Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Pingsan


__ADS_3

Setelah Aldi menyinggung mengenai mama Aldi, Kiara tidak tahan lagi untuk diajak ke rumah sang mama. Kiara akhirnya diperkenalkan kepada mama Aldi yang selama ini hanya ada dalam angannya saja. Selama ini Kiara tahu bahwa Aldi memiliki seorang ibu di luar negeri. Tapi dulu Aldi sama sekali tidak bercerita tentang keluarganya maupun sang ibu.


Aldi dulu hanya bercerita tentang wasiat almarhum ayahnya. Karena Aldi tak pernah menyebut ibunya, Kiara hanya bisa diam meski sangat penasaran akan keluarga Aldi yang misterius.


Dalam perjalanan bertemu dengan mama Aldi menjadi momen yang mendebarkan bagi Kiara. Tapi kini Kiara merasa menyenangkan sekali duduk berdua dengan sang mama. Kiara merasa di terima di keluarga sang suami. Mama Aldi juga sangat humoris. Apa lagi bahasa sang mama yang campuran antara bahasa Indonesia yang ke-inggris-inggris-an menambah kesan lucu bagi diri Kiara.


"Do You know, Kiara? Why Aldi memanggil ayah dan mama. It should be papa and mama."


Topik ini akhirnya diungkit oleh mama Aldi. Kiara cukup penasaran juga mengenai hal ini. jadi Kiara mendengarkan dengan seksama.


"Stop it, Mom. Don't talk about it in front of her. I will tell her later." Aldi tiba-tiba memotong pembicaraan Kiara dan sang mama. Kiara sebenarnya tidak ahli jika disuruh berbicara bahasa asing seperti bahasa inggris. Tapi dari perkataan Aldi, Kiara kurang lebih paham maksudnya.


Aldi menyuruh mamanya berhenti membahas mengenai panggilan ayah ini di hadapan Kiara. Aldi bilang akan mengatakannya sendiri kepada Kiara nantinya. Hal itu membuat Kiara mulai penasaran akan kisah di balik semua ini.


"Kiara, kita jalan - jalan lagi ya. Mama sudah cukup kenalannya sama kamu. Mama pasti paham jika aku pengen kita menghabiskan waktu berdua saja."


"Don't be angry like that, dear son. Why do you always dislike me whenever your ayah is mentioned?" Mama Aldi tidak ingin ditinggalkan pergi secepat ini oleh anaknya. Sepertinya Aldi selama ni tidak suka ketika Ayah Aldi dibahas di hadapan Aldi.


Ketika berbicara dalam bahasa inggris sepenuhnya begini memang mama Aldi terdengar lebih baik. Ketika sebelumnya mama berbicara dengan bahasa Indonesia yang dipaksakan itu lebih terdengar aneh di telinga Kiara.


"Sorry, Mom. We will visit again before we go back to Indonesia. I don't have much time to spend with her in Singapura. I still need to go back to Jakarta to manage the company. We just have two more days to spend in this city." Aldi mengatakan itu sambil memeluk sang mama. Berharap mamanya merelakan Aldi dan Kiara pergi.


Dalam hati Kiara mengulang apa yang dikatakan Aldi dalam bahasa inggris. 'Maaf, Ma. Kami akan datang berkunjung lagi sebelum kembali ke Indonesia. Aku tidak memiliki waktu yang cukup banyak untuk dihabiskan bersama Kiara di Singapura. Aku harus kembali ke Jakarta demi perusahaan. Kami hanya punya waktu dua hari lagi untuk dihabiskan di kota ini.'

__ADS_1


Kiara bisa melihat wajah terharu sang mama ketika Aldi tiba-tiba memeluknya. Kiara jadi membayangkan bagaimana perasaannya sendiri jika suatu saat suaminya meninggal dan anak satu-satunya juga tidak lagi tinggal bersamanya. Pasti akan sangat berat menjalani hidup seorang diri.


Dengan pelukan terakhir itu, Aldi keluar dari rumah sang mama seorang diri sementara Kiara masih berpamitan dengan sepatah dua patah kata kepada sang mama.


"Sorry, Ma." Hanya itu yang bisa Kiara ucapkan sambil memeluk sang mama sebelum pergi meninggalkan mama sendirian di rumah besarnya.


🌸🌸🌸🌸


"Al, kenapa kamu nggak suka berlama-lama sama mama?" Kiara sedang dalam perjalanan menuju ke lokasi yang tidak diketahui. Ini sudah sore, dan sebentar lagi malam akan tiba. Ntah kemana Aldi akan mengajak Kiara pergi.


"Kamu salah sangka. Aku hanya tidak bisa menghabiskan banyak waktu di sana. besok malam kita sudah kembali ke Jakarta. Aku belum mengajak kamu ke tujuan bulan madu kita untuk hari ini.


"Tapi keluarga lebih penting dari pada segalanya Al. Kamu sudah kehilangan ayah. Hanya tinggal mama yang masih hidup. Tidak kah kamu ingin menghabiskan waktu lebih lama bersamanya?"


"Dia yang tidak mau menghabiskan waktu bersama anaknya, Dia lebih memilih menghabiskan waktunya bersama kenangan ayah di rumah itu. Dia tidak mau pergi ke Indonesia untuk menghabiskan sisa hidupnya dekat denganku." Aldi melipat tangannya di dada dan melihat ke luar jendela.


Kiara melihat ke luar jendela dimana arah tujuan Aldi melihat. Kiara mengira akan diajak ke Universal Studio yang terkenal. Tapi dari sini Kiara tidak yakin berada di Universal Studio.


"Selamat datang di SENTOSA ISLAND, Kiara."



🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


Di saat Kiara bersenang-senang dan berbulan madu, Bella tidak bisa bangun dari ranjangnya sejak pagi. Seluruh tubuhnya terasa sakit karena perlakuan kasar Bima tadi malam. Bima bahkan melakukannya ketika Bella pingsan. Bella tadi malam sampai tidak sadarkan diri ketika Bima meminta haknya.


Kemarin Bella merasa tidak enak badan. Dia selalu merasa mual setiap melihat makanan. Seharian tidak ada makanan yang masuk ke tubuhnya. Sehingga ketika tadi malam dia harus beraktifitas ekstra melayani sang suami, Bella akhirnya pingsan. Dua jam lebih Bima tidak kunjung menyelesaikan kegiatan malamnya bersama Bella.


Bella bisa merasakan kenikmatan yang diberikan sang suami pada awalnya. Tapi ketika Bima mulai menyebut-nyebut nama Kiara, Bella mulai sakit hati. Apalagi tadi malam Bima juga menampar dan memukul beberapa bagian tubuh Bella setiap menyebut nama Kiara. Bima tampak sedang marah dengan Kiara yang telah meninggalkannya. Tapi kemarahan itu dilampiaskan kepada Bella, istrinya.


Ketika bangun pagi ini, Bima sudah tidak berada di sampingnya. Bella sendiri tidur dalam kondisi masih tanpa busana. Bahkan selimut pun tidak. Bima sepertinya pergi begitu saja di kala dirinya tidak sadarkan diri tadi malam. Menganggap Bella tertidur ketika sedang melayani kebutuhan sang suami.


Bella pun ingin bangkit dan ke kamar mandi, tapi rasa pusing yang dahsyat menerjang kepalanya. Bella merasa pusing hanya dengan sedikit menggerakkan kepalanya. Bella merasa bingung harus meminta bantuan siapa. Bella hanya bisa menangis seorang diri berharap ada yang membantunya mengambilkan obat penghilang rasa sakit ini. Bella terus saja menangis tanpa suara hingga kembali tertidur karena lelah dan sakit di tubuhnya.


🌸🌸🌸🌸


Menjelang sore, Bima pulang ke rumah dan langsung menuju ke kamarnya. Ada rasa tidak enak yang Bima rasakan sejak tadi pagi. Ketika sampai di kamar, Bima merasa sangat marah melihat Bella yang masih saja tidur dengan selimut tebalnya.


"Bangun Bella!" teriak Bima.


"Kamu jam segini masih saja tidur. Suami datang tidak disambut atau disiapkan keperluannya. Istri macam apa kamu ini!" Bentak Bima kembali.


Merasa tidak ada respon, Bima mendekati Bella dan hendak menggoyang-goyangkan tubuh Bella. Tapi Bima dibuat terkejut saat berada di jarak yang lebih dekat dengan Bella.


Ada banyak jejak air mata di wajahnya. Dan wajah Bella yang pada dasarnya putih bersih semakin terlihat putih karena pucat. Bima pun mengulurkan tangannya ke dahi Bella.


Bima tersentak karena kaget betapa panasnya dahi Bella. Bima pun membuka selimut Bella. Betapa terkejutnya Bima melihat Bella masih tak berpakaian seperti tadi malam. Bima seketika merasa pusing membayangkan apa yang sudah Bima lakukan kepada wanita ini tadi malam.

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸


Hi readers. Lebih suka baca banyak kisah sedih Bella ataukah lebih suka baca kisah bahagia Kiara? komen dunks...


__ADS_2