Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Kamu nggak pengen berlibur atau berbulan madu?


__ADS_3

"Halo, Kiara" Sapaan Mike mengalihkan perhatian Kiara dari menghitung nominal harga baju yang ada di hadapannya.


"Eh, Halo. Ini kenapa banyak sekali ya?" Kiara nampak bingung menatap tas-tas pakaian yang ada si bawah, kemudian menatap Aldi dan Mike secara bergantian.


"Sesuai yang diminta Aldi ini, Ra. Aku hanya kurir loh." Mike berusaha menahan tawa.


Sementara Kiara memicingkan mata ke arah Mike dan Aldi. Aldi sudah Kiara larang beli baju mahal malah membeli baju mahal sebanyak ini. Sementara si Mike yang jelas-jelas petinggi di toko baju itu, entah sebagai pemilik atau pemimpin, juga sengaja mencari keuntungan sebanyak-banyaknya dengan menjual baju sebanyak ini. Ah, jiwa hemat Kiara meronta. Sayang sekali uang sebanyak itu hanya untuk beli baju.


Aldi hanya bersikap acuh dengan wajah tenang tanpa ingin menanggapi Kiara maupun Mike. Berdebat dengan keinginan wanita tak akan ada habisnya. Aldi hanya membiarkan saja Kiara yang seolah menolak dan tidak suka.


"Ra, kalo udah nggak sibuk di belakang, gabung sama kita yuk. Tadi sewaktu di Mall kan belum sempat ngobrol-ngobrol." Ajakan Mike terdengar ramah.


Idenya bagus juga, Kiara juga ingin ikut nimbrung mereka berdua. Kiara ingin melihat bagaimana ekspresi Aldi ketika bisa bercanda dengan Mike tadi.


"Kiara masih harus merapikan baju yang kamu bawa. Juga baju sebanyak dua koper yang ada di kamarnya." Aldi mendahului Kiara yang hendak mengiyakan untuk duduk bertiga di ruang tamu.


Merasa tidak diinginkan keberadaannya di tengah kedua pria itu, Kiara tentu masuk ke kamarnya. Tanpa berbasa-basi kepada sang tamu, Kiara langsung naik tangga ke lantai dua menuju kamarnya dengan emosi yang berusaha ditahan sebaik mungkin.


"Di, Kamu segitunya sama istri sendiri. Dingin banget sih. Bisa-bisa dia kabur seperti Bella." Mike mengomel kepada Aldi begitu yakin Kiara sudah dalam jarak yang cukup untuk tidak bisa mendengar pembicaraan keduanya.


"Mereka berbeda." Wajah Aldi berubah datar tanpa ekspresi.


Aldi kini melihat Mike dengan ekspresi serius, "Jika aku membiarkan kamu yang bersikap manis dan tampak baik berinteraksi dengan Kiara saat ini, bisa-bisa Kiara akan kabur mengejar kamu seperti halnya Bella yang tergoda oleh Bima yang tampak penyayang."


"Tapi dia sudah menjadi istri sah kamu. Kamu buka hati sedikitlah. Apa lagi dia adalah korban terbesar dari hubungan kalian berempat. Di antara kalian berempat, Kiara paling tidak tahu apa-apa."


"Karena itulah aku menjaganya agar tidak banyak tahu. Mengetahui banyak hal hanya akan menyakiti hatinya lagi."


Keduanya sama-sama terdiam cukup lama. Sibuk dengan pikirannya masing-masing.


"Gimana kabar om Andre?" Aldi mengalihkan topik pembicaraan mereka.


"Papaku masih saja sama. Berharap kamu tidak bisa memenuhi wasiat papa kamu."

__ADS_1


"Om Andre masih saja belum bosan sama ibu tiri kamu?"


"Apa kamu masih butuh jawaban dari hal yang sudah jelas?"


Aldi menatap Mike, sepupunya ini. Almarhum papa Aldi dan Om Andre bersaudara. Mike menangani beberapa Mall di genggaman tangannya. Termasuk Mall yang tadi Aldi kunjungi.


Sementara perusahan raksasa keluarga mereka dipimpin oleh om Andre seorang diri sejak papa Aldi memutuskan pindah ke luar negeri bersama mama dan dirinya sewaktu kecil.


Mike pulang usai menghabiskan waktu mengobrol bersama Aldi lebih dari satu jam.


Aldi membawa baju-baju yang dibawa oleh Mike ke atas. Mengecek keadaan emosi Kiara.


"Ada apa?" Kiara keluar dari kamarnya usai pintu kamar diketuk oleh Aldi selama beberapa saat.


"Ini" Aldi mengangkat kedua tangannya ke samping. Menunjukkan tas berisi pakaian Kiara yang dipegang oleh kedua tangannya.


Kiara tidak berkomentar atau pun menerima tas-tas yang masih dipegang Aldi.


"Bisa terima dulu baju-bajunya? Tanganku capek ngangkat sebanyak ini."


"Aku mau kamu menerimanya."


Kiara masih tidak bergeming. Malah memasang wajah datar memandang Aldi sambil melipat tangan di dada.


"Aku tidak membelinya. Ini semua kamu dapat tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Terimalah." Kiara terkejut mendengarnya. Kiara yakin Aldi bukan seorang tipe pria yang mudah berbohong.


Dengan perlahan Kiara mengulurkan tangan untuk menerima tas berisi baju-baju itu. Kemudian meletakkan di ranjang kamarnya sementara waktu. Kiara butuh penjelasan lebih banyak. Kiara sudah penasaran dengan banyak hal hari ini.


"Mike itu sepupuku. Itu hadiah pernikahan kita." Aldi dan Kiara sedang berada di sofa ruang tamu. Tempat Aldi dan Mike tadi mengobrol.


"Kamu masih memiliki keluarga di Indonesia? Kenapa tidak ada yang datang ke pernikahan kita kemarin? Kamu juga belum pernah cerita tentang keluargamu."


"Kamu nggak nanya." Aldi menjawab singkat. Kiara memutar bola matanya karena kesal.

__ADS_1


"Sekarang aku nanya."


"Iya udah aku ceritakan barusan Mike keluargaku."


"Siapa lagi keluarga dekat kamu selain Mike?"


"Ada Om Andre, papanya Mike. Mama dan papanya Mike berpisah. Mamanya di luar negeri. Papanya sudah menikah lagi. Tapi aku dan Mike nggak mengakui istri keduanya sebagai keluarga."


"Kalau mama kamu?"


"Mama masih di luar negeri. Mama masih belum bisa menerima kepergian papa. Mama hidup di sana bersama kenangan papa. Nggak mau balik ke Indonesia."


"Kamu nggak mau kenalin aku ke mama kamu?" Kiara bertanya dengan nada pelan. Khawatir ditolak dengan sikap dingin ala Aldi lagi.


"Nunggu kamu siap menjadi istriku seutuhnya. Satu bulan kan?" Aldi berdecak sambil senyum lebar.


Kiara baru sadar sejak tadi mereka berdua berkomunikasi dengan baik. Sepertinya kedatangan Mike untuk mengobrol dengan pria ini membawa efek positif. Dia tidak sama sekali menjawab pertanyaan Kiara dengan dingin seperti sebelum-sebelumnya.


"Aku mau ke kamar dulu merapikan pakaian." Kiara salah tingkah mendengar godaan pertama Aldi untuk menjadi istrinya seutuhnya. Sebaiknya Kiara menjaga jarak saja.


Tapi Aldi tidak mau Kiara kabur ke kamarnya. Begitu Kiara lewat di hadapannya hendak ke kamarnya di lantai atas, Aldi meraih pergelangan tangan Kiara. Kiara menoleh ke belakang. Menatap wajah Aldi yang menatapnya. Kemudian menatap pergelangan tangannya yang masih dipegang oleh Aldi.


Aldi melepas pegangan tangannya kepada Kiara karena tatapan Kiara ke arah pergelangan tangannya. "Jangan pergi dulu. Masih ada yang mau ku sampaikan."


Kiara kini berdebar. Apa yang mau Aldi bicarakan? Malam ini Aldi sudah berbicara lebih banyak dari pada biasanya.


"Kamu nggak pengen berlibur atau berbulan madu?" Aldi mengamati wajah Kiara dalam merespon pertanyaannya. Kiara tampak berpikir.


Kira-kira Kiara setuju diajak berlibur untuk bulan madu mereka nggak ya?


\=\=\=


Hari ini double up ya. Terima kasih sudah sabar dan mendukung author.

__ADS_1


Ada yang setuju saya share visual tokoh? Tapi belum menemukan sosok Aldi yang sesuai kriteria author. Cocoknya karakter Aldi ini kayak siapa ya? komen dunks...


Dinda^^


__ADS_2