
Adelia telah disekap oleh Mike dan Aldi selama seminggu. Ferdi juga menghilang sejak itu. Rencana awal Aldi untuk memasukkan Ferdi ke penjara atas nama Blue Corp tertunda. Aldi sudah memberi perintah untuk menemukan Ferdi. Tapi belum ada hasil.
Selama satu minggu ini Aldi berdiam diri di rumah untuk pemulihan. Dokter dan paramedis datang dan pergi setiap hari untuk mengecek kondisi kesehatan Aldi pasca kecelakaan. Mereka memeriksa perkembangan kesehatan Aldi sekaligus memberikan obat yang harus dikonsumsi setiap harinya. Aldi seolah membuat para dokter itu dinas di rumahnya, bukan di rumah sakit.
Kiara sendiri merasa kasihan dengan para dokter yang datang ke rumah setiap hari hanya untuk memeriksa Aldi dalam waktu yang hanya sebentar. Kiara merasa itu tidak sebanding dengan perjalanan jauh sang dokter dari rumah mereka atau dari rumah sakit tempat mereka bertugas. Tapi Kiara hanya bisa sekedar protes dalam hati. Tidak ada gunanya memprotes tindakan Aldi ini. Sebab Aldi melakukan ini semua demi dirinya. Agar dirinya tetap mau di rumah bersama Aldi. Tidak lagi keluar rumah dan membahayakan diri seperti yang sudah terjadi beberapa kali sebelumnya.
"Hari ini aku sudah resmi mewarisi kekayaan kakek. Blue Corp kini sepenuhnya milikku." Tiba-tiba Aldi memeluk Kiara dari belakang dan membisikkan hal ini.
Kiara dari tadi memikirkan banyak hal sambil menyisir rambutnya di depan meja riasnya. Pelukan Aldi ini membuatnya terkejut sekaligus berdebar-debar.
"I.. Iya." Kiara gugup menjawab kabar baik Aldi. Dia terlalu dekat. Kiara tidak bisa berpikir dengan lancar.
"Kamu tampak cantik seperti biasanya, sayang." Aldi masih memeluk Kiara dari belakang. Tapi Aldi kini membenamkan wajahnya ke dalam helaian rambut bagian belakang Kiara. Kiara membeku akibat aksi Aldi ini.
"Ra, kita bulan madu kedua, yuk." Tiba-tiba Aldi menawarkan hal yang sangat Kiara inginkan. Keluar dari rumah ini bersama Aldi.
"Situasi di luar sudah aman? Kita bisa bebas keluar lagi?" Kiara seketika antusias.
Aldi tersenyum senang melihat Kiara akhirnya menunjukkan apa yang dia inginkan. Seminggu ini Aldi merasa hanya membebani Kiara untuk merawatnya yang sakit. Lama sekali Aldi tidak melihat ketertarikan di mata istrinya ini.
"Sekarang masih belum, sayang. Tapi sebentar lagi semuanya akan selesai. Kita bulan madu setelah semua masalah dengan tante Adelia ini usai, ya?"
__ADS_1
Aldi bisa melihat wajah Kiara yang tampak bersinar itu kini berubah kecewa. Dugaannya benar, Kiara sedang bosan di rumah.
"Sayangku ingin bulan madu ke mana?" Aldi kini duduk di samping Kiara. Kursi yang ditempati kiara berbentuk sofa panjang yang bisa ditempati dua orang dewasa untuk duduk bersama.
"Aku tidak punya tempat khusus yang ingin dikunjungi. Terserah kamu saja mau ke mana." Kiara beralih menatap cermin riasnya yang besar. Pantulan dirinya dan Aldi bisa Kiara lihat di dalamnya.
"Baiklah, aku akan mencari lokasi bulan madu yang indah. Yang tak akan bisa kamu lupakan hingga kita menua nantinya." Aldi menatap Kiara dengan penuh perhatian. Kiara bisa merasakannya meski hanya melihat itu dari cermin rias di hadapannya. Kiara terlalu malu untuk balas menatap Aldi secara langsung.
***
Ferdi sudah berada di kamar dimana Adelia kini sedang tidur terlelap. Melihat postur tubuh wanita yang dicintai meringkuk tidur, Ferdi mengira Adelia pingsan karena sudah disiksa dengan kejam di rumah ini.
"Apa yang sudah kalian lakukan! Kenapa Adelia diam saja tidak bergerak!" Ferdi memarahi seorang pelayan yang berada di sampingnya.
"Maaf, tuan. Kami hanya mengantarkan makanan ke sini. Tidak pernah mengecek keadaan nyonya ini." Sang pelayan perempuan gemetaran menjawab kemarahan Ferdi.
Ketakutan sang pelayan pun terwujud. Ferdi menampar wajah polos pelayan itu hingga keluar darah dari bibirnya. Kekuatan amarah Ferdi juga membuat sang pelayan jatuh terduduk hanya dengan sekali tampar saja.
"Kamu seharusnya tahu apa yang terjadi kepada kekasihku! Tidak sekedar mengantar makanan! Harusnya kamu tahu kekasihku sudah mengalami apa saja di sini!" Ferdi melampiaskan kemarahannya kepada pelayan yang sebenarnya dia sendiri tahu tidak ada hubungan apapun dengan penyekapan Adelia.
"Maaf, tuan. Tolong jangan apa-apakan ayah dan ibu saya. Saya sudah mengantarkan tuan kemari. Tolong lepaskan orang tua saya, tuan." Sang pelayan memohon kepada Ferdi dengan masih bersimpuh.
__ADS_1
"Kamu belum membawa kami keluar dengan selamat. Jika Adelia sampai tidak selamat, apa kamu kira orang tua kamu akan selamat juga? Jangan berharap!" Ferdi masih saja melampiaskan kemarahannya kepada pelayan di hadapannya.
Adelia yang tertidur mendengar suara ribut-ribut pertengkaran. Suara pria yang penuh amarah itu seolah Adelia kenali. Suara pria yang paling mencintainya akhir-akhir ini tentu akan Adelia ingat selalu. Pria yang dari dulu dia abaikan dan hanya digunakan sebagai cadangan itu telah membuktikan cinta dan kesetiaannya. Adelia kini paling suka dengan pria itu, Ferdi.
Adelia membuka mata perlahan dan melihat wajah penuh amarah Ferdi. Adelia seketika senang ini bukan mimpi. Ferdinya telah datang. Ferdi datang pasti untuk menyelamatkannya dari penyekapan Mike.
"Ferdi, kamu datang." Adelia dengan wajah senangnya menatap Ferdi. Sementara Ferdi sendiri merasa sangat terkejut melihat Adelia tiba-tiba tersadar dan terlihat baik-baik saja.
Kemarahan Ferdi yang tadi meningkat drastis kini sirna. Ferdi memeluk Adelia dengan bahagia. Dugaan buruknya mengenai Adelia sirna. Kekasihnya baik-baik saja.
"Kamu baik-baik saja, Del. Aku kira kamu kenapa-kenapa. Aku dari tadi berusaha membangunkan kamu tapi tidak bisa. Syukurlah, Del." Adelia terbiasa dipanggil Adel oleh Ferdi. Mendengar panggilan sayang Ferdi juga membuat Adelia semakin senang. Ferdi akhirnya datang. Ferdi yang selalu mendukung dan menyelamatkannya kini datang.
"Kamu nungguin aku?"
"Hanya kamu yang aku tunggu." Ferdi senang menjadi satu-satunya pria yang diharapkan Adelia untuk menyelamatkannya.
Adelia melarikan diri dibantu Ferdi dan seorang pelayan. Mereka keluar ketika jam kerja sang pelayan berakhir. Mereka keluar dengan mobil yang dikendarai sang pelayan.
Tidak ada satupun di rumah besar keluarga Wiji Sasongko yang menyadari Adelia sudah kabur hingga keesokan harinya. Adelia berhasil lagi melewati satu krisis berbahaya dalam hidupnya. Membuatnya semakin yakin bahwa dia bisa lebih lama menikmati kehidupannya yang nyaman dengan pemujaan lelaki seperti Ferdi di sisinya.
Ketika keesokan harinya Daniel hendak mengecek kondisi kesehatan Adelia bersama dokter, Adelia sudah menghilang. Daniel dimarahi habis-habisan oleh Aldi dan juga Mike. Setelah mengecek CCTV, barulah mereka sadar bahwa Ferdi telah berhasil membawa kabur Adelia.
__ADS_1