikan permen kepada anak kecil. Sebahagia ini kah wanita ini dengan diajak menginap di hotel yang terlihat mewah ini?
"Sepertinya kamu tidak bercanda. Tapi aku yakin kamar paling bagus pasti sudah ada yang booking maksimal sehari sebelumnya. Tidak mungkin bisa booking kamar paling bagus ini hanya beberapa jam sebelum cek in."
"Kamu meremehkan kemampuan Daniel sih." Aldi kini melihat Kiara yang menyentuh perabotan di ruangan itu satu per satu.
"Sehebat itukah dia?" Kiara menoleh kepada Aldi.
"Tentu. Jika bukan orang hebat, maka tidak mungkin aku pertahankan untuk tetap berada di sisiku."
"Jadi aku cukup hebat hingga masih bisa berada di sisi kamu." Kiara dengan cekikikan.
"Kamu belum sadar jika kamu lebih dari sekedar hebat, sayang?" Aldi sudah mendekat kepada Kiara lalu memeluknya dari belakang.
Aldi sering sekali memeluk Kiara dari belakang dengan tiba-tiba. Ntah kenapa Aldi menyukai posisi itu.
__ADS_1
"Aku tidak sehebat itu, Al."
"Bahkan mantan pacarku tidak bisa membuat aku bersikap hangat kepadanya. Hatiku sudah beku sejak kecil. Aku tidak tertarik berasa-basi sedikit pun dengan setiap hal. Tapi kamu membuatku ingin bersikap sebaliknya."
"Kenapa lagi-lagi menyebutkan mantan?" Kiara berubah sewot. Dia melepaskan pelukan Aldi dan menjauh.
"Oh, ya. Bukannya aku menyebutkan kehebatan kamu?" Aldi menunjukkan wajahnya yang seolah sedang berpikir keras. Kemudian membawa Kiara kembali masuk ke pelukannya kembali.
"Jangan jauh-jauh, Kiara." Bisik Aldi ke telinga Kiara. Mereka kini sudah berpelukan dengan saling berhadapan.
"Aku tidak menjauh." Kiara mengelak.
"Kamu barusan melepaskan pelukanku. Kamu harus dihukum."
Mendengar perkataan Aldi ini membuat Kiara berdebar-debar. Akankah Aldi akan melakukannya malam ini juga? Akan seperti apakah rasanya melewati malam pertama mereka berdua yang sesungguhnya?
🌸🌸🌸🌸
Penjaga itu memutar berulang-ulang adegan romantis pernyataan cinta Aldi kepada Kiara dari ponselnya. Banyak versi tambahan dari video yang viral itu. Ferdi sampai muak mendengarkan suara penayangan video itu. Juga komentar-komentar baik yang mendukung hubungan percintaan Aldi dan Kiara.
Dada Ferdi terasa panas. Matanya terbakar amarah dan api dendam. Ferdi harus keluar bagaimana pun caranya. Ferdi harus menuntut balas.
🌸🌸🌸🌸
Kiara sedang menanti hukuman yang akan diberikan Aldi. Hatinya berdebar lebih kencang seperti genderang yang mau perang. Kiara tahu bahwa Aldi tidak akan benar-benar memberinya hukuman. Jadi pasti ini berkaitan dengan malam bulan madu mereka berdua.
"Kamu saya hukum dengan masuk ke kamar tidur dan tidak keluar sama sekali hingga malam berikutnya." Bisik Aldi ke telinga Kiara langsung. Kiara hanya bisa menekan ludah. Tenggorokan ya tiba-tiba terasa kering.
__ADS_1
"Sekarang buka pintu kamar tidur kita dengan tanganmu sendiri. Dan jangan berani-berani keluar dari kamar itu." Bisik Aldi lagi.
Kiara menuruti keinginan Aldi tanpa membantah atau mengucapkan apa pun. Kiara sedang tidak bisa memikirkan apa pun saat ini. Lebih baik menuruti keinginan suaminya dengan diam, dari pada menduga-duga suatu hal.
Begitu Kiara membuka pintu kamar tidur, aroma harum bunga yang segar sekaligus beraroma manis memanjakan hidungnya. Tapi lampu kamar tidur itu padam. Hanya cahaya lilin yang memerangi kamar tidur mereka.
Lilin mengelilingi seluruh kamar tidur. Sementara ranjangnya memiliki kelopak mawar merah yang dibentuk hati.
"Ini malam bulan madu kita. Hukuman kamu tentu menghabiskan malam hingga pagi bersama saya di kamar ini berdua saja." Aldi kembali berisik ke telinga Kiara. Suara Aldi yang serak menahan ga**ah juga disadari oleh Kiara. Membuat Kiara pun ikut merasakan hawa panas dari diri Aldi hingga mengalir kepada dirinya.
Kiara sedikit gemetar menahan semua kedekatannya dengan Aldi. Dia sering berdekatan dengan sang suami akhir-akhir ini. Tapi rasanya tidak pernah mendebarkan separah ini.
"Kamu benar-benar serius ingin menghukumku?"
"Aku tidak bercanda."
"Baiklah. Lakukanlah. Dengan begitu, aku sudah menjadi milik kamu seutuhnya. Dan kamu nggak boleh lagi berpaling dariku sedikit pun."
"Aku tidak berencana untuk berpaling dari kamu sama sekali. Aku hanya akan menginginkan kamu, Ra. Apa kamu masih saja ragu?"
"Aku.. Aku yakin untuk saat ini. Tapi aku tidak tahu kapan hati seseorang akan tiba-tiba berubah. Aku pernah menyerahkan hati dan mempercayakan masa depanku kepada seseorang, tapi dia mencampakkannya hanya demi ranjang wanita lain."
Aldi yang tadinya diliputi keinginan yang tak tertahan kepada Kiara menjadi sedikit marah. Kenapa Kiara mengungkit mantan pacarnya di saat seperti ini. Apa mungkin Kiara memang masih memiliki perasaan untuk pria itu?
"Mulai malam ini, aku menyerahkan segala yang aku punya sama kamu, Al. Setelah malam ini, aku tidak tahu apa kamu akan kecewa atau malah semakin mencintai aku. Kamu pasti tahu, aku dan Verlita memiliki fisik yang berbeda jauh. Dia memiliki badan yang aduhai. Jauh dari aku yang biasa. Jika setelah ini kamu kecewa dengan diriku, kamu nggak boleh meninggalkan aku."
Kiara menatap Aldi dengan serius. Membuat Aldi yang ingin sekali tertawa berusaha keras menahan tawanya. Bagaimana mungkin wanitanya ini merasa minder terhadap Verlita yang jauh sekali di bawahnya. Sepertinya malam ini Aldi harus berusaha keras menyenangkan sang istri.
__ADS_1
🌸🌸🌸🌸
Habis ini akan ada part yang bikin gerah. Ditulis apa di skip aja yak??