
Ketika tiba di hotel, malam telah tiba. Aldi memasuki hotel dengan menggendong Kiara yang terlelap dalam dekapannya. Semua pegawai hotel itu mengetahui siapa Aldi, tamu mereka kali ini. Sehingga tanpa perlu formalitas ataupun ke resepsionis, salah seorang pelayan mengantarkan Aldi yang masih menggendong Kiara langsung menuju ke kamar mereka. Tapi Kiara tetap tak kunjung bangun meski Aldi telah menempatkannya di ranjang dan menyelimutinya.
Pelayan pria yang membersamai Aldi juga cukup tanggap dan cekatan melayani tamu VVIP mereka. Pelayan itu membukakan kamar hotel hingga kamar tidur bagi Aldi yang masih menggendong Kiara tadi. Usai melakukannya, dengan profesional si pelayan menunggu Aldi di luar kamar tidur. Usai Aldi menyelimuti Kiara, Aldi tentu memberikan tips yang nilainya cukup lumayan bagi si pelayan.
"Aku butuh bantuanmu. Belikan aku sepasang baju ganti di toko baju terdekat besok pagi. Aku telah menuliskan masing-masing detail ukurannya." Aldi memberikan kartu kredit kepada si pelayan berikut nomor Pinnya.
"Mahal tidak masalah. Carikan yang berbahan nyaman dan tidak terlalu murahan. Dan aku tidak ada uang tunai. Jadi gunakan kartu ini saja." Aldi memahami makna dari sorot mata pelayan ini. Tapi Aldi tidak masalah sekalipun pelayan ini membelanjakan kartunya untuk hal lain. Yang terpenting, Aldi harus membuat Kiara hidup nyaman di sisinya. Uang sekecil itu tidak berarti bagi Aldi.
Sang pelayan pun memahami keinginan Aldi tanpa membantah lagi. Sebaiknya dia menuruti keinginan tamu hotel yang istimewa ini. Sehingga si pelayan pun segera pamit undur diri agar tamunya tidak terganggu dengan keberadaan si pelayan.
Usai pelayan hotel itu pergi, Aldi kembali ke kamar tidur dimana Kiara berada. Tampaknya Kiara masih tidur dengan nyenyak. Aldi pun duduk di sofa yang menghadap ke arah Kiara. Aldi menatap Kiara cukup lama sebelum kembali sibuk dengan gadget-nya. Dia perlu melimpahkan pekerjaannya kepada Mike, Daniel dan timnya di WS TECH. Dia akan menemani Kiara di sini hingga Kiara puas. Aldi perlu mengosongkan semua jadwal kerjanya.
Setelah beres dengan mengatur pekerjaan, Aldi mulai merasa lelah dan ingin beristirahat. Tapi sebelum itu Aldi ingin mandi terlebih dahulu. Akan tetapi Kiara malah terbangun dari tidurnya begitu Aldi masuk ke kamar mandi.
Kiara terbangun dengan perasaan yang asing terhadap sekitarnya. Kiara teringat bahwa tadi meminta Aldi tidak mengajaknya pulang ke rumah besar mereka. Kiara tadi ingin ke pantai, tapi malah tertidur hingga cukup lama. Badannya kini terasa segar. Kiara pun menduga pasti dirinya sudah tidur berjam-jam.
__ADS_1
Menoleh ke kanan, Kiara mendengar suara gemericik air di kamar mandi. Kiara yakin Aldi sedang mandi. Tapi perhatian Kiara teralihkan oleh getaran ponsel yang berulang. Seingat Kiara, ponselnya menggunakan nada dering. Itu pasti ponsel milik Aldi yang bergetar berkali-kali.
Kiara pun memperhatikan ponsel yang bergetar di meja nakas di sebelah kirinya. Kiara pun meraih ponsel itu untuk melihat apakah ada panggilan telepon atau hanya sebuah pesan saja. Tapi ternyata ponsel itu lagi-lagi menerima pesan. Tidak ada tampilan nama pengirimnya. Hanya ada rangkaian nomor ponselnya saja. Kiara pun tidak tertarik dengan isi pesan itu. Bisa saja itu hanya sebuah pesan promosi yang biasanya Kiara sering dapatkan.
Kiara pun hendak menaruh kembali ponsel itu di meja nakas seperti sebelumnya. Akan tetapi sebuah pesan kembali membuat ponsel itu bergetar. Serian nomor yang sama mengirimkan pesan lagi. Kiara pun mulai merasa ini pasti bukan pesan berisi promosi. Kiara mulai tertarik untuk mengetahui isi pesan yang dikirimkan oleh orang tanpa nama di malam hari itu. Akan tetapi ponsel Aldi tentu dikunci dengan sebuah kata sandi yang terdiri dari 6 karakter.
Kiara hanya pernah tahu satu kata sandi yang Aldi buat. Yaitu tanggal pernikahan mereka berdua. Aldi selalu menggunakan kata sandi itu sejak mereka berdua menikah, bahkan kartu maupun kartu Kredit tak terbatas yang diberikan Aldi pun memiliki sandi tanggal pernikahan mereka. Jadi Kiara pikir tidak ada salahnya mencoba tanggal pernikahannya dengan Aldi untuk mencoba membuka ponsel di tangannya saat ini.
Kiara pun kaget karena berhasil membuka ponsel Aldi. Tapi Kiara lebih kaget lagi setelah membaca pesan dari nomor tak dikenal itu, baik pesan sebelumnya maupun pesan yang terbaru.
...Pesan 2: Aku memang telah membuang mu demi karir dan harta. Tapi kini aku menyesalinya. Jika masih tersisa sedikit saja perasaan di masa lalu buatku, biarkan aku tetap di sisimu. Sebagai simpananpun aku bersedia. Aku jamin kamu akan puas dengan pelayanan yang aku berikan. Aku yakin telah cukup memiliki pengalaman dalam menyenangkan pria. Try me, Al....
...Pesan 3: Aku hanya pernah mencintaimu seumur hidupmu. Dulu aku dengan terpaksa ninggalin kamu demi uang dan karir. Tapi kini kamu tidak hanya memiliki hatiku, kamu juga memiliki uang dan karir yang selama ini aku kejar mati-matian. Apa kelebihan istrimu yang hanya cantik itu dari pada aku yang bisa berkarir dan mendapatkan pria manapun yang aku inginkan. Tidak hanya pria lajang, bahkan yang beristri pun takluk kepadaku. Aku yakin kamu tadi terpesona kepadaku tapi menahannya di hadapan sekertarismu....
...Pesan 4: Kamu kenapa masih diam? Takut membalasku karena sedang di rumah bersama istrimu, ya? Aku tahu kamu selama ini menghindari tidur bersama istrimu. Kamu bahkan masih menyimpan fotoku di akun media sosial kamu. Fotoku dan puisimu untukku masih kamu abadikan dan kamu tunjukkan kepada dunia. Bagaimana mungkin aku tidak berharap akan cinta dan hubungan denganmu, Al?...
__ADS_1
...Pesan 5: Al, kenapa kamu tidak pulang ke rumah? Kamu jangan jajan di luar ya. Lebih baik kamu memanggilku jika butuh kehangatan wanita lain. Aku tahu kamu masih tidak mau menyentuh istrimu yang telah dinodai oleh pria lain....
Kiara menangis membacanya. Kini Kiara paham akan keanehan sikap Aldi sejak kembali ke Jakarta. Kini Kiara paham kenapa Aldi menjaga jarak. Kiara sedih sekali mengingat bagaimana wajah terkejut Aldi mendapatkan kabar kehamilannya. Aldi sama sekali tidak pernah menunjukkan raut bahagianya akan kehamilan ini.
Kiara kembali membaca kelima pesan itu secara berulang-ulang. Hatinya terasa sakit membaca setiap kalimatnya. Tapi Kiara ingin meyakinkan bahwa pemahamannya akan isi pesan ini tidak salah. Meskipun air mata tidak berhenti mengalir ketika membaca kata demi kata dari pesan-pesan itu, Kiara tetap melanjutkan membacanya hingga beberapa kali.
Aldi memergoki Kiara yang sedang menangis tanpa suara. Aldi baru selesai mandi dengan hanya mengenakan handuk yang dililitkan di pinggangnya. Aldi mengira Kiara masih tidur, jadi sengaja tidak berpakaian maupun mengenakan jubah mandi. Aldi pun langsung berlari ke dekat Kiara dan ingin menghapus air matanya. Aldi tidak mempedulikan dirinya yang tidak berpakaian dan hanya mengenakan sehelai handuk. Tapi Kiara langsung menghindar dan menjauh begitu melihat Aldi yang mendekatinya.
"Tetap di situ, Al! Jangan mendekatiku!" Kiara tiba-tiba berteriak kepada Aldi dengan suara seraknya sehabis menangis cukup lama.
Aldi yang tidak menyangka akan mendapatkan respon seperti ini pun membeku di tempatnya berada.
🌸🌸🌸🌸
_Dinda^^
__ADS_1