
Bima menembus malam yang gelap bersama Bella di pangkuannya. Darah berada dimana-mana. Bima menatap wajah Bella yang semakin pucat karena kehilangan darah itu, wajah wanita yang selama ini tidak pernah dia pandang. Wanita yang selalu dia lihat dengan sebelah mata selain ketika berada di ranjang melayaninya.
Bima jadi teringat wajah manisnya yang polos ketika mereka pertama kali bertemu di WS Tech. Wanita itu dulu tampak terpesona kepadanya ketika mereka pertama kali bertemu. Pemandangan wanita yang terpesona kepadanya di pandangan pertama adalah hal yang sering terjadi kepadanya. Hal itu membuat Bima tidak tertarik meski senyuman Bella kala itu begitu manis dan mempesona.
"Kenapa wanita ini begitu bodoh menerima tembakan untukku. Aku tidak pernah memperlakukan dia dengan baik. Dia tidak pernah ku perlakukan dengan layak. Kenapa dia tidak membiarkan aku mati demi Kiara? Kenapa dia malah memilih mengorbankan nyawanya demi aku? Wanita bodoh! Apa dia juga lupa kalau sedang hamil? Dia wanita yang manis dan cantik. Pasti akan banyak pria yang tertarik kepadanya. Kenapa dia begitu bodoh bertahan di sisiku selama ini. Aku tidak pernah memberikan kebahagiaan kepadanya selama ini. Kamu bodoh sekali memilihku, Bella!"
Bima berbicara dengan dirinya sendiri. Meski dia mencela Bella yang bodoh, tapi air mata tidak kunjung berhenti mengalir di wajahnya yang penuh dengan luka lebam akibat pukulan anak buah Aldi. Bima terlihat sangat kasihan di mata pengawal yang menatapnya dari kaca spion mobil itu. Aura kejam dan dingin bos yang selama ini mendominasi tidak lagi tampak sama sekali.
"Bel, kamu mencintai pria yang salah, Bella. Kamu tidak seharusnya mencintai aku sebesar ini. Aku tidak memiliki apapun untuk diberikan kepada kamu. Tapi kamu memberikan segalanya yang kamu miliki untukku, Bel. Bertahanlah, Bella. Aku akan memperlakukan kamu dengan baik jika kamu selamat. Aku berjanji akan berusaha mencintai kamu, Bella. Jangan tinggalkan aku seperti ini, Bel."
Tangisan Bima kini terdengar lebih pilu dari pada ketika Bima menangisi Kiara sebelumnya. Pengawal Bima memacu mobilnya semakin kencang lagi menuju rumah sakit.
"Jangan tinggalkan aku seperti ini, Bel. Aku tidak akan bisa hidup jika kamu pergi dengan cara seperti ini. Aku tahu kamu cinta sama aku. Jadi jangan tinggalin aku, Bella. Kamu masih mencintaiku kan Bel? Jangan tinggalin aku, Bella. Bertahan lah Bella. Kita akan tiba di rumah sakit. Kamu akan diobati. Kamu akan baik-baik saja dan kembali ke sisiku, Bella."
🌸🌸🌸🌸
Bella merasa sedang berada dalam tidur dengan mimpi yang sangat panjang. Dalam mimpinya, dia mendengar Bima menyebut-nyebut namanya. Bima yang selalu memanggil nama Kiara di setiap mereka berhubungan kini memanggil nama Bella. Bima yang sehari-hari tidak pernah memanggil namanya kini juga berulang kali menyebut nama Bella. Matanya terpejam dengan perasaan senang mendengar suara Bima yang memanggil-manggil nama Bella secara terus menerus.
__ADS_1
Tapi mimpi itu akhirnya berganti. Setelah sejenak memejamkan mata mendengar suara Bima yang memanggil-manggil nama Bella, semua hal di sekelilingnya kini berubah. Kali ini Bella melihat sebuah bayangan anak kecil yang berjalan perlahan pergi. Anak itu berjalan menjauh dari Bella dengan perlahan tapi pasti. Hanya punggungnya saja yang nampak. Bella berusaha mengulurkan tangan untuk meraih dan menggapai bayangannya sekalipun. Tapi anak itu berjalan menjauh, sementara Bella yang berjalan menyusul pun tidak bisa menjangkau keberadaan anak itu. Jarak mereka seolah semakin bertambah panjang. Anak itu terus saja pergi hingga menghilang dari hadapannya.
Bella mulai menangis melihat sosoknya yang mulai menghilang. Air mata terus mengalir tiada henti. Seluruh wajahnya dipenuhi dengan air mata. Wajah Bella memerah karena tangis.
"Arghh!" Bella mulai berteriak ketika sosok anak itu sudah sama sekali tidak tampak. Sosok anak itu hilang tak membekas.
"Tidak! Jangan pergi! Jangan pergi, anakku! Arghhh!" Bella terus saja berteriak. Bella merasa hatinya teriris tapi tak berdarah. Bella terduduk lemas meneriakkan rasa sakitnya sambil terus masih menangis. Bella terus saja menangis hingga tidak menyadari seluruh dunianya kembali gelap.
🌸🌸🌸🌸
Bima masih menunggu Bella yang sedang dioperasi. Operasi Bella berlangsung sepanjang malam. Tapi Bima sama sekali tidak beranjak dari tempat duduk di ruang tunggu operasi. Bahkan Bima tidak mau berganti pakaian yang sudah dibawakan oleh pengawalnya.
Pengawal yang senantiasa bersama menaninya tidak jarang melihat air mata yang dihapus dari wajah Bima dengan kasar. Membuat wajahnya memiliki bekas noda darah yang berasal dari tangannya. Wajah tampan sang bos pun menjadi lebih mengerikan lagi setiap Bima melakukannya. Tapi sang pengawal tidak bisa berubuat banyak. Mengingatkan bosnya pun dia tidak kuasa. Sang pengawal hanya bisa diam menemani di sisinya sambil menanti perintah apapun yang bisa saja dilontarkan oleh sang bos kepadanya.
🌸🌸🌸🌸
Bella membuka matanya dan merasakan sakit seolah terbakar di bagian perutnya. Bella meraba perutnya yang terluka dan dibalut perban. Lalu Bella teringat dengan mimpinya baru saja. Hal itu membuat matanya pun menghangat. Jatuhlah buliran-buliran air matanya.
__ADS_1
Bella tahu maksud dari mimpinya barusan. Bella telah kehilangan bayinya. Bella seorang diri lagi. Bella tak memiliki siapa pun lagi, termasuk anak yang sangat dia harapkan kehadirannya.
Bima masuk ke kamar rawat Bella. Bima sudah berhasil dibujuk untuk berganti pakaian oleh dokter yang barusan dia temui.
Tapi Bima terkejut melihat Bella yang sudah sadar. Dan Bima semakin terkejut lagi melihat wanita itu menangis. Ntah kenapa hatinya merasakan sakit yang tak tertahankan melihat wajah pucat yang penuh dengan air mata itu. Apa mungkin Bella tahu kondisinya saat ini hingga menjadi begitu sedih?
Bima berpikir sejenak kemudian menggelengkan kepala. Tidak, Bella tidak mungkin tahu dengan kondisinya. Dokter baru saja memanggil Bima untuk menceritakan hasil operasi Bella. Hanya dirinya yang tahu kondisi Bella. Kemungkinan Bella menangis karena kehilangan bayinya, kehilangan bayi mereka berdua.
Bima pun tidak tahan mengamati dari jauh ketika wanita itu terus saja berderaian air mata. Bima mendekati Bella dan duduk di ranjang yang sama dengan Bella. Bima kemudian merengkuh wajahnya dan membawa Bella ke pelukannya.
"Maafkan aku. Maafkan aku. Aku mohon maafkan aku, Bella." Bima memeluk Bella dan membiarkan wanita itu menangis dalam pelukannya.
🌸🌸🌸🌸
Hai Readers!
Stay tune di novel ini ya. Hari ini update 2 chapter loh. Ditunggu ya...
__ADS_1
_Dinda^^