
Daniel dan Aldi telah selesai melihat CCTV. Pelayan yang bertugas belanja setiap hari lah yang membawanya kabur. Pelayan itu akhir-akhir ini mendapat tugas tambahan mengantar makanan Adelia pada sore hari. Mereka menduga Adelia dan Ferdi ada di mobil pelayan itu ketika jam pulang si pelayan.
Aldi sama sekali tidak menduga rumah ini ternyata sama tidak amannya dengan di luaran. Selama ini melarang Kiara keluar rumah agar tetap aman. Tapi pelaku bisa memanfaatkan celah apapun untuk bisa mendekati mereka.
Protokol keselamatan Kiara memang harus dia pertimbangkan kembali. Mungkin saran Kiara selama ini memang harus Aldi dengarkan. Dia terlalu paranoid ketika Kiara berada di luar rumah. Tapi sebenarnya yang membuat dirinya takut adalah ketika Kiara sedang tidak berada di rumah. Ketika Kiara jauh dari sisinya.
Satu jam setelah Daniel mengetahui Adelia menghilang, Daniel telah mendapat kabar keberadaan mereka. Mobil si pelayan ditemukan berada di rumah sakit di luar Jakarta. Adelia masih dioperasi di rumah sakit itu. Dia mengalami kecelakaan.
Ferdi juga sama sekali tidak bersembunyi atau pun kabur. Ferdi masih di rumah sakit itu untuk menunggu operasi Adelia. Sementara si pelayan sudah tidak tampak keberadaannya di rumah sakit.
Daniel telah menyelidiki pelayan yang membantu Ferdi untuk membawa kabur Adelia. Ternyata si pelayan diancam oleh Ferdi dengan nyawa kedua orang tuanya. Si pelayan tampak tidak punya pilihan lain kecuali membantu Ferdi.
Anak buah Daniel berhasil menemukan si pelayan sedang berada di rumahnya bersama kedua orang tuanya yang baru lepas dari sekapan Ferdi. Dari si pelayan itu juga Daniel mendapat laporan lengkap bagaimana Adelia mengalami kecelakaan dengan begitu parah.
Aldi tidak menyangka Adelia dan Ferdi bisa ditemukan dalam waktu sesingkat ini. Baru saja Aldi akan mengatur ulang strategi keamanan Kiara. Baru satu jam yang lalu dia memikirkan bagaimana masa depan dirinya dan Kiara karena keberadaan Ferdi dan Adelia yang tersembunyi bisa saja sewaktu-waktu menyerang mereka.
Tapi kini Aldi lega mereka ditemukan. Aldi juga tahu kini saatnya dia bergerak cepat. Dia tidak boleh lagi melibatkan perasaan kasihan kepada sepasang kekasih yang ada di rumah sakit itu.
Aldi memanggil Daniel dan memberikan perintah.
__ADS_1
"Laporkan semua bukti kesalahan Ferdi ke polisi saat ini juga. Ajak satuan kepolisian terdekat dengan lokasi Ferdi untuk menangkap Ferdi saat ini juga di rumah sakit. Jangan sampai dia berhasil lolos lagi kali ini!"
Perintah Aldi sangat jelas. Daniel sendiri sudah menduga akan keputusan yang akan dibuat Aldi ini. Jadi dia telah menempatkan 2 tim pengawal untuk menjaga perimeter sekitar rumah sakit. Tujuannya tentu untuk mencegah Ferdi kembali kabur usai Adelia menjalani operasi.
Sementara itu Ferdi yang berada di rumah sakit tidak berminat memikirkan apapun selain keselamatan kekasihnya. Adelia harus selamat. Dia tidak berminat melarikan diri atau bersembunyi seorang diri. Dia hanya peduli dengan kondisi Adel, sang kekasih hati.
Sudah sejak tadi malam Ferdi duduk terpaku di depan ruang operasi yang tertutup. Sudah hampir 10 jam Adelia berada di ruang operasi. Seharusnya dia bisa diselamatkan. Seharusnya Adelia masih berjuang untuk hidup. Masih ada dirinya yang akan membahagiakan hidup Adelia. Seharusnya semangat hidup Adelia untuk kembali ke sisinya masih cukup tinggi untuk menyelamatkan nyawanya.
Ferdi juga masih memutar ingatan tabrakan yang begitu tiba-tiba itu. Sebelumnya Adelia masih berada dalam pelukannya. Tapi karena pelayan itu, ya karena si pelayan milik keluarga Wiji Sasongko itulah Adelianya keluar dari mobil dan tertabrak oleh truk.
Semua ini bukan salah Adelia. Ini karena pelayan itu. Pelayan itu pasti sengaja membuat Adelia tertabrak. Mereka berada di sisi yang sama. Di sebelah kanan mobil. Tapi si pelayan selamat. Sementara Adelianya masih berjuang untuk hidup.
Membuat Aldi menderita dapat mengobati luka dan rasa sakitnya. Ferdi kini tahu harus melakukan apa dengan rasa sakitnya. Adelia, aku akan membalaskan semua rasa sakit kamu hari ini kepada istri Aldi. Dia harus menderita seperti kamu. Sementara Aldi, dia harus merasakan rasa sakitku saat ini.
Dengan seringainya, Ferdi mulai tertawa. Dia merasa senang dengan apa yang dia pikirkan barusan. Balas dendam akan menyenangkan.
Daniel tiba di rumah sakit bersama satuan polisi yang akan menangkap Ferdi. Dia melihat seringai dan tawa di wajah Ferdi yang menyeramkan. Dia sampai enggan mendekat ketika polisi menunjukkan surat penangkapan dan meringkus Ferdi. Tidak ada perlawanan apapun dari Ferdi. Dia hanya tetap tertawa dengan aneh.
Bulu kuduk Daniel juga sempat meremang ketika Ferdi yang diborgol melewatinya. Ada seringai menakutkan di wajah Ferdi yang ditampakkan kepada Daniel. Ferdi tahu siapa Daniel. Ferdi sudah mulai menyusun rencana di benaknya ketika menyeringai ke arah Daniel. Hawa menakutkan yang terkuak dari Ferdi mengirimkan sinyal bahaya kepada Daniel. Tapi Daniel merasa bahaya telah terlewati dengan penangkapan Ferdi kali ini.
__ADS_1
Usai penangkapan Ferdi yang berjalan lancar dan menyisakan perasaan aneh di hati Daniel, saatnya melaporkan kepada bosnya. Aldi menerima kabar itu dengan senang. Daniel bahkan mendapatkan bonus bulanan 2x lipat untuk bulan ini. Aldi senang karena progress penanganan kaburnya Adelia terselesaikan dengan cepat.
Daniel sendiri tidak meninggalkan rumah sakit. Kondisi terkini Adelia harus dia laporkan kepada Aldi. Daniel yakin wanita yang berada di ruang operasi begitu lama ini akan selamat.
Operasi pun berakhir di sore hari. Dokter menjelaskan kepada Daniel cedera yang dialami Adelia. Sesuai dugaan Daniel, Adelia selamat. Tapi lukanya cukup fatal.
Wajah cantik Adelia rusak cukup parah. Karena masih diperban secara keseluruhan, Daniel tidak yakin separah apa wajahnya terluka. Kedua kakinya juga harus diamputasi. Menjadikan waktu operasi cukup lama karena hal ini. Sementara itu organ vitalnya yang lain seperti jantung dan ginjalnya juga mengalami kerusakan ringan. Dibutuhkan observasi agak lama untuk memastikan penanganan selanjutnya terhadap jantung dan ginjalnya.
Daniel pun melaporkan situasi Adelia kepada Aldi. Mike juga sudah menanti kabar kondisi Adelia itu. Mike dengan wajah senang mendengarkan setiap luka dan derita yang dialami Adelia.
Sementara itu Kiara membekap mulutnya mendengar penderitaan Adelia pasca operasi. Kiara tidak bisa membayangkan bagaimana masa depan wanita itu kelak. Apa yang dia banggakan dari dirinya telah dirampas darinya.
"Jika Tante Adelia tahu kondisinya, dia pasti tidak ingin melanjutkan hidup. Fisiknya yang cantik adalah kebanggaan terakhirnya sekaligus senjata utamanya." Komentar Kiara setelah mendengar laporan Daniel.
Ada Aldi dan Mike yang saat itu bersamanya di ruang keluarga.
"Dia tidak boleh mati. Daniel harus memastikan Adelia yang cacat akan hidup lama dalam penderitaannya." Sahut Mike.
Daniel masih berada dalam panggilan telepon dengan Aldi. Jadi Daniel bisa mendengar semua ucapan Kiara maupun Mike. Daniel paham yang harus dia lakukan dan mengakhiri panggilannya kepada sang bos.
__ADS_1