Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Selamat tinggal masa lalu


__ADS_3

Kiara berpisah dengan Aldi usai makan siang di food court Mall. Aldi harus kembali ke kantor, ada hal mendadak yang harus dikerjakan.


"Kamu lanjutin belanja sendiri ya. Aku harus kembali." Aldi berpamitan kepada Kiara usai menerima sebuah telfon. Wajah Aldi nampak tegang. Kiara yakin ada sesuatu yang terjadi di kantornya. Rencana awal mereka berbelanja bersama hingga usai harus berlanjut dengan hanya Kiara yang belanja sendiri.


Aldi mengeluarkan kunci mobil dan menyerahkan kepada Kiara. "Kamu pakai mobilku. Belanja yang banyak sepuas kamu"


"Kamu berangkat ke kantornya gimana?" Kiara sebenarnya enggan disuruh membawa mobil Aldi. Tapi Kiara belum menemukan alasan untuk menolak. Mobil Aldi juga matic. Sehingga Kiara jelas bisa mengendarainya.


"Ada yang jemput." Aldi tidak menunggu jawaban maupun penolakan Kiara. Aldi terburu-buru untuk langsung pergi.


Kiara akhirnya berbelanja ke department store yang ada di dalam mall seorang diri. Kebanyakan yang dibeli hanya bahan makanan kemasan beserta ikan, daging, sayur dan buah-buahan. Kiara membeli berbagai macam kebutuhan dapur, Tapi jumlah yang Kiara beli sengaja dibatasi hanya sedikit. Sekedar cukup sebagai stok jika sewaktu-waktu butuh saja. Kiara khawatir akan kesusahan ketika membawa pulang. Biasanya Kiara belanja banyak hanya ketika ada temannya. Tapi ini situasi spesial. Kiara yang kini manjadi ibu rumah tangga harus mengatur rumah dengan baik. Bahan makanan yang wajib dan esensial harus sudah Kiara beli.


Usai belanja bahan makanan, Kiara lanjut melihat-lihat peralatan untuk kebutuhan rumah. Kebanyakan yang Kiara perhatikan hanya untuk peralatan dapur. Jiwa hemat Kiara meronta melihat harga perangkat elektronik per-dapur-an seperti air fryer, oven, food processor maupun juicer yang ada di Mall. Di rumah Aldi hanya ada microwave dan toaster roti saja. Aldi sepertinya jarang memfungsikan dapurnya. Mungkin Aldi sering makan di luar. Dari bahan makanan yang Kiara temukan di dapur pagi ini, sepertinya Aldi makan di rumah hanya ketika sarapan saja.


Kiara sendiri sudah memiliki kebanyakan peralatan dapur elektronik yang diinginkan di apartemennya. Jadi Kiara memutuskan untuk ke apartemennya saja mengambil barang-barangnya. Keinginannya untuk belanja sudah sirna.


Tapi karena Kiara berencana akan ke apartemen lamanya mengambil barang-barang, maka Kiara menunda membeli semua yang diinginkan. Lebih baik memanfaatkan yang sudah Kiara punya di apartemen. Toh itu semua dibeli dari uang hasilnya bekerja selama ini. Tidak dibelikan oleh Bima.


Kini Kiara sedang dalam perjalanan ke apartemen lamanya sendirian. Mobil yang digunakan oleh Aldi ini lebih mahal dari yang Kiara gunakan selama ini. Mobil ini bertipe hatchback. Hanya ada empat tempat duduk di mobil ini. Sama seperti mobil dari Bima, sehingga ukurannya yang kecil membuat Kiara tidak susah mengendarainya. Tapi yang tidak Kiara suka adalah warna mobilnya. Mobil Aldi berwarna hitam. Kiara agak kurang suka mobil dengan warna hitam. Kiara lebih menyukai mobil warna putih atau merah. Akan tetapi meski mobilnya dari Bima berwarna pink, Kiara berusaha tidak menampakkan ketidaksukaannya dengan warna mobilnya dulu.


Kiara tidak berpamitan kepada Aldi atau memberitahunya jika akan pergi ke apartemen lamanya. Kiara khawatir Aldi akan terganggu, sepertinya kepergian Aldi tadi untuk urusan yang penting.

__ADS_1


Begitu tiba di apartemen, Kiara mengemasi baju-bajunya terlebih dahulu. Baju-baju Kiara tidak banyak, semua baju bisa cukup dimasukkan ke dalam 2 koper yang berukuran 30 inchi dan 18 inchi. Kiara pernah butuh harus membeli koper untuk pergi ke luar kota bersama Bima.


Beberapa kali Bima pernah mengajak Kiara mengambil jatah cuti tahunannya untuk sekedar menghabiskan waktu berdua menjauh dari kebisingan kota Jakarta. Mereka pernah pergi ke Bali, Lombok dan Jogjakarta. Bima sempat ingin mengajak ke luar negeri. Tapi Kiara menolak dengan berbagai alasan yang masuk akal. Meski sebenarnya Kiara enggan saja untuk bepergian terlalu jauh. Toh Kiara sendiri belum pernah jalan-jalan mengeksplor indahnya negara sendiri. Dari situlah Bima selalu mengajak Kiara bepergian ke kota wisata di Indonesia jika jadwal mereka memungkinkan untuk mengambil liburan berdua.


Butuh waktu dua jam bagi Kiara untuk berkutat melipat sekaligus merapikan baju-bajunya ke dalam koper. Membutuhkan waktu yang cukup lama. Karena kebanyakan baju-baju Kiara digantung di dalam lemari pakaian. Kiara harus melipat dengan rapi semua bajunya supaya bisa muat ke dalam dua koper yang Kiara punya di apartemen ini. Tapi yang lebih membuat Kiara lama melakukannya adalah kenangan akan Bima. Kiara jarang menangis. Meski dalam situasi yang menyakitkan, Kiara jarang menangis. Tapi tidak menangis bukan berarti tidak bisa merasakan sakit. Beberapa kali kenangannya bersama Bima tiba-tiba muncul, membuat Kiara merenung cukup lama dan menghentikan kegiatan tangannya yang sedang melipat baju. Hatinya sakit mengingat kenangan kebersamaannya bersama Bima.


Usai mengemasi baju, Kiara hendak mengemasi peralatan dapur yang akan dibawa ke rumah Aldi. Tapi Kiara mengurungkan niatnya karena mendapat telfon dari Aldi.


"Dimana? Sudah selesai belanja?" Aldi bertanya tanpa basa-basi maupun sapaan.


"Halo, Al. Aku sudah selesai belanja. Ini sedang berkemas di apartemen lama." Terdengar tidak ada balasan di ujung sana. Kiara berusaha tenang dan menanti Aldi merespon.


"Maaf aku tidak mengabari karena khawatir kamu terganggu. Mungkin urusan kamu di kantor sangat penting dan butuh perhatian ekstra untuk menyelesaikannya." Kiara berusaha memberi pembelaan diri meski Aldi terbiasa tidak suka bertanya.


"Kamu masih lama di apartemen?"


"Mungkin sebentar lagi. Tinggal mengemas peralatan dapur saja. Kamu nanti apa bisa pulang sore?"


"Nanti aku kabari." Kalimat itu mengakhiri telfon dari Aldi. Kiara tidak tahu apakah Aldi sedang sibuk atau sedang tidak suka Kiara kembali ke sini. Ke tempat yang penuh dengan masa lalunya bersama Bima.


Tapi apapun yang Aldi pikirkan, Aldi tidak sedikitpun bicara buruk yang menyakiti perasaan Kiara. Jadi Kiara akan menganggap baik-baik saja hubungannya dengan Aldi. Kiara telah menjelaskan alasannya di sini meski Aldi tidak menanyakannya.

__ADS_1


Satu jam berikutnya Kiara selesai mengemas barang-barang dapur. Karena ukuran semua peralatan dapur elektronik ini semua besar, ada 4 kotak penyimpanan dari bahan plastik yang Kiara gunakan untuk mengemas. 3 kotak di antaranya berisi peralatan dapur. Sementara satu kotak lagi berisi bahan makanan di dapur dan kulkas yang sangat sayang jika basi dan terbuang sia-sia.


Usai mengemasi semuanya, Kiara membersihkan dapur dan seluruh apartemennya terlebih dahulu. Tempat ini akan lama tidak ditempati. Ntah kapan akan ada yang menghuni lagi. Kiara juga mematikan perangkat elektronik seperti kulkas dan lampu-lampu usai semuanya bersih.


Kini Kiara sudah selesai. Kiara hendak keluar dari apartemen dan mulai membawa semua barang sedikit demi sedikit ke mobilnya di garasi lantai paling bawah.


Selamat tinggal masa lalu.


Ketika Kiara membuka pintu apartemen akan keluar, Kiara heran melihat Aldi yang tangannya sedang terangkat. Tampaknya Aldi akan menekan bel apartemennya.


Aldi sendiri juga heran, kedatangannya kok pas sekali ketika Kiara hendak keluar dengan barang bawaannya yang banyak?


\=\=\=\=\=


Terima kasih bagi yang sudah mau berkomentar.


Semua keinginan, pertanyaan, tebakan maupun saran para pembaca author sempatkan untuk baca. Ada yang author ambil sarannya, tapi ada juga yang memang tidak bisa author ikuti sarannya. Sekali lagi terima kasih untuk yang sudah aktif berkomentar dan perhatian dengan lanjutan cerita ini.


Pada chapter-chapter berikutnya akan saya sematkan jawaban dari komentar yang berisi keinginan, pertanyaan maupun tebakan dari para pembaca setia BP. Hari ini segini dulu ya...


Stay tune ya... Dinda^^

__ADS_1


__ADS_2