
Kiara tidak sabar mencicipi menu makanan yang sangat mahal di sini. Tapi Kiara lebih tidak sabar lagi melihat bagaimana chef Jung memasak. Kiara yang suka memasak tentu ingin juga membuat menu yang sama untuknya dan Aldi kelak.
Tapi ternyata Kiara merasa frustasi karena melihat betapa cantik hidangan demi hidangan yang disajikan. Kiar merasa tidak akan bisa meniru hidangan yang begitu estetik penampilannya. Belum lagi rasa yang begitu lezat tapi tak pernah Kiara rasakan sebelumnya.
Tema restauran chef Jung ini adalah makanan rumahan Korea. Tapi Kiara tidak percaya masakan rumahan akan selezat ini dan semenarik ini.
Chef Jung memasak bersama seorang asisten chef perempuan. Kulitnya putih bersih seperti halnya chef Jung. Tapi matanya tidak sipit seperti chef Jung atau kebanyakan orang Cina maupun Korea lainnya.
"Apakah nona Rara memiliki hal yang mengganggu pikirannya?" Asisten chef Jung yang menerjemahkan pembicaraan di antara mereka tiba-tiba bertanya kepada Kiara tanpa disangka. Chef Jung dan asisten chefnya masih sibuk. Sehingga tidak terlalu memperdulikan Kiara dan Aldi yang menikmati waktu santai mereka.
"Ya. Aku penasaran dengan nona yang memasak di sisi chef. Kira-kira apakah dia juga orang Korea seperti halnya chef Jung?"
Aldi mengamati Kiara yang menatap ke arah chef Jung yang sedang memasak.
"Asisten chef kami bernama Nanda." Jawab asisten penerjemah.
"Oh ya? Dari namanya seperti orang Indonesia." Sahut Kiara yang tiba-tiba tampak senang.
"Benar sekali, nona Rara. Nanda berkebangsaan Indonesia."
Mendengar namanya disebut, asisten chef bernama Nanda ini sudah beberapa kali tersenyum kepada Kiara dan melihat Kiara. Meskipun asisten chef Nanda tidak ikut masuk dalam obrolan di antara asisten penerjemah dan Kiara.
"This is our appetizer tonight. It is called Samgyetang." Tiba-tiba Chef Jung dengan bahasa inggrisnya yang agak pelan-pelan membuat Semua orang menoleh ke arahnya.
__ADS_1
Sang asisten penerjemah pun tak lupa menerjemahkan apa yang chef Jung ucapkan dalam bahasa Inggris. Meski pun Kiara dan Aldi paham apa yang diucapkan oleh chef Jung tadi, tapi keduanya dengan sopan mendengar asisten penerjemah menyampaikan semua yang diucapkan chef Jung.
"Ini adalah makan pembuka kita malam ini. Kita biasanya menyebutnya dengan Samgyetang." Chef Jung pun menyajikan dua mangkok yang terbuat dari kayu kepada Aldi dan Kiara.
"Samgyetang adalah sup ayam ginseng masakan Korea. Sup ini berisi ayam muda dalam keadaan utuh yang direbus dengan api kecil selama 2-3 jam hingga empuk. Seporsi sup yang ada di hadapan tuan Aldi dan nona Kiara ini berbahan dasar ayam ginseng yang telah dipotong kecil-kecil. Tampilannya tampak seperti bubur. Tapi sebenarnya itu adalah ketan utuh yang sebelumnya dimasukkan ke dalam perut ayam yang telah dibersihkan.
"Selain ginseng, Di antara ramuan yang sering dicampurkan adalah kastanye, kacang cemara, buah jujuba kering, bawang putih, daun bawang, dan jahe. Kami juga menambahkan tanaman obat seperti gugija (goji), dangsam (akar Codonopsis pilosula), atau danggwi (tang kuei atau Angelica sinensis). Tanaman obat tersebut dicampurkan dalam keadaan utuh (tidak dipotong-potong) bersama dengan ketan tadi ke dalam perut ayam yang dibersihkan, agar khasiatnya maksimal. Silahkan dicicipi." Asisten penerjemah menerangkan panjang lebar tanpa menerjemahkan apapun yang diucapkan chef Jung. Tampaknya sang penerjemah sudah hafal dengan menu ini.
Kiara pun dengan tidak sabar menyendokkan satu sendok penuh ke mulutnya. Kiara tampak menikmati makanannya hingga memejamkan mata sesekali ketika mengunyah.
Sementara Aldi yang melihat ekspresi senang Kiara pun akhirnya mulai memakan seporsi Samgyetang yang hangat. Ternyata ekspresi nikmat yang tampak di wajah Kiara bukan dibuat-buat. Makanan di hadapannya memang terasa lezat. Ada berbagai macam tekstur yang bervariasi. Dari mulai ayam yang berempah, ketan yang kenyal tapi empuk, juga ada rasa asam sedikit-sedikit yang memberikan cita rasa berbeda dalam melengkapi rasa gurih dari ayam.
"Kamu tampak menyukai menu ini." Ungkap Aldi.
"Iya, begitu lezat, Al."
"Anda benar sekali tuan Aldi. Apakah sudah pernah makan Samgyetang sebelumnya?"
"Belum sih. Hanya saja teksturnya seperti kimchi berbahan sawi putih." Kiara masih saja menyendokkan Samgyetang ke mulutnya sambil melihat wajah tampan Aldi yang mempesona meski sedang serius berbicara.
"Tuan Aldi begitu hebat dalam menganalisa. Benar sekali tuan." Asisten penerjemah dengan senang memuji Aldi.
Di saat keduanya menyantap hidangan mereka, chef Jung dan asisten chef Nanda sudah kembali ke meja dapur dan menyiapkan menu kedua.
__ADS_1
Kiara dan Aldi menikmati malam santai mereka sambil bergurau menanti menu kedua. Dalam waktu 30 menit menanti, Kiara amat senang. Mereka membicarakan beberapa hal ringan seperti makanan favorit mereka berdua dan masakan Kiara ketika masih hidup di rumah kecil mereka dulu.
"Terima kasih telah bersedia menanti menu kedua. Menu berikutnya yang kami sajikan untuk Tuan dan nona adalah sotbap." Chef Jung yang sudah meletakkan panci baru dengan penutup, kini membuka penutupnya. Uang panas menguar dengan aroma yang lezat dan menggugah selera.
"Sotbap terdiri dari berbagai bahan di atas nasi dan dimasak di panci batu, logam, atau baja. Sotbap termasuk jenis makanan yang disukai orang Korea sepanjang musim."
"Sotbap yang ada di hadapan tuan dan nona kali ini adalah nasi dengan ikan kakap merah, udang dan beberapa sayuran kukus seperti jagung, wortel, labu manis, rebung, daun bawang, dan asparagus."
"Kami akan bantu menyendokkan nya ke piring anda berdua. Jika porsinya masih kurang, dengan senang hati tuan dan nona bisa menambah lagi hingga menghabiskan seluruh porsi yang ada dalam panci batu ini habis."
"Untuk condimen-nya kami memiliki kimchi dan jeon. Kimchi kami sediakan Napa kimchi yang terbuat dari bahan dasar Nappa atau sawi putih yang masih utuh. Sementara jeon ini adalah pancake Korea. Jeon berbahan dasar tepung dan telur. Jeon yang kamu sajian kali ini adalah jeon kimchi dan jeon sayuran." Asisten penerjemah menerangkan panjang lebar. Sementara chef Jung dan asisteen chef Nanda mulai mempersiapkan dessert.
Dessert mereka adalah yang paling terkenal. Berbahan dasar es krim yang dibuat sendiri oleh chef Jung. Juga dengan taburan mawar yang telah dibekukan kemudian diremas hingga es krim berwarna putih ini memiliki sprinkel merah yang ternyata kelopak mawar merah.
Aldi dan Kiara masih menikmati sotbap dengan banyak topping. Karena memakan nasi, Kiara merasa senang karena bisa kenyang.
Tapi sebelum ke appetizer, ternyata chef Jung menyajikan satu menu lagi.
"Menu ketiga adalah koren barbeque." Kali ini asisten chef Nanda yang membantu menyajikan sekaligus mengucapkan kalimatnya dalam bahasa Indonesia. Kiara tercengang dengan chef Nanda yang berbahasa Indonesia dengan baik dan lancar. Kiara juga terpukau dengan Korean barbeque yang terlihat cantik di piringnya.
🌸🌸🌸🌸
Hai Readers
__ADS_1
Udah ngeces belum buat makan masakan korea?
_Dinda^^