Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Terlambat


__ADS_3

Aldi merasakan panik yang luar biasa melihat kepergian Kiara. Tapi yang Aldi tampakkan di wajahnya hanya ekspresi dingin. Aldi menatap layar tablet yang dipegang oleh kedua tangannya dengan tatapan dingin hingga menusuk tulang.


Frustasi memang Aldi rasakan saat ini, tapi menyerah untuk berusaha tidak akan mungkin Aldi lakukan. Pikiran Aldi tetap memikirkan langkah yang seharusnya ia ambil di suatu seperti ini. Kiara selalu melakukan hal-hal di luar nalar Aldi. Kiara hampir selalu begitu. Tapi Aldi selalu saja terkejut dengan keputusan yang Kiara pilih.


Usai menyusun berbagai rencana dalam benaknya, Aldi dengan sigap mencari tahu keberadaan Kiara dengan mencari lokasi ponselnya. Tampaknya Kiara tidak berencana menghilang sepenuhnya dari hidup Aldi. Meski Kiara tahu Aldi akan melacak Kiara melalui ponselnya, tapi Kiara tetap menggunakan ponsel miliknya sendiri. Maka dengan ini Aldi menyimpulkan bahwa Kiara secara tidak langsung masih memberi tahu lokasinya.


Harapan Aldi kini kembali menyala. Kiara tidak sepenuhnya ingin pergi. Kiara masih meninggalkan jejak.


Aldi kini berjarak 30 menit dari hotel. Tapi lokasi Kiara berada 20 menit jaraknya dari Aldi. Seolah Kiara dalam perjalanan kembali ke arah Jakarta. Kiara memesan taksi secara online. Jadi Aldi juga mengakses akun aplikasi online yang Kiara gunakan saat ini. Aldi perlu mengecek tujuan Kiara.


Betapa tercengangnya Aldi melihat lokasi tujuannya adalah rumah baru Bima dan Bella.


Bella memang telah membuktikan bahwa dirinya telah berubah sikap terhadap Kiara. Hal buruk yang dihadapi saat bersama dengan Bima telah menyadarkan perbuatan salahnya kepada Kiara selama ini. Tapi lain halnya dengan Bima. Aldi tidak sepenuhnya bisa percaya kepada Bima. Obsesi Bima untuk Kiara sebelumnya terlalu besar.


Bima sampai rela membuang seluruh hidupnya demi merencanakan penculikan Kiara. Jika dulu Aldi melaporkan Bima sebagai otak dari penculikan Kiara, maka Bima pasti kini masih mendekam di balik jeruji besi. Oleh karena itulah, Aldi belum bisa sepenuhnya yakin jika Bima benar-benar tidak memiliki keinginan untuk memiliki Kiara kembali.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Aldi terus memperhatikan pergerakan lokasi Kiara. Tapi Aldi belum berbalik dari perjalanannya menuju hotel. Ada yang aneh dengan kepergian Kiara secara tiba-tiba dari hotel.


Aldi pun tiba di hotel sesuai estimasi perjalanan yang ditunjukkan oleh aplikasi GPS di layar tablet di dalam mobilnya.


"Kamu tunggu di sini!" Perintah Aldi kepada sopir yang ada di dalam mobilnya.

__ADS_1


Sang supir pun tidak bisa membantah. Dia tidak berani memarkirkan mobilnya di parkiran hotel. Mobilnya berhenti tepat di depan pintu Lobby. Posisi ini sebenarnya dapat mengganggu pengunjung hotel lain yang juga ingin turun di lobby. Tapi si supir tidak bisa membantah perintah majikannya yang tampak sedang memiliki suasana hati yang tidak baik.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Aldi sedang berada di Lobby bersama manager hotel yang sedang memanggil layanan kamar yang dua kali ini melayani Makan pagi dan makan malam Kiara. Aldi ingin bertemu dengan pelayan itu karena mencurigai sesuatu.


Aldi sudah mengecek CCTV ketika pelayan itu dan Kiara sedang berbicara, tapi tidak ada yang aneh dari percakapan mereka. Oleh karena itu Aldi harus bertemu langsung dengan pelayan yang hari ini berbicara dengan Kiara. Aldi harus menyelidiki apa yang sebenarnya telah terjadi kepada Kiara sehingga memutuskan untuk kabur. Aldi telah menuruti Keinginan Kiara untuk menjauh. Tidak seharusnya Kiara tiba-tiba berusaha menghilang begini. Kiara adalah orang yang selalu menepati janjinya.


Menghilangnya Kiara dari hotel kemungkinan besar karena Kiara tahu tentang CCTV di kamarnya. Atau mungkin Kiara tahu bahwa Aldi mengawasinya terus.


"Tuan Aldi, Ini pelayan yang terakhir berbicara dengan nyonya." Ucap manager hotel.


"Sa.. saya tuan." Pelayan ini kembali gagap seperti ketika melayani Kiara.


"Apa yang dikatakan istri saya ketika kamu mengantarkan makan malam?" Aldi tidak buang-buang waktu menghadapi pelayan yang jelas tampak ketakutan ini.


"Nyonya bilang tidak pesan makan malam dan belum ingin makan. Lalu saya menyampaikan pesan bapak bahwa ini sudah waktu makan malam."


"Lalu?"potong Aldi.


"Nyonya diam saja. Jadi saya meninggalkan trolley makanan begitu saja." Pelayan hotel menunduk. Khawatir perbuatannya ini malah disalahkan oleh Aldi.


Aldi sendri menjadi bingung menentukan penyebab Kiara pergi. Tampaknya Kiara tidak mengetahui Aldi memasang CCTV.

__ADS_1


"Saya mau ke kamar kami." Aldi tiba-tiba menyampaikan keinginannya setelah beberapa saat terdiam.


Manager hotel pun mengantarkan Aldi ke kamarnya dan Kiara sebelumnya. Kemudian memberikan kunci kamar kepada Aldi sebelum meninggalkan Aldi di depan kamar.


Aldi memasuki kamar yangย  seharusnya semalam dia tinggali bersama Kiara. Tapi kesalahpahaman lagi-lagi muncul hingga membuatnya tidak jadi menginap di kamar ini. Dengan terpaksa Aldi meninggalkan Kiara untuk tidur di kamar ini sendiri. Ada rasa sesak di dada Aldi mengingat ini semua. Aldi kembali menyesali kebodohannya sendiri. Bisa-bisanya Aldi tidak mengakui anaknya sendiri. Perasaan Kiara pasti sangat hancur.


"Maafkan aku, Ra. Aku begitu bodoh. Aku telah melukai kamu dengan begitu dalam." Aldi menatap jendela kamar hotel yang menghadap ke laut. Kiara duduk di kursi di depan jendela itu untuk waktu yang cukup lama seharian ini.


Aldi berjalan perlahan mendekati kursi yang berada di dekat jendela. Aldi meraba tekstur kursi sofa tunggal berlengan yang tampak nyaman itu. Suhu hangat terasa menyentuh kulit tangan Aldi. Kiara pergi belum sejam, tapi kursi sofa ini belum dingin. Aldi juga bisa mencium aroma khas parfum yang biasa Kiara pakai. Hal ini membuat bulir hangat air mata menetes di pipi Aldi tanpa sadar.


"Ra, maafkan aku." Rintih Aldi.


"Aku terlambat menyadari kesalahanku. Aku terlanjur menyakiti kamu, Ra." Aldi meratap seorang diri di ruangan yang luas itu. Malam yang dingin nan jauh dari pusat kota Jakarta itu menjadi semakin dingin dengan suara isak tangis Aldi.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Mohon maaf ya untuk update memang tidak bisa rutin. Sehari-hari saya kerja dan juga memiliki sepasang anak yang cukup menyita waktu. Cerita ini author sempatkan tulis di setiap sela-sela waktu.


Karena itulah, semangati saya biar segala yang ingin saya tulis mengenai kisah Kiara dan Aldi bisa segera tertuang. Semangati saya dengan banyak like dan komen kalian yang bisa bikin saya lanjutin cerita ini di setiap ada waktu luang.


BTW, sejak senin saya sudah semangat banget untuk nulis, udah nulis sebagian chapter ini juga. Tapi karena saya menghandle beberapa acara di pekerjaan saya, maka terpending lagi tayangnya chapter ini.


So, komen dan like tuk semangatin author ya. Biar saya semakin semangat update di sela-sela kesibukan saya.

__ADS_1


_Dinda^^


__ADS_2