Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Kepergian Kiara


__ADS_3

" Apa kamu menceritakan semua ini kepada Verlita?"


Aldi menanti Nina menjawab pertanyaannya.


"Tidak semua pak. Saya tidak menceritakan sedetail ini. Saya sempat merasa aneh ketika berulang kali Bu Verlita ingin tahu apakah Nyonya Kiara juga telah diperkosa seperti saya."


"Apa kamu menjawab pertanyaan Verlita ini?"


"Awalnya saya hanya diam dan tidak menjawabnya, pak. Lalu karena terlalu sering Bu Verlita menanyakannya, akhirnya saya bersuara menjawabnya. Saya mengaku tidak tahu saja pak."


"Tapi Verlita mengartikan kata 'tidak tahu' kamu ini sebagai ungkapan mengiyakan atas perkosaan itu."


Kekhawatiran Nina terjadi. Wajahnya kini tegang, Nina takut telah menyebabkan masalah baru bagi Aldi maupun istrinya.


"Apakah Bu Verlita membuat masalah karena merasa tahu akan hal ini pak? Apa Bu Verlita menyebarkan rumor mengenai istri bapak?"


"Lebih dari itu, dia meracuni banyak orang dengan informasi ini." Jawab Aldi


Seketika Nina membekakp mulutnya sendiri dan meminta maaf, "Saya minta maaf, pak Aldi. Saya sudah berusaha tidak mengungkapkan hal buruk apapun."


"Kenapa kamu tidak bercerita kepadanya bahwa Kiara tidak diapa-apakan oleh Ferdi?" Kini Aldi yang berubah berfikiran sedikit lebih kritis. Aldi tidak boleh melupakan sisi rasionalitasnya karena kasihan. Dia harus menilai informasi yang dia terima secara rasional dan berdasarkan bukti yang ada.


"Bu Verlita bercerita bahwa dia adalah mantan kekasih bapak yang ditinggalkan karena pak Aldi pindah ke lain hati, yaitu nyonya Kiara. Oleh karena itu, secara tersirat bu Verlita berharap pak Aldi dan nyonya Kiara berpisah. Terus terang, saya merasa berempati dan mulai dekat dengan bu Verlita. Jadi saya tidak berani berterus terang mengatakan nyonya Kiara sebenarnya tidak diapa-apakan oleh penculik itu."


Aldi berusaha menahan kesabaran sebisanya. Dia berusaha mendengarkan Nina menyelesaikan cerita berikut alasan-alasannya dengan kepala dingin, meski pun sebenarnya hatinya sudah terbakar amarah oleh Verlita dan rasa iba Nina kepada Verlita.

__ADS_1


"Maafkan saya, pak." Nina menunduk meminta maaf. Nina menyadari bagaimana Aldi terdiam cukup lama. Hawa dingin di sekitarnya sudah cukup bagi Nina untuk menyadari bahwa Aldi kini sedang marah.


"Sekali lagi saya minta maaf, Tuan." Nina yang tak mendengar tanggapan dari permintaan maafnya kini mengulangi lagi permohonan maafnya. Nina bahkan berhenti memanggil Pak Aldi, tapi memanggil tuan seperti ketika Aldi masih menjadi majikannya.


"Saya perlu memberikan klarifikasi penting, Nina. Barangkali Verlita menyebarkan kebohongan itu kepada orang lain, dan kamu mengetahuinya, maka kamu bisa memberi tahu kebenarannya." Aldi berusaha berbicara tanpa emosi. Meski pun ingin sekali Aldi memarahi mantan pekerjanya seperti biasanya ketika melakukan kesalahan.


"Verlita memang benar mantan kekasih saya." Aldi menatap Nina untuk melihat reaksinya. "Tapi selain itu adalah kebohongan."


Aldi bangun dari tempat duduknya, Aldi berencana pergi kepada Kiara usai memberikan penjelasan kepada Nina akan kebohongan Verlita.


"Verlita adalah yang menjadi pengkhianat dalam hubungan kami dulu. Yang mana, hubungan kami terjalin bertahun-tahun yang lalu sebelum saya pulang ke Indonesia. Dan yang terpenting, Istri saya, yaitu Kiara, tidak mengambil saya dari siapapun. Saya hanya pernah punya hubungan dengan Verlita dulu. Lalu bertemu Kiara di masa kini."


"Iya, pak. Saya sungguh sangat meminta maaf. Saya berharap masalah bapak segera terselesaikan." Kalimat terakhir Nina sebelum Aldi pergi meninggalkan rumah sakit.


Daniel menanti Aldi di depan kamar Nina, siap menjalankan tugas berikutnya yang diberikan oleh Aldi.


Aldi pun berkoordinasi beberapa saat bersama Daniel. Aldi akan menyusul Kiara ke hotelnya di luar kota. Aldi harus melimpahkan beberapa pekerjaan dan tanggung jawab kepada Daniel sebelum pergi.


Aldi kemudian naik ke mobilnya. Supir sudah siap membawa Aldi ke hotel dimana keduanya tadi malam masih bermalam bersama.


Dalam perjalanan menuju ke hotel yang lumayan makan waktu beberapa jam itu, Aldi tentu menyibukkan diri melakukan sesuatu. Dan hal terpenting yang sudah beberapa jam tidak Aldi lakukan adalah melihat Kiara melalui CCTV hotel yang dia pasang sendiri pagi ini.


Aldi membuka tablet super cepatnya dan mulai mengecek beberapa CCTV untuk mencari keberadaan Kiara. Terakhir sebelum turun di rumah sakit, Aldi melihat Kiara masih duduk di dekat jendela kamar tidur yang mengarah ke pemandangan pantai dan lautan yang luas. Aldi berharap pemandangan matahari terbenam yang Kiara saksikan cukup efektif mengobati rasa sakit yang disebabkan oleh kesalahan Aldi kepada Kiara-nya.


Aldi cukup lama mencari Kiara di berbagai CCTV rahasianya. Aldi mulai khawatir karena tidak menemukan Kiara di seluruh kamar hotel dan juga lorong kamarnya.

__ADS_1


Kini Aldi mulai panik. Aldi pun mencari video terakhir yang Aldi saksikan ketika Kiara masih duduk memperhatikan pantai. Aldi mempercepat hingga bisa melihat Kiara menerima tamu. Sesuai dugaan Aldi, itu adalah pelayan yang mengantarkan makan malam Kiara. Tapi mereka mengobrol cukup lama. Kiara tampak mengajak ngobrol atau mungkin bertanya-tanya kepada pelayan itu.


Aldi tidak mau mendengarkan pembicaraan mereka. Aldi terus saja mempercepat laju videonya untuk melihat kemana Kiara pergi.


Apa yang Aldi khawatirkan terjadi, Kiara tampak mengambil tas kantor yang semalam dia bawa ke hotel. Kiara kemudian pergi meninggalkan kamar hotelnya dengan hand bag di tangannya. Kiara pergi begitu saja tanpa menyentuh makan malam yang dibawa si pelayan.


Aldi tercengan melihatnya. Mungkinkah Kiara pergi ke suatu tempat sejenak? Atau dia kabur dan bersembunyi dari ku?


Aldi telah menyanggupi untuk pergi dan memberi Kiara waktu. Aldi juga tidak berusaha menghubungi Kiara terlebih dahulu. Kamera yang Aldi pasang adalah untuk keselamatan Kiara sendiri. Aldi hanya ingin memantau keadaan Kiara dan memastikan dia baik-baik saja.


Aldi terus memberikan alasan dan pembenaran untuk setiap perbuatannya sambil berusaha menghubungi hotel.


Usai terhubung dengan pihak hotel, Aldi langsung menanyakan tentang Kiara.


"Mohon maaf pak Aldi, nyonya Kiara pergi meninggalkan hotel dengan kendaraan asing sekitar 10 menit yang lalu." Aldi mendengarkan jawaban dari hotel dengan hati mencelos.


'Kiara pergi. Kiara semakin marah kepadaku.' Untuk sesaat, Aldi kehilangan arah. Aldi yang masih berjarak setengah jam menuju hotel tidak akan bisa bertemu Kiara di sana.


Kini Aldi merasa percuma mengetahui kebenaran mengenai anak dalam kandungan Kiara. Sebab Aldi telah ditinggalkan oleh wanitanya.


🌸🌸🌸🌸


Like jika kalian suka cerita ini ya. Biar saya lebih semangat lagi untuk update. Ingat juga untuk tinggalkan komen kalian biar saya tahu seberapa suka kalian dengan cerita ini. Sekedar kasih emoticon penyemangat juga sangat boleh loh...


_Dinda^^

__ADS_1


__ADS_2