
*****Bersiaplah mata kalian teracuni dengan sosok Kiara dan Aldi ya para readers.***
"Kok diam." Aldi menanti jawaban Kiara untuk ajakan berlibur dan godaan untuk berbulan madu.
"Kamu yakin bisa ninggalin kantor kamu? Bukannya hari ini saja nggak bisa libur sampek harus nyempetin ke kantor?"
"Aku bisa bawa laptop untuk mengerjakan yang harus dikerjakan."
"Memangnya kita mau kemana?"
"Kalo kamu oke, baru cari tujuannya." Aldi masih menjawab dengan nada datar tanpa emosi.
Kiara baru sadar dari tadi masih berbicara sambil berdiri di hadapan Aldi. Kiara duduk di samping Aldi kembali. Tapi memberi jarak duduknya dengan Aldi.
"Cari tujuannya dulu. Kalo menarik, baru aku mau pergi." Kiara tidak mau kalah dengan Aldi kali ini. Bersikap agak keras kepala sambil memperhatikan reaksi Aldi.
"Kamu inginnya kemana?" Sahut Aldi dengan singkat. Kali ini Aldi menatap Kiara.
Kiara juga balik menatap mata Aldi. Ada sorot kesedihan di mata Kiara. Bulan madu yang Kiara inginkan sudah disiapkan oleh Bima sejak lama. Tempat tujuannya adalah pilihan Kiara. Kiara berusaha tidak berurai air mata menatap Aldi, mengucapkan hanya satu kata, "pantai".
***
Matahari sedang bersahabat untuk acara liburan Kiara kali ini. Langit sedang cerah. Hanya ada sedikit awan putih yang mewarnai birunya langit dengan kelembutannya. Kiara bermain di pantai sepuasnya hari ini. Rasanya lega sekali hati Kiara menatap langit yang bertemu dengan samudra di ujung cakrawala sana.
Puas dengan menatap samudra di kejauhan sana, Kiara yang hanya mengenakan gaun sederhana berwarna biru muda yang dibawakan Mike merasa kedinginan karena angin pantai yang berhembus begitu kencangnya. Melihat hal itu, Aldi melepaskan Jas selutut yang dikenakannya. Membuat Aldi hanya mengenakan kaos dalaman putih polos saja. Dengan kacamata yang bertengger di atas hidung mancungnya, Aldi berjalan mendekati Kiara dengan senyum tipis di bibirnya. Memberikan Kiara Jas warna biru tua miliknya. Memakaikannya langsung kepada Kiara yang wajahnya bersemu merah karena malu.
Merasa lebih hangat dengan jas milik Aldi yang Kiara kenakan, Kiara melanjutkan kegiatannya menikmati pantai seorang diri. Dari bermain Air hingga bermain karang kecil dan juga butiran pasir. Kiara seperti seorang kecil yang mendapatkan mainan baru yang lama diinginkan. Hanya ada senyum kebahagiaan yang menghiasi wajahnya. Kiara sangat senang hari ini.
Aldi memilih memperhatikan Kiara bermain seorang diri. Aldi yang lebih sering manampakkan wajah dinginnya tersenyum bahagia melihat tingkah Kiara yang sudah seperti anak kecil bermain karang kecil dan pasir di tepi pantai.
__ADS_1
Setelah merasa puas memperhatikan Kiara dari kejauhan saja, Aldi mendekati Kiara yang sudah duduk berselonjoran menatap laut biru dengan gulungan ombak putihnya yang besar.
"Makasih ya Al. Aku senang sekali hari ini." Kiara langsung mengungkapkan rasa terima kasihnya begitu merasa Aldi duduk di sebelahnya.
"Baguslah kalau kamu senang." Aldi menatap ombak yang bergulung-gulung di hadapannya. Rasanya damai. Tidak hanya Kiara yang menikmati acara liburan hari ini.
"Dari mana kamu tahu pantai yang begitu indah ini?"
"Sebaiknya kamu tidak tahu siapa yang memberi tahu aku pantai yang begitu indah ini." Kiara mengernyit mendengar jawaban Aldi.
"Kalau kamu masih penasaran, aku akan memberitahu kamu. Tapi tunggu liburan dua hari kita di pulau ini selesai ya." Aldi yang sudah ekspresi wajahnya tidak lagi tampak dingin ini berbicara lebih banyak dari pada biasanya.
"Oke." Kiara senang bisa berkomunikasi dengan baik dengan pria tampan di sebelahnya ini. Sejak menginjakkan kaki di pulau ini siang tadi, Aldi sudah tidak memiliki aura dingin dan menyeramkan yang biasanya membuat orang lain termasuk Kiara enggan mendekatinya.
Tidak jarang juga Kiara melihat ekspresi Aldi tersenyum kepada Kiara. Atau tersenyum ketika hanya sekedar menatap lautan biru yang luasnya hingga di kejauhan sana.
"Apa ada hal yang bisa mencegahmu menyukai pantai seindah ini?" Kiara menatap ketampanan Aldi meski hanya memejamkan mata.
"Jangan terlalu lama menatapku. Kamu tidak takut jatuh cinta kepadaku lebih cepat?" Aldi kini membuka matanya dan melihat wajah Kiara yang masih mengarahkan tatapannya kepada Aldi.
"Apaan sih." Kiara yang salah tingkah mengalihkan pandangannya dari Aldi. Memilih menatap lautan lagi.
"Kapal yang akan mengantar kita kembali dari pulau kecil ini siap mengantar kita kembali begitu kamu sudah puas bermain di pantai ini." Aldi berusaha mengalihkan diri untuk tidak menggoda Kiara.
"Bisakah kapalnya menunggu hingga matahari terbenam?"
"Tentu saja bisa. Tapi akan berbahaya jika kita berada di kapal saat sudah gelap. Ombak di malam hari lebih ganas dari pada ombak yang sedang kita saksikan ini. Sebaiknya kita kembali ketika masih ada matahari."
"Baiklah, kita kembali ke penginapan." Kiara berusaha mengingat sebanyak mungkin keindahan yang dia saksikan di tempat ini. Termasuk keindahan sosok pria di sampingnya yang tampak sederhana dengan kaos putihnya, tapi tetap masih sangat tampan.
"Kita bisa ke sini lagi jika kamu belum puas." Aldi mengucapkan setiap kalimatnya dengan pelan dan sabar. Berusaha menenangkan hati Kiara yang sebenarnya belum ingin berpisah dengan pantai indah ini.
__ADS_1
Aldi berdiri. Mengulurkan tangan kepada Kiara. Membantunya bangun dari posisi duduknya di pantai.
Kiara menerima uluran tangan Aldi. Senyuman menghiasi wajahnya. Aldi melepaskan tangannya begitu Kiara sudah berdiri. Aldi berjalan bersisian dengan Kiara di sepanjang pantai menuju tempat kapal yang tadi mengantarkan mereka ke pulau terpencil itu.
Pulau ini terletak di ujung utara pulau jawa. Dekat dengan kepulauan seribu, tempat mereka akan menginap malam ini.
Pagi tadi Kiara dan Aldi berangkat ke salah satu resort di kepulauan seribu. Kemudian menyempatkan makan siang di resort sebelum naik kapal ke pulau tak berpenghuni yang jaraknya masih 2 jam dari resort mereka.
Meski resort mereka di kepulauan seribu dikelilingi oleh lautan, tapi tidak ada pantai dan ombak secantik pulau yang baru saja Kiara dan Aldi tinggalkan.
Malam ini keduanya akan bermalam di resort yang mengapung di atas tepi laut kepulauan seribu. Besok baru mereka akan kembali ke Jakarta.
Berada di kapal hanya berdua dengan Aldi membuat Kiara berdebar. Apalagi malam ini mereka akan menginap di kamar yang sama di resort. Membooking dua kamar akan terlihat aneh. Apa lagi mereka berdua pasangan yang baru menikah. Meskipun tidak ada seorangpun yang Kiara kenal di sini, tapi tetap saja Kiara tidak ingin ada masalah di kemudian hari karena mereka menyewa dua kamar sendiri-sendiri.
Untuk membuat debaran hatinya mereda, Kiara membuka-buka hapenya. Mengecek pesan-pesannya di aplikasi berlogo warna hijau. Juga melihat status kontaknya yang kebanyakan berisi teman kerja, termasuk Bima, Bella dan Aldi.
Tiba-tiba Kiara berhenti pada status kontak yang selama ini tidak pernah Kiara jumpai menuliskan sesuatu atau membagikan gambar apapun, yaitu Aldi suaminya.
Aldi memposting gambar pada saat mereka masih di pantai tadi.
...Wife n beach ~ Perfect collaboration...
Dalam statusnya itu, Aldi membagikan foto Kiara saat masih bermain di pantai tadi. Dalam bahasa inggris, Aldi menulis kalimat yang artinya: Istri dan pantai ~ Kombinasi yang sempurna.
Melihat status yang Aldi bagikan ke seluruh kontaknya itu membuat Kiara tanpa sadar memandang Aldi yang sedang menatap keluar jendela kapal. Aldi yang tahu sedang ditatap oleh Kiara menoleh dan memandang Kiara. Menatap mata Kiara yang penuh tanda tanya. Kemudian tersenyum kepada Kiara sambil meraih tangannya. Mengecup tangan Kiara yang ada di genggamannya. Semua itu Aldi lakukan dengan perlahan sambil tetap menatap mata Kiara.
Kiara yang masih terhipnotis dengan tingkah manis Aldi barusan merasa seperti berada dalam mimpi yang tidak nyata.
Kok bisa pria tampan dan dingin ini berubah hangat hanya karena mereka mengunjungi pantai?
Ini bukan pertama kalinya mereka pegangan tangan, tapi ada apa dengan hatinya yang berdebar hebat hanya dengan digenggam tangannya oleh Aldi begini?
__ADS_1