
Hanya karena resleting gaun yang susah dibuka oleh Aldi, membuat Aldi menunjukkan wajah penuh amarahnya hingga merobek gaun cantik yang dikenaakan oleh Kiara. Dengan sedikit mengalah, Kiara akhirnya membuka sendiri resleting gaun itu hingga punggungnya terekspos.
Aldi menahan nafas menanti Kiara yang membuka resleting itu dengan perlahan. Jika Kiara tidak melakukan itu sendiri, Aldi sudah membayangkan dirinya merobek bagian belakang gaun itu dengan paksa. Seperti halnya yang telah dia laukan kepada bagian pundak hingga lengan gaun itu.
Aldi melihat ekspresi kedinginan di mata Kiara. Membuat Aldi pun tidak tahan untuk membawa Kiara kembali ke pelukannya. Kiara tampak terganggu dengan punggungnya yang terkspos hawa dingin di kamar itu. Aldi bisa melihat ekspresi ketidak nyamanannya. Aldi berniat menggosok punggung Kiara yang terasa dingin.
Tapi reaksi Kiara justru berbeda. Kiara bukannya merasa hangat karena sentuhan Aldi. Tapi malah merasakan sensasi baru dari sentuhan itu. Punggungnya terasa geli, tapi sekaligus kegelian itu mengirimkan rasa aneh di bagian pusat tubuhnya di bagian bawah. Seluruh tubuh Kiara bergetar setiap kulitnya tersentuh oleh jari-jemari Aldi. Niat Aldi untuk menghangatkan punggung Kiara menjalar ke semua bagian tubuhnya. Tidak hanya kehangatan yang dirasakan oleh Kiara, tapi dengan perlahan Kiara pun menjadi panas. Diri Kiara ikut membera dengan perlahan dengan sentuhan yang Aldi berikan.
"Aku tidak akan bisa menahan diri lagi, Ra." Bisik Aldi dengan suara seraknya. Aldi bicara dengan intonasi yang pelan dan lemah.
Aldi ingin segara menguasai Kiara. Tapi sebelum itu dia masih harus berurusan dengan gaun Kiara yang tampak combang-camping. Kiara nampak jelek dengan gaun robek yang melekat ke tubuhnya. Aldi ingin membuat wanitanya kembali cantik dengan melepas gaun yang robek nan jelek itu.
"Apa ada lagi yang harus ditahan?" Kiara menanyakan itu saat Aldi menurunkan gaun itu melalui kedua pundaknya hingga terjatuh sampai kaki Kiara.
'Gaun jelek itu telah terlepas.' Pikir Aldi dengan senyuman lebar. Kiara bernar. Tidak ada lagi yang harus ditahan di antara dirinya dan Kiara malam ini.. Dia tidak perlu lagi menunggu hingga Kiara perlahan mencintainya. Sebab Kiara telah mencintainya dan juga mengakuinya malam ini.
__ADS_1
"Kamu benar, sayang, Tidak ada lagi yang perlu ditahan. Kamu telah memberikan alasan yang cukup untuk membuat aku lebih mencintaimu. Bersiaplah untuk ku hujani dengan banyak cinta dan ciuman malam ini. Aku akan memujamu sepanjang malam."
Aldi mengatakan semua itu dengan pelan sambil mencium setiap jengkal kulit Kiara, dari wajah hingga leher dan turun ke tulang selangka Kiara. Kemudian dilanjutkan dengan bagian perut yang sudah terekspos usai gaun robek itu lolos dari tubuh Kiara.
Tidak berhenti di situ, Aldi mencium paha, betis hingga telapak kaki Kiara baik kanan maupun Kiri. Kiara yang sudah gemetaran telah direbahkan di atas kelopak bunga mawar yang membentuk gambar hati. Membuat Aldi dengan leluasa mencium setiap inci kulit di bagaian paha hingga telapak kakinya.
Aldi memuja setiap inci tubuh Kiara seperti yang dikatakannya. Aldi amat menyukai aroma kulit Kiara yang telah melakukan perawatan sepanjang hari itu. Aroma ini sangat familiar bagi Aldi. Pertama kali Kiara menggunakannya ketika pulang dari bulan madu pertama mereka. Aldi telah lama ingin merasakan diri Kiara dengan aroma yang sama ini. Aldi ingin membayangkan mereka melakukannya di saat bulan madu pertama mereka.
Memikirkan kata bulan madu membuat pusaka utama Aldi yang menjadi bintang utama malam ini menunjukkan dirinya. Benda kebanggaan setiap pria itu memaksa ingin dikeluarkan dari tempat persembunyiannya.
Semakin memikirkan caranya, Aldi semakin tidak tahan. Aldi merindukan bibir Kiara yang basah ketika dia cium. Tenggorokan Aldi terasa kering, butuh menghidap bibir Kiara yang selalu terasa manis.
Aldi pun mulai mencium bibir ranum Kiara sambil mulai melepas pakaian berlapis yang melekat tubuhnya. Mulai dari jas, dilanjtkan dengan rompi, dasi, hingga kemeja putihnya. Aldi melepas semua pakaian bagian atasnya sambil tetap mencium bibir Kiara. Menikmati bibir itu sambil memberikan kenikmatan bagi istrinya agar tidak tahu bahwa dirinya berusaha menyamakan skor dengan Kiara yang hanya memiliki dua jenis pakaian yang menutupinya.
Aldi berada di atas Kiara yang berbaring. Aldi membiarkan Kiara memejamkan mata sambil menyesap bibirnya. Aldi menyedot jiwa Kiara yang sudah tidak dapat memikirkan apapun selain getaran demi getaran yang Aldi berikan.
__ADS_1
Aldi mengehentikan ciumannya ketika dirinya telah bisa melepaskan diri dari seluruh helai pakaian yang melekat pada dirinya. Aldi kini telah polos seperti bayi yang baru lahir. Bedanya ada pada benda pusaka Aldi yang menunjukkan diri siap bertempur menghadapi Kiara yang masih memiliki satu pertahanan menutupi dirinya.
Kain berbentuk segitiga nan tipis yang ada pada Kiara adalah satu-satunya musuh dari benda pusaka Aldi. Kini saatnya menyingkirkan satu-satunya halangan. Tapi sebelum itu, ada satu appetizer yang belum Aldi cicipi dari Kiara. Aldi memang sengaja menyisakan untuk saat ini.
Aldi mendekati Appetizer itu dan membuka dua tutupnya yang berdekatan. Begitu membukanya sedikit saja, nafas Aldi tertahan. Ingin rasanya Aldi melahap ujung dari appetizernya yang seperti buah kismis. Bedanya tentu ada pada rasa. Kismis akan terasa asam. Tapi yang dia buka dan rasakan itu terasa manis di lidahnya. Aldi menyesap rasa manis itu cukup lama. Membuat Kiara menoleh ke kanan dan ke kiri karena tidak bisa menahan getaran rasa yang Aldi berikan.
Puas dengan satu kismis di bagian kanan, Aldi beralih ke buah kismis di bagian kiri. Kismis berwarna hitam itu sangat empuk pada awalnya. Tapi saat Aldi menyesapnya seperti sebuah permen, kismis yang Kiara miliki menjadi padat seperti buah kismis yang sudah cukup lama dikeringkan.
Aldi bergantian merasakan buah kismis Kiara baik kanan maupun kiri. Tangan Aldi akan memainkan kismis yang kanan saat menyesap permen kismis kanannya. Kismis kiri Aldi putar dan pilin dengan kecepatan yang sama dengan hisapannya. Kiara pun bergerak-gerak tak mampu menahan getaran yang Aldi berikan. Nafas Kiara semakin memburu dan dadanya turun naik akibat tidak bisa menahan permainan tangan maupun lidah Aldi. tenggorokan Kiara terasa kering. Kiara merindukan bibir Aldi yang memberinya cairan yang membasahi kerongkongannya yang amat terasa kering.
"Al, sudah Al. Aku haus, Al. Cium aku. Berikan aku ciuman, Al." Rengek Kiara kepad Aldi yang masih memprmainkan buah kismis milik Kiara.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Wah.. author kepanasaaan. Mau nyari babang suami dulu ya biar dapat inspirasi lanjutannya..
__ADS_1
like, komen dan vote ya, biar author segera ketemu abang buat wawancara lanjutan part ini. . . .