
Aldi mendengar teriakan seorang wanita. Hatinya mencelos hebat. Dia menghentikan kegiatannya di lantai dua rumah besar itu. Aldi mengisyaratkan pengawalnya bertindak lebih cepat mencari ke dalam semua sudut ruangan lantai 2. Sementara dirinya butuh waktu berhenti. Aldi butuh memikirkan semua ini.
'Aku yakin suara itu dari lantai di atasku. Pasti lantai tiga ini.' Aldi menatap langit-langit. Dia juga menatap ke arah tangga menuju lantai tiga.
'Semua kamar telah terbuka. Tapi semuanya gelap. Sedangkan ruangan terbuka yang bukan kamar tidur memiliki penerangan sebatang lilin. Kecuali di lantai satu yang tidak memiliki lilin.'
Sebuah kesimpulan tiba-tiba terbentuk di benaknya. Aldi memerintahkan mengumpulkan semua pengawalnya yang tadinya masih mencari di lantai dua.
"Tim yang jago bela diri, ke lantai tiga. Lumpuhkan semua orang di sana tanpa kecuali. Jangan membuat kegaduhan dan jangan menggunakan senjata. Suasananya akan remang-remang seperti sekarang. Jadi bisa saja kalian memanfaatkan hal itu untuk tiba-tiba menyerang lawan yang memegang lilin. Tinggalkan lilin yang kalian pegang saat ini!"
Aldi merasa instruksinya cukup jelas. Aldi menyaksikan tim satu ini menghilang dan melaksanakan tugasnya. Sementara dia merencanakan langkah berikutnya.
Tapi hal yang sangat tidak dia duga terjadi. Aldi melihat bayangan lain di tangga yang mengarah ke lantai satu. Sosok seorang wanita yang mengendap-endap dan bersembunyi dalam gelap. Bella.
'Aku yakin siapa yang Bella ingin buntuti saat ini. Pria itu masih saja tidak mau menyerah terhadap istriku.' Hati Aldi semakin geram. Aldi berusaha membuat hatinya mati rasa mengingat teriakan wanita tadi. Tidak peduli apakah itu teriakan Kiara atau bukan.
'Tunggu, bisa saja itu bukan Kiara. Ada yang aneh dengan suara wanita itu. Suaranya terlalu serak. Suara Kiara selalu memberi kesan lembut di hatiku. Ya, bisa saja itu bukan Kiara. Bisa saj Kiara tidak sedang dalam bahaya atau disakiti." Aldi meyakinkan dirinya agar bisa bertahan dari penyiksaan batinnya sendiri.
Aldi telah menunggu selama sepuluh menit. Sekarang saatnya dia dan tim berikutnya ke lantai tiga.
"Kalian satu tim terkahir akan tetap di sini. Bersembunyi di kegelapan dan bergerak jika sekiranya perlu saja. Kalian tim yang mem-backup kami jika terjadi sesuatu. Kalian harus tahu kapan kalian bergerak. Aku yakin istriku ada di lantai tiga. Dan ada satu tim lain yang juga ingin menyelamatkan istriku."
Sampai di sini, semua pengawal menunjukkan wajah herannya.
"BELLA! KELUARLAH!" Seru Aldi cukup keras untuk terdengar oleh Bella.
__ADS_1
Tapi Bella menjadi ketakutan. Bella tahu kekuatan Aldi. Bella tahu kemampuan Aldi dan kebenciannya terhadap Bima dan dirinya. Bella hanya diam di tempat dan tidak tahu harus muncul atau tidak.
"Kamu boleh ke lantai tiga juga. Lihat sendiri kelakuan suami kamu yang hebat itu. Lihatlah sendiri hasil pengorbanan kamu untuk pria itu. Kamu telah melupakan semua hal di dunia ini demi dia. Termasuk adik kamu sendiri. Lihat sendiri hasilnya di atas. Aku tidak akan menghalangi jika kamu mau berlari melihat Bima."
Bella tidak bisa berlari. Bella hanya masih diam di tempatnya bersembunyi bersama seorang pengawal di samping nya.
Para pengawal Aldi juga memahami maksud tuan mereka untuk tidak menghalangi tingkah polah Bella nantinya.
Aldi pun bergegas ke lantai tiga dan menyaksikan beberapa anak buahnya bertarung mengeroyok satu pengawal Bima. Mereka kalah jumlah, sesuai perkiraan Aldi. Sudah banyak pengawal Bima yang tumbang.
Akan tetapi jika Aldi mengamati lebih lama, Para pengawal Bima yang jelas-jelas kalah jumlah itu bertarung di dekat pintu kamar tertentu. Mereka seolah melindungi pintu itu. Karena Bima tidak tampak, Aldi yakin Bima ada di dalam kamar itu. Jika Bima sampai bertahan di dalam sana, bisa jadi Bima sedang bersama perempuan yang tadi berteriak itu.
Aldi sejenak merenung untuk masuk ke kamar yang dijaga itu atau tidak. Tapi Aldi merasa tidak ingin masuk mencari Bima. Aldi ingin mencari Kiara. Dan mata Aldi tertuju ke beberapa kamar selain yang dijaga oleh pengawal Bima.
"Jangan biarkan pengawal Bima mendekati kita." Tambah Aldi.
Aldi mendekati pintu di sebelah kamar dimana Bima berada. Aldi mendekatkan lilin dan mengamati gagang pintunya. Bima meraba gagang pintu itu dengan jarinya, "Bersih tak berdebu." Ungkap Aldi
Aldi mendekat ke pintu yang lain dan melakukan hal yang sama. Aldi meraba ujung jari ke gagang pintu kamar itu. Terlihat ada sedikit debu kotoran yang mengumpul di ujung jarinya.
Aldi segera menoleh ke pintu yang awal tadi. "Daniel, tembak kunci pintu kamar itu dengan cepat. Kiara sepertinya di dalam sana. Yang lain bersiaplah menghadapi apapun yang ada di dalam."
Semua anak buah Aldi heran dan terkejut. Tapi mereka semua langsung melaksanakan apa yang Aldi perintahkan.
"Dor.. dor.." Daniel menembak bagian kunci pintu kamar yang dimaksudkan oleh Aldi. Para anak buah Aldi mendobrak dengan terstruktur. Satu per satu anak buah Aldi masuk dengan mengarahkan senjata mereka.
__ADS_1
"Tuan! Nyonya Kiara ada di dalam!" Teriak Daniel yang sudah memasuki kamar terlebih dahulu.
Para pengawal Bima yang juga mendengar teriakan Daniel hilang fokus. Mereka terkejut bagaimana bisa wanita yang dicari oleh bos Bima bisa berada di kamar yang lain. Lalu bagaimana dengan wanita yang bersama bos Bima di kamar yang mereka jaga?
Karena mereka sejenak tidak fokus, dengan mudah semua pengawal Bima yang tersisa telah dilumpuhkan oleh anak buah Aldi.
Aldi berlari ke kamar dan akhirnya bisa melihat Kiara. Untuk sesaat Aldi lupa bahwa situasi mereka sedang dalam saat yang genting. Masih ada Ferdi di ruangan itu.
Aldi melangkah dengan pasti berusaha mendekat kepada wanita yang begitu dia rindukan kehadirannya selama ini. Aldi menatap Kiara dengan penuh cinta dan kerinduan. Sementara Ferdi yang melihat kehadiran Aldi tersulut amarahnya. Tiba-tiba kemarahan Ferdi ketika melihat Aldi terasa hingga di ubun-ubun.
Sejak memperhatikan Kiara yang ada di dekatnya, Ferdi lupa dengan dendamnya terhadap pria ini. Ferdi larut dalam perasaan cintanya kepada Adelia yang tumbuh mengakar di hatinya sejak dia masih kecil.
Tapi melihat Aldi datang mendekat kepadanya kini membuat Ferdi menaikkan level kemarahannya di setiap langkah yang Aldi ambil untuk mendekat pada dirinya.
"Bruk.." Sebuah pukulan mendarat ke perut Aldi begitu saja tanpa Aldi sadari.
🌸🌸🌸🌸
Hai Readers!
Kaget nggak Aldi udah tiba-tiba dipukul?
Sesuai rekuest kalian semua. Nieh Aldi udah berhasil nemuin Kiara. Pasti seneng kan? Ayuk Like dan kirimin author bunga atau kopi.. hihi
_Dinda^^
__ADS_1