
Kiara masih belum selesai dirias oleh beberapa pelayan. Dia sudah pegal-pegal menunggu mereka mendandani dirinya sejak beberapa jam lalu. Dari mulai acara pijat, luluran, waxing bulu tangan dan kaki, hingga perawatan rambut telah Kiara jalani sejak pagi.
Tapi hingga menjelang acara dimulai, Kiara masih belum selesai menjadi objek perawatan para pelayan. Mereka bukan sembarang pelayan, mereka memiliki background make up artis bersertifikasi dan berpengalaman. Mereka juga ada yang sudah menekuni dunia perawatan tubuh wanita dan penataan rambut.
Para pelayan yang saat ini merawat dan memoles wajah Kiara ini dibentuk oleh Adelia. Dia sangat senang merawat dan mempercantik diri. Sehingga kepala pelayan Wiji Sasongko harus membuatkan sekelompok pelayan yang bisa memenuhi keinginan Adelia dalam merawat dan mempercantik diri. Mereka sebelumnya bekerja di rumah Damien dan Adelia. Tapi sejak Adelia dan Damien bercerai, mereka dibebas tugaskan oleh kepala pelayan, tapi harus siap ketika sewaktu-waktu keluarga Wiji Sasongko memanggil pelayanan mereka seperti hari ini.
Hari ini ada perayaan tahunan Blue Corp. Kiara harus mendampingi sang suami dalam membuka acara tahunan ini. Pesta yang mengundang banyak tamu dari kalangan orang kaya di Indonesia itu akan memperkenalkan Aldi sebagai pewaris sah Blue Corp. Malam ini Damien akan mengumumkannya.
Kiara selaku istri dari Rivaldi Ahmad Wiji Sasongko harus menemani sang suami dalam acara pesta perayaan itu dari awal hingga akhir. Baju dan tatanan dirinya sudah dipersiapkan jauh-jauh hari oleh Aldi. Baju dari desainer ternama dunia telah diterbangkan ke Jakarta. Sepatu dan tas edisi terbatas dengan harga yang tak pernah Kiara impikan sekalipun harus Kiara kenakan malam ini untuk menunjang penampilannya.
Kiara adalah wanita dari bos utama perusahaan suaminya. Bintang utama dari pesta malam ini. Kiara tidak sanggup menolak segala pengaturan yang telah dibuat untuk dirinya.
Jam 8 malam Aldi telah datang menjemputnya. Kiara menatap dirinya di cermin. Gaun malam panjang berwarna biru dengan kilauan di tepi bagian bawahnya melekat sempurna ke tubuhnya. Membuat lekukan tubuhnya yang ramping tampak sempurna dengan riasan dan gaya rambutnya yang disanggul agak tinggi. Ada rambut yang menjuntai di kanan dan kirinya. Juga sebuah jepit rambut dengan kelip permata bertengger di atas kepala bagian kanannya.
Kiara mengedip beberapa kali melihat tampilan dirinya di cermin. Terakhir kali dia berdandan habis-habisan seperti ini adalah di hari dia menikah dengan Aldi. Saat itu Kiara tidak merasa secantik ini.
"Halo, cantik." Aldi memberinya pelukan dari belakang dengan tiba-tiba. Kiara sedikit terkejut sekaligus tersipu malu. Kiara tidak menyadari para pelayan telah pergi meninggalkan kamarnya.
"Percaya tidak, aku sangat ingin mencium bibir kamu saat ini juga." Bisik Aldi.
"Nggak percaya." Jawab Kiara singkat.
"Jika tidak ingat bahwa kamu sudah berdandan berjam-jam, aku sangat ingin membatalkan acara malam ini dan mengurung kamu di kamar ini beberapa hari." Aldi masih berbicara setengah berbisik. Seolah berusaha menahan diri sebaik mungkin. Suara godaan pria ini terdengar seksi bagi Kiara.
Aldi telah sembuh total. Dua bulan penuh Aldi dan Kiara menghabiskan waktu di rumah untuk pemulihan kesehatan Aldi. Kiara sering memperhatikan Aldi yang menahan diri untuk terlalu dekat dengannya.
__ADS_1
Awalnya Kiara tidak paham kenapa Aldi begitu. Kemudian Mike memberitahu bahwa Aldi tidak ingin nafsu menguasai dirinya. Aldi tidak ingin membuat Kiara memberikan haknya sebagai suami jika terlalu dekat dengan Kiara. Tentu Kiara tidak langsung mempercayai ucapan Mike. Kiara tidak merasa dirinya cukup menarik untuk membuat Aldi menahan diri seperti itu. Tapi semakin ke sini, Kiara semakin menyadari bahwa ucapan Mike benar. Aldi menjaga jarak karena khawatir tidak bisa mengendalikan diri menyentuh Kiara.
Hari ini untuk pertama kalinya mereka akan pergi ke luar rumah. Itu pun untuk menghadiri acara besar.
"Kamu siap keluar sebagai nyonya besar Wiji Sasongko?"
"Belum siap. Kenapa yang menjadi nyonya besar bukan mama kamu? Aku ingin menjadi nyonya muda saja." Kiara mengakhiri ucapannya dengan tawa.
"Mama tidak menginginkannya. Dia lebih suka berada di rumah yang berisi kenangannya bersama ayah."
"Kapan mama bersedia bertemu denganku?"
"Jika kamu bersedia menemuinya ke sana, mama akan sangat senang bertemu sama kamu."
"Ya, tapi aku belum tahu kapan. Setelah malam ini, aku akan menampakkan diri lebih sering di Blue Corp. Aku harus mengatur waktu dulu, sayang."
Aldi menggenggam tangan Kiara. Hendak menggandengnya keluar. Tapi Kiara menahannya. Kiara masih ingin menyampaikan suati hal penting yang selama ini dia tunda.
"Tunggu, Al." Kiara tidak menarik tangannya. Tangannya masih berada dalam genggaman Aldi. Kemudian Kiara mendekatkan diri kepada Aldi yang terdiam menatap Kiara.
"Ada apa?" Aldi sama sekali tidak tahu apa yang diinginkan oleh Kiara.
"Apa kamu serius ketika tadi menyapaku dan bilang aku cantik?" Kiara mengakhiri pertanyaannya dengan senyuman semanis mungkin.
"Tentu saja. Kamu memang terlihat sangat cantik." Aldi tergelak dan ingin tertawa. Tidak biasanya wanita di hadapannya ini meminta pujian darinya.
__ADS_1
"Kalau begitu, ini saat yang pas untuk memberitahu kamu. Aku akan menganggap saat ini aku masih mengenakan gaun pengantin putih waktu itu."
"Kamu ingin mengenakan gaun putih?"
"Tidak. Aku ingin tampil cantik seperti ketika aku menjadi pengantin kamu dulu."
"Aku bisa dengan mudah melakukannya jika kamu menginginkannya."
"Aku tidak suka buang-buang uang untuk keinginan aneh itu. Begini sudah cukup." Kiara berhenti sejenak dan ingin mengatakan sesuatu lagi. "Dengarkan baik-baik apa yang aku katakan. Karena aku tidak tahu akan bisa mengulanginya atau tidak."
Aldi mendapat suatu firasat baik. Kiara akan ngucapin apa yang Aldi nanti selama ini.
"Aldi, suamiku. Aku awalnya tidak memiliki perasaan khusus ketika kita menikah. Aku hanya menjalankan tugas sebagai istri kamu sebisaku. Tapi kamu telah menjadi suami yang memberikan aku segalanya di dunia. Kamu tidak hanya memberikan harta dan nafkah, tapi juga sebuah kesetiaan. Kamu mencintaiku dan bersedia menderita demi memperjuangkanku."
Kiara menatap setiap ekspresi Aldi yang tidak memiliki perubahan apapun sejak awal Kiara berbicara.
"Aku mencintai kamu, Al. Sejak kamu mengatakan cinta kamu untuk pertama kalinya, aku sudah mencintaimu. Sejak lama aku ingin menemukan momen untuk mengungkapkannya tapi baru hari ini aku merasa layak untuk menyatakan apa yang aku rasakan sama kamu, Al."
Kiara telah selesai mengatakan semua yang ingin dia ungkapkan. Kiara mengatakan semua itu dengan nada pelan tapi tegas.
Aldi sendiri tidak menyangka ungkapan cinta Kiara akan sepanjang itu. Aldi masih berusaha mengulang setiap kata demi kata di benaknya dan mencerna setiap maksud dari kalimat yang telah Kiara ucapkan kepadanya. Dan kesimpulannya adalah, 'Kiara ternyata mencintainya. Kiara juga mencintainya. Selama ini Kiara telah mencintainya.'
Aldi tidak bisa menahan diri untuk membiarkan Kiara pergi begitu saja. Aldi menarik tangan Kiara dan mencium bibirnya. Aldi merasakan kehangatan dan kelmbutan bibir Kiara cukup lama. Tidak mempedulikan lipstik Kiara yang akan menempel ke bibirnya maupun tampilan Kiara yang akan sedikit berantakan. Semu itu bisa diperbaiki. Tapi kebutuhannya untuk merasakan sentuhan istrinya tidak bisa ditahan. Ciuman ini sangat Aldi butuhkan.
"Terima kasih sayang. Terima kasih sudah mencintaiku." Ucap Aldi usai mencium Kiara dengan lama. Aldi mengucapkannya ketika bibir mereka hanya berjarak tidak sampai 1 sentimeter. Kiara masih bisa merasakan hembusan nafas Aldi yang beraroma mint segar.
__ADS_1