Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Fahad terus saja Menanti


__ADS_3

Daniel kembali ke meja kerjanya untuk mengambil agenda kegiatan bos Aldi dan mempersilahkan Fahad duduk di sofa area ruang tunggu.


"Maaf Pak, sudah menunggu lumayan mengambil agenda kegiatan pak Aldi."Ungkap Daniel.


"Santai saja, Pak Daniel. Saya sedang tidak terburu-buru." Fahad merubah posisi duduknya senyaman mungkin.


"Baik pak. Mari kita bahas jadwal pertemuan Bapak dengan Pak Aldi."


"Oke tentu, silahkan. Untuk jadwal besok bagaimana?Adakah jadwal kosong?"


"Mohon maaf pak. Besok tidak bisa." Daniel masih saja menjawab dengan sopan.


"Baru ada jadwal kosong 2 hari lagi." Daniel menambahkan setelah beberapa lama.


"Jadwal saya penuh 2 hari lagi. Di hari ketiga bagaimana?" Kini Fahad yang menyarankan jadwal.


"DI hari itu juga tidak bisa, pak."


"Wah, terlalu lama kalau ketemu setelah 3 hari. Apa nggak bisa hari ini saja pak Daniel? Saya bisa menunggu pak Aldi selesai. Kebetulan jadwal saya hari ini sudah kosong sampek akhir." Fahad mencoba peruntungannya.


"Baik, pak. Saya akan konfirmasi ke pak Aldi terlebih dahulu."


"Iya, pak. Silahkan. Akan saya tunggu."


Daniel pun masuk ke ruangan Aldi.


"Sesuai prediksi pak Aldi, pak Fahad memaksa ingin menunggu pak Aldi hari ini juga." Ujar Daniel kepada Aldi yang masih sibuk melarikan jari-jemarinya di atas keyboard.

__ADS_1


"Biarkan dia menunggu. Sampaikan bahwa aku masih sibuk dan akan menghubungi kamu jika aku sudah selesai membereskan pekerjaanku, Aku akan menghubungi kamu satu jam lagi ketika ini selesai. Juga sampaikan bahwa aku bisa saja selesai 2 atau 3 jam lagi. Bahkan ada kemungkinan sore baru selesai." Aldi masih saja mengetik di keyboard dengan cepat. Intonasi bicaranya terhadap Daniel terdengar dingin.


"Baik, pak. " Daniel menyanggupi dan pergi dari hadapan Aldi secepat mungkin. Bulu kuduk Daniel meremang menghadapi dinginnya tatapan Aldi.


🌸🌸🌸🌸


Daniel kembali ke meja kerjanya dimana Fahad masih saja menanti. Daniel pun menyampaikan apa yang diperintahkan Aldi. Fahad dengan antusias duduk di sofa bagian area ruang tunggu setelah menerima jawaban yang Daniel berikan.


Fahad sendiri hanya melakukan panggilan telepon melalui airpods nya sepanjang waktu. Selalu saja ada yang dia ajak berkomunikasi entah dalam bahasa Arab, Inggris, maupun dalam bahasa Indonesia.


Satu jam pun berlalu. Daniel akhirnya menerima panggilan telepon dari Aldi yang diharapkan Daniel sejak tadi. Ntah kenapa Daniel sendiri merasa akan ada hal penting terjadi. Maka dari itu Daniel mempersiapkan hatinya akan segala kemungkinan yang bisa saja terjadi.


"Baik kalo dia masih sibuk, aku juga akan menyibukkan diri. ketika dia sudah tidak menelepon siapa pun baru katakan bahwa aku bisa ditemui. tapi tentu kamu harus konfirmasi dulu kepadaku." Putus Aldi.


"Baik, pak." Jawab Daniel dengan segera.


Daniel kemudian mendapat notifikasi bahwa pesanan makanan untuk nyonya Kiara sudah tiba di lobby. Resepsionis sudah Daniel arahkan untuk langsung membawa makanan itu ke lantai ini. Dia sendiri sedang agak repot mengatur ulang jadwal pak Aldi. Sehingga salah satu resepsionis saja yang dia perintahkan mengurus makanan itu.


Tak lama kemudian, seorang wanita cantik dengan rok di atas lutut menghadap Daniel dengan senyum mengembang di wajahnya.


"Pesanan makanannya, pak." Senyuman gadis di hadapan Daniel tampak cukup manis bagi dirinya. Daniel puas dengan tampilan resepsionis ini. Resepsionis adalah yang paling depan melayani tamu dan pengunjung. Wajah manis gadis ini cukup pas baginya.


Tapi gadis resepsionis yang hanya ditatap oleh Daniel menjadi salah tingkah. "Pak, apa saya bisa permisi?"


Pertanyaan gadis itu mengingatkan Daniel untuk berhenti menganalisa tampilan gadis di hadapannya dan menjawab pertanyaannya.


"Iya, silahkan. Terima kasih. Kamu bisa kembali ke pos kamu di meja resepsionis." Sahut Daniel.

__ADS_1


"Baik, pak. Sama-sama. Jika ada hal lain yang membutuhkan bantuan saya untuk dikerjakan, silahkan saja, pak."


"Tentu," Sahut Daniel dengan singkat untuk mengakhiri perbincangan mereka.


Di saat itu, orang yang paling fokus melihat ke arah Daniel dan mendengar perbincangannya tentu adalah Fahad. Dia sampai menghentikan panggilan teleponnya meski tetap berpura-pura seolah masih sedang menelepon orang.


Fahad terus saja menatap ke arah Daniel hingga dia menghilang ke ruangan Aldi dengan membawa makanan yang dipesan untuk nyonya Kiara.


Aldi sendiri tidak menghiraukan Daniel dan hanya mengisyaratkan dengan matanya untuk menaruh apa yang dia bawa. Aldi tampak tahu bahwa Daniel membawa makanan yang tadi Aldi inginkan.


Daniel pun kembali ke meja kerjanya dengan memperhatikan Fahad tapi seolah tidak memperhatikannya. Fahad sendiri tampak memperhatikan Daniel sejak menerima makanan dari resepsionis hingga kembali dari ruangan Aldi. Tapi apa yang Farhad nanti tidak kunjung tiba.


Farhad pun beralih menatap ke arah pintu keluar lift. satu-satunya kemungkinan tempat kemunculan wanita yang sedang Fahad harapkan kehadirannya. Apa pun yang dilakukan oleh Fahad, kemana arahnya menatap, hingga arah lamunannya tak luput dari pengamatan Daniel. Sebab itu adalah apa yang harus dia amati berdasarkan instruksi bos Aldi. awalnya Daniel merasa aneh. Kini Daniel paham siapa yang sedang ditunggu Daniel. Dan yang ditunggu adalah nyonya bos yang Daniel pesankan makanan tadi.


Daniel sendiri merasa bingung kenapa Fahad menantikan nyonya Kiara. Tapi Daniel yakin akan segera tahu jawabannya. Daniel tinggal mengikuti seluruh instruksi Bos.


🌸🌸🌸🌸


Kiara terbangun di kamar istirahat Aldi dengan merasa cukup segar. Ketika sedang mengumpulkan kesadarannya, Kiara memikirkan tujuannya berada di perusahaan ini dan bagaimana kondisi terkini di sini. Tampaknya memang Aldi tidak melakukan hal yang dia khawatirkan. Tapi ada rasa tidak terima dalam hatinya ketika Aldi dekat dengan wanita itu. Apalagi sang wanita memang masih tampak mencari celah untuk bisa mendekat kepada Aldi.


Kiara tidak akan mau mengulangi kesalahannya yang lalu. Tunangannya dulu terjebak dalam suatu rekayasa wanita lain hingga Kiara harus merelakannya. Kiara tidak akan membuat dirinya atau Aldi terjebak dengan ulah wanita mana pun yang menginginkan posisinya di sisi Aldi. Tidak ada toleransi untuk wanita dengan niat buruk seperti itu. Jika memang Verlita tidak bergerak dan Aldi tidak mau menyingkirkan wanita itu, maka biarlah Kiara yang memulai langkah awal misi penghapusan wanita lain dalam rumah tangganya kali ini.


Kiara punya kekuasaan juga uang untuk melakukan apapun yang dia ingin rencanakan untuk menyelamatkan rumah tangganya. Apalagi sekarang ada anak di antara dirinya dan Aldi. Kiara tidak akan mengalah kepada wanita manapun lagi. Jika Aldi saja mau memperjuangkan dirinya dan hubungannya selama ini, maka kini saatnya Kiara yang juga akan melakukan hal yang sama. Kiara akan memperjuangkan apa yang menjadi miliknya. Apa yang menjadi haknya.


🌸🌸🌸🌸


_Dinda^^

__ADS_1


__ADS_2