
Kiara sudah sejak tadi kehausan. Dia mengharapkan ciuman yang akan meredakan rasa hausnya, tapi tidak kunjung mendapatkan ciuman yang ditunggu. Kiara menjadi semakin tidak sabar dan memanggil-manggil nama Aldi.
"Al... Aldi.." Panggil Kiara.
Aldi sangat senang mendengar panggilan namanya dari bibir sang kekasih hati. Apalagi dipadu dengan pemandangan Kiara yang tampak di hadapannya saat ini. Tepat di depan matanya, Kiara hanya mengenakan sehelai kain berbentuk segitiga yang menutupi menu utama yang akan Aldi santap malam ini.
Aldi memberikan jari telunjuk bagian kirinya ke bibir Kiara untuk meredakan sedikit rasa haus Kiara. Aldi tidak bisa berhenti dengan kismis milik Kiara yang masih saja manis. Bibir Aldi masih belum puas dengan dua butir kismis milik Kiara. Aldi memberikan jarinya untuk sementara agar rasa haus Kiara tidak semakin besar.
Setelah cukup lama saling menikmati jari dan buah kismis satu sama lain, Aldi akhirnya kembali kepada bibir Kiara dan meredakan kehausan Kiara kepada ciuman yang Aldi berikan. Kiara dan Aldi menikmati satu sama lain dengan lahap. Sementara melakukan itu, Aldi sudah mulai bergerak ke menu utamanya malam ini.
Aldi mulai menyentuh bagian di dalam lembar segitiga yang menjadi satu-satunya penghalang mereka berdua untuk meraih rasa yang lebih nikmat. Aldi memasukkan tangannya ke dalam celah kecil dari segitiga itu. Membelai diri Kiara yang berada di baliknya sambil tetap mencium bibirnya yang masih saja memabukkan dengan aroma manis yang tak kunjung hilang.
"Kiara, aku ingin melepaskan penutup terakhir kamu, apa boleh?" Aldi menghentikan ciumannya dan menantikan respon Kiara. Memperhatikan ekspresi kehilangan yang ditampakkan oleh wajah sang istri. Ciuman yang masih belum membuatnya puas telah Aldi hentikan. Membuat Kiara menjadi kecewa dan menginginkan lebih.
"Apa kamu masih perlu jawaban, Al? Jangan mempermainkan aku lagi." Kiara sudah semakin tidak tahan menghentikan kegiatan ini. Kiara mendekatkan wajahnya dengan Aldi dan memulai ciumannya berdua dengan Aldi yang sempat terhenti.
__ADS_1
Aldi kini yakin bahwa Kiara menginginkan hal yang sama dengan apa yang dirinya mau saat ini. Ini malam bulan madu mereka. Aldi akan menuntaskan hal utama yang telah lama tertunda. Kiara malam ini akan menjadi miliknya.
"Krek.. Kreek.." Dengan sangat bersemangat, Aldi merobek helaian kain tipis yang melekat pada Kiara. Aldi memeluk Kiara dengan lebih erat tanpa ada halangan apapun di antara keduanya. Kulit Aldi dan Kiara saling bersentuhan dan bergesekan satu sama lain. Saling memberikan kehangatan dan hawa panas yang menghalau udara dingin yang diciptakan oleh pendingin ruangan hotel.
Aldi masih tidak melepaskan tautan bibirnya dengan Kiara sementara pelukan mereka berubah menjadi penjelajahan ke bagian kulit satu sama lain. Aldi suka membelai punggung Kiara. Sementara Kiara suka mengacak-acak rambut Aldi.
"Ra. Senjata utama yang aku punya sudah pada bentuk yang siap tempur. Kita mulai pertempurannya ya, sayang." Rayu Aldi. Ciuman mereka lagi-lagi Aldi lepaskan. Tapi Kiara tidak menunjukkan wajah kecewa lagi setelah mendengar kalimat rayuan Aldi.
"Lakukanlah," Wajah Kiara yang bersemu merah ketika mengatakannya. Hal itu menambah keinginan Aldi untuk segera memulai pertempuran yang sebenarnya keduanya nantikan. Saat pertama keduanya yang masih mengandung rasa penasaran baik bagi Aldi maupun bagi Kiara.
Aldi memposisikan Kiara untuk berbaring terlentang. Aldi kembali mencium Kiara dan membuka kedua kaki Kiara saat Kiara sedang asik menikmati ciuman mereka. Aldi mencoba mengetes tingkat kesiapan Kiara di bawah sana dengan jari telunjuknya. Hasilnya membuat Aldi bergetar karena senang. Sebab Kiara telah siap untuk Aldi. Jari telunjuk Aldi begitu basah setelah menguji Kiara. Cairan yang begitu lengket di jarinya itu akan meudahkan Aldi melancarkan aksinya.
Aldi telah berhasil merobek penghalang bagi kenikmatan yang akan dia raih dari Kiara. Penghalang yang baru Aldi singkirkan itu juga akan memberikan kesenangan yang sama bagi Kiara. Aldi yakin bisa membuat Kiara juga merasakan sebaik dirinya. Aldi telah melihat banyak video untuk mempelajarinya. Cerita-cerita novel maupun komik juga telah habis Aldi baca sebagai referensi.
Jadi meskipun ini pengalaman pertama bagi dirinya, Aldi telah merasa yakin bisa mengalahkan Kiara dan membuat Kiara senang. Kiara harus Aldi buat terbang ke awang-awang nan tinggi.
__ADS_1
"Akkkhhhh. Sakit, Al" teriakan Kiara membawa Aldi kembali dari lamunan dan pemikirannya yang singkat. Air mata mengalir begitu saja dari sudut matanya. Aldi mulai panik melihat hal itu. Aldi merasa telah melakukan hal yang benar. Dan senjatanya kini mengirimkan rasa yang tak pernah Aldi alami sebelumnya. Aldi tidak mungkin menghentikan ini semua karena Kiara yang kesakitan.
Aldi berusaha berpikir dengan cepat dan mencari jawaban yang sesuai dengan algoritma yang telah dia pelajara dari semua sumber itu. Jawabannya tentu Aldi harus melanjutkan apa yang dia mulai. Aldi membungkam mulut Kiara dengan ciuman yang Kiara sukai. Kemudian melanjutkan apa yang telah dia mulai.
Aldi memulai kembali pertempurannya dengan Kiara. Berusaha mengalahkan rasa sakit yang dialami Kiara dan menularkan rasa nikmat yang dia rasakan agar Kiara juga merasakan hal yang sama.
Aldi terus bergerak hingga peluh keringat membasahi dahinya. Usahanya pun tak sia-sia. Kiara sudah mulai mengikuti alur pertempuran yang Aldi buat. Tidak ada lagi wajah kesakitan Kiara. Aldi mulai bebas melepaskan senjatanya. Aldi menusukkan senjata miliknya dengan intensitas yang lebih cepat kepada Kiara yang tidak lagi merasa sakit.
Setiap Aldi mengalirkan tenaga ekstra ke dalam senjatanya, Kiara akan berteriak dengan wajah penuh kenikmatan. Kiara terus menampakkan wajah cantiknya yang puas itu setiap kali Aldi melakukannya. Menjadi candu bagi Aldi hingga dia tak tahan lagi ingin menuntaskan pertarungannya malam itu.
Aldi mengakhiri pertempuran malam itu dengan mengisi diri Kiara dengan benih cintanya. Aldi tidak ingin menahan diri sedikitpun. Dia menuntaskan semua fantasinya terhadap Kiara yang selama ini sudah tertahan begitu lama.
🌸🌸🌸🌸
Di saat Aldi dan Kiara meraih kebahagiaan mereka malam itu, Bima dan Bella juga melakukan ritual yang sama dengan mereka berdua. Hanya saja Bima tidak melakukannya dengan kelembutan sedikit pun. Bella kembali menangis setelah ritual keduanya usai. Tidak ada sedikit pun kebahagiaan yang dirasakan Bella malam itu. Berbeda sekali dengan Kiara
__ADS_1
🌸🌸🌸🌸
Maaf ya guys, dua malam kemarin tidak bisa lembur menuntaskan Aldi dan Kiara dalam sesi ini. Sesi berikutnya ditunggu ya. Akan disempat-sempatkan nulis kok. Like yang banyak biar Author segera update ya.. Thank you so much