Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Cerita tentang Novia


__ADS_3

Mike berusaha mengingat bagaimana sosok mama Novia semasa kecil. Tidak pernah Mike melihat Novia berbicara keras atau kasar kepada orang lain. Satu-satunya kenangan buruk Mike terhadap mama Novia adalah ketika Adelia jatuh hingga keguguran.


Saat itu mama Novia memang agak histeris. Mama Novia meneriaki Adelia sebagai wanita perusak rumah tangga orang. Tapi hanya sebatas berteriak beberapa kali. Itupun Adelia dan mama Novia beradu argumen cukup lama di hadapan Mike. Detail pembicaraan mereka pun Mike sudah tidak ingat.


"Mike, kamu bisa mendengar suaraku? Menoleh lah ke arah kamera CCTV jika kamu bisa mendengar suaraku dan bersedia mengikuti saranku." Mike mendengar suara Aldi melalui ear phone.


Mike sadar bahwa dirinya tidak bisa berpikir secara jernih dan objektif. Aldi berbicara kepadanya di saat yang tepat. Mike menoleh ke arah CCTV dan menatapnya cukup lama hingga Aldi mulai berbicara kembali kepadanya.


"Mike, kita tidak sedang ingin mencari tahu apakah mama kamu bersalah kepada Tante Adelia atau kah tidak. Yang kita ingin cari tahu adalah mengenai kematian mama kamu. Kamu hanya perlu mengalihkan cerita Adelia ke bagian dimana mama kamu dinyatakan bunuh diri."


Mike tertegun mendengar perkataan Aldi. Benar sekali kata Aldi. Fokus dirinya sekarang seharusnya mengenai kematian mama Novia. Bukan fokus ke kejadian dimana Adelia mengalami keguguran.


Mike menghadap ke Adelia kembali.


"Aku rasa akan buang-buang waktu membahas siapa yang salah di antara mamaku atau kamu. Aku hanya ingin kamu menceritakan versi kamu mengenai kematian mamaku."


"hahaha...hahaha" Adelia tertawa agak lama.


"Tidak ada hal lucu yang patut kamu tertawa kan." Mike berkata dengan dingin.


"Tentu saja lucu sekali. Mama kamu tuh dinyatakan bunuh diri. Padahal banyak sekali bukti yang menunjukkan pembunuhan. Aku bisa dengan mudah membuat papa kamu membantuku menutupi bukti itu hanya dengan melayaninya dengan sepenuh hati di ranjangnya. hahaha"


Adelia kembali tertawa sambil memperhatikan adanya perubahan emosi dalam wajah Mike.


Sementara Mike mengepalkan tangannya menahan amarah. Papa Damien terlibat. Ini sungguh keterlaluan.


"Mike, dengarkan aku. Perkataan Tante Adelia tidak selalu benar 100%. Jangan buru-buru mengira papa kamu terlibat. Tante Adelia sudah mengakui bahwa ada bukti yang mengarahkan ke pembunuhan. Arahkan Tante Adelia membahas bagaimana dia membunuh mama kamu." Aldi kembali berbicara ke dalam earphone Mike.


Mike berusaha untuk tetap tenang dan mengkroscek kebenaran perkataan Adelia.

__ADS_1


"Bukti pembunuhan terhadap mamaku memang tidak ada. Jangan membohongiku seenaknya. Aku yakin Papa masih mencintai mama sampai saat terakhir mama memejamkan mata. Bahkan aku tahu sendiri papa menangisi kepergian mama hingga kini." Denga ini Mike menyatakan diri ketidak percayaannya kepada Adelia.


"Mike, saya ingin kamu diam di sini. Saya akan bercerita mengenai kisah kami yang belum pernah ku ceritakan ke yang lain." Tiba-tiba Adelia berbalik menatap Mike.


Mike tidak merespon dengan ucapan apapun. Hanya diam menanti apapun yang akan disajikan pasti kan digunakan untuk perpisahan sebelum pemecatan.


"Novia sejak awal tidak menyukai keinginan kakek membuat Damien menikah denganku. Apalagi ketika tahu Adelia hamil, Novia semakin sering meneror ku dengan hal-hal kecil hingga aku semakin tertekan. Damien sendiri selalu tidur bersama diriku yang cantik. Novia sama sekali tidak diperhatikan. Hal itu membuat Novia menjadi marah dan semakin sering melakukan hal buruk kepadaku di rumah mereka setiap ada kesempatan."


Adelia berhenti dn mengamati ekspresi Mike yang tidak ada perubahan. Kemudian kembali lanjut bercerita.


"Suatu hari aku yang sudah hamil 5 bulan menginap di rumah kakek di rumah besar karena kakek ulang tahun. Novia kembali menggangguku dengan berbagai skema. Aku jadi semakin stres tidak tahan hingga terjatuh dengan sendirinya ketika akan turun dari tangga. Di bagian ini, kamu sendiri menyaksikannya. Jadi versi kebohongannya tidak aku ceritakan sama kamu."


"Aku keguguran dan rahimku yang memang sejak awal sudah lemah harus diangkat. Hal itulah yang membuat kakek marah besar. Novia dipukul oleh kakek hingga berdarah-darah di hadapan semua orang yang hadir termasuk kamu, Mike. Sementara papa kamu, Damien, tidak peduli dengan Novia dan ikut mengusir sekaligus menceraikannya." Adelia mengakhiri ceritanya.


"Narasi cerita yang sangat bagus dan sungguh terdengar meyakinkan." Mike bertepuk tangan dengan nyaring seorang diri. Tidak tersentuh sedikitpun oleh kisah sedih sang ibu tiri.


Mike semakin sedih untuk mamanya. Entah apa saja yang mama Novia lalui dalam penyiksaan mental yang dilakukan oleh suami dan istri muda suaminya.


"Apa yang kamu lakukan terhadap mamaku seusai aku dibawa ke luar negeri?" Mike mendekati Adelia dan berbisik seperti halnya Adelia kepada Mike sebelumnya.


"Aku mengurungnya. Hahaha." Adelia melotot kepada Mike kemudian tertawa lepas.


Mike ingin mencekik wanita di hadapannya. Tapi Aldi mengingatkan untuk mencegah tangannya melakukan sesuatu.


"Aku butuh melampiaskan dendam ku. Dia membuatku tertekan hingga kehilangan bayiku! Juga membuatku tidak bisa memiliki anak sampai kapan pun! Jadi aku mengirimnya menemani bayiku. Hahaha."


Tawa Adelia terdengar menyakitkan di hati Mike. Adelia akhirnya mengaku. Tapi belum cukup. Dia harus menjelaskan kronologinya.


"Kamu berbohong lagi. Kamu saat itu tidak punya kemampuan menyuruh orang lain untuk melakukan hal kotor seperti pembunuhan." Mike berusaha terdengar tidak terpengaruh oleh pengakuan Adelia.

__ADS_1


"Tentu saja aku melakukannya dengan tanganku sendiri. Untuk apa menyuruh orang lain. Ini dendam ku! Dendam dari bayiku yang dia bunuh! Novia tentu harus membayar dengan nyawanya sendiri setelah aku puas menyiksa dirinya yang kehilangan kamu, anaknya."


Mike hanya diam menatap Adelia tanpa menunjukkan ekspresi apapun.


"Aku yang membuat kakek memisahkan kamu dari mama kamu. Juga yang membuat kamu tidak diijinkan pulang meski untuk melihat jasad mama kamu untuk yang terakhir kalinya. Aku membuat Novia tak bisa melihat anaknya bahkan setelah dia menjadi mayat! hahaha."


"Kamu masih saja berbohong. Kamu tidak mampu membunuh mamaku." Mike masih memasang wajah datar tanpa ekspresi.


"Aku kasih tahu kamu ya bagaimana mama kamu menderita hingga akhir hayatnya. Dia aku kurung di rumah megah yang dulu dia tinggali bersama suami dan anaknya. Aku mengurungnya sendirian di sana tanpa pembantu maupun makanan. Aku mengirim makanan yang tidak layak setiap tiga hari. Memastikan dia belum mati. Dan kamu tahu? Dia memakan makanan yang selalu ku kirim. Dia masih ingin bertahan hidup demi bertemu kamu, anaknya." Adelia berbisik ke telinga Mike.


Mike sudah ingin menghancurkan wajah Adelia. Tapi Aldi dan Kiara sama-sama berkata supaya Mike sabar.


"Sedikit lagi, Mike. Biarkan Adelia bicara sesuka hati." Aldi berkata melalui ear phone Mike.


"Berapa lama kamu mengurung mamaku?" Tatapan Mike tampak dingin. Inilah yang Adelia harapkan sejak tadi.


"Sejak dia diusir oleh kakek hingga meninggal, tentu saja." Sahut Adelia


"Tiga bulan." Mike ingat benar masa itu. Masa dimana Mike sangat ingin kembali pulang kembali ke sisi mama Novia.


"Apa yang kamu lakukan selain mengurung mamaku."


"Tentu saja mama kamu harus diajak bersenang-senang. Di hari dia ku kirim menemui Tuhan, aku mengirim pria yang gagah dan berstamina kuat untuk memuaskan dia yang lama tidak merasakan kenikmatan dari seorang pria."


Mike menggenggam tangannya erat. Semakin susah sekali menahan emosi.


"Aku melihat dia menangis dan berteriak-teriak selama dilayani pria itu. Sangat puas melihatnya. Tapi dia tampak kurus dan sudah mau mati. Aku tidak mungkin membiarkan Tuhan mencabut nyawanya begitu saja. Bagian itu harus menjadi milikku. Kesenangan mengirimnya ke Tuhan adalah milikku. Jadi malam itu aku menggantungnya di kamarnya. Membuat seolah Novia tidak ingin hidup lagi seorang diri. hahahaha." Adelia tertawa lebih lama dari tawanya yang tadi.


"Hahaha. Aku mengakhiri hidupnya dengan tanganku sendiri! hahaha. Dia bahkan memohon untuk hidup demi kamu, Mike. Tapi aku sangat senang membuat permohonannya tidak terkabul. hahaha" Tawa Adelia amat menyakitkan bagi Mike.

__ADS_1


"Keluar dari sana sekarang, Mike. Keluar!" Aldi setengah berteriak ke ear phone Mike.


Dengan mengepalkan tangannya, Mike keluar dari ruangan tempat Adelia disekap. Mike keluar ke taman belakang dan berteriak-teriak dengan histeris. Betapa menderita mamanya waktu itu. Mike ingin berteriak mengeluarkan rasa sakitnya. Air matanya pun sudah tak terbendung lagi.


__ADS_2