
Kiara menanti kedatangan Aldi yang tak kunjung datang hingga hampir jam 9 malam. Makan malam sudah Kiara santap lebih dahulu.
"Aku ada urusan. Kamu istirahat terlebih dahulu ya." Pamit Aldi sore tadi.
Kiara ingin bertanya Aldi hendak kemana. Tapi belum sempat Kiara bertanya, Aldi sudah melanjutkan.
"Aku tidak makan malam di rumah. Jika sudah lelah, jangan repot-repot masak. Pesan online saja buat makan malam kamu."
"Okey." Kiara tidak jadi ingin bertanya.
Mengingat itu, Kiara kini merasa kesepian di rumah seorang diri. Meski selama ini Aldi sering hanya diam di ruang tamu atau makan dengan diam, tapi ketika sekarang Aldi tidak di rumah, perbedaannya amat terasa.
Tiba-tiba Kiara mendapat sebuah pesan dari nomor tak dikenal.
~~Suami kamu telah membohongi kamu. Mulai sekarang lebih waspada kepada dia. Jangan mempercayai setiap perkataannya.
Kiara kaget membaca pesan itu. Tidak mungkin Aldi membohonginya. Kiara yakin itu.
Kiara langsung menghapus pesan itu tanpa membacanya lagi. Hatinya berdebar. Ingin rasanya Kiara menelfon Aldi dan menanyakan keberadaannya. Tapi Aldi tipe orang yang selalu memberi tahu Kiara jika terjadi hal penting yang perlu diketahui Kiara.
Di saat yang sama. Aldi masih sibuk memeriksa beberapa dokumen pengalihan aset di ruang kerja pamannya di BLUE CORP. Sang paman juga sedang memeriksa banyak sekali video perselingkuhan istrinya saat ini.
"Bagaimana kamu bisa mendapatkan semua video panas ini?" Damien Prabowo Wijisasongko heran dengan puluhan video yang baru setengahnya dia lihat.
"Aku bisa mendapatkan akses ke CCTV manapun yang aku mau."
"Tapi video High Definition seperti ini tidak mungkin CCTV"
"Untuk tayangan panas yang sedang om tonton itu adalah video yang sengaja aku pasang di tempat mereka janjian. Aku sudah menyadap handphone istri om." Aldi tersenyum menyeringai.
"Kamu melakukan itu semua seorang diri?"
"Tidak juga. Untuk pemasangan kamera dan pengambilannya, dikerjakan oleh asistenku."
"Daniel yang melakukannya?" Damien mulai heran. Daniel saat ini bagaikan pimpinan WS TECH yang sudah sangat besar. Tapi melakukan pekerjaan remeh asisten seperti ini.
"Om kira siapa lagi?"
"Ya. Siapa lagi yang bisa dipercaya kalau bukan orang terdekat kita. Bahkan orang terdekat om saja mengkhianati om." Damien berkata merenungkan masa lalunya.
"Maafkan om, Al" Damien melanjutkan.
"Yang penting om sudah sadar dan berubah.
"Karena ingin membahagiakan wanita ini, om sampai merebut jabatan papa kamu. Dan membuatnya tidak bisa selamanya pulang ke Indonesia. Bahkan ketika kakek kamu meninggal, Om masih tidak mengijinkannya pulang." Damien kini menangis.
__ADS_1
Aldi hanya diam. Tidak ingin berkomentar apapun.
"Apa mama kamu masih belum juga mau kembali ke Indonesia?"
"Ya, Mama masih membenci negara ini."
"Apa om pergi saja menemui mama kamu untuk meminta maaf? Mungkin dengan begitu mama kamu mau kembali ke sini." Damien menundukkan kepala. Masih berurai air mata.
"Tidak perlu om. Mama akan pulang ketika istriku memberi kabar bahagia untuknya."
"Maksud kamu?"
"Mama belum bisa meninggalkan kota itu karena papa seperti masih di sana bersama banyak kenangannya."
"Tapi jika ada cucunya di Indonesia yang membutuhkan kasih sayang mama, pasti mama akan pulang."
"Oh, iya juga. Bagaimana kabar istri kamu?"
"Dia masih tidak tahu apa-apa mengenai keluarga kita."
"Kamu sudah ingin segera memberitahunya?"
"Tidak om."
"Jika kamu merasa dia bisa dipercaya, kenapa tidak?"
"Ya. Dia tampak seperti wanita lembut yang tidak akan berbuat hal jahat sama sekali."
Jam menunjukkan pukul sebelas malam begitu Damien dan Aldi selesai dengan berkas dan video keduanya. Aldi berpamitan dan tiba di rumah pada tengah malam.
Aldi tidak melihat tanda-tanda Kiara menunggunya. Rumah sudah sepi dan kamar Kiara sudah tidak berpenerangan.
Aldi langsung masuk ke kamarnya begitu saja untuk istirahat.
Tapi sebenarnya Kiara masih belum tidur. Pesan tadi membuat Kiara semakin tidak bisa tidur.
Aldi sendiri yang sudah kelelahan langsung terlelap usai mandi. Aldi tidak menyadari bahwa Kiara akan mulai berubah kepadanya karena malam ini.
Di saat yang sama, Bima sedang menyelidiki masa lalu Aldi. terutama mengenai hubungan asmara Aldi selama ini. Ada satu hal menarik yang Bima temukan. Aldi memiliki seorang mantan yang juga seorang ahli IT. Dan malam ini Aldi bertemu dengan wanita itu di BLUE CORP. Wanita itu adalah senior enginer di BLUE CORP.
Sayangnya Bima tidak mendapatkan foto pertemuan mereka. Bima membayar lebih banyak lagi informan untuk membuntuti setiap gerak langkah Aldi.
Keesokan paginya, seperti biasa Kiara menyiapkan sarapan dan bekal makan siang untuk Aldi dan dirinya.
Tapi kali ini bekal makan Aldi disendirikan. Kiara khawatir Aldi akan memilih makan siang sendiri hari ini. Dan firasatnya benar.
__ADS_1
"Ra, nanti kamu makan siang sendiri ya. Aku nanti siang ada urusan pada jam istirahat."
"Bekal kamu sudah aku siapkan terpisah."
"Oke kalau gitu nanti aku bawa untuk dimakan di luar."
"Baiklah." Keduanya makan dalam diam. Meski sebenarnya Kiara ingin menanyakan banyak hal.
"Semalam kamu tidur jam berapa, ra?"
"Tidak tahu." Kiara sebenarnya tidur menjelang jam 3. Tapi tidak mungkin Kiara memberitahukan itu kepada Aldi.
"Aku semalam sampai rumah tengah malam. Aku liat kamu sudah tidur."
"Iya." Kiara menghentikan obrolan mereka. Tidak ingin membahas hal ini lebih jauh dan mempengaruhi emosinya.
Usai tiba di kantor, Aldi mengeluarkan lagi berkas pemindahan aset yang tadi malam. Siang ini Aldi dan Damien akan ke notaris untuk mengesahkannya. Tapi ada satu masalah yang harus Aldi tangani. Orang suruhan Bima semakin banyak.
Meskipun mereka tidak membahayakan hidup Aldi maupun orang di sekitarnya, tapi informasi yang mereka inginkan belum saatnya bisa dipublikasikan. Aldi hanya bisa menggunakan mantan pacarnya, Verlita.
Aldi tiba di salah satu restoran tempat Damien dan dirinya membuat janji. Damien mengajak Verlita, pegawainya, sesuai apa yang Aldi atur sebelumnya. Verlita lah yang menyambut dirinya di meja keduanya membuat janji.
"Selamat siang pak Aldi. Saya utusan pak Damien" Verlita menjabat tangan Aldi.
"Silahkan duduk." Aldi pun bersikap formal.
"Berkas untuk pak Damien ada dalam tas ini." Aldi memberikan tas berisi berkas yang semalam sudah dipelajari sekaligus sudah bertanda tangan dirinya,
"Baik." Verlita hanya bisa mengiyakan semua perkataan Aldi sesuai perintah Damien, atasannya. Meski sebenarnya banyak tanda tanya dalam hatinya.
"Silahkan memesan makanan, pak Aldi." Verlita memberikan buku menu ke tangan Aldi.
Aldi membuka buku menu, " Kamu bisa memesan apapun untuk kamu sendiri. Saya kali ini tidak makan."
"Kenapa?" Verlita keceplosan. Menanyakan alasan Aldi sungguh di luar etika profesionalnya menyambut tamu kantor.
"Sudah ada bekal makan siang. Sehabis ini saya akan memakan bekal saya." Aldi berbicara sambil seolah mengobrol santai.
Verlita terkejut. Pasti itu bekal dari istrinya. Verlita tahu Aldi sudah menikah. Tapi tidak pernah membayangkan sejauh mana hubungan mereka berdua.
"Saya permisi." Verlita mendapat pesan dari Damien untuk membawa berkas yang ada dalam tas yang dibawa Aldi kepada bosnya.
Di saat yang sama, Kiara menerima pesan berisi foto-foto Aldi bersama seorang wanita yang tampak sedang makan siang.
Kiara seolah pernah mengalami hal ini. Ya, Kiara pernah merasakan hal ini ketika melihat foto makan malam Bima bersama Bella. Sesaat sebelum Kiara tahu Bella dan Bima sedang bercinta di hotel tempat mereka bekerja.
__ADS_1
Ada rasa sesak seperti saat Kiara dikhianati oleh Bima. Tapi kali ini rasanya lebih menyakitkan. Matanya terasa panas dan memerah. Tapi tak setetes pun air mata yang jatuh ke pipinya.