Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Di antara Ferdi dan Hasan


__ADS_3

"Silahkan melanjutkan ceritanya." Kiara mempersilahkan Daniel lanjut bercerita.


"Kami memiliki saksi mata. Sopir pak Aldi. Saya meminta keterangan dan kesaksiannya nyonya."


"Oh, iya. Benar. Kamu bergerak dengan cepat dan efisien. Bagaimana kata sopir suamiku?" Kiara menyahut.


"Pak Aldi langsung turun dari mobil ketika tiba di minimarket. Langsung menuju mobil merah yang dilacak olehnya. Tapi ketika pak Aldi sedang mengetuk pintu mobil di bagian sopir di kanannya mobil merah itu, pak Aldi ditabrak dari belakang oleh mobil lain yang berwarna hitam."


Kiara menutup mulutnya tak sanggup membayangkan adegan Aldi yang ditabrak dengan tiba-tiba.


"Usai pak Aldi ditabrak, mobil merah pergi begitu saja tanpa membuka kaca jendelanya. kedua mobil hitam dan merah bergerak dengan begitu cepat."


"Lalu?"


"Lalu saya mengecek informasi kasir dan pegawai. Begitu saya mengeluarkan foto bu Adelia, mereka seketika mengenalinya. Bu Adelia memang datang ke minimarket itu. Jadi kamu menduga yang berada di mobil merah adalah Bu Adelia."


Kiara hanya diam. Daniel pun melanjutkan.


"Kami sudah mengecek plat mobil hitam yang menabrak bu Adelia. Tapi nomor platnya tidak terdaftar. Mobil itu menggunakan plat palsu."


"Kemungkinan masih pria bermasker komplotan tante Adelia yang melakukannya. Lalu bagaimana dengan Mike dan om Damien?"


"Menurut saya sebaiknya jangan memberitahu pak Damien. Untuk pak Mike, terserah nyonya saja. Sebab pak Mike juga selalu berkoordinasi dengan pak Aldi mengenai identitas pria bermasker. Bahkan kami menduga pria bermasker itu bekerja di BLUE CORP di bawah pimpinan pak Mike selama ini."


"Oke. Jadi aku akan menghubungi Mike dan mencocokkan informasi yang dimiliki mengenai alibi bawahannya hari ini. Kamu bisa kembali ke rumah sakit. Kabari aku begitu ada kabar mengenai Aldi." Kiara masih kecewa dengan Daniel yang melarangnya menemani Aldi di Rumah Sakit. Tidak ingin berlama-lama berbicara dengannya.


"Saya akan kembali ke rumah sakit usai nyonya bertemu pak Mike."


"Apa?" Kiara tidak menyangka Daniel ingin tinggal.


"Pak Aldi tidak akan suka nyonya berbicara berdua dengan pria lain." Daniel mengutarakan alasannya.

__ADS_1


"Kamu ini juga pria. Dan kamu sedang berbicara berdua saja dengan saya di ruang kerja suami saya yang tertutup." Ada rasa tidak suka dengan pengaturan Daniel ini. Meskipun dia beralasan karena Aldi, tetap saja Kiara tidak suka.


"Maaf nyonya. Saya akan keluar dulu. Saya akan menunggu kedatangan pak Mike. Dia sudah dalam perjalanan ke sini." Daniel pamit keluar tanpa menunggu Kiara mengiyakan.


Kiara masih saja diam di ruang kerja Aldi. menatap kursi kerja Aldi yang selalu ditempati ketika bekerja. Kiara mendekati meja kerja itu dan menyentuh kursi kerja Aldi. Mengingat wajah Aldi ketika duduk di sini dengan wajah seriusnya.


Waktu berjalan dengan pelan bagi Kiara. Menanti Aldi yang jauh di sana dan mengenang momen kebersamaannya kadang membuat Kiara tertawa. Tapi Kiara lebih sering muram mengingat Aldi yang kini masih berjuang melawan maut.


Tak berapa lama, Daniel dan Mike sudah memasuki ruang kerja dan kini duduk di sofa berhadapan dengan Kiara. Irma juga sudah menyajikan tiga cangkir teh di hadapan ketiganya.


"Maafkan aku, Kiara. Aku telah kehilangan jejak pria bermasker itu hingga Aldi mengalami kecelakaan." Mike sedang berwajah sendu.


Kiara sendiri merasa hatinya hampa. Rasanya kebas setiap kali mendengar nama Aldi. Apalagi mendengar Aldi yg kecelakaan.


"Jika mau menyalahkan, aku lebih salah. Semua bermula dari mereka yang mengejar ku." Kiara menatap nanar kepada Mike dan Daniel.


"Sekarang bukan saatnya mencari siapa yang salah. Aku mau kamu menceritakan semua yg perlu Aldi tahu. Aku di sini mewakili Aldi berkoordinasi mengenai langkah kita menghadapi bahaya yang selalu disajikan oleh tante Adelia." Lanjut Kiara.


"Siapa Ferdi dan Hasan ini?" Kiara sama sekali tidak tahu jika Mike dan Aldi sudah memiliki dugaan siapakah sebenarnya pria bermasker.


"Mereka berdua adalah bawahan saya di kantor. Keduanya menjabat sebagai direktur. Setara jabatannya dengan Verlita." Mike menjelaskan


"Kenapa kamu bisa menduga pelakunya adalah di antara Ferdi dan Hasan?" Kiara bertanya lagi.


"Aku sama Aldi menduga masih ada orangnya Adelia di Blue Corp meskipun Aldi telah melakukan pembersihan secara menyeluruh terhadap orang-orang kepercayaan Adelia di kantor." Mike langsung memanggil nama Adelia tanpa embel-embel sebutan tante atau apapun. Kiara jadi sadar bahwa Mike sangat tidak menyukai ibu tirinya.


"Lalu apa hubungannya Verlita  sama mereka?"


"Ferdi berwajah tidak terlalu tampan dan selama ini dikenal suka mendekati Verlita. Hampir seluruh orang di kantor mengetahuinya. Sementara Hasan yang berwajah tampan selama ini memang sering terlihat bersama Verlita baik ketika di kantor maupun ketika pulang bersama."


"Hanya itu saja?" Kiara merasa ada yang kurang dari analisa Mike.

__ADS_1


"Verlita dekat dengan Ferdi hanya ketika berkaitan dengan pekerjaan. Tapi sepertinya Ferdi sangat senang Verlita membutuhkannya. Ferdi selalu bersedia membantu pekerjaan Verlita yang berkaitan dengan proyek-proyeknya." Mike menambahkan.


"Jadi si Ferdi ini pekerjaannya bagus dan cakap dalam beberapa bidang?"


"ya" Jawab Mike


"Tapi Ferdi tidak setampan Hasan?" Kiara memastikan dugaannya.


"Benar." Mike menyahut.


"Lalu bagaimana kinerja Hasan di kantor? Apa kelebihannya selain memiliki wajah lebih tampan dari Ferdi?"


"Hasan tampak lebih kaya. Baju, jam tangan dan sepatu yang dikenakan semua merk ternama. Mobilnya juga bukan mobil seperti kebanyakan karyawan yang lain. Banyak yang ingin dekat dengan hasan. Tapi Hasan memilih dekat dengan Verlita." Mike menjelaskan sambil mengingat-ingat.


"Satu pertanyaan lagi," Kiara merasa semakin dekat dengan kesimpulan yang ada di kepalanya. " Apakah menurut kamu Ferdi tahu bahwa Verlita suka dekat dengan Hasan dan para pria lain di kantor?"


"Sepertinya tahu. Ferdi adalah orang yang cerdas." Sahut Mike.


"Ini aneh. Jika Ferdi tahu hanya dimanfaatkan oleh Verlita. Seharusnya Ferdi tidak bersedia membantu pekerjaan Verlita dengan cuma-cuma."


"Kamu benar, Kiara. Apa keuntungannya Ferdi melakukan itu ya? Kami semua mengira Ferdi yang jatuh cinta terhadap orang yang salah menjadi agak bodoh dalam menjalani hidupnya. Mau-mau saja dijadikan boneka Verlita."


"Jadi semua itu sudah menjadi rahasia umum bagi semua karyawan di kantor?"


"Yups, kami semua berpikiran seperti itu."


"Lalu kenapa hari ini yang keluar dan dekat dengan Verlita adalah Ferdi? Kamu bilang Verlita dekatnya dengan Hasan?" Kini Mike seperti kena skak mat dengan pertanyaan Kiara ini. Mike tidak memikirkan keanehan itu.


"Aku juga bingung sekarang, Kiara. Kenapa seperti itu. Tapi ketika aku awal melihat mereka di kantor, gosip yang beredar adalah Ferdi memang dekat dengan Verlita. Mereka sering terlihat bersama ketika di kantor. Tapi setelah aku agak lama di BLUE CORP, Verlita tidak lagi terlihat bersama Ferdi, melainkan Hasan. Ferdi tidak lagi sering tampak berdekatan dengan Verlita di kantor." Mike berbicara sambil berpikir agak dalam. Banyak yang perlu dia ingat-ingat.


Daniel dari tadi menyimak pertanyaan demi pertanyaan yang disampaikan oleh Kiara dan semakin kagum dengan analisa sang nyonya. Bekerja dengan Aldi yang sangat cerdas dalam dunia IT saja sudah sangat membanggakan bagi Daniel. Tidak disangka, istri dari bosnya juga secerdas ini.

__ADS_1


__ADS_2