Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Sekertaris Rara


__ADS_3

Aldi tiba di kantor pusat Blue Corp di Jakarta agak siang di hari pertamanya bekerja. Aldi datang satu mobil dengan seorang wanita yang kini berjalan di belakangnya. Semua orang menunduk hormat ketika Aldi melewati mereka. Meskipun ada juga yang menunduk memberi salam hanya sekilas kemudian mendongak lagi dengan tatapan penuh penasaran.


Mereka yang memberi hormat salam dengan sekilas menunduk ini penasaran dengan sosok wanita ramping yang berjalan di belakang Aldi. Wanita ini memiliki wajah menarik yang susah dilupakan. Pakaian serba gelap yang digunakan wanita ini juga agak kurang sesuai dengan tampilan wajahnya yang terlihat sangat muda.


Wanita yang mencolok ini berjalan di belakang Aldi menuju aula serbaguna. Para petinggi Blue Corp dari jajaran anak perusahaan hingga Blue Corp pusat berkumpul di sana untuk menyambut kedatangan Aldi. Dari yang menjabat sebagai CEO, Direktur, hingga Kepala Bidang mendapat undangan rapat di aula serbaguna kali ini. Sebuah rapat perdana yang dipimpin oleh pemilik Blue Corp yang sah, Aldi Ahmad Wiji Sasongko.


Acara di aula serbaguna berlangsung cepat. Acara intinya tentu terletak pada sambutan perdana dari Aldi. Tapi banyak orang di ruangan itu yang tak bisa melepaskan tatapannya dari wanita muda yang sejak awal duduk atau berdiri tidak jauh dari Aldi. Banyak yang mengira wanita muda itu akan menduduki salah satu jabatan yang cukup tinggi di perusahan ini. Tapi Aldi tidak kunjung memperkenalkan perempuan muda nan cantik jelita itu.


Hingga akhir dari sambutannya, Aldi tidak menyinggung atau memperkenalkan siapa wanita muda yang datang bersamanya dan menemaninya hingga kini.


Acara rapat perkenalan yang seperti sebuah pesta kecil bagi petinggi Blue Corp itu pun usai. Para petinggi yang berasal dari luar kantor utama meninggalkan aula. Tapi ada rapat kedua yang akan segera dimulai.


Dalam rpat berikutnya ini melibatkan seluruh pegawai di kantor utama Blue Corp ini. Semua pegawai dari tingkatan atas hingga staf paling rendah jabatannya memasuki Aula untuk berkenalan dengan Aldi sekaligus menikmati suguhan makanan. Hari ini mereka merasa sedang mengikuti pesta kecil penyambutan Aldi.


Tapi lagi-lagi yang menjadi pembahasan hangat di antara seluruh pegawai Blue Corp adalah wanita di samping Aldi yang berdandan seperti wanita dewasa tapi memiliki wajah gadis kecil yang sangat imut.


Make up dan pakaiannya sangat kontras. Wanita itu tampak seperti gadis remaja yang masih duduk di bangku SMA tapi memaksa dirinya untuk mengenakan pakaian kerja wanita karir. Warna gelap pakaiannya pun mencolok. Dia tidak mengenakan pakaian kerja berwarna hitam, melainkan warna biru dongker sebagai tema pakainnya. Sebuah celana panjang nan sopan dengan blazer berbentuk rompi yang seharusnya membuatnya tampak dewasa gagal menampilkan dirinya sebagai wanita dewasa. Wajah wanita itu terlalu imut seperti gadis SMA.


Baik wanita yang diperbincangkan maupun Aldi mengetahui apa yang diperbincangkan oleh semua orang. Tapi keduanya hanya menahan senyum dalam hati mereka dan pura-pura tidak mengetahui apapun uang sedang ramai dibahas oleh seisi perusahaan.


Semua orang awalnya hanya berbisik saja karena masih ada pejabat tinggi perusahaan dan Aldi di aula tempat pesta kecil itu. Tapi begitu Aldi dengan wanita itu pergi meninggalkan aula bersama para pejabat tinggi, semua orang pegawai yang tersisa semakin ramai membicarakan wanita yang bersama Aldi.


"Bidadari yang sungguh cantik tapi sekaligus imut banget."


"Aku jadi ingin berkencan dengan anak SMA saja. Pasti akan seimut itu."


"Matanya yang berwarna biru itu sungguh seperti laut yang tenang. Tapi memancarkan cahaya yang membuat ku ingin terus menatapnya."


Semua itu adalah ungkapan yang diungkapkan para pria. Tapi para wanita juga ikut mengungkapkan kekagumannya.


"Wajahnya memang imut banget kok, sumpah deh. Aku ingin bawa pulang dan aku jadikan adek buat diajak main boneka barbie. Dan yang jadi boneka barbie nya dia aja."


"Aku penasaran ama baju kerjanya. Beli dimana sih? Simpel banget modelnya, Tapi warna biru dongkernya begitu gelap dengan bahan yang bisa pas di tubuhnya yang mungil tapi ramping. Kira-kira dia mau kasih tahu nggak ya beli di butik mana?"

__ADS_1


"Aku malah penasaran ama make up nya. Aku tahu dia pake make up. Tapi kelihatan alami banget kayak tanpa make up."


Dari sekian banyak yang berkomentar tentang penampilannya, banyak juga yang mempertanyakan kedudukannya di perusahaan sebagai apa. Juga ada yang bertanya-tanya hubungan wanita imut itu dengan bos Aldi. Dan yang paling banyak ditanyakan tentu status berpacarannya wanita itu. Semua sepakat dia pasti belum menikah. Wajahnya terlalu muda untuk menikah. Paling-paling jika punya pasangan, pasti hanya sekedar pacar.


Di saat yang sama, wanita yang sedang menjadi perbincangan utama seluruh kantor ini sedang berada di ruangan Aldi bersama Mike sang CEO utama yang jabatannya telah Aldi sahkan dalam rapat barusan.


Aldi duduk di kursi kerjanya, sementara Mike ada di hadapannya. Sedangkan wanita yang menjadikan banyak orang penasaran itu ada di samping kanan Aldi.


"Ada apa, Mike?" Aldi selalu berterus terang dengan apa yang dia ingin bicarakan. Tidak ada basa-basi jika dia dalam mode kerja begini.


"Kamu memiliki pegawai baru yang tidak kamu perkenalkan baik di rapat tadi maupun di hadapanku saat ini." Mike menatap wanita yang juga menatap balik Mike dengan tatapan sopannya. Dan Mike harus mengakui bahwa wajah wanita ini memang terlalu imut untuk bekerja di kantor seperti Blue Corp.


"Maksud kamu sekertaris baruku?" Aldi mengedikkan bahunya ke arah wanita yang masih diam di belakangnya.


"Ya. Kamu pasti tahu penampilannya dan keberadaannya di dekatmu menarik perhatian banyak orang. Tapi tidak memberi penjelasan apapun kepadaku." Mike mulai terlihat emosi.


"Ada apa dengan penampilannya? Apa dia tidak cukup cantik untuk menjadi sekretarisku?"


"Kenapa untuk jadi sekertaris kamu harus cantik?" Mike bertekad menyadarkan Aldi.


"Aku akan sering melilhat sekertarisku di kantor. Tentu saja dia harus cantik agar enak dipandang."


"Kamu ke kantor untuk bekerja, Aldi. Bukan untuk memandangi sekertaris kamu."


"Tentu saja aku ke sini bekerja, Mike. Kamu sungguh konyol." Aldi menertawakan kekonyolan Mike.


"Justru kamu yang konyol. Gadis kecil seperti ini kamu jadikan sekertaris dan kamu belikan pakaian kerja yang terlalu dewasa untuk usianya. Kamu nggak malu mempekerjakan gadis kecil di bawah umur begini?" Mike memarahi Aldi dalam sekali tarikan nafas. Dia sudah cukup kesal mendengar ucapan semua orang pegawai di aula tadi.


"Maaf pak Mike. Saya sudah cukup umur untuk bekerja." Sahut wanita yang sejak tadi hanya diam itu. Aldi pun tidak marah karena ada karyawannya yang lancang bicara ketika atasannya sedang berdiskusi tanpa menyertakan dia.


Melihat hal ini membuat Mike semakin marah kepada Aldi.


"Siapa yang bertanya sama kamu!" Bentak Mike kepada wanita itu.

__ADS_1


"Cukup, Mike!" Sahut Aldi yang kini membentak Mike.


Mike tidak habis pikir bagaimana mungkin Aldi maah membentak dirinya. Bukannya memarahi sekertarisnya yang sudah lancang menyela atasannya.


"Al! Dia menyela pembicaraan kita! Kamu bukannya marah sama sekertaris baru kamu malah kamu marah sama aku!" Mike ingin berteriak saking kesalnya.


"Kamu layak dibentak. Siapa suruh kamu membentak wanitaku! Tidak ada yang boleh berbicara kasar apa lagi membentak dia."


"Apa kamu bilang? Wanita kamu? Al, sadarlah Al! Dia hanya sekertaris kamu. Masih ada Kiara di rumah yang menanti kepulanganmu. Kamu udah melupakan perasaan kamu sama istri kamu?" Mike hampir kehilangan akal saking emosinya. Apa yang ada di hadapannya kali ini terlalu tidak masuk akal.


"Tentu saja aku masih sangat menyayangi istriku. Bahkan aku semakin menyayanginya." Aldi menatap mata sekertarisnya seolah sedang jatuh cinta.


Mike yang melihat hal itu merasa mual. Mike ingin memuntahkan sarapannya saat itu juga.


"Al, Mike sudah pucat tuh. Sepertinya dia sangat mendukung istri kamu. Sudahlah jangan godain dia terus." Sekertaris baru Aldi kembali berbicara sesukanya. Mike merasa familiar dengan aksen bicara wanita itu. Tapi Mike mengabaikannya.


"Kamu yakin mau kasih tahu dia, sayang?" Nada bicara Aldi begitu lembut kepada sekertarisnya.


Mike melotot menatap keduanya. Mike mendengar Aldi menyebut wanita ini sayang. Mike merasa dunianya runtuh. Seolah matahari pagi ini terbit dari barat.


Wanita itu menjawab pertanyaan Aldi dengan anggukan mantap. Kemudian dia berjalan dengan perlahan memutari meja untuk mendekat ke tempat Mike duduk. Wanita itu mengulurkan tangannya kepada Mike seolah mengajak berkenalan.


"Senang bertemu dengan kamu di sini, Mike. Aku sekertaris barunya Aldi, panggil aku Rara ketika di sini." Mike bergeming. Tidak menyambut uluran tangan perkenalan Rara.


"Jika kita lagi di rumah, kamu tetap bisa panggil aku Kiara kok Mike." Tambah Rara. Membuat Mike semakin melotot tak percaya.


🌸🌸🌸🌸


Hai Readers


Selamat liburan akhir pekan yang panjang. Semoga senang baca cerita Kiara di kantor hari ini. Saya pun senang ketika menulisnya.


_Dinda^^

__ADS_1


__ADS_2