
Kiara masih ke kantor sebagai sekretaris Rara bersama Aldi. Kiara memaksa untuk tetap bekerja. Misinya belum usai sebagai Rara.
"Aku janji akan berhenti kerja ketika perut aku udah kelihatan, Al. Karena ini masih rata, ijinkan aku tetap kerja sama kamu, ya. Plis..." Kiara meminta dengan manis.
Aldi merasa berat mengijinkannya. Tapi kali ini Kiara sendiri meminta dengan seperti ini.
"Kamu harus tetap makan, kasih tahu aku mau makan apa. Dan jangan terlalu capek. Jika kamu sampai sakit, aku nggak akan ijinkan kamu kerja. Ingat itu, Ra." Aldi sampai mengayunkan telunjuknya di hadapan Kiara.
"Tentu, Al" Kiara menggenggam telunjuk Aldi yang dipamerkan di hadapannya. Kiara tertawa senang.
"Makasih, Al." Kiara menjatuhkan diri di pelukan Aldi karena senang. Aldi jarang-jarang menuruti keinginan Kiara yang berlawanan dengan keinginan Aldi dengan mudah seperti ini.
"Kamu senang gini aku pun ikut senang, Ra." Aldi mencium puncak kepala Kiara dan menghirup aromanya. Aldi rindu dengan pelukan wanita ini. Terlalu lama dia menjaga jarak dari Kiara. Tapi Kiara belum kunjung membereskan traumanya. Aldi merasa belum cukup membahagiakan wanita ini.
🌸🌸🌸🌸
Begitu Kiara dan Aldi tiba di Blue Corp pagi ini, Blue Corp cukup heboh. Berita mengenai nyonya bos mereka, yaitu Kiara, sedang viral di media sosial.
'Nyonya muda Perusahaan besar Diculik lawan bisnis suaminya hingga dihamili'
Begitulah judul berita yang menjadi top trending karena banyaknya orang yang mengakses dalam semalam. Dalam berita yang viral di dunia maya itu, tampak foto wanita yang disensor. Wanita itu ada di bangsal rumah sakit dan di sisinya ada pria dengan jas mahal tapi wajahnya juga di blur. Banyak penjaga yang berjaga di sekitar mereka.
Yang membuat berita itu heboh adalah narasi dan argumentasi yang disampaikan dalam berita itu. Analisa penulis berita cukup akurat.
Di artikel berita itu tertulis bahwa sang nyonya Bos berhenti update cerita kegiatan sehari-hari di sosial media sejak bulan madu mereka dari Singapura. Membaca bulan madu ke Singapura tentu semua warga net merujuk pada nyonya Wiji Sasongko yang bulan kemaren memang berlibur ke Singapura dan memiliki banyak sekali fans di dunia maya secara mendadak sejak pernyataan cinta Aldi yang menghebohkan jagad dunia maya.
Kemudian masih ada cerita bahwa Aldi dikabarkan dekat dengan pegawai di kantornya tapi tidak pernah lagi membawa istrinya ke acara publik. Sang nyonya bos kabarnya disembunyikan di rumah sakit karena depresi dan kini hamil karena penculikan itu.
🌸🌸🌸🌸
__ADS_1
Aldi saat ini berwajah begitu gelap usai membaca berita wanita yang diculik dan dilecehkan itu. Aldi mengenali foto yang menjadi viral ini. Meski wajah pemeran utamanya disensor, Aldi bisa dengan mudah mengenalinya. Sebab pria di foto itu adalah dirinya. Tapi wanita di dalamnya tentu bukan Kiara. Foto itu diambil ketika Aldi mengunjungi mantan pelayannya yang dirawat di rumah sakit.
Dan mantan pelayan Aldi itu juga tidak sedang hamil. Para wartawan itu dengan seenaknya mengambil foto apapun yang dirasa sesuai dengan cerita yang mereka karang.
"Al, menurutmu siapa yang sudah berani melakukan ini?" Mike masuk dengan tiba-tiba ke ruangan Aldi dimana Kiara juga berada di situ. Kiara dan Aldi baru saja datang ketika mendapat kabar mengenai berita viral ini.
"Aku malah bertanya-tanya mengenai siapa yang membocorkan begitu banyak hal. Sesuatu yang hanya diketahui oleh beberapa dari kita ini malah bisa diketahui oleh musuh dan memanfaatkannya sebagai senjata di saat seperti ini." Aldi kembali berpikir. Kenapa di saat Kiara benar-benar terkonfirmasi hamil? Ini tidak mungkin kebetulan. Target mereka adalah Kiara. Tapi kenapa menargetkan Kiara?
"Al, siapa yang kamu curigai?" Setelah beberap waktu terdiam, Mike pun menanyakan ini. Mike tidak bisa membahas secara rinci semua hal yang Mike dan Aldi ketahui di hadapan Kiara. Ada beberapa hal yang memang keduanya sepakati untuk tidak diketahui dulu oleh Kiara demi kebaikannya.
" Ntahlah Mike. Aku memiliki beberapa kandidat. Tidak ada bukti kuat yang mengarah kepada salah satu dari mereka." Aldi masih membagi pikirannya untuk memecahkan tanda tanya dalam masalah ini sekaligus memikirkan perkataan Mike dan membalasnya.
"Jadi kita harus memasang pelacak atau menyuruh orang mengikuti kegiatan mereka?" Mike langsung menawarkan salah satu solusi yang terlintas di benaknya.
"Tentu, itu harus dilakukan. Aku sedang bekerja meretas handphone mereka. Untuk orang-orang yang akan mengikuti mereka, cukup pilih 1 orang terpercaya untuk melakukannya. Jika sampai bawahan yang kamu suruh itu malah dekat dengan kandidat tersangka, maka percuma kita membuat mereka mengikuti tersangka."
" Lalu apa saranmu?"
"Oke, dalam satu jam mereka akan datang. Bagaimana dengan Daniel? Kamu tidak melibatkan dia dalam penyelidikan?" Mike penasaran kenapa hanya mereka bertiga di ruangan itu.
"Aku sedang tidak bisa mempercayai siapapun selain kalian yang paling dekat denganku sekaligus keluargaku."
"Jadi Daniel juga kamu curigai?"
"Ntahlah. Aku merasa tidak ingin membagi semua hal rahasia kepada Daniel. Instingku mengatakan ada sesuatu. Tapi aku tidak pernah menyelidikinya selama ini. Mungkin ini saatnya aku mulai mengecek perubahan apa yang terjadi pada Daniel dan adanya kemungkinan dia akan mengkhianatiku. "
"Baiklah, masih ada hal lain?"
"Tentu. berita viral itu sudah ditarik semua kan?"
__ADS_1
"Belum, Al. Butuh dana yang lumayan besar untuk take down semua berita tentang itu."
"Kamu tahu bahwa uang tidak jadi masalah bagiku."
"Tapi.." Mike masih saja ingin menolak. Tapi terpotong oleh tatapan mengintimidasi Aldi kembali.
"Kerahkan bidang Relasi Publik yang biasa menangani pemberitaan untuk menurunkan berita itu hingga tak bersisa. Berapapun biayanya."
"Selain permasalahan dana, Departemen Relasi Publik tidak memililki sumber daya manusia yang mumpuni. Selama ini mereka jarang mendapat tugas karena Blue Corp tidak pernah memiliki pemberitaan buruk."
"Lalu?" Sahut Aldi.
"Penanganannya akan lama, Al."
"Maka saran kamu apa, Mike?"
"Cari tambahan Sumber Daya untuk membantu bidang ini." Jawab Mike dengan mantap.
"Dan kamu punya kandidat?"
"Ada, tapi tentu saja dia harus menghadap ke sini untuk diwawancara dulu."
"Suruh dia datang membantu. Permasalahan ini akan menjadi ujian dia. Jika pekerjaannya baik, mana mungkin kita mengusirnya. Dia boleh terus bekerja di sini sebagai pegawai tetap jika mampu membantu kita menangani departmen public relation."
"Okey, Al."
Mike pun undur diri. Kiara akhirnya punya kesempatan mendekati Aldi dan menanyakan pembahasan mereka barusan. Kiara sadar mereka menutupi beberapa hal dalam obrolan mereka. Aldi juga nampak gugup. Kiara harus cari tahu sendiri. Situasi tidak tahu apa-apa ini tidak bisa didiamkan berlarut-larut.
🌸🌸🌸🌸
__ADS_1
_Dinda^^