Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Toko perhiasan


__ADS_3

Seperti biasa, Aldi suka mengajak Kiara ke Mall terbesar di Jakarta. Mereka langsung mengunjungi toko perhiasan. Aldi yang memimpin jalan sementara Kiara hanya mengikutinya.


Menyadari Kiara berjalan di belakangnya, Aldi mendadak berhenti. Kiara yang berjalan sambil melihat ke kanan dan kiri berbagai macam etalase toko yang dipajang pun tidak menyadari jika Aldi tiba-tiba berhenti. Kiara pun menabrak punggung Aldi hingga hidung dan dahinya agak nyeri.


Tapi bukannya minta maaf, Aldi malah memarahi Kiara. "Kamu ini kenapa jalan di belakang seperti pelayan saya!"


'pelayan'. Kiara mengernyit mendengar nada menghina sekaligus menggaris bawahi perkataan Aldi.


"Berjalanlah di sisiku."


"Kamu terlalu cepat ketika berjalan. Aku kan enggak bisa mengikuti langkah lebar kamu, Al."


"Mau aku seret?" Dengan berkata begitu, Aldi menggandeng tangan Kiara seolah menyeretnya. Tapi sebenarnya Aldi memelankan langkahnya dengan masih memegang tangan Kiara. Aldi menyembunyikan senyumnya dari Kiara.


Aldi sengaja mengambil jalan memutar menuju toko perhiasan. Membuatnya memegang tangan Kiara lebih lama. Kiara sendiri mulai curiga kenapa mereka tidak kunjung tiba di toko perhiasan yang Aldi inginkan.


"Al, aku capek." Kiara sengaja memancing Aldi.


"Alasan kamu tidak diterima. kita akan tetap beli perhiasan buat kamu." Aldi merasa kasihan juga kepada Kiara. Jadi mengajak Kiara langsung ke toko perhiasan.


Tiba di sana, Kiara disambut dengan baik oleh para penjaga toko.


"Perlihatkan beberapa koleksi set perhiasan terbaru kalian!" Perintah Aldi kepada penjaga toko. Mendengar kata set perhiasan, mata para penjaga toko perhiasan langsung bersinar cerah. Sepertinya mereka akan melakukan penjualan yang tinggi terhadap pasangan di hadapan mereka.


Manajer toko yang mengenakan seragam yang berbeda dari para penjaga toko mendengar perintah Aldi. Sehingga sang manajer juga ikut mendekat kepada Aldi dan Kiara untuk mempromosikan perhiasan terbaru dan termahal mereka.


Di hadapan Kiara ada tiga set perhiasan. Kata sang manajer, tiga set perhiasan itu merupakan koleksi terbaru dengan model terbaik yang toko itu miliki. Kiara sendiri mengakui bahwa perhiasan yang terdiri dari anting, kalung, gelang dan cincin itu memiliki keunikan mereka masing-masing.

__ADS_1


Jika harus memilih salah satu set, Kiara pasti akan bingung memilih yang mana. Tapi sebaiknya Kiara memilih yang paling murah saja. Tambahan satu set perhiasan sudah cukup baginya.


Satu set perhiasan yang merupakan mahar pernikahannya saja masih belum pernah Kiara pakai. Perhiasan yang ini kapan pula Kiara akan sempat memakainya.


"Apa kamu menyukainya?" Setelah membiarkan Kiara mengamati ketiga set perhiasan itu, Aldi sudah tidak sabar ingin tahu apakah Kiara suka dengan perhiasan yang ada di hadapannya saat ini.


"Boleh tahu, berapa harga masing-masing set perhiasan ini?" Mendengar pertanyaan Kiara ini, para pelayan toko dan manajernya berubah wajah sedikit masam.


Dalam pikiran mereka masing-masing mulai merasa bahwa pasangan di hadapannya ini bukanlah pasangan kaya raya yang biasanya membeli perhiasan yang mereka senangi tanpa peduli berapa pun harganya. Sang manajer mulai merasa menyesal melayani mereka secara pribadi.


Akan tetapi penjaga toko maupun manajernya belum sampai menyebutkan harga masing-masing dari tiga set perhiasan terbaru mereka. Sebab ada pelanggan baru mereka yang baru menjadi nyonya muda keluarga kaya datang menginterupsi.


"Untuk perhiasan murah seperti ini saja kamu harus mempertimbangkan harganya, Kiara. Pffft" Suara perempuan yang amat Kiara kenal ini tiba-tiba menjawab pertanyaan Kiara mengenai harga perhiasan. Sang wanita terdengar mencemooh sambil menahan tawa.


"Wah, selamat datang nyonya muda Atmaja." Sang manajer menyapa wanita muda yang tak lain adalah Bella, sang nyonya Bima Atmaja.


"Terima kasih atas bantuannya." Bella sekedar berbasa-basi. Berniat memanasi pengunjung lain di toko perhiasan itu. Menunjukkan betapa hebatnya dia yang langsung dilayani bak ratu begitu menginjakkan kaki di toko itu.


"Manajer Diki, kenapa ketiga set perhiasan itu tidak ditunjukkan kepadaku ketika beberapa hari yang lalu aku kemari?" Bella seolah sudah akrab dengan manajer yang bernama Diki ini, semakin ingin memperlihatkan siapa dirinya saat ini di hadapan Kiara dan mantan tunangannya yang tidak ada apa-apanya itu.


"Maaf, nyonya muda. Nyonya waktu itu meminta perhiasan yang terlihat elegan ketika digunakan sehari-hari seperti ketika sedang bekerja di kantor. Perhiasan yang ini lebih glamor sehingga lebih cocok untuk dikenakan ke acara pesta dan sejenisnya."


"Seharusnya kamu tetap merekomendasikan perhiasan yang tampak sangat glamor ini kepadaku. Aku menyukai ketiga set perhiasan itu begitu melihatnya dari luar toko. Dan semakin  menyukainya ketika dilihat semakin dekat." Bella semakin mendekati Kiara dan Aldi dengan alasan melihat perhiasan yang ada di hadapan Kiara.


Kiara sendiri merasa tidak mengenali Bella di hadapannya. Bayangan Kiara tentang Bella sebagai kakak yang manis dan perlu dikasihani dulu sudah musnah. Bella di hadapannya ini hanya nyonya muda kaya raya yang entah kenapa seolah suka mempertunjukkan kekayaannya.


Aldi melangkah ke samping dan menggamit tangan Kiara supaya memberi ruang kepada Bella mendekati perhiasan yang asalnya tepat berada di hadapan Kiara. Aldi juga masih mengamati tingkah laku Bella dan tanggapan Kiara. Aldi berusaha menikmati panggung yang Bella ciptakan sendiri bagi dirinya. Bersiap di samping Kiara untuk setiap hal buruk yang akan dilontarkan Bella kepada Kiara.

__ADS_1


Bella mencoba gelang dan cincin dari salah satu set yang menurutnya paling unik. Dengan didampingi sang manajer yang terus-menerus mempromosikan kelebihan dan keunikan perhiasan yang Bella kenakan. Sang manajer maupun penjaga toko sama sekali tidak menyebutkan harganya maupun berapa gram berat perhiasannya seperti yang biasanya Kiara lihat di toko emas pada umumnya.


"Bagus sekali nyonya muda. Perhiasan yang sedang dicoba ini sangat cocok dengan warna kulit anda. Perhiasan kami membuat anda semakin terlihat glamor dan tampil lebih mewah." Salah satu penjaga toko yang membantu memasangkan gelang berkomentar.


"Benarkah?" Bella mengangkat tangan yang sudah mengenakan gelang dan cincin itu ke atas seolah menerawang kemilau benda yang melilit di jari dan pergelangan tangannya. Merasa senang memamerkannya di hadapan Kiara. "Aku pikir juga memang cocok. Aku akan mengambil set perhiasan yang ini."


Bella mengembalikan gelang dan cincin yang sudah dicoba itu ke kotak perhiasannya. Sang manajer senang membayangkan malam ini akan menjual satu set perhiasan termahal di tokonya itu kepada sang nyonya muda.


Tapi siapa sangka Aldi yang sedari tadi hanya menjadi penonton kini malah angkat bicara. "Istriku belum memutuskan mana yang akan dia pilih. Kamu sebagai manajer tidak bisa mendahulukan pelayanan kepada pelanggan yang baru datang!"


Manajer Diki kaget mendengar Aldi yang dari tadi dikira tidak jadi beli perhiasan malah angkat bicara. Sang manajer tidak bisa membiarkan transaksi Bella gagal. Menuruti Aldi tidak pasti akan membuat dia dan istrinya membeli satu set perhiasan di hadapan mereka ini seperti Bella.


"Maaf tuan. Saya kira tuan dari tadi diam saja karena tidak jadi memilih salah satu dari set perhiasan ini." Manajer Diki masih berusaha terlihat sopan.


"Apa saya atau istri saya bilang tidak jadi?" Pandangan Aldi mulai dingin.


"Ti.. tidak tuan. Maafkan saya." sang manajer membungkuk. Mulai takut dengan pandangan dingin menusuk di mata Aldi.


"Saya ambil ketiga set perhiasan ini semuanya." Seluruh orang yang ada di toko baik penjaga toko, manajer dan  Bella maupun Kiara sebagai pengunjung merasa kaget mendengar ucapan Aldi.


'Tidak mungkin pria biasa mampu membeli ketiga set perhiasan dengan harga mahal ini. Hanya orang kaya yang bisa membeli barang mahal tiba-tiba tanpa berkedip' Pikir sang manajer toko.


'Pria ini mungkin menggertak. Mempertahankan harga diri di hadapan istrinya. Aslinya tidak mampu membayar.' Pikir salah satu penjaga toko


'Paling juga Aldi mengeluarkan kartu kreditnya. Mana mungkin punya uang sebanyak itu. Aku akan senang jika kartu kreditnya kena limit dan tidak bisa digunakan membayar perhiasan semahal ini' pikir Bella.


'Oh Tuhan. Lagi-lagi beli barang mahal. Jumlah yang dibeli kelewatan banyaknya pula.' pikir Kiara

__ADS_1


__ADS_2