Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Cinta Mike yang Tak Kunjung Padam (5)


__ADS_3

Beberapa menit berlalu, dan akhirnya Aldi berbalik menghadap Mike.


"Mike," ucap Aldi "Apa menurutmu Verlita masih belum mengingat kamu setelah bertahun-tahun berlalu? apa kamu tidak mencoba mengecek ingatan masa lalunya terhadap hal lain atau orang lain selain kamu?"


"Awalnya kukira dia tidak akan pernah ingat Al. Aku telah mencoba muncul secara tidak sengaja di hadapannya selama ini. Tapi selalu saja aku menjadi manusia tak tampak. Dia sama sekali tidak mengingatku, Al."


"Lalu, apa yang aku saksikan tadi?"


"Tadi aku berusaha berbicara berdua dengannya untuk pertama kalinya sejak dia melupakan ingatannya tentangku. Kemudian ketika kami berjabat tangan, aku tidak bisa menahan diri. Aku seolah teringat dengan kedekatan kami di masa lalu."


"Dan menurut kamu, respon Verlita itu wajar bagi seorang mantan kekasih yang sudah tidak mengingatmu sama sekali?" Aldi masih merasa ada yang tidak pas di sini. Beberapa hal masih terasa aneh.


Aldi memberikan pertanyaan yang sulit untuk dijawab oleh Mike.


"Aku masih yakin bahwa Verlita masih kehilangan ingatannya, dan dia sama sekali tidak mengingatku sebagai kekasih yang pernah dicintainya. Aku mengira bahwa tadi itu hanya sekedar momen impulsif karena kedekatan kami dulu. Atau bahkan mungkin dia merasakan kembali perasaan cintanya untukku dan tidak asing dengan kedekatan kami," ungkap Mike.


Aldi mendengarkan dengan serius, mencoba mencerna kata-kata Mike. Namun, ekspresi wajahnya tetap penuh dengan keraguan.


"Itu dia, Mike," kata Aldi. "Menurutku Verlita tidak asing dengan kedekatan fisik kalian. Verlita yang pernah berkali-kali melakukannya dengan kamu pasti punya kesan mendalam. Aku bahkan menduga dia menginginkan aku dan dia bisa sampai ke tahap seperti saat kalian berpacaran dulu. Tapi karena tidak bisa mendapatkannya, maka dia pergi dari ku dan melakukannya dengan banyak pria lain."


Mike merasa tersinggung dan tidak mampu mendengar hal buruk mengenai hubungan Verlita dengan para pria itu. Dia segera memotong Aldi.


"Cukup, Al. Jangan mengatakan hal itu lagi," ucap Mike dengan suara yang memohon.

__ADS_1


Aldi melihat ekspresi Mike yang memburuk, tapi tidak ada keinginan untuk menghentikan topik yang dia utarakan. "Kamu jelas-jelas tahu bahwa verlita telah melakukannya dengan banyak pria demi kestabilan jabatannya di Blue Corp selama ini."


"Dia hanya kesepian, Al. Aku yakin belum ada pria yang sanggup memenuhi keinginannya di ranjang."


"Jadi kamu menganggap hanya kamu satu-satunya yang sudah mampu membuat dia puas, Mike! Are You Sure?" Aldi menahan tawa sekaligus agak tidak percaya dengan apa yang Mike katakan.


Bagaimana mungkin Mike bisa membodohi dirinya sendiri seperti ini.


"Apakah kamu baru menyimpulkan hal itu karena kejadian yang barusan batal terjadi karena kemunculanku di kantor kamu?" Aldi masih berusaha membangun rasionalitas berpikir Mike.


"bukankah itu sudah jelas? Dia masih menginginkan kedekatan kami. Dia masih menginginkan ku, Al. Aku rasa masih ada aku di hatinya. Meski dia tidak ingat denganku, dia masih ingat bagaimana perasaannya untukku."


Mike terus menggali keyakinannya bahwa dia masih memiliki tempat di hati Verlita, meskipun Aldi tetap skeptis. Saat Aldi melanjutkan percakapannya dengan Mike, suasana di ruangan semakin tegang. Mike masih yakin bahwa Verlita masih memiliki perasaan terpendam untuknya, bahkan jika dia tidak mengingatnya dengan jelas.


"Kamu harus menerima ketika nantinya aku menjauhkan dia dari hidup kamu. Aku akan membuat dia pindah ke kantor cabang terjauh dari sini," tambah Aldi.


Mike terdiam mendengar keputusan yang Aldi utarakan. Mike dengan serius mempertimbangkan apa yang sudah Aldi putuskan.Tapi Aldi juga merasa ada sesuatu yang terasa aneh. Hanya saja Aldi tidak tahu apakah tepatnya hal itu.


Saat Aldi terus mempertimbangkan semua yang telah terjadi dan rencana-rencana yang telah dia susun, perasaan aneh itu semakin kuat. Ada sesuatu yang belum dia pahami sepenuhnya, sesuatu yang mungkin telah terlewatkan.


Aldi berusaha merenung dan menggali lebih dalam, mencoba mengidentifikasi apa yang membuatnya merasa seperti ada yang tidak beres. Kemudian, sebuah teori mendadak muncul di benaknya.


"Mike," ucap Aldi kepada dengan nada penuh keragu-raguan, "bagaimana jika Verlita selama ini tidak melupakanmu? Dia hanya tidak mau kembali padamu dengan berbagai macam alasan."

__ADS_1


Mike, awalnya terkejut mendengar teori Aldi yang menantang pemikiran awalnya. Dia sudah yakin bahwa Verlita telah kehilangan ingatannya tentang hubungan mereka. Namun, Aldi memberikan perspektif yang menarik. Meskipun terdengar tidak masuk akal, Mike mulai mempertimbangkan kemungkinan ini.


"Aldi, itu terdengar sangat tidak mungkin. Tapi apa yang membuatmu berpikir begitu?" tanya Mike dengan rasa penasaran.


Aldi menjelaskan pemikirannya, "Saat kamu tiba-tiba sedekat itu dengan Verlita hingga sampai terjadi hal yang begitu mesras tadi, aku masih merasa heran dan sangat aneh. Menurutku jika dia masih menganggap kamu orang asing, kalian tidak akan bisa sampai berhubungan sedekat itu hingga hampir berciuman. Apalagi  itu adalah pertama kalinya kalian bicara berdua dan berdekatan sejak dia kehilangan ingatan bertahun-tahun lalu. Selain itu, aku yakin kita sama-sama tahu bahwa Verlita bisa melakukan apa saja demi meraih tujuannya."


Mike merenung sejenak, mempertimbangkan argumen yang disampaikan oleh Aldi. "Aku tidak pernah berpikir sejauh itu, Al. Tapi, aku setuju sama kamu mengenai Verlita yang bisa melakukan apa pun untuk meraih apa yang menjadi tujuannya."


"Aku perlu mencari tahu lebih lanjut mengenai hal ini." Tambah Mike.


"Jika benar dia telah menipu kamu habis-habisan hingga bertahun-tahun ini, kamu akan merasa lebih sakit dari semua rasa sakit yang dia berikan buat kamu selama ini, Mike. Bisakah kamu bertahan?"Aldi menatap Mike dengan serius.


Mike terdiam menghadapi pertanyaan Aldi ini. Kemudian Mike berbalik menatap kedua mata Aldi. "Jika Kiara yang menipumu seperti ini, menjadikan hubungan kalian lelucon dan pura-pura tidak kenal kamu tapi malah menunjukkan cintanya kepada, saudaramu, apa yang kamu rasakan, Al? Bisakah kamu bertahan menghadapi situasi itu?"


"Tidak, aku tidak akan mampu bertahan sekuat kamu sekarang, Mike." Sahut Aldi. Dia ingin menghentikan apapun skenario buruk tentang Kiara yang keluar dari mulut Mike.


Perasaan Aldi kembali terasa sakit mengingat hubungannya dengan Kiara yang memburuk dalam semalam. Dia seperti terjatuh ke dasar laut yang gelap setelah sebelumnya berada di surga yang berada di ketinggian yang jauh di atas langit.


"Maafkan aku, Mike. Aku serahkan urusan Verlita sama kamu. Aku akan fokus mencari cara agar Kiara mau kembali kepadaku. Aku hanya berharap kamu segera menyelesaikan apa yang belum selesai antara kamu dan Verlita."


🌸🌸🌸🌸


_Dinda^^

__ADS_1


__ADS_2