Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Menenangkan Kiara


__ADS_3

Suara ponsel Kiara berdering. Itu adalah nomor Aldi. Sebuah panggilan Video dari nomor Aldi. Hati Kiara senang sekali Aldi sadar dan bisa menghubunginya. Kiara buru-buru mengusap tombol terima dan melihat wajah Aldi di layar ponselnya.


"Hai, Ra." Sapa Aldi. Sepertinya Aldi ingin tersenyum tapi wajahnya kaku. sehinga senyumnya tampak agak aneh.


Kiara hanya menatap Aldi dengan cermat. Meneliti lika di wajahnya ada di bagian mana saja.


"Aku baik-baik saja, Kiara. Nggak usah ke sini ya." Aldi bicara dengan perlahan. Juga dengan nada yang lembut seperti sedang menenangkan anak kecil.


"Kamu jahat, Al." Kiara ingin memarahi dan mengomel  kepada Aldi. Tapi tidak tega menambah luka pada diri Aldi. Wajahnya saja sudah terluka seperti itu. Apa lagi tubuhnya yang lain.


"Iya, Ra. Maaf ya. Aku sudah jahat sama kamu." Aldi sudah mendapatkan laporan dari Daniel apa saja yang sudah terjadi sejak kecelakaan itu. Termasuk aksi protes kecil-kecilan yang kiara lakukan kepada Daniel. Demi diperbolehkan menemani dirinya yang tidak sadarkan diri di rumah sakit.


"Kalau sadar sudah jahat, dirubah dong Al. Ijinkan aku ke sana menemani dan merawat kamu." Kiara akhirnya menemukan suaranya dan bisa berpikir untuk merayu Aldi agar diperbolehkan ke rumah sakit.


"Iya, aku sudah sadar. Untuk merubah keadaan ini, besok pagi kamu bisa ketemu dengan aku. Aku akan pulang besok pagi." Aldi tersenyum kembali.


".." Kiara tidak tahu harus berkata apa. Kenapa pria ini begitu cerdas dalam memenuhi keinginannya.


"Kamu sudah nggak protes lagi berarti setuju ya dengan perubahan yang aku buat." Aldi masih tersenyum untuk menenangkan Kiara. Aldi paham Kiara sangat mengkhawatirkan dirinya.


"Kamu jangan bikin aku ngerasa bersalah gini dong Al. Kamu bener sudah baikan? Jangan maksakan diri untuk pulang jika kamu masih butuh perawatan intensif."


"Demi kamu, apa sih yang nggak, sayang." Aldi tergelak begitu kata sayang keluar dari mulutnya.


"Kamu kan ingin bersama dengan suami kamu yang sedang sakit dan merawatnya. Mana mungkin aku tidak mengabulkannya." Tambah Aldi.

__ADS_1


"Iya, Al. Kamu memang cerdas banget dalam memenuhi keinginan aku dan menjaga keselamatan aku. Tapi aku mohon kamu juga jaga diri kamu. Dalam waktu singkat kamu sudah dua kali terluka dan masuk rumah sakit sekaligus." Kiara menceramahi Aldi.


"Anggap saja aku sedang berjuang agar kamu jatuh cinta kepada aku, suami kamu, Kiara." Jawab Aldi singkat. Kali ini wajahnya serius. Tidak ada senyum atau unsur bercanda sedikitpun.


Kiara hanya diam tapi wajahnya sudah memerah karena malu.


"Aku sadar tidak mudah mendapatkan cinta kamu, Kiara. Tapi aku punya waktu hingga akhir usiaku untuk memerjuangkan cinta kamu." Aldi masih saja berwajah serius.


Kiara tidak tahu harus menjawab apa. Ingin rasanya Kiara bilang sudah jatuh cinta kepada Aldi sejak lama. Tapi Kiara tidak ingin menyatakan perasaannya untuk pertama kali melalui panggilan telepon begini. Sangat tidak romantis menyatakan cinta untuk pertama kalinya di panggilan video. Tapi perasaan cinta di dadanya semakin membuncah dan ingin diungkapkan kepada Aldi


"Ra, kok diam. Aku terlalu memaksa ya. Maaf ya sayang. Aku tidak ingin memaksa kamu jatuh cinta sama aku kok. Kita bahas topik lain saja ya."


Kiara diam tapi seolah mengiyakan saran Aldi untuk berganti topik pembahasan.


"Daniel bilang kamu yang menganalisa dengan cerdas mengenai identitas pria bermasker. Aku kok tidak tahu jika istriku begitu cerdas."


"Tidak pernah sedikitpun aku menduga kamu tidak cerdas, Kiara. Hanya saja kamu terlalu baik hati. Sehingga kamu sering ditindas dan dimanfaatkan orang yang tidak bertanggungjawab. Meski kamu yang cerdas ini tahu sedang dimanfaatkan, kamu tetap pura-pura bodoh karena hati kamu yang tidak tega menyakiti orang lain"


"Kata siapa, ih. Analisa kamu mengada-ada." Kiara membantah


"Meski kamu tidak mengakuinya, itulah kenyataannya." Aldi tidak mau kalah dong.


"Gimana tadi ketemuannya sama Bella? Kamu dimanfaatkan lagi sama dia?" ALdi menambahkan. Teringat bagaimana hari ini Bella mengajak Kiara bertemu di luar, membuat keselamatan Kiara menjadi taruhan kembali.


"Dia memohon supaya kamu berhenti menjatuhkan Atmaja Grup. Berhenti membalsa dendam kepada Bima."

__ADS_1


"Aku belum serius ingin menjatuhkan Atmaja grup, Ra. Aku baru menghancurkan reputasi Bima doang. Jika aku bertindak, Atmaja grup sudah tinggal nama doang. Aku masih ingin menyiksa Bima perlahan-lahan. Lagian juga aku tidak punya banyak waktu untuk mengurus masalah Bima. Fokus aku saat ini adalah keselamatan kamu. Aku lebih memilih mengurus tante Adelia yang mengancam nyawa kamu dari pada mengurusi Bella dan Bima."


"Iya, apapun yang kamu lakukan sama mereka, aku tidak ingin ikut campur kok."


Aldi senang mendengar Kiara tidak memohon untuk Bella dan Bima. Ingin rasanya Aldi berada di sisi Kiara saat ini dan mencium wajah polosnya itu.


"Sekarang kamu istirahat ya, Ra. Besok pagi kita sudah bisa ketemu kok. Katanya kamu pengen merawat suami yang terluka. Kamu istirahat yang banyak dong biar besok fit untuk merawatku." Aldi berusaha mengakhiri pembicaraan mereka.


"Iya, Al. Sampai besok."


Panggilan pun berakhir. Dari tadi Aldi melakukan panggilan video dengan dibantu Daniel dan peralatan seperti tripod dan headset.


Di saat yang sama, Mike yang ada di BLUE CORP semakin berambisi menangkap Adelia. Mike berencana menangkap wanita itu ketika sedang bertemu dengan Ferdi. Mike akan ikut membuntuti ferdi dan menangkap Adelia dengan tangannya sendiri.


Mike teringat dengan hari dimana Adelia memfitnah mamanya. Mama Novia dituduh mendorong Adelia yang sedang hamil muda. Padahal Adelia saat itu sedang tidak berhati-hati dan terpeleset karena dirinya sendiri. Mike yang masih kecil menyaksikan hal itu dengan mata kepalanya sendiri.


Tapi semua orang menyalahkan mama Novia. Tidak seorang pun yang percaya pembelaan sang mama. Papa Damien maupun kakek tidak mempercayai mama Novia maupun Mike kecil. Mereka lebih percaya cerita Adelia menyatakan bahwa Adelia terjatuh dari tangga hingga kegugguran karena didorong oleh mama Novia.


Mike kecil yang dianggap pembohong akhirnya disekolahkan ke luar negeri oleh kakek. Kakek sangat kecewa dengan Mike yang dikira berbohong demi membela mama Novia.


Mike yang dikirim ke luar negeri mendengar kabar bahwa Mama Novia juga diusir dari rumah besar. Adelia menggantikan mama Mike sebagai nyonya rumah sekaligus istri dari satu-satunya papa Damien. Papanya menceraikan mamanya demi wanita pembohong, Adelia. Mike masih sangat membenci Adelia. Perusak rumah mamanya yang bahagia.


****


Hai Readers yang baik...

__ADS_1


Kasih dukungan kalian dunks, supaya Author semangat nulis meski lagi Weekend.


Like dan komen sebanyak-banyaknya ya..


__ADS_2