
"Al, kenapa Mike tampak begitu berkuasa dan ditakuti oleh pegawai di toko perhiasan itu?" Pertanyaan Kiara membuat Aldi lupa mengenai hal ini. Kiara masih belum tahu apapun mengenai keluarganya selain kenal dengan Mike secara personal.
Ini bukan waktu yang tepat untuk Kiara mengetahui latar belakangnya dan mengenal keluarganya yang berantakan. Berbohong memang bisa menjadi solusi. Tapi Aldi tidak suka berbohong. Apa lagi kepada Kiara.
"Kamu kenapa penasaran? Mulai tertarik kepada Mike?"
"Apaan sih."
"Iya kan. Kamu tertarik mengetahui pekerjaan Mike. Jangan-jangan kamu tertarik dengan pria yang tampak lebih mapan dari suamimu."
"Jangan sembarangan, Al!" Kiara melipat tangannya di dada dan membuat wajah cemberutnya menatap pemandangan di luar jendela sampingnya. Tidak sudi meladeni Aldi lagi.
Rencana Aldi berhasil. Kiara tidak akan bertanya lebih banyak mengenai Mike maupun keluarganya lagi sementara ini.
'Tunggu hingga satu bulan pernikahan kita, Kiara. Aku akan menceritakan semua yang perlu kamu tahu. Tapi tidak sekarang.'
Setibanya di rumah kembali, Kiara merasa sangat lelah. Pagi ini dia baru keluar dari rumah sakit. Berlanjut dengan perjalanan pulang dari kepulauan seribu. Lalu memasak makan malam hingga ke Mall.
Ternyata hari ini sangat panjang. Kiara berusaha mengingat kembali kejadian di toko perhiasan tadi. Mike dan Aldi sedang menyembunyikan sesuatu.
Kiara sudah bertanya, tapi Aldi sengaja mengalihkan perhatiannya. Apa menurut Aldi Kiara belum boleh tahu? Tapi kenapa?
Besok Kiara akan mulai ke hotel. Tapi bukan untuk mulai bekerja kembali. Tapi untuk mengajukan pengunduran dirinya. Besok akan menjadi hari yang panjang lagi.
Kiara pun terlelap dengan cepat. Kiara akan bangun lebih pagi di esok hari. Kiara punya kewajiban menyiapkan keperluan pagi suaminya juga sebelum berangkat bekerja.
***
Kiara sedang berhadapan dengan Bima. Kiara sudah memberikan surat pengunduran dirinya kepada Bima.
Awalnya Kiara heran kenapa ada Bima di hotel Marriot. Bima sudah berpindah di kantor pusat Atmajaya Grup sejak seminggu sebelum pernikahan mereka masing-masing. Untuk apa kembali ke kantor lamanya di sini?
__ADS_1
"Bisa dijelaskan alasan kamu mengajukan resign?" Tanya Bima usai membaca surat pengunduran diri Kiara.
"Bapak lebih paham alasannya. Ini masalah pribadi."
"Saya tidak paham. Kamu memiliki karir yang bagus di sini. Apa karena larangan suami kamu?" Bima tidak ingin melepas Kiara. Bima kembali pindah ke kantor ini karena tidak bisa menahan perasaannya lagi. Bima ingin hanya sekedar melihat Kiara bekerja dari jauh sekalipun.
"Saya tidak bisa menjelaskan alasan saya. Ini masalah pribadi saya."
"Ra, aku mohon sebagai teman yang sudah lama kenal sama kamu. Jangan berhenti dari pekerjaan kamu." Bima masih duduk di kursi bos. Berhadapan dengan Kiara.
"Keputusan saya sudah bulat, pak. Mohon pengajuan resign saya segera disetujui. Saya permisi."
Kiara langsung beranjak dari tempat duduknya dan pergi dari ruangan Bima.
Tapi Bima masih tidak mau melepaskan Kiara lagi dan lagi.
Bima telah melepaskan Kiara ketika Kiara ingin berpisah dengannya karena tahu temperamen Kiara seperti apa ketika sudah memutuskan sesuatu. Tapi Bima masih menyusun rencana untuk kembali kepada Kiara usai menikahi Bella dalam jangka waktu tertentu.
Kemudian Bima melupakan komitmennya sendiri kepada Bella ketika melihat Kiara di hari pernikahan mereka masing-masing. Bima kembali ingin bersama Kiara hari itu. Apa pun resikonya, selama Kiara mau kembali, Bima hanya ingin bersama Kiara.
Tapi Kiara menolak dan Bima harus melepaskan keinginannya untuk bersama Kiara lagi.
Bima sudah akan memulai hidup barunya dengan Bella ketika tahu Bella melakukan hal buruk kepada adiknya sendiri yang begitu menyanginya. Kiara sudah berkorban sangat besar. Tapi Bella menyakiti Kiara lagi.
Saat itu juga Bima semakin menyesal sudah dengan begitu mudah mau melepaskan Kiara. Bahkan rela membuat Kiara menikah dengan pria lain.
Hari terakhir Bima bertemu Kiara untuk menyerahkan kunci apartemen menjadi hari paling Bima sesali. Demi janjinya kepada Kiara untuk membahagiakan Bella, Bima hanya bisa membahagiakan wanita yang berstatus istrinya itu dengan materi.
Hanya uang yang bisa Bima berikan. Hatinya masih tidak bisa lepas dari Kiara. Bahkan pergi ke paris untuk menenangkan diri sekalipun tidak ada hasilnya.
Kemarin usai tiba di Indonesia, Bima memutuskan untuk kembali ke hotel ini. Berada di sini setidaknya bisa melihat Kiara terkadang. Pasti hatinya baik-baik saja dengan itu.
__ADS_1
Tapi harapan Bima sirna ketika Kiara malah ingin mengundurkan diri.
Usai menyusun segalanya di pikirannya, Bima paham bahwa keberadaan Kiara dalam hidupnya sangat penting. Bima harus mengejar Kiara dan memintanya tetap bekerja di sini.
Bima harus tahu alasan Kiara mengundurkan diri supaya bisa membuatnya tetap tinggal bekerja di hotel Marriott. Bima pun menyusul Kiara.
"Tunggu, Ra" Bima berhasil menyusul Kiara dan mencengkeram dengan keras lengan Kiara.
Kiara kesakitan dengan cengkeraman Bima yang begitu kasar. Tapi Kiara diam tidak berkomentar. Menoleh ke arah Bima dan menantang apa maunya kali ini.
"Apa yang harus kulakukan supaya kamu tidak mengundurkan diri, Ra? Aku mohon tetaplah bekerja di sini." Bima menunjukkan wajah memelasnya. Berharap hati Kiara melunak.
"Kenapa kamu ingin aku tetap bekerja di sini?" Kiara sudah hafal dengan tampang memelas Bima setiap menginginkan persetujuan akan suatu hal dari Kiara. Membuat Kiara semakin muak dengan Bima.
"Aku sudah bertanggung jawab kepada Bella sesuai keinginanmu. Kita masih tetap akan berteman. Kamu sendiri yang bilang."
"Oh, mengenai itu, aku sudah berubah pikiran sejak kamu menginginkan kita bertukar pengantin." Kiara melepaskan cengkeraman Bima dari lengannya.
Bima kini menyadari penyebab kekesalan Kiara bukan pernikahan Bima. Tapi pernikahan Kiara dengan Aldi.
Tentu saja, mana mungkin Kiara mau menikahi orang yang tidak dicintai. Itu artinya Kiara dan Aldi masih sama seperti dirinya dan Bella. Pernikahan yang hanya di atas kertas.
Tapi langkah Kiara terhenti tidak jauh dari Bima. Kiara berhenti menatap wanita muda yang sedang membawa tas bekal makanan. Istri Bima datang. Kiara mengepalkan tangannya menahan amarah.
Bella juga terkejut melihat Bima mencengkeram Kiara hingga akhirnya Kiara berhasil melepas cengkeraman Bima. Tapi Bella menahan apapun perasaan yang ada dalam hatinya. Bella berjlan mendekati Kiara.
Bella berhenti tepat di samping Kiara dan berbisik langsung ke telinganya. "Dasar penggoda suami orang!"
Kiara mengepalkan tangannya. Berusaha menahan hasrat untuk menampar Bella. Lalu berlalu dengan langkah semakin lebar dan cepat.
Bima bisa melihat interaksi keduanya meski tidak mendengar apa yang Bella bisikkan kepada Kiara hingga membuatnya marah.
__ADS_1
Dalam hati Bima semakin frustasi, 'Apa lagi yang kini dilakukan Bella hingga membuat Bima semakin sulit menjangkau Kiara kembali?'