
Tidak ada satupun data tertulis yang menyebutkan mengenai keluarga Ferdi yang sebenarnya. Di semua berkas dirinya hanya tertulis bahwa Ferdi hidup sejak kecil hingga dewasa di pantai asuhan.
Hal itulah yang menyulitkan penyelidikan keberadaan Kiara saat ini. Hanya aset terbaru Ferdi yang dapat Daniel lacak. Tidak ada aset keluarga atau aset apapun yang bisa dilacak sebelum Ferdi bekerja di Blue Corp.
Daniel juga sudah menelusuri aset atas nama Adelia. Barangkali Ferdi bersembunyi di salah satu apartemen, Vila, rumah atau resort yang mereka miliki. Membaca satu per satu aset yang Ferdi miliki juga membuat Daniel heran. Hanya dengan menjadi kekasih paling setia seorang Adelia, kekayaan yang dimiliki Ferdi sudah begitu banyaknya.
Satu Minggu terakhir ini Daniel dan timnya menelusuri semua aset itu untuk menemukan kemungkinan persembunyian mereka. Tapi semua usaha tiada hasil. Daniel melihat sinar mata Aldi sudah tidak tampak lagi. Kabut yang menyelimuti pandangan bosnya semakin tebal. Hanya ada pencarian Kiara dalam benaknya.
Pagi ini Aldi bergerak menemui Adelia. Ketika keluar dari rumah sakit dimana Adelia masih dirawat, ada senyum licik menghiasi wajah sang bos besar. Aldi berjalan cepat menuju mobil dan memberikan instruksi tujuan selanjutnya dengan bersemangat.
Daniel dan Aldi kini berada di rumah pelayan yang pernah membantu Ferdi membawa kabur Adelia dari tahanannya. Setelah berbincang dengan Adelia, hanya ini satu-satunya hal yang terlintas di benaknya. Aldi mengingat dengan jelas perkataan Adelia.
"Aku tidak akan pernah mau membantu kamu. Kamu sia-sia datang padaku." Adelia berbicara dengan lancar meski dalam kondisi buruk rupa dan tak mungkin bisa berjalan lagi. Belum lagi penyakit organ dalam yang membuatnya tidak bisa lepas dari rumah sakit.
"Jika tante menceritakan kepadaku apa pun yang tante tahu untuk membantuku menemukan Ferdi, aku akan membantu Tante berhenti cuci darah. Tante bisa melakukan transplantasi ginjal."
Ya, sekarang Adelia sedang di rumah sakit menjalani dianalisis yang menyiksa. Adelia bisa melakukan operasi transplantasi ginjal. Tapi dia tidak pernah tahu akan hal itu. Dia hanya tahu bahwa cuci darah adalah satu-satunya cara dia tetap bisa hidup. Proses cuci darah ini sangat menyiksa. Cuci darah juga harus dilakukan seumur hidup.
"Aku masih punya cukup uang untuk bisa melakukan operasi itu. Kamu telah menyembunyikan hal ini dariku. Kamu salah jika mengira aku akan membantumu!" Adelia tidak terima. Cuci darah yang Adelia jalankan tiga kali seminggu ini adalah penyiksaan tambahan yang hampir membuatnya gila akan rasa sakitnya.
__ADS_1
"Tante memang punya uang. Tapi Tante akan kesulitan mendapatkan donor. Bahkan jika aku bertindak kejam, aku bisa membuat Tante tidak diterima melakukan operasi di rumah sakit manapun meski Tante sudah menemukan donor ginjal."
"Aku tidak menyangka memiliki keponakan tiri yang kejamnya sepadan denganku seperti ini." Adelia menyunggingkan senyumnya.
"Aku lebih tidak menyangka Tante berusaha untuk tetap hidup seperti ini. Aku kira Tante akan berusaha bunuh diri setelah melihat fisik Tante yang sekarang." Ada nada mengejek dalam tutur kata Aldi.
"Baiklah. Tante terima tawaran kamu untuk operasi. Tante akan kasih tahu kamu, kenapa Tante masih mau hidup. Jawabannya hanya satu orang. Ferdi."
Aldi kaget mendengarnya. Aldi tidak pernah menduga opsi ini. Tapi memang selama ini Aldi sudah tidak lagi memikirkan Tante Adelia maupun Ferdi yang sudah di penjara.
"Aku tidak yakin Ferdi mau dengan Tante yang seperti sekarang. Buktinya dia nggak menunjukkan diri di hadapan Tante begitu kabur dari penjara."
"Haha. Tentu saja Tante yakin Ferdi amat mencintai Tante meski kondisi Tante sudah separah ini. Ferdi tidak datang karena Ferdi mendahulukan dendamnya. Dia terlalu pendendam hingga lebih memilih menuntaskan dendamnya dari pada mendapatkan kebahagiaannya dengan bertemu Tante."
"Apa yang kamu tertawakan!" Adelia benci mendengar tawa Aldi.
"Ada gunanya juga aku memotong video ini untuk jaga-jaga. Nieh aku kasih liat ya Tante."
Di ruangan rumah sakit dimana Adelia berada saat ini ada Smart TV yang bisa memancarkan video yang ada di ponsel Aldi. Kini Adelia melihat video yang juga sedang berputar di ponsel Aldi.
__ADS_1
Dalam video itu ada Ferdi yang dalam CCTV Bima menyatakan bahwa Kiara begitu mirip dengan Adelia ketika masih muda. Juga cerita mengenai bagaimana Ferdi jatuh cinta pada Adelia ketika dia dulu masih kecil.
Wajah Adelia berubah usai melihat video itu.
"Aku rasa nggak perlu panjang lebar buat menceritakan kesimpulan aku. Ferdi sekarang tidak sedang membalas dendamnya sama aku karena Tante Adelia sudah seperti ini. Ferdi sekarang sedang menikmati waktunya bersama Kiara seolah-olah sedang bersama Tante. Ferdi sudah lupa dengan Tante yang seperti ini. Dia nggak akan bisa mengenali Tante lagi!"
"Tidak! Tidak mungkin! Pergi kamu! Kamu berbohong!" Adelia berteriak-teriak dengan histeris.
Aldi sukses dengan misinya kemari dan pergi begitu saja menuju rumah mantan pelayannya. Ferdi juga memiliki dendam terhadap wanita itu karena memiliki andil dalam kecelakaan Adelia.
🌸🌸🌸🌸
Di saat Aldi berusaha menemukan dirinya, Kiara berada dalam sebuah kamar sederhana nan rapi. Kondisi Kiara hanya tampak seperti putri cantik yang terkurung dalam sangkar. Tidak ada luka yang tampak dari dirinya. Tapi setiap malam Kiara harus siap menerima kedatangan Ferdi ke kamarnya. Ferdi tidak tidur sepanjang malam.
Kiara yang tidak memiliki Kuasa apapun hanya bisa diam sebisanya agar emosi Ferdi tidak terpancing.
🌸🌸🌸🌸
Hai Readers.
__ADS_1
Nie udah dikasih tau ya Kiara baik-baik aja. Tapi ngapain tuh Ferdi semalaman ngga tidur dan ke kamar Kiara tiap malem. Coba tebak hayo...
_Dinda^^