
"Menu ketiga adalah koren barbeque." Kali ini asisten chef Nanda yang membantu menyajikan sekaligus mengucapkan kalimatnya dalam bahasa Indonesia. Kiara tercengang dengan chef Nanda yang berbahasa Indonesia dengan baik dan lancar. Kiara juga terpukau dengan Korean barbeque yang terlihat cantik di piringnya.
"Yang menjadi bahan utama di Korean Barbeque tentu adalah dagingnya. Ada 3 jenis daging utama di Korean barbeque, yaitu daging sapi, daging ayam, dan juga daging babi. Ketiganya bisa dimakan bersama atau hanya dipilih salah satu saja sesuai dengan selera." Asisten chef Nanda melanjutkan penjelasannya.
Kali ini Kiara melihat ada tiga jenis daging. Ada kekhawatiran akan daging babi di hatinya. Asisten chef Nanda juga melihat itu di mata Kiara. Karena itu asisten chef Nanda buru-buru menambahkan.
"Kami menyajikan beef barbeque, chicken slice, dan juga jamur enoki yang kami buat terlihat mirip irisan daging. Kesemuanya ini halal, kak. Jangan khawatir." Nanda tersenyum kepada Kiara.
Kiara pun terlihat lega dan mulai mengagumi tampilan makanannya yang cantik. Meski porsinya terlihat tidak banyak, tapi Kiara sebenarnya sudah cukup kenyang setelah makan nasi. Makan porsi daging yang lumayan sedikit ini tidak masalah baginya. Akan tetapi Aldi belum juga mendapatkan piring berisi hidangan korean barbeque nya.
Tidak lama setelah asisten chef Nanda usai menjelaskan isi bahan utama korean barbeque yang ada di piringnya, Chef Jung datang dengan sepiring sajian korean barbeque untuk Aldi.
Kiara tercengang melihat isi piring Aldi. Tumpukan daging sapi dan ayam tampak menggunung. Begitu pula dengan jamurnya.
"Kami memahami bahwa adil itu bukan memperlakukan pelanggan dengan sama rata. Tapi adil adalah memperlakukan seseorang sesuai diri mereka masing-masing. Karena pelanggan kami menginginkan porsi besar untuk daging, maka kami berikan sesuai keinginan pelanggan." Asisten Chef Nanda mengurai rasa penasaran Kiara yang tampak dari tatapannya ke arah piring Aldi.
"Terima kasih chef Jung. Restoran kalian memberikan pelayanan yang memuaskan. Benarkan, sayang?" Ujar Aldi kepada sang chef sekaligus menodong Kiara untuk berpendapat.
Asisten penerjemah segera membisikkan perkataan Aldi. Membuat chef Jung seketika mengucapkan terima kasih dalam bahasa inggris.
"Benar sekali. Makan malam kami di sini terasa nyaman dan menyenangkan. Hidangannya juga lezat. Tampilannya seperti restoran bintang lima. Tapi suasananya seperti di rumah seorang teman." Ungkap Kiara.
__ADS_1
"Terima kasih untuk kesan baik kalian. Kami berdua akan melanjutkan membuat satu hidangan penutup untuk kalian nikmati. Selamat menyantap korean barbeque nya ya." Nanda bersama chef Jung undur diri ke area dapur yang berada di samping meja makan mereka.
Kiara dan Aldi menyantap hidangan di meja mereka sambil bercakap-cakap ringan hingga makanan di piring keduanya habis dan bersih hingga tetesan saus barbeque terakhir.
"Al, lihat deh interaksi chef Jung dan asistennya. Apa menurut kamu mereka punya perasaan satu sama lain?" Kiara yang makan dengan perlahan sangat suka menanyakan hal-hal remeh yang terpikirkan dalam benaknya.
"hum. Menurutku juga begitu." Aldi fokus makan dengan elegan. Tidak ada sedikitpun saus atau makanan yang tampak belepotan di wajah tampannya.
"Wa.. Gimana kalau kita tanyakan mereka ketika menyajikan dessert?"
"Yakin, Ra? Menurutku malah mereka seperti sepasang pacar yang sedang memasak berdua. Atau malah lebih terlihat seperti sepasang suami istri yang memasak untuk menjamu tamu yang akan datang main ke rumahnya."
"Kamu bener juga, Al. Kamu selalu handal mengamati dan menganalisa suatu hal."
Usai menghabiskan porsi mereka masing-masing, asisten penerjemah menawarkan minuman ringan non alkohol kepada Aldi dan Kiara sambil menanti dessert yang sebentar lagi selesai.
Terlihat bahwa chef Jung sedang dalam proses membekukan setangkai bunga mawar merah. Ada uap putih yang mengepul dari alat yang digunakan untuk membekukan mawar.
Ketika mawar merah sudah beku sesuai keinginan chef, maka mawar itu siap dihancurkan menjadi serpihan-serpihan yang akan menaburi es krim yang sudah disiapkan. Anehnya, mawar yang membeku itu tampak seperti mawar hidup yang tidak membeku.
Adegan penghancuran kelopak mawar oleh chef Jung merupakan momen puncak yang biasanya dinanti para pelanggan. Serpihan mawar yang memenuhi udara di atas es krim tampak sangat romantis bagi pasangan yang melihat prosesnya. Taburan kelopak mawar merah yang berserakan di udara, piring sekaligus meja tampak sangat cantik. Kiara sampai lupa menutup mulutnya karena beru kali ini melihat makanan yang semakin lama semakin cantik saja.
__ADS_1
Ketika menatap es krim yang ada di piringnya, Kiara merasa sedang melihat sebuah karya seni yang indah. Apa yang ada di piringnya tidak tampak seperti makanan. Kiara merasa tidak rela menghancurkan karya seni di piringnya dan menyendok nya.
"Makanlah, kita akan ke sini lagi untuk melihat hidangan-hidangan yang indah ini lain kali. Kapanpun kamu mau, Kita bisa datang lagi." Ujar Aldi.
Kiara menatap mata Aldi yang ternyata sejak tadi memperhatikan keengganannya memakan es krim buatan chef Jung ini. Kiara merasa spesial malam ini. Aldi begitu perhatian kepadanya. Kiara sampai lupa bahwa Aldi hari ini telah membuatnya kesal dengan menutupi banyak hal dari dirinya.
"Selamat menikmati dessert yang menjadi andalah restauran kami. Es krim yang ada di hadapan tuan Aldi dan nona Rara ini adalah asli buatan chef Jung dengan fermentasi yang dibuat oleh chef Jung juga. Bahan dasar fermentasinya adalah ketan." Asisten Nanda kini kembali menjelaskan kepada tamunya. Tampak asisten Nanda begitu senang menyapa tamu mereka.
Kiara pun menyuapkan sesendok es krim ke mulutnya. Dengan perlahan juga mengunyahnya. Ada perasaan lembur khas es krim yang dia rasakan. Tapi manisnya pas di mulutnya. Dengan sedikit ada rasa pahit yang sepertinya berasal dari kelopak mawar merah.
"Apakah serpihan kelopak mawar merah ini memberikan rasa manis sekaligus ada rasa pahit dan asam?" Kiara menoleh kepada asisten Nanda.
"Benar, begitulah rasa yang ingin kami coba sajikan. Apakah nona menyukainya?" Nanda tampak menantikan jawaban Kiara.
"Suka. Rasa manisnya khas sekali. Juga tidak membuat enegh. Rasa manisnya tidak berlebihan. Aku tidak pernah makan es krim dengan tekstur lembut tapi penuh dengan cita rasa. Ada rasa pahit yang malah menambah rasa yang nikmat. Aku bisa merasakan aroma mawar, padahal hanya serpihan kecil saja yang aku makan." Kiara menjelaskannya dengan berbinar-binar.
"Kami berdua sangat senang mendengar bahwa nona Kiara menyukainya." Ujar asisten Nanda. Chef Jung kini sudah berada di sebelah Nanda dan saling merangkul pinggang masing-masing dari samping.
Asisten Nanda dan chef Jung sudah setiap hari menghadapi pelanggan dan menyajikan makanan untuk mereka. Tapi menanti pelanggan mengomentari masakan mereka masih menjadi hal yang mendebarkan bagi chef Jung. Rangkulan chef Nanda kepadanya begini menambah rasa senang di hati chef Jung.
"Apa kah kalian berdua pasangan?" Kiara tidak bisa menahan rasa penasarannya melihat mereka saling merangkul.
__ADS_1
🌸🌸🌸🌸
_Dinda^^